Edi Santoso
Universitas 17 Agustus 1945, Jl. Semolowaru 45, Surabaya

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Eksperimental Pengaruh Perlakuan Panas Hardening pada Baja ST-41 terhadap Sifat Mekanik Santoso, Edi; Ismail, Ismail
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.194 KB)

Abstract

Hardening adalah salah satu jenis proses perlakuan yang bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik diantaranya untuk memperoleh nilai kekerasan dan kekuatan yang lebih baik. Hardening dilakuakan dengan memanaskan material sampai ke tempertur austenite, ditahan pada temperature tersebut untuk waktu tertentu dan dilakukan pendinginan cepat dengan media pendingin tertentu. Pada penelitian ini menggunakan material baja ST-41 yang termasuk golongan baja karbon menengah dan dilakukan proses laku panas hardening. Pada proses laku panas hardening ini dilakukan dengan memanaskan sampai temperature 900 °C sedangkan variasi holding time yang digunakan adalah 5 menit, 10 menit, 15 menit dan variasi media pendinginan yang digunakan adalah air, air garam, oli sae 10. Dari hasil pengujian impack didapatkan bahwa energi paling rendah yaitu pada specimen yang tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 15,95 joule sedangkan energi paling tinggi dengan holding time 15 menit dan media pendingin oli SAE 10 yaitu sebesar 26 joule. Kata kunci : Hardening, Holding Time, Media Pendingin, Impak, Baja ST-41
PENYULUHAN MESIN PENIRIS MINYAK KERIPIK PISANG Moh. Mufti; Edi Santoso; M. Sahrul Maulana
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 2 (2020): AUGUST 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.286 KB) | DOI: 10.9744/share.6.2.76-80

Abstract

Abstraksi            Buah pisang adalah salah satu buah potensial di Desa Galengdowo, yang dapat berbuah sepanjang tahun. Hasil panen pisang mencapai ± 10 ton / tahun. Selama panen massal, terutama mangga, harga pisang turun sehingga petani mengalami kerugian besar. Akibatnya, solusi alternatif diperlukan untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan mengolah pisang menjadi keripik pisang, yang telah diprakarsai oleh beberapa kelompok pengrajin keripik pisang di desa Galengdowo. Masalah yang dihadapi oleh pengrajin adalah kapasitas produksi yang rendah, karena masih menggunakan metode manual, terutama terkait dengan pengeringan minyak dari wajan dan penimbangan keripik pisang. Mayoritas penduduk adalah petani & peternak sapi perah dengan tingkat pendidikan rendah (rata-rata lulusan SMP dan SMA). Dengan penyuluhan dan bantuan 1 unit TTG mesin spinner peniris minyak keripik pisang kapasitas 5 kg dan 1 unit timbangan digital dari tim, para pengrajin akan dapat meningkatkan kapasitas produksinya sehingga manfaat yang diperoleh akan lebih besar, dengan produksi keripik pisang yang enak, kering dan renyah, yang dapat diproduksi terus menerus. Sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan pengrajin keripik pisang di Desa Galengdowo.Kata kunci: keripik pisang, mesin spinner, kapasitas produksi
Analisis Cacat Proses Pengecoran pada Pembuatan Sekrup Penyambung Tulang dengan Menggunakan Metode Cetakan Lost Wax Casting Aziz, Moh. Nor Ali; Santoso, Edi; Martini, Ninik; Rusnaldy, Rusnaldy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i3.3924

