Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN GEOTEKSTIL UNTUK PERKUATAN TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PLAXIS 2D Joseph Richard; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.511 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan geotekstil sebagai perkuatan timbunan. Perkuatan dilakukan karena seiring waktu, beban dari timbunan akan selalu bertambah, contohnya beban lalu lintas. Menghadapi pertambahan beban ini wajib diikuti dengan perkuatan tanah, salah satunya dengan penggunaan geotekstil di atas tanah dasar dan di dasar dari timbunan.Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan program Plaxis 2D untuk mengetahui kondisi kombinasi tanah dasar dan tanah timbunan mula mula. Dari simulasi model program pada Plaxis, didapatkan tiga hal utama, yaitu angka keamanan, penurunan, dan pola keruntuhan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa semakin lunak tanah dasar, maka perkuatan di atas tanah dasar yang lebih lunak memberi efek lebih daripada perkuatan di atas tanah dasar yang lebih kuat. Selain itu, dalam batasan kekuatan tanah tertentu, perkuatan geotekstil mulai memberi dampak yang tidak signifikan pada kondisi tanah dasar yang sudah kuat.
PENGARUH LUAS BAJA TULANGAN TERHADAP PERILAKU BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) William Putera Suryanto; Ricky Ivan Wiyanto; Daniel - Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki kekurangan seperti kuat tarik yang lebih kecil dibandingkan struktur baja, daktilitas rendah, dan rentan terhadap retak. Salah satu solusi untuk masalah tersebut adalah menambahkan perkuatan FRP pada struktur karena FRP tidak dapat korosi, berat per volumenya lebih rendah dari baja, dan mudah pengaplikasiannya. Spesimen beton bertulang dibuat dengan mutu rencana fc’20 MPa berdimensi 150 mm x 150 mm x 1200 mm dengan variasi tulangan 10 mm, 12 mm, dan 16 mm. Setelah itu FRP ditempelkan pada spesimen beton bertulang menggunakan epoxy. Dalam pelaksanaan, pembebanan dilakukan dengan metode two point load dan analisa data menggunakan metode Digital Image Correlation dan program MATLAB 2016 dilengkapi dengan Ncorr Version 1.2.2. Variasi tulangan mempunyai pengaruh pada daktilitas dimana semakin besar dimensi tulangan baja pada spesimen yang diperkuat oleh FRP sifat daktilitasnya semakin menyerupai spesimen yang tidak diperkuat, pada pola retak dimana spesimen dengan luas baja tulangan lentur terkecil yang diperkuat oleh FRP menghasilkan pola retak awal yang lebih besar dan lebih sedikit daripada spesimen dengan luas baja tulangan lentur yang lebih besar, dan pada perilaku lentur dimana peningkatan kekuatan lentur signifikan terjadi pada balok yang memiliki diameter tulangan 10 mm sebanyak 31%.
PENGARUH KADAR GRAFIT DAN DENSITAS ARUS TERHADAP EFEKTIFITAS CARBON FIBER REINFORCED POLYMER LAMINATE SEBAGAI ANODA IMPRESSED CURRENT CATHODIC PROTECTION SYSTEM David Pratama Lays; Hongky Haodiwidjaya Tanto; Daniel Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.732 KB)

Abstract

Impressed current cathodic protection (ICCP) merupakan metode yang umum digunakan untuk perbaikan struktur yang telah mengalami korosi. Penggunaan Carbon fiber reinforced polymer (CFRP) sebagai anoda sudah terbukti bisa digunakan dalam sistem ICCP. Namun, penelitian yang berfokus pada variabel yang mempengaruhi efektifitas perlindungan ICCP dengan menggunakan CFRP sebagai anoda masih sedikit dilakukan. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti adalah pengaruh dari densitas arus dan kadar bubuk grafit pada epoxy. Bubuk grafit berperan sebagai conductive pigment untuk meningkatkan konduktivitas epoxy sedangkan densitas arus mempengaruhi besar perlindungan yang diberikan pada spesimen. High corrosion level (mass loss teoritis 18%) diberikan ke semua spesimen beton bertulang dan CFRP laminate ditempelkan pada spesimen tersebut dengan menggunakan 5 macam kadar grafit: 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%. Selanjutnya, ICCP dengan 2 macam densitas arus (10 dan 20 mA/m2) diberikan pada spesimen. Half cell potential test dilakukan untuk mengukur efektifitas dari sistem ICCP tersebut. Sistem ICCP berhasil memberikan kenaikan potensial minimal pada spesimen sebesar 177 mV yang menunjukkan peluang korosi pada semua spesimen semakin mengecil. Dari hasil half cell potential test, disimpulkan bahwa besar densitas arus dan kadar grafit pada epoxy tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektifitas sistem ICCP.
