Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Taman Rekreasi Pantai Mangga Tasik di Minahasa “Eksplorasi Bentang Alam di Kawasan Pesisir” Bare, Rilya O. E.; Makarau, Vecky H.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada masa sekarang ini semakin kompleksnya kebutuhan manusia, maka kebutuhan berwisata dan rekreasi pun meningkat. Oleh karena itu menimbulkan semakin banyak di bangunnya area-area wisata yang dapat memberikan hiburan bagi masyarakat. Namun terkadang area wisata tersebut kurang memperhatikan potensi alam akan lingkungan atau lokasi yang terpilih, kelestarian bahkan kurang ramah terhadap alam sehingga hanya aspek estetis saja yang di utamakan. Lokasi wisata pantai Mangga Tasik yang sudah ada ini perlu di desain menjadi Tempat Rekreasi Pantai Mangga Tasik yang lebih menarik dan memanfaatkan segala potensi alam di sekitar lokasi. Dengan tambahan fasilitas seperti tempat parkir, tempat-tempat makanan yang lebih layak dan bersih, tempat souvenir, dll. Dengan mengangkat tema “Eksplorasi Bentang Alam di Kawasan Pesisir” desain Taman Rekreasi Pantai Manggatasik di Minahasa memiliki karakter yang ramah terhadap alam dan memanfaatkan potensi alam sekitar. Dari tema tersebut diperoleh bentukan desain yang mencoba mengangkat sebuah bentukan yang sesuai dengan karakter lingkungan. Dikarenakan sifat taman rekreasi yang non-formal, lebih dinamis dan memberikan kesan santai maka bentuk bulat akan mendominasi. Objek rancangan ini juga sebagai bentuk implementasi dari beberapa faktor-faktor dalam studi kasus.   Kata kunci : Wisata, Rekreasi, Eksplorasi, Bentang Alam, Kawasan, Pesisir
TENDENSI ECLECTICISM DALAM ARSITEKTUR POST-MODERN Paluruan, Raynold H.; Tarore, Raymond Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModernisme dalam arsitektur merupakan suatu hal yang dianggap memberikan suatu cara pandang dan pikir yang baru dalam berarsitektur. Segala bentuk pemikiran berfokus kepada hal-hal yang bersifat mutakhir sejalan dengan kemajuan jaman dan teknologi. Dengan penggunaan mesin secara besar-besaran, keindahan dan seni ber-arsitektur masa lalu telah dilupakan, yang kemudian mengacu pada suatu karya yang bersih, polos tanpa ornamen, serta pengkotak-kotakan alias pengklasifikasian bentuk terhadap fungsi. Namun akhirnya segala bentuk kemutakhiran dan kehebatan modernisme, memunculkan beragam kelemahan dan kekurangan. Keinginan untuk menghasilkan suatu karya yang bebas penuh rasa dengan semangat yang plural dan kaya makna, membuat dogma-dogma modernisme akhirnya tumbang dalam badai amukan pemikiran-pemikiran eklektik atau aliansi antara sejarah dengan kemajuan teknologi.Kata kunci: modernisme, sejarah, pemikiran, seni
FLAT MAHASISWA DI MANADO (PENGEMBANGAN PERSONAL SPACE DALAM KONTEKS TEORI TERITORIALITAS) Kansil, Evander G.; Sondakh, Julianus A. R.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Upaya menghadirkan hunian representatif bagi mahasiswa merupakan sasaran utama yang hendak dicapai dalam penulisan ilmiah ini. Kebutuhan tersebut menjadi persoalan setiap perguruan tinggi di seluruh indonesia. Dalam merancang suatu bangunan, seorang Arsitek tentunya tidak hanya berdasarkan pada imajinasinya sendiri. Hasil kreasi seorang arsitek membentuk suatu kesatuan yang harmonis dalam berbagai dimensi, terutama dimensi kenyamanan dan keamanan. Ketika merancang, seorang arsitek harus memperhitungkan secara rinci seberapa besar kebutuhan manusia, memperkirakan bagaimana mereka berperlaku, bergerak dalam lingkungannya, kemudian memutuskan bagaimana bangunan tersebut dapat menjadi lingkungan yang sehat  terhadap manusia pemakainya. Sebagian mahasiswa dinilai lebih suka privasi atau ingin menjaga kenyamanannya  dalam belajar sehingga bentuk flat merupakan wadah yang cocok untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Sesuai dengan fungsi dan karakteristiknya, maka wadah ini dinamakan “Flat Mahasiswa Di Manado” kemudian, kajian perancangan terhadap objek dibatasi secara ilmu arsitektural dan penyesuain dengan perilaku manusia. Persyaratan fisik dan psikis serta faktor-faktor lainnya perlu di perhatikan, agar fungsi bangunan menjadi optimal. Hasil yang diperoleh yaitu bangunan Flat, lengkap dengan perabotan interior dan fasilitas umum, memiliki tiga tipe hunian (T-Small, T-medium, T-Large) serta kapasitas daya tampung diasumsikan 5% dari jumlah mahasiswa yang ada ditiap-tiap universitas di Manado. Berikut juga sarana dan prasarana utilitas bangunan. Berdasarkan hasil wawancara dan pengmatan, kebutuhan mahasiswa semakin kompleks, hal itu seiring dengan perkembangan zaman. Mahasiswa bukan hanya membutuhkan tempat tinggal semata tapi juga kebutuhan yang menunjang aktivitas lainnya. Sebab itu itu perlu juga dibangun fasilitas penunjang yang memadai. Dalam hal ini ruang personal yang berkembang dari konteks teritorialitas menjadi titik acuan dalam perancangan objek bangunan. Dengan kata lain perilaku manusia dapat diarahkan kearah yang lebih baik bila nilai – nilai positif dari lingkungan atau bentuk arsitektur dapat membentuk kepribadian serta perilaku yang memiliki nilai positif.   Kata kunci : Merancang, Kebutuhan, Mahasiswa, Perilaku.
ISLAMIC CENTER DI KOTA KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR KONTEMPORER” Nuh, Riansyah; Supardjo, Surijadi; Tarore, Raymond Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan. 
PUSAT SENI DAN BUDAYA PAPUA DI JAYAPURA. “REINTERPRETING TRADISIONAL” Kogoya, Doanus; Makarau, Vicky; Tarore, Raymond Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan.
PENATAAN KAWASAN WISATA BUKIT WAWO Kaparang, Angelita A. P.; Tarore, Raymond Ch.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52698

