Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

GALERI SENI DI MANADO. Folding Architecture Taliawo, Patricia H. N.; Tarore, Raymond Ch.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20697

Abstract

Manado adalah kota dimana seni semakin diapresiasi seiring berkembangnya waktu. Tetapi wadah untuk menyelenggarakan kegiatan seni masih sangatlah kurang sehingga kegiatan seni yang dilakukan selalu ditempat-tempat terbuka seperti pertokoan yang bukan untuk khusus penyelenggaraan seni dilakukan, padahal seni perlu diapresiasi dengan cara yang menarik dan penuh seni.Folding Architecture merupakan suatu proses dalam desain arsitektur yang menghasilkan bentukan dengan cara bereksperimen dengan lipatan. Penerapannya ke dalam proses perancangan arsitektur adalah dengan menggunakan karakter kertas dan mengubahnya/mentransformasikannya melalui proses lipat, potong, ditekuk dan lain-lain sehingga menghasilkan bentukan arsitektur yang diinginkan.Dengan pendekatan Folding Architecture atau arsitektur folding ini, Galeri Seni di Manado ini perancangan dan penerapannya pada bentuk bangunan dilandasi dengan seni dan keindahan serta fungsi yang lebih kompleks, sehingga para pekerja seni dapat merealisasikan setiap potensi diri mereka dalam wadah yang bukan hanya menjadi tempat pameran seni yang sudah jadi tetapi tempat dimana proses pembuatan seni dapat berlangsung sekaligus menjadi tempat dimana para pelaku seni dapat belajar dengan pendidik yang membantu mereka mengembangkan potensi seni.(Kata Kunci : Art Gallery, Galeri Seni , Folding Architecture)
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG TANGKOKO DI KOTA BITUNG. Arsitektur Eco Futuristic Randang, Fahri E.; Supardjo, Surijadi; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20699

Abstract

Terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan menurunkan orang dan atau barang serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi. Ada berbagai macam tipe terminal yaitu A, B, dan C. Masing-masing mempunyai fungsi yang sama yaitu pelayanan transportasi, namun berbeda cakupan untuk tujuan. Masing-masing kategori terminal tersebut mempunyai standar tersendiri tentang tata cara perencanaan, perancangan dan pengelolaan terminal yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: 31 Tahun 1995 Tentang Terminal Transportasi Jalan, yang harus dijadikan pedoman dasar dalam perencanaan, perancangan, dan pengelolaan terminal, khususnya di Indonesia.Terminal Tangkoko adalah satu-satunya terminal tipe A yang ada di kota Bitung. Terminal ini memiliki banyak kekurangan yang tidak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan RI, baik dari segi perancangan maupun pengelolaannya, sehingga harus segera diperbaiki agar dapat melayani/memfasilitasi aktivitas moda transportasi di kota Bitung dengan baik dan lancar.Proses Redesain Terminal Penumpang Tangkoko di kota Bitung ini menggunakan acuan standar dari SPM (Standar Pelayanan Minimum) Terminal Angkutan Umum Tahun 2012, Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : 31 Tahun 1995 Tentang terminal Transportasi Jalan dan menggunakan tema arsitektur Eco-Futuristic. Sumber data referensi dan tema ini diharapkan dapat memperbaiki segala kekurangan yang ada pada Terminal Tangkoko ini, sehingga akan didapat sebuah perancangan terminal baru yang dapat memfasilitasi/melayani semua golongan masyarakat dalam melakukan aktifitas moda transportasi dengan baik dan lancar.Kata Kunci :Kota Bitung, Terminal Penumpang, Tangkoko, Eco-Futuristic, Redesain
SIRKUIT BALAP MOTOR DI MANADO. Arsitektur Organik Pasomba, Rexy P.; Punuh, Claudia S.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20842

