Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PENATAAN RUANG PESANTREN BUDI GUNA TERHADAP KENYAMANAN SANTRI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Alfionisystrya, Okeu; Maharani, Rizka Tiara
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i1.005

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang pada pengajarannya lebih menekankan pada pendidikan Islam. Namun tidak sedikit anak-anak menganggap bahwa pesantren merupakan tempat yang membosankan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan santri ialah melalui pendekatan Arsitektur Perilaku pada pesantren. Penerapan Arsitektur Perilaku pada Pesantren Budi Guna dapat dilihat dari pesantren yang memiliki komposisi konfigurasi massa bangunan yang tersebar luas sehingga pesantren memiliki solid blok medan, selain itu void pada pesantren ini berjenis sistem tertutup linier dikarenakan ruang dibatasi oleh massa bangunan yang memanjang dan terkesan tertutup. Penelitian ini dilakukan guna mencari tahu pengaruh penataan ruang pada Pesantren Budi Guna terhadap kenyamanan santri di dalamnya. Pendekatan pada penelitian ini ialah kualitatif melalui pengisian kuesioner dan behavior mapping. Hasil penelitian yang telah dilakuakan kali ini ialah terdapat beberapa penempatan fasilitas yang kurang tepat sehingga membuat santri merasa kurang nyaman seperti lapangan upacara yang berdekatan dengan dapur, dan kurang tertatanya lahan parkir kendaraan. Meskipun demikian, penataan ruang pada bangunan asrama maupun sekolah pada Pesantren Buni Guna ini berjenis linier sehingga memudahkan santri menjangkau ruangan-ruangan di dalamnya, hal tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan santri dalam berkegiatan di pesantren.
Mempromosikan Desain Parametrik Untuk Pengajaran Arsitektur di Indonesia: Strategi Model Pembelajaran Sunarya, Wendy; Harmunisa, Yusvika Ratri; Maharani, Rizka Tiara; Subiyantoro, Heru
RUAS Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.2

Abstract

Parametric design is a new architectural design approach which is developing for the last decade. This development is supported by the advance of digital architecture technology, allowing designers to engage in complex geometry modelling and design optimization efficiently using parametric design software. One of parametric design software, Rhinoceros-Grasshopper, has been interconnected to several building simulation packages, which gives new usefulness for architectural design process. Parametric design is likely to be a standard skill that should be possessed by Architect in the future. This study discusses parametric design application for architectural design process and its trend for the context of architectural education in Indonesia. It aims to give a strategy and model instruction for parametric design teaching, especially in the university level. Literature review and Youtube Channel exploration were conducted to discuss the implementation of parametric design. In order to examine the trend of parametric design in Indonesia, the data analysis was conducted based on channel analytics from one of Youtube channel promoting parametric design and survey aiming architecture lecturer.
Design Criteria of Vertical Housing for Social Communities Maharani, Rizka Tiara; Harmunisa, Yusvika Ratri; Almahmudah, Almahmudah; Oktavianti, Cindy
RUAS Vol. 21 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2023.021.01.11

Abstract

Population growth, increased housing requirements, and a lack of available land in urban areas motivate developers to construct vertical housing. Vertical occupancy reduces social interaction between occupants, leading to the development of individualistic characteristics. This is due to the fact that the design does not encourage inhabitants to interact with one another. This research seeks to identify the design criteria necessary to construct a social structure in a vertical residence. This study's methodology consisted of three stages: data collection, analysis, and synthesis. Where quantitative and qualitative data are collected using a combined research methodology. Retrieve quantitative data through questionnaires to ascertain the social interaction habits of vertical occupancy users. While qualitative methods, such as literature and precedent studies, such as Home Farm Singapore and The Rosebay Surabaya, are used to identify existing issues. The analysis phase consists of descriptive statistics to interpret the questionnaire results, as well as a description of the analysis based on the research variables used, such as accessibility, users, individuality, adaptability, and others. The results of the synthesis phase will be design criteria that can enhance the social value of vertical housing
SIMULASI HEAT MAPPING TERHADAP SIRKULASI PENGUNJUNG TERMINAL JOMBOR Gustama, Muhammad Pradana Alif; Maharani, Rizka Tiara
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.9605

Abstract

Terminal Jombor merupakan terminal tipe B yang memiliki peranan yang strategis di Yogyakarta. Namun, Terminal Jombor menghadapi tantangan keterbatasan lahan yang berdampak pada tidak efisiennya pergerakan pengguna. Jalur pejalan kaki dan kendaraan yang bercampur, ditambah dengan zonasi ruang yang kurang tertata, membuat sirkulasi di dalam terminal menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain sirkulasi terminal terhadap pola pergerakan pengguna Terminal Jombor, serta mengidentifikasi apa saja faktor yang mempengaruhi sirkulasi tersebut untuk menilai seberapa pengaruh desain sirkulasi terhadap pengguna. Metode yang digunakan adalah mix method dimana hasil observasi lapangan dan dan data kuantitatif diolah menjadi skenario simulasi dalam software AnyLogic, yang menggunakan pendekatan agent-based modeling (ABM) untuk memvisualisasikan pola pergerakan pengguna secara dinamis dalam ruang terminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain sirkulasi Terminal Jombor belum sepenuhnya mendukung sirkulasi pengguna secara efisien. Pada jam sibuk terjadi penumpukan di beberapa titik, terutama di area pembelian tiket dan ruang tunggu, dikarenakan sirkulasi ruang tunggu yang menyatu dengan sirkulasi parkir kendaraan. Faktor utama yang mempengaruhi sirkulasi adalah ketidakjelasan jalur pejalan kaki, serta kurangnya pemisah zonasi kendaraan dan pejalan kaki. Hal ini dapat diidentifikasi melalui simulasi pergerakan dan visualisasi heat mapping
Visitor Circulation Analysis and Accessibility at Royal Plaza Mall Surabaya in the Comfort of Public Space Miftahurahman, Rezaldy Andriansyah; Maharani, Rizka Tiara
RUAS Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2025.023.02.2

Abstract

Royal Plaza Mall Surabaya experiences significant increases in visitor numbers during weekends and holiday seasons. This tendency is leading to circulation congestion and limited accessibility. This study analyzes the relationships among circulation patterns, visitor accessibility, and public space comfort using a mixed-methods approach with a convergent parallel design. Quantitative data were obtained through escalator and elevator capacity evaluations using the Handling Capacity and Round Trip Time methods. Qualitative data were collected through field observations and thematic analysis supported by relevant literature. The findings indicate that the mall employs grid, linear, and radial circulation patterns; however, several areas, such as the 3rd-floor corridor, do not meet the required width for wheelchair users. Although escalators provide adequate capacity at 405,288 people/hour, the elevator capacity of 1,069 people/hour is insufficient during peak periods, requiring an additional 2-3 units. Furthermore, the accessibility design does not fully comply with PUPR standards, including the absence of a ramp at the main lobby. These results highlight the importance of integrating circulation patterns with accessible design to create a comfortable and inclusive public space.
ANALISIS STRATEGI PENERAPAN ELEMEN BIOFILIK NATURE IN THE SPACE PADA MAHBOEN COFFEE MALANG Zahra, Amilah; Maharani, Rizka Tiara
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4437

Abstract

Abstract: Awareness of the importance of the relationship between humans and nature has led to the application of biophilic architecture in various commercial spaces. Mahboen Coffee in Malang City is an interesting study because it presents a spatial concept that combines natural elements and an open atmosphere in the midst of an urban environment. The research approach used a qualitative method with data collection through field observations, visual documentation, and digital archives in the form of visitor reviews on Google Reviews. Observations were conducted to identify the application of biophilic elements in the spatial design, while archival data was used to assess user perceptions of the presence of these elements. From a total of 546 reviews, categorization was carried out based on seven main aspects of Nature in the Space including visual connections, non-visual, sensory stimuli, temperature variations, natural lighting, the presence of water, and connections with natural systems. The analysis results showed that the elements of temperature variations and airflow (27.04%) were the aspects most appreciated by visitors, followed by connections with natural systems (22.84%) and visual connections with nature (13.75%). These findings confirm that Mahboen Coffee's design strategy successfully creates a natural, comfortable spatial experience that aligns with the principles of biophilic architecture. Keyword: biophilic architecture, nature in the space,mahboen coffee. Abstrak: Kesadaran akan pentingnya hubungan manusia dengan alam mendorong munculnya penerapan arsitektur biofilik dalam berbagai ruang komersial. Mahboen Coffee di Kota Malang menjadi studi menarik karena menampilkan konsep ruang yang memadukan elemen alami dan suasana terbuka di tengah lingkungan perkotaan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan arsip digital berupa ulasan pengunjung pada Google Review. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan elemen-elemen biofilik pada desain ruang, sedangkan data arsip digunakan untuk menilai persepsi pengguna terhadap keberadaan elemen tersebut. Dari total 546 ulasan, dilakukan pengelompokan berdasarkan tujuh aspek utama Nature in the Space meliputi koneksi visual, non-visual, stimulus sensorik, variasi suhu, pencahayaan alami, kehadiran air, dan hubungan dengan sistem alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen variasi suhu dan aliran udara (27,04%) merupakan aspek yang paling diapresiasi pengunjung, diikuti dengan hubungan dengan sistem alam (22,84%) dan koneksi visual dengan alam (13,75). Temuan ini menegaskan bahwa strategi desain Mahboen Coffee berhasil menciptakan pengalaman ruang yang alami, nyaman, dan sejalan dengan prinsip arsitektur biofilik. Kata Kunci:  arsitektur biofilik, nature in the space, mahboen coffee.