Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Program Diklat Prajabatan terhadap Kinerja Aparat di Kantor Camat Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang Dian Nugraha Zadry; Monalisa Ibrahim; Lukman Lukman
PAMARENDA : Public Administration and Government Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/pamarenda.v4i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi program diklat prajabatan terhadap kinerja aparat di Kantor Camat Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 12 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan studi pustaka dengan teknik pengolahan dan analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Program Diklat Prajabatan terhadap Kinerja Aparat dari hasil olah kuesioner berdasarkan hasil rekapitulasi variabel implementasi program diklat prajabatan dengan hasil persentase 83,8% berada pada kategori sangat baik dan rekapitulasi variabel kinerja aparat dengan hasil 88,5 % berada pada kategori sangat baik. Selain itu Pengaruh Implementasi Program Diklat Prajabatan terhadap Kinerja Aparat di Kantor Camat Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang dikategorikan “berpengaruh/signifikan”. Dari hasil uji Anova di dapatkan F hitung yang diperoleh sebesar 38,763 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan variabel independen berpengaruh signifikan dan probabilitas jauh di atas 0,05 secara parsial nilai t hitung 6,226 ≥ t tabel 1,812 artinya Implementasi Program Diklat Prajabatan berpengaruh/signifikan terhadap Kinerja Aparat di Kantor Camat Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang.
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Partisipasi Masyarakat di Desa Maddenra Kacamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang Aulia Rahman; Andi Uceng; Lukman Lukman
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.5319

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Supplementary Feeding Program (PMT) on community participation in Maddenra Village, Kulo District, Sidenreng Rappang Regency. Nutritional problems such as stunting and chronic energy deficiency are still challenges, and PMT is one of the government's interventions in overcoming them. The research method used is a quantitative approach with descriptive analytical techniques. The sample consisted of 30 respondents consisting of pregnant women and toddlers. Data were collected through observation, questionnaires, and literature studies. The results of the study showed that Supplementary Feeding (PMT) in Maddenra Village was considered "quite effective" with an average percentage of effectiveness of 76%. Community participation in the aspects of planning, implementation, and evaluation was also classified as "good" with an average percentage of 71%. Factors such as education, quality of supplementary food, infrastructure, and local policy support also influenced the success of the program with a percentage value of 70%. This study provides strengthening of nutritional education and increasing community involvement as a strategy to increase the effectiveness of the Supplementary Feeding (PMT) program in the future.
PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT BSF MENGGUNAKAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA KEPADA POKDAKAN DESA KULO Muhammad Bibin; Erfina Erfina; Sundari Sundari; Lukman Lukman; Khaeriyah Adri; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Astrini Padapi; Barisan Barisan; Buhari Buhari
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.2997

Abstract

The issue of household organic waste and the high cost of fish feed remains a significant challenge in Kulo Village. Limited community knowledge and skills in managing organic waste with economic value exacerbate this situation. A training program on Black Soldier Fly (BSF) larvae cultivation using household organic waste was implemented as a solution to both the waste problem and the rising cost of fish feed in Kulo Village, Sidenreng Rappang Regency. This initiative targeted the Anugrah Fishery Group (Pokdakan), which lacks expertise in organic waste management through BSF maggot bioconversion. This community empowerment program aimed to enhance the knowledge and skills of Pokdakan Anugrah in cultivating BSF maggots by utilizing household organic waste as a waste management solution and an alternative fish feed source. The methodology consisted of three phases: (1) outreach and introductory instruction on waste management and maggot cultivation, (2) hands-on practice in constructing BSF egg-laying cages and media, and (3) evaluation through pre-test and post-test assessments. The evaluation results indicated a substantial improvement in participants’ understanding, increasing from an initial 35.92% to 93.30% across various aspects, including the role of maggots as decomposers, the use of “kasgot” as fertilizer, maggots as alternative fish feed, the BSF life cycle, and cultivation techniques. The program demonstrated the potential to reduce household organic waste volume, lower fish farming production costs, and create new economic opportunities through the sale of maggots and organic fertilizer. The training activities significantly improved participant comprehension. Post-test scores increased to 90.62%–95.25% compared to the pre-test scores of 33.50%–38.50%. Participants directly practiced the fermentation of BSF maggot substrate using 10–15 kg of organic waste, constructed multi-level bioponds, BSF fly cages, and egg-laying media. This program not only has the potential to reduce household organic waste but also enables the production of highly nutritious alternative fish feed, thus reducing aquaculture production costs by 60–70% compared to conventional feed. Additionally, new economic opportunities may emerge through the sale of fresh/dried maggots and kasgot organic fertilizer. Overall, this training successfully empowered Pokdakan Anugrah in a sustainable manner, supported environmental management efforts, and fostered the development of a waste-based creative economy.
EFEKTIVITAS SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI BERBASIS DIGITAL PADA UMKM DI KECAMATAN WATANG SIDENRENG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Nurpadizah Nurpadizah; Lukman Lukman; Sapri Sapri
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 5 (2026): 2026 Mei
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i5.913

