Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Relationship Between Knowledge And Family Support With Adherence To Taking Medication For Hypertension Patients At The Jambi Police Biddokkes Pratama Polyclinic Septiani, Dian Mariza; AZ, Rasyidah; Octavia, Dian
Journal Hygeia Public Health Vol 3 No 2 (2025): June
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jhph.v3i2.7818

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease that requires long-term medication adherence. Patients’ compliance is often influenced by their knowledge and family support. Objective: To determine the relationship between knowledge and family support with medication adherence among hypertensive patients at Poliklinik Pratama Biddokkes Polda Jambi.Methods: This study used an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of hypertensive patients undergoing regular treatment. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the chi-square test.Results: The study found that most patients with high knowledge and good family support were more adherent to medication. There was a significant relationship between knowledge (p < 0.05) and family support (p < 0.05) with medication adherence.Conclusion: Patient knowledge and family support significantly influence medication adherence in hypertensive patients. Educational interventions and family involvement are essential to improve patient compliance.
Resources quantity and nurse welfare in the quality of nursing services Sari, Rian Maylina; Buhari, Basok; Octavia, Dian
Riset Informasi Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v12i1.716

Abstract

Background: Nursing management is a group of nurse managers who manage nurses’ organization and efforts, which eventually becomes a nursing process. Nurse resource development needs to be done to maintain the quality of nursing in providing nursing care to patients. One of the reasons for the low ability of quality of nursing services is the low level of well-being. The care received is not by rights, so it can affect a person’s performance, disrupting the quality of nursing services. This study aims to determine the number of resources and the level of welfare of nurses in the quality of nursing services. Methods: this research is a quantitative study with a cross-sectional data analysis method using the Chi-Square statistical test within the 5% significance limit, the total sampling technique with a sample size of 81 nurses. The data was collected with a questionnaire regarding the resources and welfare of nurses in the quality of nursing services. Result: statistical test results obtained v-value 0.007 <0.05 indicating a relationship between human resources and the quality of nursing services, 0.014 <0.05, which indicates a relationship between the welfare of nurses and the quality of nursing services. The findings related to the relationship between the number of nursing human resources and the quality of nursing services show that 55.8% of the quality of service is not good because the number of human resources is not good or does not meet needs, while the welfare of nurses on the quality of nursing services is 56.8% which is not good. Conclusion: the resources and well-being of nurses have a relationship with the quality of nursing services. Adequate resources and well-being can improve the quality of nursing services
Pelaksanaan Life Review Therapy dalam Upaya Pencegahan Bullying Pada Anak Sekolah Saswati, Nofrida Nofi; Octavia, Dian; Khairani, Annisa; Azzhahira, Nyimas Putri; Aulia, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.4568

Abstract

Pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang bullying dan  Life Review Therapy masih kurang di lingkungan sekolah. Tindakan  perilaku bullying dilingkungan sekolah, yang berdampak kepada psikologis siswa sehingga akan menurunkan prestasi belajar siswa dan bahkan berisiko kepada terjadinya bunuh diri. ketidak mampuan seseorang untuk berfikir positif lebih mudah untuk emosional sehingga mengakibatkan terajadinya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah yang lebih dikenal dengan bullying. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku bullying berupa pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan bullying dan pemberian life review therapy. Tujuan dari kegiatan ini untuk menambah pengetahuan peserta terkait upaya untuk mencegah terjadinya perilaku bullying dan meningkatkan kemampuan peserta menilai kekurangan dan kelebihanya dari pengalaman masa kanak-kanak. Metode pada kegiatan ini ceramah, diskusi dan simulasi. Peserta kegiatan terdiri dari anak kelas VI berjumlah 17 siswa. Hasil dari kegiatan terdapat penurunan perilaku bullying sebelum dan setelah dilakukan tindakan penkes dan life review therapy, sebelum kegiatan nilai rata-rata 31,29, nilai minimal dan maksimal 20-41, hasil setelah diberikan tindakan nilai rata-rata 26,88, nilai minimal dan maksimal 20-35. Rekomendasi kepada pihak sekolah untuk melakukan evaluasi kegiatan penkes tentang pencegahan bullying dan life review therapy. 
PERAN PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MERAWAT KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS Tambunan, Fransiska Twenty Apriyanti; Octavia, Dian; Sari, Rian Maylina
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 10 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i10.664

Abstract

Penyakit Diabetes melitus belakangan terjadi karena perubahan pola hidup. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran perawat dalam meningkat kemandirian keluarga dalam merawat keluarga dengan diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode literature review, dimulai dari pencarian data menggunakan artikel yang ditealah yang dicar dari database. Ditemukan 11 artikel yang dianalisis hanya ditemukan 7 artikel yang membahas mengenai peran perawat dalam meningkatkan kemandirian keluarga dengan jenis tindakan Supportive Group Therapy, home care, Diabetes Self Management Education (diabetes mellitus) Self Care dan Family Centre Nursing (SCFCN), Home Care Perkesmas dan Home Care pada Penyakit stroke Hasil telaah artikel yang telah dilakukan adalah peran perawat dalam meningkatkan kemandirian keluarga terbagi menjadi beberapa tema, yaitu dengan memberikan supportive group theraphy, home care, diabetes self management education (diabetes melitus.) dan edukasi. Dan Tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita diabtes melitus dimana sebelum dilakukan tindakan keperawatan tingkat kemandirian keluarga rata-rata berada dalam rentang kemandirian I dan setelah diberikan tindakan tingkat kemandirian keluarga meningkat dengan rata-rata tingkat kemandirian IV.
Edukasi Postur Kerja Secara Ergonomi untuk Meredakan Keluhan Nyeri Gangguan Muskuloskeletal (MSDS) pada Pekerja Batik Tulis Entianopa, Entianopa; Marisdayana, Rara; Octavia, Dian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17424

