Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengembangan Modifikasi Alat Bantu Shooting Trainer Precision For Petanque Melatih Ketepatan Shooting Pina Arliza; Viktor Pandra; Adika Fatahilah
Aisyah Journal Of Physical Education (AJoPE) e-ISSN : 3046-790X Vol. 5 No. 1 (2026): Aisyah Journal Of Physical Education (AJoPE)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/ajope.v5i1.2746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memodifikasi alat bantu Shooting Trainer Precision dalam olahraga petanque guna meningkatkan ketepatan shooting atlet di Kabupaten Musi Rawas. Alat bantu ini dirancang agar latihan lebih terstruktur, terukur, dan memberikan umpan balik langsung mengenai posisi serta arah lemparan bola, sehingga mempercepat proses pembelajaran teknik shooting. Metode penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE, dengan prosedur pengembangan yang meliputi analisis kebutuhan, desain produk, uji coba awal, revisi, dan evaluasi efektivitas. Uji coba dilakukan pada kelompok atlet petanque kecil dan besar, kemudian dianalisis menggunakan instrumen validasi ahli media dan materi, serta pengukuran pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bantu yang dikembangkan efektif meningkatkan ketepatan shooting, mempermudah evaluasi teknik, serta meningkatkan kepercayaan diri atlet. Selain itu, alat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap inovasi metode latihan petanque di Kabupaten Musi Rawas, serta dapat menjadi acuan bagi pengembangan olahraga sejenis di daerah lain.
Implementation of the Drill Method Using the High Lob Throw to Improve 7-Meter Pointing Results for Petanque Athletes Uswatun Hassanah; Donni Pestalozi; Adika Fatahilah
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1703

Abstract

This study aimed to determine the effect of applying the drill training method using high lob throws on improving the 7 meter pointing performance of pétanque athletes from Musi Rawas Regency. This research employed a quantitative approach with a quasi experimental design using a one-group pre-test and post-test design. Data were analyzed using the Shapiro-wilk normality test and the paired sample t-test with SPSS version 25. The results indicated that the data were normally distributed, with significance values of 0.125 for the pre-test and 0.172 for the post-test (Sig.> 0.05) the hypothesis test showed a t-value of 21-879 with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (<0.05), indicating that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. The traning program also improved athletes’motor skills through the development of muscle memory, better control of throwing force, greater accuracy of ball trajectory and landing point, as well as enhanced focus concentrarion, emotional stability, and self-confidence. Therefore, the drill training method using high lob throws was proven to be effective in improving the 7 meter pointing athletes from Musi Rawas Regency.
Transformasi Literasi Digital Guru SD Melalui Pendekatan Pelatihan Deep Learning Berbasis Praktik Edukatif Viktor Pandra; Adika Fatahilah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3922

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru-guru Sekolah Dasar melalui pendekatan pelatihan Deep Learning berbasis praktik edukatif di SD Negeri 15 Lubuklinggau. Kegiatan ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran, terutama dalam pembuatan konten pembelajaran interaktif yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa abad 21. Pelatihan dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode ceramah, demonstrasi, hands-on practice, serta pendampingan langsung dalam pembuatan konten digital berbasis deep learning tools seperti pembuatan materi interaktif, video pembelajaran, dan simulasi sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 20 guru SD Negeri 15 Lubuklinggau sebagai peserta. Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, ditunjukkan oleh peningkatan skor evaluasi rata-rata sebesar 78% dibandingkan dengan sebelum pelatihan. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu menghasilkan produk pembelajaran interaktif yang dapat langsung diterapkan di kelas. Pelatihan Deep Learning berbasis praktik edukatif efektif dalam mentransformasi literasi digital guru sekolah dasar. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik di era pembelajaran berbasis teknologi.
Skateboard Sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda: Tren Sosial Baru Di Bumi Silampari Adika Fatahilah; Apri Suyatno; Irawan Adi Prasetyo; Rizki Kurniawan; Hendi Nur Yahya; Al Fahrierdian Saputra
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.294

Abstract

Lubuklinggau sebagai kota yang berkembang di wilayah barat Sumatera Selatan menunjukkan dinamika sosial dan budaya yang semakin beragam, salah satunya melalui munculnya komunitas skateboard sebagai bentuk ekspresi dan gaya hidup generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna sosial aktivitas skateboard dalam budaya kota, keterkaitannya dengan pelaku UMKM lokal, serta peran pemerintah daerah dalam mendukung ruang publik yang inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan 18 informan, terdiri dari 15 anggota komunitas skateboard aktif, 2 pelaku UMKM di sekitar Taman Olahraga Silampari dan Taman Kurma, serta 1 perwakilan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skateboard tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai sarana ekspresi identitas anak muda, penguat solidaritas sosial komunitas, serta penggerak aktivitas ekonomi kreatif melalui interaksi dengan UMKM lokal. Dukungan pemerintah melalui penyediaan ruang publik turut memperkuat perkembangan kegiatan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa skateboard memiliki dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang positif bagi perkembangan kota, sehingga berpotensi menjadi bagian dari strategi pembangunan kota kreatif berbasis partisipasi pemuda dan pemanfaatan ruang publik secara inklusif.
Analisis Life Skill Atlet Petanque Kabupaten Musi Rawas dan Upaya Pengembangannya Melalui Strategi Psikologis Adika Fatahilah; Aditya Trinanda; Syabawaihi
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 3 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zhc37f05

