Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Implementation of Environmental-Based Occupational Health and Safety Management System (SMK3L) Using Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) Method on the Drainage Project in the City of Samarinda Rusli, Rusli; Zulkarnain , Isnaini; Agustina, Fitriyati
JSE Journal of Science and Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Science and Engineering
Publisher : LPPI Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jse.v3i1.4004

Abstract

The Semani Drainage Works Project (Sentosa-Remaja-A. Yani) is an initiative in the development of waterways in Samarinda City. The large-scale development and the high level of risk of work accidents on the project require close monitoring of the Environment-Based Occupational Health and Safety Management System (SMK3L). This study aims to identify potential hazards and analyze the risks of potential hazards and design improvements to reduce the impact of risks using the Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) method. The result of this research is the discovery of 117 potential hazards on projects located in three different locations. Where the drainage work on Jalan Pemuda 1 has a low risk level (low) of 21%, a moderate risk level (moderate) of 38%, a high risk level (high) of 41%, and an extreme risk level (extreme) of 0%. For drainage work on the D.I. Pandjaitan road, it has a low risk level (low) of 18%, a moderate risk level (moderate) of 31%, a high risk level (high) of 51%, and an extreme risk level (extreme) of 0%. And for the level of risk in drainage work on Sentosa road has a low risk level (low) of 18%, a moderate risk level (moderate) of 36%, a high risk level (high) of 46%, and an extreme risk level (extreme) of 0%. Risk control or improvement design focuses on Engineering Control and administration as well as Personal Protective Equipment (PPE).
Peran Mahasiswa dalam Pelaksanaan Pengerjaan Sloof dan Balok pada Proyek Gedung Puskesmas Harapan Baru Wahyuni, Eka; Pratiwi, Dheka Shara; Agustina, Fitriyati; Liana, Ulwiyah Wahdah Mufassirin; Yatnikasari, Santi; Siregar, Adde Currie; Harris, Abdul; Pane, Ivindra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 3 (2025): JPMII - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.792

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan teknis pada proyek pembangunan Gedung Puskesmas Harapan Baru di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan fokus pada pekerjaan struktur Sloof dan balok. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil terlibat secara aktif sebagai peserta pengabdian dengan peran utama sebagai pengawas lapangan sekaligus pembelajar. Melalui pendekatan observasi partisipatif, mahasiswa mendampingi proses konstruksi mulai dari persiapan, pembesian, pemasangan bekisting, hingga pengecoran Sloof dan balok. Selain mengamati dan mencatat prosedur teknis, mahasiswa juga memantau penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mendokumentasikan kendala teknis di lapangan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap praktik konstruksi nyata, terutama terkait metode pelaksanaan dan kontrol mutu pekerjaan struktur. Di sisi lain, keberadaan mahasiswa turut membantu meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Program ini memberikan kontribusi ganda, yakni penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknik sipil terapan dan dukungan terhadap kelancaran serta kualitas pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat.
Edukasi pencegahan stunting melalui sanitasi pengelolaan sampah dan higiene di SD Muhammadiyah 4 Samarinda Pramaningsih, Vita; Agustina, Fitriyati; Saputra, Harun; Aulia, Najwa; Atoillah, Nizar; Kurniawan, Deny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23352

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya angka stunting adalah kurangnya akses dan praktik kebersihan sanitasi yang baik, termasuk pengelolaan sampah. Lingkungan yang kotor dan tercemar dapat menyebabkan penyebaran penyakit, mengganggu penyerapan nutrisi. Maka perlu mengedukasi masyarakat sejak dini terkhusus pada siswa SD dan lingkungan sekolah. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan kegiatan penyuluhan, ceramah, diskusi dan demonstrasi praktek langsung tentang sanitasi pengelolaan sampah. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman tentang stunting dan pengelolaan sampah di kalangan siswa setelah dilakukan edukasi. Hal ini tercermin pada hasil pre test dan post test yang menunjukan peningkatan pemahaman pengetahuan. Pemahaman siswa, guru sebelum pemberian edukasi tentang stunting masih kurang dibandingkan pemahaman tentang pengelolaan sampah. Responden yang menjawab benar pada pretest untuk materi stunting lebih rendah kurang dari 50% dibanding dengan materi pengelolaan sampah. Kegiatan edukasi baik berupa penyuluhan maupun pendampingan perlu dilakukan pada lingkungan masyarakat sekolah maupun masyarakat umum, untuk mendukung penurunan stunting. Pemahaman yang dimikili siswa dan masyarakan menjadi modal awal untuk merubah perilaku mereka untuk menyadari akan pentingnya hidup bersih dan sehat dengan mewujudkan sanitasi dan hygiene. Kata kunci: edukasi; stunting; sampah; hygiene. Abstract Stunting is a global health problem that affects children's growth and development, with long-term impacts on human health and productivity. One of the factors contributing to the high rate of stunting is the lack of access to and practice of good sanitation hygiene, including waste management. A dirty and polluted environment can lead to the spread of disease, disrupting the absorption of nutrients. So it is necessary to educate the community from an early age, especially for elementary school students and the school environment. This community service method is carried out through counseling activities, lectures, discussions, and practical demonstrations on waste management and sanitation. The results showed a significant increase in understanding of stunting and waste management among students after education. This is reflected in the pre-test and post-test results, which show an increase in knowledge and understanding. The understanding of students and teachers before providing education about stunting is still less than the understanding of waste management. Respondents who answered correctly on the stunting material were lower than the waste management material. Educational activities in the form of counseling and mentoring need to be carried out in the school community and with the general public to support the reduction of stunting. The understanding that students and the community have is the initial capital to change their behavior to realize the importance of living clean and healthy by realizing sanitation and hygiene. Keywords: education; stunting; waste; hygiene.