Abstract

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan data bahwa Indonesia masih tergantung produk ortopedi impor hingga mencapai 92% pada Oktober 2017. Oleh sebab itu, inovasi pada proses manufaktur diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia impor produk ortopedi. Sekrup penyambung tulang termasuk dalam kategori produk ortopedi yang dimana produknya tidak boleh terkorosif, tidak boleh mengalami distorsi dan memiliki akurasi dimensi yang lebih tinggi daripada sekrup pada umumnya. Salah satu proses manufaktur yang berpotensi baik dalam inovasi ini adalah lost wax casting. Berdasarkan kajian litelatur proses lost wax casting mampu menghasilkan sekrup dengan keakurasian dimensi yang baik, sehingga selanjutnya perlu dianalisis cacat yang terjadi pada proses pengecorannya. Bahan utama untuk Sekrup penyambung tulang yang aman bagi tubuh manusia adalah paduan magnesium. Namun, untuk proses pengecoran bahan ini diperlukan alat khusus karena magnesium mudah teroksidasi dan terbakar jika proses penuangan dilakukan diruang terbuka. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal ini bahan sementara yang dipertimbangkan adalah timah pewter. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi: proses manufakturnya dan pengamatan cacat produk. Penelitian ini dimulai dari metode experimental dengan menggunakan proses investment casting. Pembuatan cetakan pattern wax menggunakan bahan dari silicon rubber dengan pecampuran katalis 2,6% dan pengencer 10%. Sedangkan pembuatan cetakan ceramic slurry adalah campuran antara air dan gypsum dengan perbandingannya 1:1,25.
Analisa 3 Variasi Kecepatan Output RPM Yang Dihasilkan Dari Tiap Sistem Penggerak Terhadap Kapasitas Hasil Dari Perasan Pada Sistem Mesin Pembuat Pemeras Kelapa Santoso, Edi; Ismail, Ismail; Seputro, Harjo; Yulianto, Adam Eko; Ramadhan, Syaiful Alan
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.363 KB) | DOI: 10.30996/jm.v8i2.8159

Abstract

Air kelapa yang diperas untuk dijadikan santan masih banyak yang menggunakan cara tradisional atau manual. Dalam menganalisa hasil pengujian dari mesin pemeras kelapa, diantaranya adalah sebagai berikut. 1) Menentukan alat serta bahan dan tahap serta proses pembuatan mesin. 2) Mengetahui output rpm menjadi tiga variasi yang berbeda. 3) Membuat desain dan hasil dari perasan 4). Membuat skala kecepatani output rpm pada tiap-tiap variasi. Dari hasil pengujian mesin pemeras kelapa, didapatkan output 60 rpm yaitu menjadi waktu perasan 59 detik dan dapat dihasilkan kelapa santan sebesar 1870 ml. Untuk menghasilkan perasan ,dengan pulley yang penggerak Ø 110 mm sebagai output rpm, pulley yang digerakkam Ø 55 mm dan untuk jumlah gear sprocket ke1 = 31 gigi,dari jumlah gear sprocket ke 2 = 27 gigi. Kata kunci : teknik mesin, analisa, mesin pemeras kelapa Coconut milk that is squeezed to make coconut milk is still a lot that uses traditional or manual methods. In analyzing the test results of the coconut squeezer machine, among them are as follows. 1) Determine the tools and materials and the stages and processes of making machines. 2) Determine the output rpm with 3 variations. 3) Making parameters and types of juice 4). Scale the speed of the output rpm for each variation.From the resules and test the coconuts of squeezer machine, obtaineded an outputs of 60 Rpm with a squeeze time of 59 seconds can and of produce coconut milk for 1870 ml. To produced juice, with a 110 mm Ø drive pulley as output rpm, a 55 mm Ø pulley the and numbered the gear sprockets 1 = 31 teth, number of gear sprocket 2 = 27 teeth. Keywords: mechanical engineering, analysis, coconut squeezer machine
ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN DAN HOLDING TIME PADA PERLAKUAN PANAS BAJA ST 42 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO Santoso, Edi; Sulistyono, Djoko; Prayoga, Indrajid; Ilhamsyah, Garuda Cakra
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i1.9460

Abstract

Seiring dengan perkembangan industri manufaktur yang semakin berkembang, logam mempunyai peran penting dalam industi manufaktur. Dalam hal ini baja ialah logam paduan yang sering kali banyasekdi gunakan dalam dunia industri manufaktur. Salah satu jenis bahan baja yang sering digunakan adalah Baaja ST-42.peneliitian ini tujuannya untuuk mengetahui pengaaruh suhu temperature dan Hardening mediia pendingin air terhadapp sifat mekanik Baja ST-42 dengan variasi suhu hardening dan quenching. Media pendingin air mempunyai energy impact dan harga impact sebesar E = 26,17 J, H = 0,327 J/mm2 dann Holding time 30 Menit media pendingin airr mempunyai energy impact dan harga impact sebesar E = 26,17 J, HI = 0.327 J/mm2. Pada spesimen yang dengan Martensit lebih merata yaitu dengan tanpa perlakuan holding time 30 menit memilikii nilai kekerasan rata-rata yaiitu 64,33 HRC dan yang kedua adalah spesimen dengan warna gelap kedua adalah yaitu holding time 22 menit memiliki nilai kekerasan rata-rata 65,26 HRC dan yang yang ketiga adalah spesimen dengan warna paling terang holding time 20 menit yaitu dengan memiliki nilai hasil data kekerasan rata-rata 70,7 HRC dan terakhir spesimen dengann tanpa perlakuann panass butiran-butiran masih terlihat kasar memiliki kekerasan 66,76 HRC.
Perancangan Mesin Roll Bending Dengan Penggerak Motor Listrik Untuk Aplikasi Pipa Hollow Aziz, Moh. Nor Ali; Sampurna, Edwin Ramadhani; Santoso, Edi; Susanto, Dani; Utomo, Mohamad Diky Dwi
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i2.10426

