Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI PARAMETER UNTUK STABILITAS LERENG WADUK AKIBAT FLUKTUASI MUKA AIR DENGAN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D Sally Sally; Elizabeth Yolanda; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.503 KB)

Abstract

Waduk mempunyai manfaat seperti pada saat musim hujan digunakan untuk menampung air dan pada saat musim kemarau air yang disimpan akan digunakan. Pada saat kemarau terjadi penurunan muka air secara cepat yang dapat menyebabkan terjadinya longsor. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisa untuk mengetahui pengaruh variasi kepadatan tanah terhadap kestabilan lereng dan pengaruh fluktuasi muka air waduk terhadap angka keamanan. Penelitian ini dilakukan dengan cara menguji sampel tanah yang akan dijadikan sebagai data urugan, dan setelah itu data tanah digunakan dalam analisa dengan menggunakan program Plaxis. Dari penelitian ini didapatkan bahwa perubahan nilai cu bisa menyebabkan perubahan nilai angka keamanan. Pada saat nilai kepadatan tanah bertambah, tanah menjadi lebih stabil dan menyebabkan peningkatan nilai angka keamanan. Perubahan muka air tanah juga mempengaruhi perubahan pola keruntuhan yang mengakibatkan perubahan nilai angka keamanan.
KORELASI NILAI MACKINTOSH DENGAN N-SPT PADA TANAH URUGAN Arnold Yapeter; David Tanujaya; Johanes I. Suwono; Daniel Tjandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.747 KB)

Abstract

Para kontraktor di Indonesia umumnya menggunakan Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT) untuk menganalisa daya dukung tanah. Namun, metode tersebut masih menjadi pertimbangan bila harus dilakukan penyelidikan tanah di area terpencil. Solusi utamanya adalah dengan menggunakan metode Mackintosh Probe. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara hasil Mackintosh Probe (MPT) dengan hasil N-SPT serta gradasi agregat.Penelitian langsung di lapangan ini dilakukan pada tiga lokasi dengan kondisi dan jenis tanah yang berbeda, yaitu di lokasi Jasem, Dian Istana, Lingkar Timur, Sidoarjo. Dari penelitian ini dihasilkan korelasi MPT = 13 SPTuntuk tanah sirtu dan MPT = 17 SPT untuk tanah urugan lempung. Tanah yang mengandung pecahan dari batu besar tidak dapat dikorelasikan dengan baik.
ANALISA PERKUATAN GEOTEKSTIL PADA TIMBUNAN KONSTRUKSI JALAN DENGAN PLAXIS 2D Pretty Angelina Tay; Fiona Swasti Adi; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.714 KB)

