Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI DUSUN BENDUNGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS WISATA DAU MALANG Gani Gani; Tavip Dwi Wahyuni; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.21 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.686

Abstract

Data BPS Jawa Timur tahun 2009 terdapat lansia sekitar 4.113.847 jiwa. Kabupaten Malang lansia sebanyak 289.604 orang ditahun 2013. Wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada lansia, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia ditingkat masyarakat yakni posyandu lansia. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Dusun Bendungan Wilayah Kerja Puskesmas Wisata Dau Malang. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi. Populasi sebanyak 54 responden dan sampel 54 orang diambil secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan adalah uji Spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan lansia, sebagian besar (57,41%) lansia dikategorikan kurang baik dan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu, sebagian besar (61,10%) lansia dikategorikan tidak aktif, sedangkan hasil Spearman rank didapatkan nilai p-value = 0,003 < 0,05 yang berarti data dinyatakan signifikan. Artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Dusun Bendungan Wilayah Kerja Puskesmas Wisata Dau Malang. Dengan demikian untuk meningkatkan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu diperlukan pengetahuan yang baik dan dibutuhkan dukungan dari keluarga serta harus ada motivasi dari lansia sendiri.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN KLIEN DENGAN PENANGANAN PENYAKIT GASTRITIS DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Oktavianus Kopong Miten; Tavip Dwi Wahyuni; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1302

Abstract

Pengetahuan kesehatan klien tentang penyakit gastritis merupakan faktor penting bagi klien untuk melakukan penanganan maupun pencegahan, pengetahuan yang salah dapat mengakibatkan terjadinya kekambuhan gastritis dan komplikasi pendarahan saluran cerna bagian atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan klien dengan penanganan penyakit gastrtis di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah klien yang mengalami penyakit gastritis di Posyandu LansiaWilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan sampel penelitian menggunakan Area probability sampling yaitu sebanyak 30 orang lansia yang dipilih dari 4 Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji product moment untuk menemukan nilai signifikan (Sig. P-value< 0,05) dengan menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahauan klien sebagian besar baik (60,0%) dan penanganan penyakit gastritis sebagian besar baik (66,67%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan klien dengan penanganan penyakit gastritis di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang (p-value = 0,009). Klien (pasien penderita gastritis) diharapkan mampu mengetahui cara penanganan yang baik serta mengikuti saran dokter yang bertujuan dapat mencegah kekambuhan kembali dan mencegah terjadinya komplikasi. ABSTRACT Knowledge about the disease gastritis client's health is an important factor for clients to make the handling and prevention, knowledge of which may result in recurrence of gastritis and complications of upper gastrointestinal bleeding. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of the client with gastrtis disease management in Puskesmas Posyandu Elderly Dinoyo Malang. The study design using correlational design. The population in this study is a client who suffered gastritis in Puskesmas Posyandu Dinoyo Malang and sample use probability sampling Area as many as 30 people were selected from four elderly Posyandu elderly in Puskesmas Dinoyo Malang. Data collection instrument used were questionnaires. Data analysis method used is test product moment to find significant value (Sig. p-values
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI DESA TEBAS SUNGAI KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT Novian Hidayat; Tavip Dwi Wahyuni; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1185