PENGARUH DRYING TERHADAP KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG HALUS JENUH Michael Henry G; Joedy Harto P; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.832 KB)

Abstract

Kuat kokoh tanah berperan penting menopang suatu struktur bangunan. Tanah memiliki beragam jenis dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam menyalurkan beban struktur di atasnya. Pada tanah lempung, naik turunnya muka air tanah dapat membuat tanah mengalami perubahan kekuatan. Bila tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan struktur pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan sample tanah lempung jenuh dengan karakteristik yang berbeda dari lima lokasi yang berbeda baik di Surabaya bagian Timur maupun Selatan. Pengurangan air dilakukan dengan drying pada sample tanah di ruang terbuka sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari keadaan initial. Dari hasil pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Kristen Petra, didapatkan bahwa semakin besar nilai plasticity index (PI) tanah, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin kecil, dan sebaliknya. Didapatkan juga bahwa semakin besar kadar fines aggregate, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin besar, dan sebaliknya. Selain itu, perubahan kadar air pada tanah juga memberi dampak pada perubahan volume tanah.
PENGARUH DRYING TERHADAP KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG HALUS JENUH Michael Henry G; Joedy Harto P; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.832 KB)

Abstract

Kuat kokoh tanah berperan penting menopang suatu struktur bangunan. Tanah memiliki beragam jenis dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam menyalurkan beban struktur di atasnya. Pada tanah lempung, naik turunnya muka air tanah dapat membuat tanah mengalami perubahan kekuatan. Bila tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan struktur pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan sample tanah lempung jenuh dengan karakteristik yang berbeda dari lima lokasi yang berbeda baik di Surabaya bagian Timur maupun Selatan. Pengurangan air dilakukan dengan drying pada sample tanah di ruang terbuka sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari keadaan initial. Dari hasil pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Kristen Petra, didapatkan bahwa semakin besar nilai plasticity index (PI) tanah, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin kecil, dan sebaliknya. Didapatkan juga bahwa semakin besar kadar fines aggregate, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin besar, dan sebaliknya. Selain itu, perubahan kadar air pada tanah juga memberi dampak pada perubahan volume tanah.
PENGARUH KEAPADATAN TIMBUNAN TANAH EKSPANSIF TERHADAP FRIKSI TIANG PONDASI Stefanus Brian Juan Nday; Kevin Hartanto Wijaya; Gogot Setyo Budi; Daniel - Tjandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas friksi pada tiang pondasi merupakan salah satu elemen penting dalam penentuan daya dukung pondasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh kepadatan tanah ekspansif terhadap friksi tiang pondasi. Dua jenis tiang pondasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah driven pile dan drilled shaft. Tiga variasi kepadatan tanah yang digunakan dengan kepadatan maksimum sama dengan kepadatan maksimum yang diperoleh dari Standard Proctor. Friksi tiang diperoleh dari gaya maksimum yang dapat diterima. Kemudian sampel direndam selama 2 jam untuk mengetahui heaving tanah dam gaya uplift tiang. Pengaruh perendaman terhadap friksi tiang dilakukan dengan penekanan tiang sampel setelah perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada kondisi unsoaked maupun soaked, friksi drilled shaft lebih besar dari driven pile. Pada drilled shaft friksi tiang meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan tanah. Sedangkan pada driven pile, kepadatan mempengaruhi kenaikan friksi tiang hanya pada kondisi unsoaked. Gaya uplift drilled shaft meningkat seiring dengan kepadatan tanah, sedangkan peningkatan kepadatan tanah tidak berpengaruh pada gaya uplift driven pile
APLIKASI ASPAL EMULSI DAN FLY ASH PADA TANAH EKSPANSIF Daniel - Lewa; Reynaldi - Sedjie; Daniel - Tjandra; Johanes - Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bahan stabilisasi yang dicampur pada tanah ekspansif. Tanah ekspansif memiliki sifat kembang susut yang besar sehingga perlu melakukan stabilisasi tanah. Stabilisasi dilakukan dengan menggunakan bahan yang terdiri dari aspal emulsi dan fly ash. Pengujian yang dilakukan meliputi karakteristik tanah asli, potensi pengembangan, CBR soaked, CBR unsoaked, dan UCT. Hasil penelitian khususnya pada pengujian CBR dan UCT, menunjukkan adanya penurunan kekuatan seiring dengan penambahan persentase aspal emulsi dan fly ash pada campuran tanah. Untuk kombinasi bahan stabilisasi yang digunakan fly ash 5% dan aspal emulsi terdiri dari 3%, 4%, 5%, 6%. Penurunan kekuatan dapat dilihat salah satunya dari hasil dari CBR unsoaked seiring penambahan variabel fly ash dan aspal emulsi adalah 3,58%, 2,19%, 2,11%, 2,04% dan 1,92%. Penurunan kekuatan juga terjadi pada hasil pengujian CBR soaked dan hasil pengujian UCT.