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada timbunan adalah terjadinya penurunan yang besar. Oleh karena itu diperlukan perkuatan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satu usaha perkuatan tanah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang geotekstil. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kuat tarik geotekstil yang digunakan serta menentukan kuat tarik optimum geotekstil yang akan digunakan sebagai perkuatan dengan memperhatikan nilai angka keamanan dan penurunan. Penelitian ini menggunakan tiga pemodelan yaitu, yang pertama pengujian pada timbunan yang tidak menggunakan geotekstil. Pengujian kedua yaitu untuk menentukan panjang geotekstil yang akan digunakan. Pengujian ketiga, pengujian pada timbunan yang menggunakan geotekstil dengan kuat tarik yang bervariasi, dengan panjang yang ditentukan berdasarkan hasil pola keruntuhan yang terjadi pada pengujian kedua.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penggunaan geotekstil, pola keruntuhan yang terjadi mengalami perubahan, dimana bagian yang runtuh hanya pada timbunan saja.Penurunan yang terjadi pada timbunan dengan perkuatan geotekstil semakin kecil dan nilai angka keamanan yang diperoleh melebihi batas minimum nilai angka keamanan ijin.
VARIASI KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG EKSPANSIF AKIBAT PERUBAHAN MUSIM Vedi Wihono Susilo; David Christian; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.05 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif yang tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan. Wetting dan drying, merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi tanah pada saat musim hujan dan kemarau. Proses wetting dilakukan dengan cara tanah dibasahi untuk mencari beratnya sedangkan drying dilakukan dengan cara tanah dikeringkan pada ruangan tertutup untuk mencari beratnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh indeks plastisitas dan persentase fine aggregate terhadap perubahan kuat kokoh akibat wetting dan drying. Karakteristik tanah pada kondisi mula-mula dari lima lokasi di Surabaya Barat didapatkan dari pengujian di laboratorium UK Petra. Pada saat proses wetting, tanah dibasahi sampai berat tanah yang diinginkan, sedangkan pada proses drying tanah dibiarkan di ruangan sampai mencapai berat tanah yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks plastisitas yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang kecil, dan persentase fine aggregate yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang besar.
STUDI MENGENAI KAPASITAS FRIKSI TIANG PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF YANG DITINJAU DARI KADAR AIR TANAH, WAKTU, DAN MATERIAL Lydia Loahardjo; Roberto Siswanto Goni; Daniel Tjandra; Johanes Indrojono Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.547 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif memiliki sifat swelling, yaitu mengembang saat kadar air tinggi dan menyusut saat kadar air rendah. Sifat swelling ini ditentukan oleh mineral yang terkandung di dalam tanah. Penelitian ini membahas seberapa besar perubahan daya dukung friksi tiang pada saatmengalami perubahan kadar air, pengistirahatan setelah pemancangan, serta jenis material tiang. Tanah yang diambil merupakan tanah lempung ekspansif di daerah Ciputra pada kedalaman 1 meter. Tanah dikondisikan dalam keadaan undisturb dengan variabel drying 10%, 20%, 30%, 40%, 50%,wetting 2,5%, 5%, 7,5% sebagai penentu kadar air, pengistirahatan selama 1, 2, 5, 10, dan 30 hari digunakan sebagai penentu waktu, sedangkan permodelan tiang baja dan tiang beton digunakan sebagai variabel jenis material. Hasil yang didapat dari percobaan adalah kadar air mempengaruhi kuat geser tanah sampel. Nilai kapasitas friksi tiang mengalami peningkatan seiring dengan penurunan kadar air, karena adanya suction saat kadar air rendah. Selain itu terjadi peningkatan kapasitas friksi tiang seiring dengan lamanya pengistirahatan. Pada kadar air tinggi, peningkatan kapasitas friksi tidak terlalu berarti. Tiang baja memiliki nilai kapasitas friksi yang lebih besar daripada tiang beton. Selain akibat dari permukaan beton berongga, yang menyebabkan luas permukaannya lebih kecil, hisapan pada baja lebih tinggi daripada pada beton.