Abstract

Lansia mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik sehinggga mudah mengalami jatuh. Pencegahan risiko jatuh pada lansia diperlukan dukungan keluarga untuk merawat, mencukupi kebutuhan lansia dan menjaga kesehatan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam pencegahan risiko jatuh pada lansia di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang keluarga yang memiliki lansia dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku keluarga dalam pencegahan risiko jatuh pada lansia. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Pearson Product Moment dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan setengahnya 50,0% keluarga memiliki pengetahuan cukup dalam pencegahan risiko jatuh pada lansia dan hampir setengahnya 46,7% keluarga memberikan perilaku baik pencegahan risiko jatuh pada lansia. Hasil uji Pearson Product Moment didapatkan p value = (0,004) < (0,050) artinya H0 ditolak sehingga ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam pencegahan risiko jatuh pada lansia di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil penelitian maka keluarga perlu melakukan pencegahan risiko jatuh pada lansia seperti mengingatkan lansia agar tidak bekerja lebih berat dan mengajak lansia melakukan pemeriksaan kesehatan minimal 1 kali dalam sebulan. Pengetahuan yang cukup mampu menumbuhkan perilaku positif bagi keluarga dalam pencegahan risiko jatuh pada lansia di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. ABSTRACT Elderly suffered a setback especially in the field physical ability so easy to fall. Prevention of risk falls on the elderly needed family support to care for, meet the needs of the elderly and maintain the health of the elderly. The purpose of research to know the relationship between knowledge and family behavior in risk prevention falls on the elderly in the village Tebas Sungai, Tebas Sub-district, Sambas District, West Kalimantan Province. Design research using correlative design by using cross sectional approach. The sample of this research is 30 family which has elderly with the determination of using purposive sampling. Data collection technique using a questionnaire instrument knowledge and family behavior in prevention of risk fall in the elderly. Data analysis method that is used that is Pearson Product Moment test using SPSS. The results prove half of them 50.0 family has enough knowledge in preventing the risk of falling in the elderly and almost half of it 46.7% families provide good risk prevention behavior falls on the elderly. Pearson Product Moment test results obtained p value = (0.004) < (0.050) meaning H0 rejected so there is a relationship between knowledge with family behavior in prevention of risk falls on elderly in the village Tebas Sungai, Tebas Sub-district, Sambas District, West Kalimantan Province. Based on research results then the family needs to do risk prevention falls on the elderly such as reminding the elderly so as not to work harder and invites elderly to conduct health checks at least once a month.Knowledge enough to cultivate good family behavior in prevention risk falling on elderly in tebas river village, tebas sub district, sambas district, west kalimantan province. Keywords : Knowledge; prevention of risk of fall in elderly; family behavior.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Adelaide Bulu; Tavip Dwi Wahyuni; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.887 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1501

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau keduanya. Untuk mempercepat penyembuhan maka diperlukan kepatuhan minum obat yang tinggi oleh pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Dinoyo Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 120 pasien diabetes melitus tipe II, sampel penelitian sebanyak 55 orang ditentukan menggunakan accidental sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan lembar observasi pada pemeriksaan gula darah. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (47,3%) pasien diabetes melitus tipe II melakukan kepatuhan minum obat sedang dan lebih dari separuh (60,0%) pasien diabetes melitus tipe II mengalami kadar gula darah tidak normal. sedangkan hasil korelasi spearman rank didapatkan p value = (0,004) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Diharapkan pasien diabetes melitus tipe II melakukan kegiatan untuk penurunan kadar gula seperti minum obat 2 kali dalam sehari pada pagi dan malam hari serta sesuai dosis yang dianjurkan tenaga kesehatan untuk penyembuhan diabetes melitus tipe II. ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease marked by high levels of blood glucose resulting from deficiencies in insulin secretion, impaired activities of insulin or both. To accelerate the healing will require high medication adherence by patients. The aim of this research is to find the relationship between the medication adherence with blood glucose levels in patients with type II diabetes mellitus at Puskesmas Dinoyo Malang. The study design used correlation design with cross sectional approach. The population in this study were 120 patients with type II diabetes mellitus with accidental sampling. The subject was 55 samples. Data collection techniques used were questionnaires and observation sheet checks blood glucose levels. Data analysis method used by spearman rank test with SPSS. Research shows less than half of the (47.3%) patients with type II diabetes mellitus perform medication adherence was more than half of (60.0%) patients with type II diabetes mellitus experienced abnormal blood glucose levels. While the results obtained spearmen correlation rank p value = (0.004)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU GAYA HIDUP KLIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DAU KABUPATEN MALANG Rendi Rendi; Tavip Dwi Wahyuni; Warsono Warsono
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.748 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.569

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena kebanyakan hipertensi yang terjadi hanya terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan fisik karena alasan penyakit tertentu Hipertensi dapat dicegah salah satunya dengan melakukan perubahan gaya hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi terhadap perubahan perilaku gaya hidup klien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Exsperiment dengan pendekatan Nonequivalent Pretest And Posttest With Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua klien hipertensi yang ada di Puskesmas Dau Malang pada bulan Maret 2016 sebanyak 102 orang. Sampel penelitian adalah klien Hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Dau Malang berjumlah 20 responden. Sampel dibagi menjadi 10 kelompok eksperimen dan 10 kelompok kontrol yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria klien yang mengalami hipertensi primer. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner. Metode analisa data dengan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pendidikan kesehatan pada kelompok eksperiment adalah 9 orang (90%) berperilaku cukup, 1 orang (10%) berperilaku kurang, dan setelah pendidikan kesehatan 6 orang (60%) berperilaku baik dan 4 orang (40%) berperilaku cukup. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi dengan p Value = 0.001
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PERUBAHAN KONDISI KESEHATAN PASIEN TB MDR DI RUMAH SAKIT PARU BATU Torince Torince; Tavip Dwi Wahyuni; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.976