PENGARUH RASIO KEKAKUAN BALOK DAN LAPISAN FRP TERHADAP PERILAKU BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT FRP Kevin Elmerson Hidayat; Sentosa - Purnomo; Daniel - Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton mempunyai beberapa kekurangan seperti kuat tarik yang rendah, bersifat getas, kecilnya rasio kekuatan terhadap beratnya, dan rentan terhadap retak. Salah satu solusi untuk mengalami masalah tersebut adalah menambahkan perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Spesimen beton bertulang dibuat dengan mutu rencana fc’20 MPa dengan panjang 1200 mm dan lebar 150 mm dengan variasi ukuran tinggi 150 mm, 200 mm, dan 300 mm. Tulangan lentur memakai tulangan polos diameter 10 mm. FRP sepanjang 800 mm ditempelkan pada spesimen beton bertulang menggunakan epoxy. Dalam pelaksanaan, pembebanan dilakukan dengan metode two point load agar terjadi lentur murni pada spesimen, pengambilan data dilakukan menggunakan camera digital untuk pengambilan gambar dan load cell yang telah disambungkan pada data logger untuk pembacaan beban yang terjadi pada spesimen, dan analisa data dilakukan menggunakan metode analisa Digital Image Correlation.Variasi ukuran tinggi balok memiliki pengaruh signifikan terhadap crack pattern pada spesimen beton bertulang. Sedangkan pengaruh variasi ukuran tinggi balok memiliki pengaruh terhadap perilaku lentur dimana peningkatan kekuatan lentur paling signifikan terjadi pada balok yang memiliki ukuran tinggi 200 mm sebanyak 37%. Pada spesimen dengan ukuran tinggi 300 mm terjadi penurunan beban dan daktilitas yang cukup signifikan. Semua spesimen mengalami penurunan daktilitas setelah diperkuat dengan FRP.
