Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Strategi Ruang Terbuka Hijau Multi-fungsi Berbasis Nature-Based Solutions untuk Ketahanan Iklim dan Mitigasi Banjir Rob di Kawasan Medan Belawan Sherly Ennina Maretha Br Sinuraya; Thoha, Achmad Siddik; , Charloq
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Medan Belawan memperparah dampak banjir rob, namun belum ada kajian spasial fungsional yang komprehensif untuk mendukung mitigasi bencana banjir rob. Penelitian ini menganalisis kondisi RTH, mengevaluasi kontribusi fungsi ekologisnya dan merumuskan strategi berbasis nature-based solutions (NbS) menggunakan analisis spasial citra Sentinel-2 (NDVI), observasi lapangan dan wawancara. Hasil menunjukkan kecamatan Medan Belawan memiliki NDVI -0,03 sampai 0,40. Tingkat kerentanan banjir rob di kecamatan maupun di kelurahan meliputi sedang ke sangat tinggi dengan kelurahan Belawan Bahagia, Bagan Deli untuk kategori sangat tinggi dan Belawan Sicanang kategori tinggi yang mengalami ketinggian genangan rob 100 – 2,4 m atau dada orang dewasa. RTH eksisting hanya berupa tiga lapangan perkerasan tanpa vegetasi, sementara infrastruktur teknis terdapat 1 rumah pompa dan 3 pintu air belum efektif tanpa dukungan buffer ekologis. Tingkat kontribusi fungsi ekologis RTH sangat rendah akibat ketiadaan vegetasi pesisir dan dominasi lahan terbangun padat. Penelitian ini menghasilkan strategi model zonasi prioritas RTH berbasis NbS dan strategi partisipatif masyarakat sebagai kebijakan pemerintah daerah untuk mitigasi banjir rob dan ketahanan iklim berkelanjutan di kawasan pesisir padat terbangun. 
Analisis Perubahan Tutupan Lahan di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Sumatera Utara Tahun 2014 - 2024 Achmad Siddik Thoha; Fitri Andani Br Simarmata; Satia Negara Lubis
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan penduduk dan perkembangan di Kota Medan yang mengarah hingga ke daerah pinggiran menyebabkan kebutuhan lahan di area pinggiran kota semakin meningkat sehingga kecamatan yang berada pada pinggiran Kota Medan mengalami adanya alih fungsi lahan. Kecamatan Medan Labuhan merupakan salah satu wilayah kawasan industri di kota medan. Pembangunan lahan terbangun secara terus menerus khususnya di daerah pinggiran dapat menyebabkan banyak dampak lingkungan, sosial dan ekonomi terhadap kawasannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kecamatan medan labuhan selama 10 tahun (2014 – 2024). Metode analisis yang digunakan adalah Land Use Change Analysis (LUCA) yang berbasis GIS dan Analisis Superimpose (Overlay). Integrasi kedua analisis ini akan menghasilkan peta perubahan tutupan lahan selama satu dekade dan nilai perubahan luas dari masing-masing tutupan lahan di Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa  perubahan tutupan lahan di Kecamatan Medan Labuhan tahun 2014 – 2024 terjadi pengurangan batas wilayah yaitu sebesar 98,68 Ha. Konversi lahan RTH – Lahan Terbangun adalah sebesar 532,9 Ha atau sekitar 15,1% dari luas wilayah Kecamatan Medan Labuhan. Kelurahan yang mengalami konversi lahan tertinggi adalah Kelurahan Tangkahan yaitu sekitar 139,8 Ha. Salah satu penyebab terjadinya konversi lahan adalah kawasan industri yang meluas dan pembangunan permukiman yang tidak terencana.
Analisis Kesesuaian Penggunaan Lahan Baku Sawah terhadap Rencana Detail Tata Ruang di Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara Achmad Siddik Thoha; Harlen Tuah Damanik; Razali
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi permukiman mengancam ketahanan pangan dan efektivitas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan Lahan Baku Sawah (LBS) terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Pematangsiantar dan menganalisis distribusi spasial alih fungsi lahan baku Sawah. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan metode campuran. Analisis spasial kuantitatif dilakukan melalui overlay peta LBS, peta zonasi RDTR, dan peta penggunaan lahan aktual hasil survei drone serta verifikasi GPS menggunakan ArcGIS. Data kualitatif dikumpulkan melalui kuesioner (50 responden) dan wawancara mendalam (8 informan kunci). Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi. Total luas LBS mencapai ±375.562 ha, dengan tingkat kesesuaian terhadap RDTR sebesar 66,8% (±250.889 ha) dan ketidaksesuaian 33,2% (±124.673 ha). Alih fungsi didominasi perumahan (84,76%), terkonsentrasi di koridor Jalan Pattimura Ujung (46,8%) dan Kelurahan Sukaraja (36,64%). Tiga faktor utama penyebab: kelemahan substansi RDTR (zona perlindungan LBS tidak eksplisit), kegagalan implementasi KKPR (verifikasi lapangan hanya 30%), serta koordinasi kelembagaan yang belum optimal (tanpa tim pengawas khusus). Strategi prioritas meliputi revisi RDTR dengan zona perlindungan eksplisit, penguatan KKPR melalui verifikasi lapangan wajib berbasis GPS/drone, pembentukan tim terpadu lintas OPD.
Revaluasi Spasial Objek PBB-P2 Berbasis Citra Drone untuk Memutakhirkan Basis Pajak Daerah di Desa Pulau TagorKabupaten Serdang Bedagai Ivan Flobert Gultom; Achmad Siddik Thoha; Bejo Slamet
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutakhiran data fisik objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan prasyarat bagi penilaian yang adil dan optimalisasi penerimaan daerah, tetapi survei konvensional sering tidak mampu mengikuti perubahan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan citra drone dan Sistem Informasi Geografis untuk evaluasi spasial objek PBB-P2 di Desa Pulau Tagor, Kabupaten Serdang Bedagai. Analisis mencakup 101 Nomor Objek Pajak dengan membandingkan luas terdaftar dan luas hasil pemetaan drone. Selisih luas dihitung sebagai luas hasil pemetaan dikurangi luas terdaftar, sedangkan perubahan nilai NJOP diestimasi menggunakan nilai satuan objek sebesar Rp36.000/m² atau Rp48.000/m². Sebanyak 48 objek menunjukkan selisih positif dan 53 objek menunjukkan selisih negatif. Total selisih positif mencapai 142.055,177 m², selisih negatif −114.876,614 m², dan selisih neto +27.178,563 m², sedangkan jumlah absolut selisih luas mencapai 256.931,791 m². Peningkatan nilai NJOP diperkirakan sebesar Rp5.259.514.080, penurunannya sebesar Rp4.313.953.872, dan perubahan netonya sebesar Rp 945.560.208. Kelompok prioritas tinggi yang terdiri atas 33 objek menyumbang 74,57% jumlah absolut selisih luas dan 75,14% jumlah absolut perubahan nilai NJOP. Temuan menunjukkan bahwa pemetaan berbasis drone mendukung kerangka penentuan prioritas spasial untuk verifikasi terarah.