Abstract

Peran keluarga dengan perubahan kondisi fisik sangatlah penting, karena selama menjalani pengobatan yang panjang penderita kemungkinan merasa bosan harus setiap hari mengkonsumsi obat, sehingga dikhawatirkan terjadi putus obat atau lupa minum obat karena putus asa penyakitnya tidak sembuh-sembuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan perubahan kondisi kesehatan pasien TB MDR di Rumah Sakit Paru Batu. Metode penelitian yang digunakan berupa desain analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 19 dari 30 populasi dengan teknik “Total Sampling”. Hasil penelitian Sebanyak 15 responden (78,9 %) memiliki peran keluarga yang cukupdan sebanyak 11 responden (57,9 %) yang mengalami perubahan kondisi kesehatan penderita TB MDR yang baik. Hasil analisa data menggunakan uji statistik chi square didapatkan nilai p value atau Asymp. Sig. (2-sided) sebesar 0,003 artinya H0 ditolak karena 0,000 < 0,05, dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan perubahan kesehatan penderita TB MDR di Rumah Sakit Paru Batu. Berdasarkan temuan ini diharapkan keluarga berperan untuk aktif dalam memantau kondisi pasien. Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji faktor-faktor lain (pengetahuan, sikap dan perilaku) maupun kepatuhan, atau lama pengobatan pasien TB Paru itu sendiri dengan kejadian MDR. ABSTRACT The role of the family with the change of physical condition is very important, because during a long treatment the patient may feel bored must every day taking the drug, so it is feared to break up the drug or forget to take the medicine because of the despair of the disease does not heal. The purpose of this research is to know the relationship between family role with changing health condition of MDR TB patient at Lung Hospital of Batu. The research method used is correlational analytic design using cross sectional approach. The sample of research is 19 of 30 population with technique "Total Sampling". Results A total of 15 respondents (78.9%) had adequate family roles and 11 respondents (57.9%) experienced changes in the health condition of patients with good MDR TB. The result of data analysis using chi square statistic test obtained p value or Asymp value. Sig. (2-sided) of 0.003 means that H0 is rejected for 0,000
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA LABORATORIUM MALANG Alfianto Candra; Tavip Dwi Wahyuni; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.836 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.392

Abstract

Remaja sebagai golongan individu yang sedang mencari identitas diri biasanya memiliki sifat suka menirukan atau mengagumi terhadap sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang diidolakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Laboratorium Malang. Metode penelitian dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X dan XI SMA Laboratorium Malang tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 590 siswa dengan 236 responden (40% dari jumlah populasi). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling yang berarti pengambilan sampel dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi. Berdasarkan hasil penelitian dari 236 siswa SMA Laboratorium Malang didapatkan kategori kurang aktif yaitu sebanyak 150 responden (64%) dan didapatkan rata-rata kalori dalam seminggu berkategori normal dengan 167 responden (71%). Berdasarkan IMT (Indeks Massa Tubuh) terdapat 153 responden (65%) yang berkategori normal. Aktivitas Fisik dengan Obesitas Hasil pengukuran uji statistik spearman rank pada taraf kesalahan 5% diperoleh nilai p value 0,01
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI POSYANDU ANGGREK TLOGOMAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Adrianus Langging; Tavip Dwi Wahyuni; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.523 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.836