RANCANGAN & METODE PEMBANGUNAN SHELTER TANGGAP BENCANA TSUNAMI DI KELURAHAN LERE, TELUK PALU, SULAWESI TENGAH Jondry Lawono; Harvey Ramses Panjaitan; Handoko Sugiharto; Daniel Tjandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara yang memiliki frekuensi gempa bumi cukup tinggi. Salah satu lokasi di Indonesia yang mempunyai frekuensi gempa bumi cukup tinggi ada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya mitigasi yang memadai untuk mengurangi kerugian akibat bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan pemerintah Kota Palu dalam menghadapi bencana serta untuk mengetahui pendapat dan pilihan masyarakat sekitar Teluk Palu mengenai dua alternatif selter yang di rancang oleh peneliti, yaitu selter dengan struktur beton bertulang yang dibangun dengan metode konvensional dan selter dari kontainer bekas yang dibangun dengan metode modifikasi interior. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sekitar Teluk Palu. Setelah data terkumpul, data tersebut diolah dengan metode rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi bencana perlu ditingkatkan dan dari dua alternatif selter yang telah diberikan, masyarakat memilih alternatif selter dengan struktur beton bertulang. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan selter dengan struktur beton bertulang lebih ideal dan sesuai dengan kondisi di lapangan untuk digunakan sebagai tempat evakuasi ketimbang selter dari kontainer bekas
Implementasi Internet of Things pada Sistem Cathodic Protection sebagai Proteksi Korosi Besi Beton Billy Christian Johan; Agustinus Noertjahyana; Gunawan Budi Wijaya; Daniel Tjandra; Resmana Lim
Jurnal Infra Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Infra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete iron or reinforcement bar is steel used for reinforcement in concrete construction or known as reinforced concrete. Reinforcing bar can undergo a corrosion process caused by chemical or electrochemical reactions between steel reinforcement and its environment. One of many way to protect concrete from corrosion is by cathodic protection. There are two types of cathodic protection, namely sacrificial anodes and impressed current cathodic protection (ICCP). ICCP is more commonly used for protection in reinforced bar structures. In ICCP, negative current flows to the reinforcing bar and positive current flows to the anode. This is a method to protect the reinforcing bar from corrosion. In addition to the corrosion protection system, there is also a half-cell potential test to measure the chance of corrosion of the reinforcing bar. Measurements are made by reading the potential difference between the reference electrode and the reinforcing bar. Chances of corrosion can be known level of corrosion by reading the table of corrosion opportunities with ASTM C879-09 standard.In this research, the implementation of the internet of things will be carried out on the cathodic protection system to protect the reinforcing bar from corrosion, so that the user can monitor and control the provision of cathodic protection on the reinforcing bar.Based on the results of the tests that have been carried out, the IoT system can regulate the power supply by setting the voltage and current and can schedule the power supply to provide electric current to the reinforcing bar and can provide notifications if the electric current flowing in the concrete is more than or less than ICCP standard. The average difference between the readings between the voltage sensor and the multimeter is 21.07 mV. The reading value of the potential difference between the concrete iron and the reference electrode in the half-cell potential test method before it was carried out was -216.15 mV and after ICCP was carried out, the value became -167.974 mV. There was an increase of 58.596 mV after ICCP was performed.
Co-Authors Achmadi Achmadi Agnes - Elena Agustinus Noertjahyana Alexander William Arnold Yapeter Arnold Yapeter, Arnold Billy Christian Johan Calvin - Limantoro Celine Michaella Sutjiadi Christien Halim Christopher Henry Sugiarto Christopher Henry Sugiarto Daniel - Lewa Darwin Hughie David Christian David Pratama Lays David Pratama Lays David Tanujaya David Tanujaya, David Elizabeth Yolanda Fiona Swasti Adi Fiona Swasti Adi Gogot Setyo Budi Gogot Setyo Budi Grace Christiani Linggadiharja Gunawan Budi Wijaya Gunawan Budi Wijaya Gunawan Budi Wijaya Handoko - Sugiharto Handoko Sugiharto Harvey Ramses Panjaitan Haryanto, Andre Yongsin Hendry Indra Pramana Hendry Indra Pramana Hongky Haodiwidjaya Tanto Hongky Haodiwidjaya Tanto Jessica Agustine Widjaja Joedy Harto P Johanes - Suwono Johanes I. Suwono Johanes I. Suwono, Johanes I. Johanes Indrojono Suwono Johanes Indrojono Suwono Johanes Suwono Johanes Suwono Jondry Lawono Joseph Richard Joshua - Alexander Kennedy Kennedy Kevin Elmerson Hidayat Kevin Hartanto Wijaya Kevin Jonathan Santoso Kevin Kevin Lydia Loahardjo Lydia Loahardjo Michael Henry G Nathaniel Evan Wijaya Oentardjo, Yohanes Paravita Sri Wulandari Paravita Sri Wulandari Pretty Angelina Tay Pretty Angelina Tay Resmana Lim Reynaldi - Sedjie Ricky Ivan Wiyanto Roberto Siswanto Goni Roberto Siswanto Goni Rospala Hanisah Yukti Sari Safrudin I, Muhammad Yudha Sally Sally Samuel Eric Sentosa - Purnomo Stefanus Brian Juan Nday Tika - Harsono Vedi Wihono Susilo William Putera Suryanto William, Alexander Yohanes Febrian Onggara Yohanes Oentardjo