Abstract

Kota Manado yang merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara merupakan kota yang perkembangannya sangat menjanjikan, terbukti banyak pembangunan dan pengembangan kawasan yang dilakukan dikota ini, sebagai kota yang sedang berkembang, tentunya harus diimbangi dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas untuk Masyarakat sebagai pelengkap ataupun sebagai sarana bagi masyarakatnya untuk bisa mengembangkan potensi diri serta berkreasi dan sebagai fasilitas-fasilitas yang di banggakan.             Dalam bidang olahraga, hkususnya olahraga otomotif tentunya juga harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari sarana dan prasarana dari olahraga itu sendiri, salah satunya adalah sirkuit balap beraspal atau “on road” yang harus ada untuk menjadi sarana yang dapat mengembangkan potensi di bidang otomotif masyarakat di kota Manado. Meningkatnya kebutuhan masyarakat kota akan fasilitas olahraga otomotif yang baik dan aman serta dapat menyelenggarakan event skala Asia harus disesuaikan dengan standar-standar yang ada yang ditetapkan oleh federasi internasional. Dengan mengangkat tema ”Arsitektur Organik”, pendekatan terhadap alam diharapkan kawasan ini menjadi icon di kota Manado yang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata di kota Manado.Kata kunci : Kota Manado, sirkuit balap motor.
STREET SHOPPING MALL DI MANADO. Arsitektur Nusantara Wuritimur, Kasawuri Y. A. L. F; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21269

Abstract

Manado sebagai salah satu kota di Indonesia timur yang menjadi pusat segala aktifitas ekonomi, pariwisata, perdagangan, jasa dan industri yang dalam perkembangannya cukup pesat. Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara tentunya Manado mempunyai daya tarik para investor dan para wisatawan untuk berkunjung dan menanamkan saham di kota ini. Dalam perkembangan ekonomi, peningkatan cukup signifikan disektor perdagangan dan Jasa yang mana  munculnya Pusat Perbelanjaan modern di kota Manado sebagai salah satu gaya hidup dan perkembangan sebuah kota. Manado telah memiliki beberapa pusat perbelanjaan modern (shopping mall) namun, kebanyakan berkonsep enclosed mall. Enclosed mall adalah sebuah pusat perbelanjaan modern yang tertutup, dimana para pengunjung akan terlindung dari panas matahari maupun air hujan. Pada perkembangannya, pusat perbelanjaan dimulai dari konsep terbuka, dalam artian tanpa penutup atap. Karakteristik mall ini yang diangkat sebagai pusat perbelanjaan pertama kali muncul yang akan di kembangkan sebagai pedestrian mall atau juga street shopping mall. Konsep Street Shopping Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang mengorientasikan pejalan kaki ketika sedang berjalan-jalan atau rekreasi. Pusat perbelanjaan terbuka yang diharapkam sebagai transformasi baru sebuah shopping mall di Kota Manado. Arsitektur Nusantara sendiri dipilih karena akan memberikan sebuah nuansa baru dalam shopping mall dengan mengangkat keragaman budaya lokal Indonesia dengan ciri khasnya.                                         Kata Kunci: Street, Shopping Mall, Manado, Arsitektur Nusantara
PUSAT WISATA KULINER DI MANADO. Lokalitas Arsitektur Nussy, Juan E.; Rondonuwu, Dwight M.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23673

Abstract

Pusat Wisata Kuliner adalah sebuah kawasan pariwisata pusat kuliner yang bisa memenuhi kebutuhan kuliner pengunjung dan wisatawan di kota Manado sekaligus tempat rekreasi dan refreshing dimana pengunjung dapat menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Manado. Pusat Wisata Kuliner di Manado dirancang untuk menyempurnakan dan melengkapi berbagai kekurangan dari kawasan wisata kuliner yang sudah ada sebelumnya seperti kurangnya perancangan pada ruang luar yang mencakup tempat parkir, ruang terbuka hijau, view  menarik yang disesuaikan dengan fungsi dan prinsip arasitektural. Selain dalam hal ruang luar, perencangan ruang dalam juga menjadi perhatian perancangan tata ruang dan fungsi ruang guna untuk kenyamanan pengguna. Menggunakan konsep perancangan Lokalitas Arsitektur kawasan ini akan menonjolkan ciri khas Sulawesi Utara dalam desain bangunan serta ornament-ornament di dalamnya. Metode perancangan ini menggunakan metode proses desain Glass Box oleh J.C Jones dengan pendekatan perancangan terhadap 3 point utama yaitu, pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, utilitas dan gambar perspektif sesuai dengan konsep perancangan. Kata Kunci: Kota Manado, Pusat Wisata Kuliner, Lokalitas Arsitektur