ASSESSMENT DAN PERKUATAN STRUKTUR PADA BANGUNAN INDUSTRI 7 LANTAI Celine Michaella Sutjiadi; Tika - Harsono; Daniel - Tjandra; Handoko - Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2021): FEBRUARI 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada bangunan X yang merupakan bangunan industri 7 lantai dimana beberapa elemen struktur mengalami kerusakan salah satunya diakibatkan oleh penambahan beban ditiap lantai. Assessment struktur dilakukan untuk mengetahui letak dan jenis kerusakan, serta pemilihan metode yang tepat untuk perbaikan dan perkuatan struktur. Setelah itu dilakukan pengumpulan data bangunan, mapping kerusakan, dan analisa struktur. Analisa struktur dilakukan dengan 3 permodelan yaitu dengan menggunakan beban awal, dengan menggunakan beban tambahan dan dengan mempertimbangkan kerusakan struktur yang terjadi dilapangan saat mendapat beban tambahan. Penentuan metode perkuatan didapatkan dari pengecekan pola keruntuhan, strengthening limit, dan pengecekan terhadap gaya geser. Struktur dengan pola keruntuhan tekan menggunakan perkuatan steel plate jacketing dengan shear connector sedangkan elemen struktur dengan pola keruntuhan tarik dan memenuhi syarat strengthening limit menggunakan perkuatan Carbon Fiber Reinforced Polymer. Perbaikan struktur yang retak dilapangan menggunakan metode grouting. Hasil evaluasi performa ketiga kondisi struktur didapatkan bahwa deformasi terbesar terjadi pada kondisi struktur yang menggunakan beban tambahan dengan mempertimbangkan kerusakan struktur yang terjadi. Deformasi terbesar terjadi dilantai 7 baik arah x maupun arah y. Nilai simpangan antar lantai pada ketiga kondisi struktur masih berada pada batas aman. Kegagalan struktur setelah diperkuat sudah memenuhi syarat, dimana kapasitas penampang lebih besar daripada beban yang diterima.
PENGARUH KADAR AIR, WAKTU, DAN KEPADATAN TANAH URUG EKSPANSIF TERHADAP FRIKSI TIANG Darwin Hughie; Christien Halim; Gogot Setyo Budi; Daniel Tjandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.951 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh kadar air, waktu, dan kepadatan tanah ekspansif terhadap friksi tiang. Model tiang yang digunakan terbuat dari baja berukuran 1 cm dan tinggi 30 cm. Variasi kepadatan tanah adalah 56 tumbukan, 40 tumbukan, dan 25 tumbukan sesuai standar Proctor (AASHTO-T99-74). Pengujian yang dilakukan meliputi pengaruh kadar air, waktu, dan kepadatan tanah terhadap friksi tiang, disamping itu juga dilakukan tes untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap penyerapan, dan pengembangan yang terjadi di tanah ekspansif pada masing-masing kepadatan. Hasil dari tes menunjukkan bahwa tingkat kepadatan yang lebih tinggi menyebabkan nilai friksi yang lebih besar. Sedangkan untuk variasi kadar air, ditemukan bahwa kadar air dengan penambahan 5% dari OMC menghasilkan nilai friksi yang lebih besar dibandingkan dengan kadar air optimum (OMC). Dari segi waktu, adanya peningkatan nilai friksi seiring berjalannya waktu ditunjukkan oleh sampel dengan wetting 5% (untuk semua tingkat kepadatan). Sedangkan untuk tes pengaruh kepadatan tanah terhadap penyerapan air didapatkan hasil bahwa penyerapan semakin kecil dengan bertambahnya kepadatan tanah, begitupula sebaliknya.
PENGARUH PERBEDAAN KOROSI AWAL TERHADAP PENGGUNAAN CARBON FRP SEBAGAI ANODA IMPRESSED CURRENT CATHODIC PROTECTION SYSTEM Samuel Eric; Kennedy Kennedy; Daniel Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.683 KB)