Abstract

The purpose of this study is to analyze the life skills condition of Petanque athletes in Musi Rawas Regency and to identify aspects that require development through psychological strategies, particularly feedback and reinforcement. The method used in this study is a descriptive quantitative approach supported by qualitative data from interviews, involving 35 active Petanque athletes registered under the FOPI Musi Rawas Regency training program. The main instrument used was the Life Skill Inventory questionnaire, covering multiple dimensions, and the data were analyzed descriptively using means and percentages, complemented by qualitative interpretation. The results show that the overall level of athletes’ life skills is in the moderate category (67.3%), with goal setting and time management dimensions categorized as high, while emotional skill and leadership are relatively low. In addition, the lack of positive feedback and structured reinforcement from coaches was identified as a contributing factor to the weak development of athletes’ psychological aspects. In conclusion, psychological strategies through the application of feedback and reinforcement are recommended as effective approaches to improve athletes’ motivation, discipline, and social skills, and can serve as a foundation for developing psychology-based sports training programs at the regional level.   Keywords: Petanque Athletes, Feedback, Life Skills, Reinforcement, Psychological Strategies
Analisis Life Skill Atlet Petanque Kabupaten Musi Rawas dan Upaya Pengembangannya Melalui Strategi Psikologis Adika Fatahilah; Syabawaihi; Aditya x Trinanda3
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 1 (2025): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/7rahge87

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the life skill conditions of Petanque athletes in Musi Rawas Regency and identify aspects that require improvement through psychological strategies, specifically feedback and reinforcement. A quantitative descriptive approach supported by qualitative data from interviews was employed. The research subjects consisted of 35 active Petanque athletes registered under the coaching program of FOPI Musi Rawas Regency. The main instrument used was the Life Skill Inventory, covering dimensions of teamwork, goal setting, time management, emotional skills, interpersonal communication, leadership, problem solving, and decision making. Data were analyzed descriptively using mean scores and percentages, enriched with qualitative interpretations from interviews with coaches and athletes. The results showed that, overall, the life skill level of Petanque athletes in Musi Rawas was in the moderate category (67.3%). The dimensions of goal setting and time management received high scores, while emotional skills and leadership were categorized as low. Interview findings indicated that the limited provision of positive feedback and the absence of a structured reinforcement system from coaches contributed to the weak development of athletes’ psychological aspects. Based on these findings, psychological strategies through the application of feedback and reinforcement are recommended as effective approaches to improving the motivation, discipline, and social skills of Petanque athletes. These findings serve as an important foundation for implementing psychology-based sports coaching programs at the regional level. Keywords: Petanque Athletes, Feedback, Life Skills, Reinforcement, Psychological Strategies
Fenomena Billiard Fomo Gaya Hidup Baru Anak Muda di Bumi Silampari Adika Fatahilah; Romi Pranata; Devi Ariana; Harvy Pratama Puta; Tri Cahyo Febriansyah; Muhamad Salek
Journal of Elementary School (JOES) Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Elementary School (JOES)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/p3z6vg81

Abstract

Fenomena billiard kini tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup baru anak muda di Bumi Silampari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya Fear of Missing Out (FOMO) terhadap meningkatnya minat bermain billiard di kalangan generasi muda, serta bagaimana fenomena tersebut merepresentasikan perubahan pola interaksi sosial dan nilai-nilai gaya hidup modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap komunitas serta pengunjung tempat billiard di wilayah Lubuklinggau dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren billiard dipengaruhi oleh dorongan FOMO, di mana anak muda merasa perlu terlibat dalam aktivitas yang sedang populer demi mempertahankan eksistensi sosial dan mengikuti perkembangan media sosial. Aktivitas billiard tidak hanya dimaknai sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol pergaulan, status sosial, dan ekspresi identitas diri. Kesimpulannya, billiard FOMO mencerminkan transformasi gaya hidup anak muda Bumi Silampari yang semakin dinamis, konsumtif, dan terpengaruh oleh budaya digital.   Kata kunci: anak muda,billiard, Bumi Silampari, FOMO, gaya hidup
JOGGING SEBAGAI GAYA HIDUP URBAN : FENOMENA PELARI KALCER DI BUMI SILAMPARI Adika Fatahilah; Gigih Cahya Apriliano Ripanda; Muhammad Rizky Fadillah; Muhammad Rafly Prasetyo; Andi Pranata Jaya; Al Muhyi Fahiyyah Shaputri
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 9 No 1 (2026): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v9i1.22344

Abstract

Fenomena pelari kalcer (pelari culture) yang berkembang di Kota Lubuklinggau, Bumi Silampari, merupakan bentuk transformasi sosial masyarakat urban yang menarik untuk dikaji dari sudut pandang sosiologi olahraga dan budaya populer. Jogging, yang awalnya hanya aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh, kini telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial masyarakat perkotaan. Penelitian ini menelaah bagaimana aktivitas jogging dapat berfungsi sebagai medium pembentukan identitas sosial, penguatan solidaritas masyarakat, serta pemicu dinamika ekonomi kreatif di ruang publik perkotaan. Tujuan penelitian ini ialah menggali makna sosial, nilai-nilai budaya, serta dampak sosial-ekonomi dari aktivitas jogging sebagai gaya hidup urban di Bumi Silampari. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bagaimana pelaku ekonomi kecil (UMKM) dan fotografer lokal ikut terlibat dan memperoleh manfaat dari munculnya budaya pelari kalcer di Lubuklinggau. Artikel ini menelusuri makna sosial kebiasaan jogging melalui wawancara dengan tiga aktor utama: pelari komunitas, pelaku UMKM, dan fotografer lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara dan observasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa jogging tidak hanya berdampak pada kesehatan dan solidaritas sosial, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi kreatif serta perubahan citra kota melalui keterlibatan berbagai pelaku lokal.