Abstract

Tingkat pemanfaatan sistem pembayaran digital pada UMKM di Kecamatan Watang Sidenreng masih bervariasi, sebagian pelaku usaha masih bergantung pada transaksi tunai meskipun telah memiliki akses terhadap teknologi pembayaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efektivitas sistem pembayaran non-tunai berbasis digital pada UMKM serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan 100 responden pelaku UMKM yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dianalisis melalui regresi linear sederhana berbantuan SPSS dengan landasan teori Information System Success Model (DeLone & McLean, 2003) dan Task-Technology Fit Theory (Goodhue & Thompson, 1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas sistem pembayaran non-tunai dengan persamaan regresi Y = 0,244 + 0,381X, nilai t hitung 9,091 (sig. < 0,001), dan R Square sebesar 0,458. Artinya, semakin tinggi adopsi dan intensitas penggunaan sistem pembayaran digital oleh pelaku UMKM, semakin efektif pula sistem tersebut dalam mendukung operasional usaha dari sisi kecepatan transaksi, akurasi pencatatan, dan perluasan jangkauan pasar. Pemerintah daerah disarankan memperluas program literasi digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai di kalangan pelaku UMKM. Kata kunci: Efektivitas, Pembayaran Digital, QRIS, UMKM, Digitalisasi Ekonomi
PENGARUH PEMANFAATAN SIBERAS TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA SIPODECENG KECAMATAN BARANTI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Muh Agung; Lukman Lukman; Andi Nilwana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Administrasi Desa (SIBERAS) terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum optimalnya pemanfaatan SIBERAS dalam mendukung pelayanan administrasi desa, meskipun regulasi dan kebijakan digitalisasi pemerintahan telah mendorong penerapan e-government di tingkat desa. Kajian ini menggunakan teori e-government, konsep pemanfaatan sistem informasi dari (Davis, 1989), serta model SERVQUAL dari (Parasuraman et al., 1988), yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy sebagai landasan pengukuran kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis asosiatif, melibatkan 52 responden dari populasi 260 orang melalui teknik sampling 20 persen. Data digali melalui kuesioner berskala Likert, observasi langsung, serta studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana berbantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan SIBERAS berkategori sangat baik dengan capaian 82,01 persen, dan kualitas pelayanan publik juga berkategori sangat baik dengan capaian 84,23 persen. Uji regresi membuktikan pengaruh positif dan signifikan pemanfaatan SIBERAS terhadap kualitas pelayanan publik, dengan koefisien regresi 0,336, nilai t hitung 2,274, dan signifikansi 0,027, serta kontribusi sebesar 9,4 persen terhadap variabel kualitas pelayanan, sementara 90,6 persen sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model seperti kompetensi aparatur dan budaya organisasi. Disimpulkan bahwa optimalisasi pemanfaatan SIBERAS berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa.