Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan dan Keterampilan Nelayan Menggunakan Alat Navigasi Global Navigation System (Gps) untuk Aktivitas Melaut di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Mahdavikya, Muhdi; Tjahjono, Heri
Edu Geography Vol 9 No 1 (2021): Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of knowledge and skills of fishermen in using GPS navigation tools for fishing activities and the effect of education and knowledge levels on fishermen's skills using GPS navigation tools. This research is a quantitative study with data collection methods in the form of tests, observations and interviews. The research sample consisted of 100 fishermen in Kragan District, Rembang Regency who were selected by purposive sampling technique. The data analysis used in this study consisted of central tendency statistical analysis techniques, multiple linear regression analysis and descriptive analysis. The results showed that fishermen in Kragan District had a high level of knowledge about GPS and skills in the medium category. This research shows that fishermen have the knowledge and skills to use GPS above average because the value is above low. These results indicate that the effect of fishermen's education and knowledge has an effect on the skills of using GPS, but not so much. This is because the knowledge and skills are obtained from one's own experience while at sea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam menggunakan alat navigasi GPS untuk aktivitas tangkap ikan dan pengaruh tingkat pendidikan dan pengetahuan terhadap keterampilan nelayan menggunakan alat navigasi GPS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa tes, observasi dan wawancara. Sampel penelitian terdiri atas 100 nelayan di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas teknik analisis statistik tendensi sentral, analisis regresi linear berganda dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa nelayan di Kecamatan Kragan memiliki tingkat pengetahuan mengenai GPS pada kategori tinggi dan keterampilan pada kategori sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa nelayan memiliki pengetahuan dan keterampilan menggunakan GPS diatas rata-rata karena bernilai diatas rendah. Hasil ini menujukkan bahwa pengaruh pendidikan dan pengetahuan nelayan berpengaruh terhadap keterampilan menggunakan GPS, namun tidak begitu besar. Hal tersebut dikarenakan pengetahuan dan keterampilan didapatkan dari pengalaman sendiri ketika melaut.
ANALISIS SPASIAL TIPOLOGI KERUSAKAN LAHAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Spatial Analysis Of Land Damage Typology Based On Geographic Information System) J Juhadi; Heri Tjahjono; Riza Arifudin
TATALOKA Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.224 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.16.4.209-219

Abstract

Analysis of spatial typology of land demage can give an idea on how community behavior was and can be used as an indicator of how society treats the land resources now and for the future. This paper aims to describe the spatial analysis of land demage typology based on geographic information system. The research was carried out in the hill-mountainous area of Kulonprogro, DIY. The approach was a mix of quantitative and qualitative research. The units of analysis are farm households and landform units. The study was conducted using survey and in-depth interviews. The results show that the typology of land demage rate is lower than the actual level typology of potential land demage, which means the level of potential land demage is not always directly proportional to the level of actual land demage. The factor of local wisdom in the study area plays an important role in the management of agricultural land.
THE RELATIONSHIP BETWEEN URBAN HEAT ISLAND ON LAND USE CHANGES AND ENVIRONMENT CRITICAL INDEX IN SEMARANG CITY Abd Basith Mukhlas; Satya Budi Nugraha; Hariyanto Hariyanto; Heri Tjahjono
Geographica: Science and Education Journal Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.694 KB) | DOI: 10.31327/gsej.v4i1.1732

Abstract

The global climate problem issues have intensified lately. Many countries have agreed to reduce greenhouse gas (GHG) emissions that harm atmospheric conditions. However, fossil fuel use and a decrease in forest area continue to increase. The land use changes from vegetated to built areas could cause an environmental imbalance, primarily the urban heat island phenomenon. Semarang is one of the big cities in Indonesia with a relatively large urban area development condition. The population growth of Semarang City every year reaches an average of 1%, with population density in 2019 as much as 4,754 people per square kilometre. It makes the Semarang City area vulnerable to the urban heat island phenomenon. Moreover, the widespread use of the non-forest area is not matched by an increase in the area of green open space. The use of remote sensing technology, such as satellite imagery, is one of the solutions to monitor the urban heat island phenomenon in Semarang City and is used. Landsat 7 and 8 imagery types (Landsat Collection imagery) are used in this study to obtain the urban heat island value of Semarang City from 2003 to 2021. This study will explain how the temporal distribution pattern of the urban heat island phenomenon and the relationship between the urban heat island phenomenon and the existing land use in Semarang. This research is also equipped with an analysis of the environmental criticality index due to the impact of the urban heat island to find out more about how big the environment receives the effect.
Pelaksanaan Ekowisata Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap dalam Prinsip Ekowisata Sianturrahman, Damar; Heri Tjahjono
Geo-Image Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pelestarian penyu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan  pelaksanaaan Ekowisata Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap dalam prinsip ekowisata. Pengumpulan data menggunakan metode observasi wawancara, dan studi dokumentasi dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menujukan bahwa seluruh aspek ekowisata Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap sesuai dengan prinsip ekowisata seperti (1) bentuk sutainable tourism dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pemanfaatan lahan yang tidak berlebihan; (2) memberi pelayanan dan pengalaman kepada wisatawan dengan memberi kenyamanan kepada wisatawan, kemudahan menggapai lokasi dan adanya kegiatan atraksi; (3) mendukung kualitas lingkungan dengan melakukan perlindungan, pemanfaatan, pelestarian penyu dan pengupayaan pelestarian lingkungan pantai; (4) melibatkan masyarakat lokal dengan melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan konservasi, dan (5) memberi pengetahuan dan pelestarian lingkungan dengan memberi penjelasan kepada masyarakat dan wisatawan mengenai penyu dan penggunaan papan informasi sebagai media informasi. Kesimpulan penelitian ini bahwa Ekowisata Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap memiliki kesesuaian pembangunan dengan prinsip ekowisata dibuktikan dengan terpenuhinya seluruh indikator prinsip pengembangan ekowisata.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAN JAUH PADA KELOMPOK GURU GEOGRAFI KABUPATEN CILACAP Sanjoto, Tjaturahono Budi; Tjahjono, Heri; Aji, Ananto; Aji, Halim Sukma; Irsadi, Andin
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh memiliki beragam manfaat, sehingga dunia pendidikan dalam bidang geografi juga berupaya mengenalkan pengetahuan terkait teknologi tersebut kepada para peserta didik, terutama pada jenjang SMA dan perguruan tinggi, khususnya pada jurusan atau program studi yang konsentrasinya pada sistem informasi geografis dan penginderaan jauh. Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa materi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh faktanya merupakan salah satu materi yang belum dapat diajarkan dengan optimal karena berbagai kendala. Kendala yang dialami oleh kelompok guru geografi di Kabupaten Cilacap diantaranya adalah masih terbatasnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang sistem informasi geografis dan penginderaan jauh. Teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh yang terus berkembang baik dari segi data, software dan hardware yang tentunya harus diikuti perkembanganya oleh bapak ibu guru pendidik untuk disampaikan kepada peserta didik. Jarak yang jauh dari ibukota provinsi jawa tengah karena kabupaten cilacap merupakan kabupaten yang terletak paling barat, sehingga sangat jarang kegiatan pengabdian dilakukan pada kabupaten ini. Serta masih terbatasnya keterampilan guru dalam pengolahan data sistem informasi geografis dan penginderaan jauh untuk disampaikan kepada peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktek dan juga update perkembangan teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh pada kelompok guru geografi di Kabupaten Cilacap. Kegiatan akan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi untuk memberikan pengetahuan bagi guru-guru geografi terkait update perkembangan teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh, serta kegiatan workshop dan pelatihan praktek pengolahan data dan pembuatan peta menggunakan teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh.
Pelaksanaan Tradisi Budaya Karapan Kerbau Masyarakat Sumbawa dalam Mempertahankan Nilai Kearifan Lokal Astuti, Eni Ayu; Banowati, Eva; Tjahjono, Heri; Santoso, Apik Budi; Suharini, Erni
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i3.1866

Abstract

Buffalo racing is a tradition, custom and game of the people of Sumbawa which is still held and has become a community habit. The aim of the research is to find out the implementation of the buffalo racing culture and the values contained therein which maintain existing local wisdom. The method used in this research is descriptive qualitative obtained from sources. Meanwhile, data collection techniques use observation and interview techniques. The results of research into the implementation process of the karapan buffalo tradition started from forming a committee, providing a location, preparing a pair of buffalo, a list of participants, Sandro going around the saka, the buffalo being dressed in noga and coral, the running of the buffalo bepan tradition, and distribution of prizes. Meanwhile, the values contained in the buffalo karapan tradition are mutual cooperation, culture and economics.
Kedungwinong Karst Mapping: Determining Tourism Locations and Their Preservation Eva Banowati; Heri Tjahjono; M Fikri Amrullah; Ahmad Dzulfiqar; Doni Doni; Fauzi Firmanzah; Satya Budi Nugraha; Siti Nurindah Sari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.78762

Abstract

Improving the quality of Karst Kedungwinong sub-Karst Kendeng Mountains is necessary, as a nature scene that can be optimized into a tourist village that delivers unique and attractive attractions. This research discovers the spread of potential tourism associated with Karst conditions and co-conservation. As data providers for Karst and Kedungwinong Caves, these maps are needed to compile tourism, sports, and conservation packages. Tourist location survey research implements an integrated three-pillar blue economy development paradigm to drive economic growth in managing sustainable karst resources. The results of research conducted in Kedungwinong Village, Sukolilo Prefecture, Pati District, found 3 points of location of cliff climbing and nine caves that are potentially tourist locations. The location can be optimized by the residents to be further managed so that it becomes a tourist destination and positively impacts the community's economy.
Effectiveness of Using LSE (Landslide Education) Mobile Digital Platform to Measure Knowledge of Senior High School Students Sari, Alifa Ambar; Juhadi, Juhadi; Tjahjono, Heri; Setyowati, Dewi Liesnoor; Wijayanto, Pradika Adi
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 5 No. 3 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v5i3.399

Abstract

Smartphone-based media that is increasingly sophisticated has the potential to be used in learning to be effective. This study aims to measure the effectiveness of the LSE (Landslide Education) application to increase knowledge about landslide disasters among high school students. This quantitative descriptive study uses a pre-experimental design with a one-shot case study model. The research subjects used a purposive sample of 141 students from grades XII F 7- XII F of SMA Negeri 12 Semarang. Data collection used post-test data test techniques, while non-test techniques were through observation, questionnaires, and documentation. Based on the results of the study, the average knowledge of the parameters of landslide disaster, knowledge of the distribution of landslide-prone areas in Semarang City, knowledge through education, local wisdom, and use of technology is 87. Hence, it is very good, while the average result of the student perception questionnaire using the LSE (Landslide Education) application is 83, so it is included in the good category. Based on these results, using the LSE (Landslide Education) application effectively increases Senior High School 12 Semarang disaster knowledge.
Petani Milenial dan Konservasi Budaya Kerja Bertani di Dalam Keluarga Petani di Desa Mlandi, Garung, Wonosobo Brata, Nugroho Trisnu; Tjahjono, Heri; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Fatimah, Nurul; Pramono, Didi; Alimi, Moh Yasir
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i2.17096

Abstract

Terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya masyarakat dari tradisional ke dalam masyarakat modern berdampak luas, antara lain pada budaya kerja pertanian. Tujuan kajian ini menganalisis hubungan antara fenomena petani milenial dengan upaya konservasi budaya kerja bertani di kalangan petani. Bekerja adalah salah satu unsur dari tujuh unsur universal kebudayaan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik penggalian data dengan observasi, partisipasi-observasi, dan wawancara mendalam. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pekerjaan bidang pertanian mengalami kekurangan tenaga kerja karena berbagai alasan. Hal ini dianggap mengkhawatirkan karena masa depan sebagai negara agraris akan kehilangan motor penggerak. Kemudian muncul inovasi gagasan dan aksi melakukan konservasi budaya kerja bertani agar aktivitas bertani tetap berjalan. Inovasi dan aksi ini dilakukan oleh petani kaya, pemerintah desa, dan generasi muda. Muncul juga fenomena petani milenial yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Sebagai saran, inovasi ini patut dicontoh oleh masyarakat petani lain sehingga anggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan rendah yang kotor oleh lumpur dan penghasilan rendah bisa sedikit demi sedikit hilang.
Dinamika Abrasi terkait Perubahan Garis Pantai di Desa Pantai Bahagia Kabupaten Bekasi Nur Elmanda, Nisrina; Ananto Aji; Heri Tjahjono; Fahrudin Hanafi
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i2.18645

Abstract

Desa Pantai Bahagia merupakan salah satu pesisir di Kabupaten Bekasi tepatnya di Kecamatan Muaragembong yang telah mengalami abrasi dengan sangat signifikan. Kejadian abrasi ini disebabkan oleh naiknya permukaan air laut dan adanya faktor pemicu berupa konversi lahan kawasan mangrove oleh masyarakat untuk keperluan pertambahan lahan tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dinamika abrasi secara multitemporal selama 30 tahun di Desa Pantai Bahagia dari tahun 1993, 2000, 2007, 2012, 2020, 2023. Metode yang dilakukan adalah tahapan ekstraksi garis pantai dengan algoritma MNDWI (Modified Diference Water Index). Data garis pantai yang didapatkan lalu dihitung statistik dengan bantuan tools extension DSAS (Digital Shoreline Analysis System) pada ArcMap 10.8 untuk pengolahan data luas perubahan garis pantai yang memiliki nilai abrasi. Statistik yang digunakan yaitu EPR (End Point Rate) dengan membandingkan dua garis pantai serta LRR (Linear Regression Rate).  Hasil yang dilakukan uji ground check di area garis pantai pada transek yang mengalami abrasi meningkat setiap tahunnya menyebabkan pengurangan daratan menjadi laut di Dukuh Muara Bendera Timur, Gobah Timur, Kampung Beting dan Blukbuk Timur. Rata –rata pengurangan daratan yang terjadi sebesar -18,77m/tahun pada 1992-2000, di tahun 2000-2007 terjadi sebesar -16,19 m/tahun, pada tahun 2007-2012 terjadi sebesar -31,86 m/tahun, pada tahun 2012-2020 memiliki rata-rata pengurangan daratan sebesar -130,13 m/tahun, serta di tahun 2020-2023 terjadi pengurangan daratan sebesar -60,32 m/tahun.
Co-Authors Abd Basith Mukhlas Abd. Rasyid Syamsuri Ahmad Dzulfiqar Aji, Halim Sukma Alfi, Lailiyah Alfi, Lailiyah Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ananto Aji Ananto Aji, Ananto Andin Irsadi Andriyanto, Mail Anifahtun Anisa, Ratna Dewi Anisa, Ratna Dewi Apik Budi Santoso Aprianto, Widhi Kurniawan Aprillia Findayani Astuti, Eni Ayu Budi, Sanjoto Tjaturahono Budi, Sanjoto Tjaturahono Dewi Liesnoor Setyowati Doni Doni Eka Anjar Sari, Eka Anjar Erni Suharini Eva Banowati Fahrudin Hanafi Fahrudin Hanafi, Fahrudin Fandi Yusuf Maldini, Fandi Yusuf Fauzi Firmanzah Galuh Sitoresmi, Galuh Hariyanto Hariyanto Indriyana, Tri Izza, Nida Sayyidatul J Juhadi Juhadi Juhadi Lestari, Rika Puji M Fikri Amrullah Mahdavikya, Muhdi Moch. Arifien, Moch. Moh Yasir Alimi Mohammad, Nezar Ely Mohammad, Nezar Ely Muntaman, Putra Muntaman, Putra Nina Rosiana, Nina Ninuk Sholikhah Akhiroh Novi Ike Susantl, Novi Ike Nuansa Chandra Lintang, Nuansa Chandra Nugroho Trisnu Brata Nur Elmanda, Nisrina NUR FITRIANI Nurul Fatimah Oktiana, Cichi Oktiana, Cichi Otty Damayanti Utami, Otty Damayanti Pradika Adi Wijayanto Pramono, Didi Putri, Dwi Utami Putri, Dwi Utami R Sugiyanto Rahma Hayati Riza Arifudin Safitri, Elvita Safitri, Elvita Saptono Putro Sari, Alifa Ambar Satya Budi Nugraha Sembiring, Rinawati Sianturrahman, Damar Siska, Sunia Elanda Sisna Yuliana Diah Utami Putri, Sisna Yuliana Diah Utami Siti Nurindah Sari Sriyono Sriyono Sunarko Sunarko suprapto, Mohammad Nur suprapto, Mohammad Nur Suroso Suroso Tjaturahono Budi Sanjoto Wijaya, Januar Wirasanti, Avionita Wisnu Kurniawan Wulansari, Ainun Hinggis Nur