Abstract

ABSTRAK Kota Tomohon adalah salah satu Kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mempunyai potensi wisata yang menarik. Kota Tomohon memiliki berbagai potensi dibidang pariwisata yang tidak kalah bagus dengan daerah lain. Khususnya wisata alam Bukit Wawo. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik dan menganalisis penataan kawasan wisata bukit wawo. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat numerik sedangkan metode analisis kualitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat non numerik atau teks. Hasil penelitian menggambarkan penataan kawasan wisata di bukit wawo dengan tetap melihat kondisi infrastruktur pariwisata yang ada untuk diperlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan terutama pada jaringan jalan, jaringan air bersih, tempat sampah, listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur pengelolaan limbah. Kata Kunci: Daya Tarik Wisata, Infrastruktur Pariwisata, Penataan Kawasan Wisata ABSTRACT Tomohon City is one of the cities in North Sulawesi Province which has attractive tourism potential. Tomohon City has various potentials in the tourism sector that are no less good than other areas. Especially the natural tourism of Wawo Hill. The aim of this research is to identify the characteristics and analyze the arrangement of the Wawo Hill tourist area. The research methods used are qualitative and quantitative analysis. The quantitative data analysis method is a method used for data that is numerical in nature, while the qualitative analysis method is a method used for data that is non-numerical or text in nature. The results of the research illustrate the arrangement of the tourist area on Wawo Hill while still looking at the condition of the existing tourism infrastructure which requires comprehensive and sustainable treatment, especially the road network, clean water network, trash cans, electricity, telecommunications and waste management infrastructure. Keywords: Touris Attraction, Tourism Infrastructure, Arrangement of Tourist Areas
PENATAAN KAWASAN WISATA BUKIT WAWO Kaparang, Angelita A. P.; Tarore, Raymond Ch.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52698

Abstract

ABSTRAK Kota Tomohon adalah salah satu Kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mempunyai potensi wisata yang menarik. Kota Tomohon memiliki berbagai potensi dibidang pariwisata yang tidak kalah bagus dengan daerah lain. Khususnya wisata alam Bukit Wawo. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik dan menganalisis penataan kawasan wisata bukit wawo. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat numerik sedangkan metode analisis kualitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat non numerik atau teks. Hasil penelitian menggambarkan penataan kawasan wisata di bukit wawo dengan tetap melihat kondisi infrastruktur pariwisata yang ada untuk diperlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan terutama pada jaringan jalan, jaringan air bersih, tempat sampah, listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur pengelolaan limbah. Kata Kunci: Daya Tarik Wisata, Infrastruktur Pariwisata, Penataan Kawasan Wisata ABSTRACT Tomohon City is one of the cities in North Sulawesi Province which has attractive tourism potential. Tomohon City has various potentials in the tourism sector that are no less good than other areas. Especially the natural tourism of Wawo Hill. The aim of this research is to identify the characteristics and analyze the arrangement of the Wawo Hill tourist area. The research methods used are qualitative and quantitative analysis. The quantitative data analysis method is a method used for data that is numerical in nature, while the qualitative analysis method is a method used for data that is non-numerical or text in nature. The results of the research illustrate the arrangement of the tourist area on Wawo Hill while still looking at the condition of the existing tourism infrastructure which requires comprehensive and sustainable treatment, especially the road network, clean water network, trash cans, electricity, telecommunications and waste management infrastructure. Keywords: Touris Attraction, Tourism Infrastructure, Arrangement of Tourist Areas