Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Multisensori sebagai Stimulus Multiple Intelligence Anak pada Taman Prestasi Surabaya Nabila, Faizah Ayu; Maharani, Rizka Tiara
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.14459

Abstract

The sensory system is an effort created to increase intelligence for children, one of which is through rides. Visitors to Taman Prestasi are predominantly aged 24-120 months, guided by parents. Taman Prestasi as a children's companion facility should be able to reveal how multisensory principles are applied to hone intelligence not only with theory, but great intelligence in the real world. The research aims to describe the extent of multisensory principles in the park design, by analyzing aspects of children's multiple intelligence consisting of visual-spatial, linguistic, gestural, mathematical logic, musical, intrapersonal, interpersonal, and naturalist intelligence. It is expected that Taman Prestasi can support the stimulation of children to achieve multiple intelligence. The research used descriptive method of qualitative approach by comparing journal samples and combining observations by means of interviews and observations of a sample of 10 children aged 12-72 months divided into 2 age ranges. The results of the study explained that in terms of macro, Taman Prestasi rides meet the criteria of multisensory architecture, but in micro the rides only apply some multisensory theories so that the stimulation of multiple intelligence is less realized.
Pengaruh Fleksibilitas Ruang terhadap Penerapan Konsep Arsitektur Tropis pada C2O Library & Collabtive Artanti, Daffa Maulidia; Maharani, Rizka Tiara
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v13i2.16082

Abstract

Surabaya, kota yang berada di kawasan beriklim tropis, dengan penduduk yang beragam. Hal ini mendorong kebutuhan akan ruang berkumpul yang multifungsi dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna, namun dapat tetap mempertahankan kualitas iklim yang mendukung kenyamanan pengguna. Tantangan utama terletak pada bagaimana fleksibilitas ruang dapat dihadirkan tanpa mengganggu prinsip arsitektur tropis, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, serta perlindungan terhadap panas dan curah hujan. Salah satu ruang berkumpul yang menerapkan konsep tropis sekaligus mengadopsi fleksibilitas ruang di Surabaya adalah C2O Library & Collabtive, sebuah perpustakaan swadaya yang juga difungsikan sebagai coworking space, tempat diskusi, serta tempat berkumpul komunitas kreatif untuk event-event tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana fleksibilitas ruang dapat mempengaruhi prinsip arsitektur tropis di C2O Library & Collabtive. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung dan studi literatur melalui jurnal terakreditasi, yang kemudian dikaji berdasarkan prinsip-prinsip arsitektur tropis untuk memahami sejauh mana fleksibilitas ruang berperan dalam penerapan prinsip-prinsip tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang di C2O Library & Collabtive memungkinkan adaptasi fungsi ruang tanpa mengorbankan kenyamanan termal, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara. Hal ini mendukung penerapan prinsip arsitektur tropis secara pasif, efisien, dan adaptif terhadap berbagai aktivitas pengguna.
Penerapan Arsitektur Ekologis Pada Desain Revitalisasi Kasawan Wisata Alam Gunung Beruk Ponorogo Elviana, Eva; Maharani, Rizka Tiara; lesmana, diyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4863

Abstract

Kawasan wisata alam Gunung Beruk Ponorogo, mengalami degradasi semenjak adanya pandemic Covid 19, yang mengharuskan kawasan ini ditutup sementara waktu untuk kunjungan wisata. Dengan tidak adanya kegiatan dalam kawasan, menjadikan beberapa fasilitas menjadi rusak, tanaman tumbuh liar tanpa pemeliharaan, sehingga menjadikan kawasan disini menurun kualitasnya. Arsitektur Ekologis merupakan arsitektur yang berwawasan lingkungan, sangat mempertimbangkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya dengan meminimalisir kerusakan lingkungannya. Dengan mengandalkan unsur pokok pada udara, air, tanah (bumi) dan energy (api), akan digunakan sebagai pertimbangan dalam mendisain kembali kawasan wisatanya melalui upaya revitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan arsitektur ekologis dalam mendisain fasilitas dan merevitalisasi kawasan, agar tidak hanya diperoleh peningkatan ekonomi namun juga peningkatan kualitas visualnya. Metode penelitian digunakan teknik observasi lapangan pada kawasan Gunung Beruk, dan dianalisis secara kualitatif. Selanjutnya digunakan metode pragmatic dalam menghasilkan desain kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan arsitektur ekologis dapat diselaraskan dengan alam sekitarnya, serta dapat mengurangi efek kerusakan lingkungannya.
PENGARUH PENATAAN RUANG PESANTREN BUDI GUNA TERHADAP KENYAMANAN SANTRI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Alfionisystrya, Okeu; Maharani, Rizka Tiara
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i1.005

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang pada pengajarannya lebih menekankan pada pendidikan Islam. Namun tidak sedikit anak-anak menganggap bahwa pesantren merupakan tempat yang membosankan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan santri ialah melalui pendekatan Arsitektur Perilaku pada pesantren. Penerapan Arsitektur Perilaku pada Pesantren Budi Guna dapat dilihat dari pesantren yang memiliki komposisi konfigurasi massa bangunan yang tersebar luas sehingga pesantren memiliki solid blok medan, selain itu void pada pesantren ini berjenis sistem tertutup linier dikarenakan ruang dibatasi oleh massa bangunan yang memanjang dan terkesan tertutup. Penelitian ini dilakukan guna mencari tahu pengaruh penataan ruang pada Pesantren Budi Guna terhadap kenyamanan santri di dalamnya. Pendekatan pada penelitian ini ialah kualitatif melalui pengisian kuesioner dan behavior mapping. Hasil penelitian yang telah dilakuakan kali ini ialah terdapat beberapa penempatan fasilitas yang kurang tepat sehingga membuat santri merasa kurang nyaman seperti lapangan upacara yang berdekatan dengan dapur, dan kurang tertatanya lahan parkir kendaraan. Meskipun demikian, penataan ruang pada bangunan asrama maupun sekolah pada Pesantren Buni Guna ini berjenis linier sehingga memudahkan santri menjangkau ruangan-ruangan di dalamnya, hal tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan santri dalam berkegiatan di pesantren.