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pencegahan kejang demam pada anak sangat tergantung pada peran orang tua khususnya ibu. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor langsung yang mempengaruhi penatalaksanaan kejang demam pada balita.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan penatalaksanaan kejang demam pada balita di posyandu anggrek tlogomas wilayah kerja puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Teknik pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling, di mana jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 45 orang ibu yang memiliki balita. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian pengetahuan ibu menunjukkan sebagian besar responden yaitu 60% mempunyai pengetahuan dalam kategori cukup. Penatalaksanaan kejang demam sebagian besar responden yaitu sebanyak 62,22% dalam kategori cukup. Hasil analisis uji korelasi nilai r hitung adalah sebesar 0,475 dengan signifikansi sebesar 0,001, maka hipotesis Ha diterima yaitu terdapat korelasi atau hubungan antara pengetahuan ibu dengan penatalaksanaan kejang demam. Disarankan bagi pelayanan kesehatan agar melakukan simulasi tentang penanganan kejang demam pada saat posyandu sehingga ibu dapat melakukan penatalaksanaan kejang demam yang baik. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini dengan cara mengukur faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kejang demam dengan cara melakukan observasi langsung bagaimana cara penatalaksanaan kejang demam yang dilakukan ibu.
HUBUNGAN ANTARA POLA TIDUR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP PGRI 03 MALANG Muhammad Wa’idzin Tiwa; Tavip Dwi Wahyuni; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1186

Abstract

Siswa membutuhkan pola tidur baik untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan daya ingat yang bertujuan mendapatkan prestasi belajar tinggi di Sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pola tidur dengan prestasi belajar siswa SMP PGRI 03 Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 64 siswa dengan penentuan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa Kuesioner PSQI pola tidur dan nilai rapot 2 semester untuk mengukur prestasi belajar. Metode analisa data yang di gunakan yaitu ujiKoefisien Korelasi Sperman dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 42 (65,6%) siswa mengalami pola tidur baik dan hampir setengahnya 27 (42,2%) siswa memiliki prestasi belajar baik. Hasil uji Koefisien Korelasi Sperman didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan antara pola tidur dengan prestasi belajar siswa SMP PGRI 03 Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka siswa tidur malam lebih awal untuk mempertahankan prestasi belajar baik. ABSTRACT Students need a good sleep pattern to increase concentration and memories that was aim to get learning achievements in schools. the purpos of this research to the relationship between sleep patterns with learning achievements in students of analyze SMP PGRI 03 Malang. . This research used desigen correlative with cross sectional with approach total sampling technique sleep patterns data colection used by PSQI question instrument and the value of two semester report for measured learning. achievements. data analyzed by sperman rank two with SPSS for windows . the results of research was 42 (65.6%) stundents experienced good sleep pattrens and half of them 27 (42.2%) Students has a good learning. the results by sperman rank tho analysis was obtained p value = (0.000) > (0.050) so that h1 accepted, it means there was a correlation between sleep patterns with learning in studentsof SMP PGRI 03 malang. Keyword : Sleep patterns; learning achievements; junior high school students.
HUBUNGAN POLA ASUH OVER PROTECTIVE ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DI SDN TLOGOMAS 1 KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Jojon Jojon; Tavip Dwi Wahyuni; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.883 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.498

Abstract

Pola asuh merupakan penerapan pendidikan atau ajaran yang diberikan orang tua kepada anaknya, sedangkan pola asuh overprotectivemerupakan pengasuhan yang berlebihan yang diberikan orang tua kepada anak mereka karena alasan tertentu dari mereka sehingga mereka tidak memberi kebebasan pada anak mereka untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis hubunganpola asuh overprotektive orang tua terhadap perkembangan anak usia sekolah di SDN Tlogomas 1 Kecamatan Lowokwaru Malang tahun 2015. Desain penelitian ini deskriptif korelasi. Jumlah populasi sebanyak 182 orang dengan Pendekatan cross sectional menggunakan teknik Purposive sampling. Jumlah sampel 36 orang tua yang mempunyai anak usia sekolah dan 36 anak usia sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2015 s/d 07 Agustus 2015. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan pola asuh overprotektive orang tua 17 orang (47,22%) termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan untuk perkembangan anak usia sekolah 19 orang (52,78%) berkategori baik. Hasil uji statistik di ketahui p value sebesar 0,881 > 0,05 artinya H1 di tolak, berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh overprotective orang tua terhadap perkembangan anak usia sekolah di SDN Tlogomas 1 Kecamatan Lowokwaru Malang. Kata Kunci : Pola asuh overprotektive orang tua, perkembangan anak usia sekolah.