Abstract

Dalam menghadapi perkembangan dan persaingan yang semakin pesat di industri, terutama di industri rumahan dan bengkel las, kebutuhan akan alat pendukung dalam proses produksi menjadi sangat penting. Proses pelipatan manual pipa hollow dalam pembuatan pagar memakan waktu dan energi yang signifikan, merugikan bisnis dari segi efisiensi dan keamanan operator. Dengan melihat tingkat kebutuhan industri rumahan dan tukang las yang tinggi, dirancang sebuah mesin roll bending bertenaga motor untuk mempercepat penekukan pipa hollow, mengoptimalkan waktu dan profitabilitas bengkel. Tujuan utama penelitian ini adalah menciptakan mesin yang tidak hanya mempermudah dan mempercepat proses kerja, tetapi juga memberikan hasil yang lebih baik. Pemilihan material yang tepat dan desain yang baik menjadi fokus dalam pembuatan mesin ini, dengan harapan agar dapat berfungsi secara maksimal. Pengoperasian mesin ini dirancang agar sangat mudah, memungkinkan pengguna dengan berbagai tingkat keahlian untuk menggunakan mesin ini dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin roll bending dengan tenaga motor ini berhasil memenuhi tujuan, meningkatkan efisiensi produksi, dan mengurangi biaya secara signifikan. Dengan demikian, implementasi mesin ini di industri rumahan diharapkan dapat memberikan dampak positif pada penghematan waktu, tenaga, dan biaya, mendukung pertumbuhan bisnis, dan meningkatkan keamanan operasional. Kata kunci: Bending, pelipatan manual, Mesi Roll, Motor Listrik, Pipa Hollow
ANALISIS PENGARUH PUTARAN SPINDLE PROSES PEMBUBUTAN METODE DRY CUTTING DAN WET CUTTING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 60 PADA PAHAT KARBIDA Aziz, Moh. Nor Ali; Fatkhurrohman, Fatkhurrohman; Santoso, Edi; Susanto, Dani; Dewantara, Muhammad Celvin; Pratama, Muhammad Zidane
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i1.11680

Abstract

ABSTRAK Kekasaran permukaan adalah salah satu karakteristik penting dalam metode pemesinan karena berpengaruh pada kinerja komponen mesin. Parameter pemesinan seperti sudut potong dan kecepatan pemakanan benda kerja (feeding) memiliki dampak signifikan terhadap kualitas kekasaran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran spindle dalam proses pembubutan dengan metode dry cutting dan wet cutting (cairan emulsi dan cairan Synthetic) terhadap kekasaran permukaan Baja ST 60 menggunakan pahat karbida. Penelitian ini dilakukan dengan variasi kecepatan spindle 500, 760, dan 1200 Rpm serta variasi jenis pendinginan, dengan kedalaman pemotongan tetap 1,5 mm dan dilakukan 3 kali pemakanan. Total 27 spesimen Baja ST 60 digunakan dalam eksperimen ini. Berdasarkan hasil pengujian, nilai kekasaran permukaan terendah (Ra) diperoleh pada putaran spindle 1200 Rpm dengan metode wet cutting dan jenis pendingin cairan synthetic, dengan nilai kekasaran rata-rata 1,744 µm. Sedangkan kekasaran permukaan tertinggi (Ra) diperoleh putaran spindle 500 Rpm dengan metode Dry Cutting, dengan nilai kekasaran 5,767 µm. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan putaran spindle berpotensi menghasilkan permukaan benda kerja yang lebih halus. Kata kunci: Putaran Spindle, Kekasaran Permukaan, Dry Cutting, Wet Cutting, Medium Carbon Steel ST 60