Abstract

Penanganan terhadap stuktur beton bertulang yang berkarat diperlukan penanganan perkuatan dan penanganan perlindungan korosi. Penanganan perlindungan korosi yang sering digunakan pada stuktur beton bertulang adalah sisten impressed current cathodic protection. Penggunaan sistem impressed current cathodic protection (ICCP) pada struktur yang berkarat selama ini dibatasi oleh mahalnya harga material anoda. Untuk menambah nilai ekonomis dari teknik ini, carbon fiber reinforced polymer (CFRP) yang biasanya digunakan sebagai material perkuatan dipakai juga sebagai anoda dari perlindungan aktif sistem ICCP. Dua jenis korosi awal (korosi awal rendah dan tinggi dengan kehilangan massa teoritis 6% dan 18%) diberikan ke spesimen beton dan diberikan perlindungan aktif dengan CFRP sebagai anodanya. Tes potensial half-cell dilakukan untuk menginvestigasi efektifitas dari perlindungan aktif. Perlindungan aktif yang diberikan berhasil memberikan polarisasi ke baja tulangan dan menghasilkan kondisi korosi yang lebih pasif pada dua jenis korosi awal. Namun, perlindungan aktif ditemui kurang efektif dalam melindungi spesimen dari korosi pada spesimen yang memiliki kehilangan massa 6%. Efisiensi dari perlindungan korosi pada spesimen yang memiliki kehilangan massa 18% kurang konklusif sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan.
PENGARUH DENSITAS ARUS LISTRIK TINGGI DENGAN KADAR GRAFIT TERHADAP EFEKTIFITAS CATHODIC PROTECTION BETON MUTU TINGGI Nathaniel Evan Wijaya; Calvin - Limantoro; Daniel - Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan masalah yang sering terjadi pada tulangan baja pada struktur beton bertulang. Bila dibiarkan, beton akan mengalami retak (crack) dan menyebabkan kegagalan struktur. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan metode perlindungan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) dengan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) laminate sebagai anoda sekaligus menambah perkuatan struktur (dual system). Korosi awal diberikan, setelah itu CFRP laminate ditempelkan pada spesimen beton bertulang menggunakan epoxy dengan kadar grafit 10% dan 12,5%. ICCP dengan 2 macam densitas arus (70 mA/m2 dan 106 mA/m2) diberikan pada spesimen dengan mutu beton fc’ 50 MPa. Dalam pelaksanaan, dilakukan half cell potential test untuk monitoring korosi pada spesimen dan pengamatan visual pada tulangan baja dan CFRP laminate diakhir pelaksanaan. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peluang terjadinya korosi pada variasi mutu beton. Beda potensial pada beton mutu tinggi sangat kecil karena beton mutu tinggi memili resistivity yang tinggi. Perubahan beda potensial yang paling signifikan ditunjukan pada kadar grafit 12,5% dengan densitas arus 70 mA/m2, yaitu sebesar 191,12 mV pada fc’ 50 MPa. Namun meskipun hasil yang didapat memiliki nilai yang positif, perbedaan beda potensial pada grafit 12,5% dan 10% yang menggunakan densitas arus 70 mA/m2 tidak terlalu signifikan bila dibandingkan dengan densitas arus 10 mA/m2.
PENGARUH LUAS PERMUKAAN CONDUCTIVE EPOXY TERHADAP EFEKTIVITAS CATHODIC PROTECTION Kevin Jonathan Santoso; Jessica Agustine Widjaja; Daniel - Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengatasi masalah korosi pada beton bertulang, metode yang umum digunakan adalah Impressed Current Cathodic Protection (ICCP). Adanya korosi pada beton bertulang membuat serviceability dan kekuatan ultimit struktur menurun. Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) merupakan salah satu material yang dapat digunakan sebagai anoda untuk ICCP sekaligus berfungsi sebagai perkuatan struktur (dual system). Pada penelitian ini, variabel yang digunakan untuk mengetahui pengaruh efektivitas sistem ICCP selama 30 hari adalah pengaplikasian luas permukaan pada campuran epoxy dengan grafit pada CFRP. Sebelum dilakukan perlindungan terhadap korosi, setiap spesimen beton diberikan korosi awal yang tinggi (kehilangan massa teoritis 18%). CFRP yang ditempelkan pada spesimen beton bertulang menggunakan campuran epoxy dengan kadar grafit 10%; 12,5%; 15%. Sedangkan, variasi pengaplikasian luas permukaan epoxy pada CFRP adalah 10x130 mm2, 20x130 mm2, dan 30x130 mm2. Half cell potential test dilakukan selama lima hari sekali untuk mengetahui peluang terjadinya korosi pada beton. Dengan variasi pengaplikasian luas permukaan campuran epoxy, didapat bahwa luas permukaan 30x130 mm2 menjadi luas pengaplikasian yang lebih efektif dibandingkan dengan 10x130 mm2 dan 20x130 mm2 ditandai dengan adanya kenaikan beda potensial hingga 31% dari sebelum ICCP diberikan
Co-Authors Achmadi Achmadi Agnes - Elena Agustinus Noertjahyana Alexander William Arnold Yapeter Arnold Yapeter, Arnold Billy Christian Johan Calvin - Limantoro Celine Michaella Sutjiadi Christien Halim Christopher Henry Sugiarto Christopher Henry Sugiarto Daniel - Lewa Darwin Hughie David Christian David Pratama Lays David Pratama Lays David Tanujaya David Tanujaya, David Elizabeth Yolanda Fiona Swasti Adi Fiona Swasti Adi Gogot Setyo Budi Gogot Setyo Budi Grace Christiani Linggadiharja Gunawan Budi Wijaya Gunawan Budi Wijaya Gunawan Budi Wijaya Handoko - Sugiharto Handoko Sugiharto Harvey Ramses Panjaitan Haryanto, Andre Yongsin Hendry Indra Pramana Hendry Indra Pramana Hongky Haodiwidjaya Tanto Hongky Haodiwidjaya Tanto Jessica Agustine Widjaja Joedy Harto P Johanes - Suwono Johanes I. Suwono Johanes I. Suwono, Johanes I. Johanes Indrojono Suwono Johanes Indrojono Suwono Johanes Suwono Johanes Suwono Jondry Lawono Joseph Richard Joshua - Alexander Kennedy Kennedy Kevin Elmerson Hidayat Kevin Hartanto Wijaya Kevin Jonathan Santoso Kevin Kevin Lydia Loahardjo Lydia Loahardjo Michael Henry G Nathaniel Evan Wijaya Oentardjo, Yohanes Paravita Sri Wulandari Paravita Sri Wulandari Pretty Angelina Tay Pretty Angelina Tay Resmana Lim Reynaldi - Sedjie Ricky Ivan Wiyanto Roberto Siswanto Goni Roberto Siswanto Goni Rospala Hanisah Yukti Sari Safrudin I, Muhammad Yudha Sally Sally Samuel Eric Sentosa - Purnomo Stefanus Brian Juan Nday Tika - Harsono Vedi Wihono Susilo William Putera Suryanto William, Alexander Yohanes Febrian Onggara Yohanes Oentardjo