Abstract

ABSTRAK Pekerja batik tulis menghadapi tantangan fisik yang signifikan akibat postur kerja yang tidak ergonomis, yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSDs) seperti nyeri pada punggung, leher, dan bahu. Program Edukasi Postur Kerja secara Ergonomi untuk pekerja batik tulis bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pekerja agar mereka dapat menerapkan postur kerja yang benar, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pekerja tentang postur kerja ergonomis. Pelatihan ergonomi yang diberikan terbukti efektif dalam mengurangi prevalensi MSDs di kalangan pekerja batik, dengan penurunan keluhan nyeri yang signifikan setelah penerapan teknik yang diajarkan. Kata Kunci: Ergonomi, Batik Tulis, Pengetahuan, Muskuloskeletal  ABSTRACT Batik workers endure significant physical challenges due to unergonomic working postures, which can cause musculoskeletal disorders (MSDs) such as back, neck and shoulder pain. The Ergonomics Work Posture Education Program for batik workers aims to provide understanding and skills to workers so that they can apply correct work postures, as well as create a safer and more comfortable work environment. The method used in this community service is counseling. The results of the training showed a significant increase in workers' knowledge of ergonomic work postures. The ergonomics training provided was proven to be effective in reducing the prevalence of MSDs among batik workers, with a significant reduction in pain complaints after implementing the techniques taught. Keywords: Ergonomics, Batik, Knowledge, Musculoskeletal
Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kemandirian Lansia Sativa Yan, Loriza; Octavia, Dian; Fandini, Dian
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i1.165

Abstract

Proses penuaan berdampak pada kemunduran kemandirian aktivitas dan produktivitasi bagi populasi usia lanjut. Menurut survei awal yang didapat kan di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi banyak keluarga yang masih tidak sepenuhnya merawat lansia dirumah, dari sebagian banyak tugas kesehatan keluarga belum semua terlaksana, hal ini berkaitan dengan kamandirian aktivitas dari lansia yang tidak sepenuhnya melakukan aktivitasNamun dapat dicegah dengan memaksimalkan kapasitas faktor dalam karakteristik keluarga seperti tipe keluarga, tugas kesehatan keluarga dan pola caregiving. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik keluarga dengan kemandirian aktifitas lanjut usia. Desain penelitian bersifat cross sectional., dengan jumlah sampel sebanyak 94 orang yang terpilih secara accidental sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji analisis chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas lansia adalah perempuan dengan rentang usia responden 60-86 tahun, mayoritas lansia memiliki kemandirian aktivitas ketergantungan ringan dan tinggal bersama pasangan, sebagian besar karakteristik keluarga memiliki pola caregiving informal, tugas kesehatan keluarga terlaksana dengan baik. Peneltian ini juga menunjukkan hubungan yang signifikan bermakna antara karakteristik keluarga; tipe keluarga, tugas kesehatan keluarga, pola caregiving dengan kemandirian aktivitas pada kelompok lanjut usia. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dilakukan peningkatan kemampuan dan keterlibatan caregiver keluarga menjadi sanagt penting melaksanakan tugas kesehatan keluarga secara profesional.  
Development of Self-Awareness and Self-Management Instruments for Children to Support Physical Bullying Intervention Wirahandayani, Marthalisa; Octavia, Dian; Kurniawati, Kurniawati; Nadilla, Hana Syalwa
Journal of Nursing Care Vol 9, No 1 (2026): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v9i1.64764

Abstract

Physical bullying in school-age children hurts emotional development and self-regulation skills. Self-awareness and self-management are two core competencies in building children's psychological resilience. However, contextually relevant measurement instruments remain limited. This study aimed to develop and validate a culturally appropriate instrument to measure self-awareness dan self-management in school-age children based on the CASEL framework. A Research and Development (R&D) approach was employed, involving indicator development grounded in relevant theory and literature, content validity assessment by two experts (a pediatric nursing expert in child pyschosocial development and an educational psychology expert in psychosocial measurement), and psychometric testing. The instrument was tested on 210 children aged 9-11 years. Construct validity was examined using Exploratory Factor Analysis, and internal consistency reliability was assessed using Cronbach's Alpha. The final isntrument comprises 58 valid and reliable items grouped into two main constructs and ten underlying factors. This instrument is suitable for further application in assessing self-awareness and self-management among school-age children who experience bullying. 
Hubungan Pengetahuan dengan SPB serbagai Upaya Pencegahan Pnemonia pada Balita: The Relationship Between Parental Knowledge and SPB in the Prevention of Pneumonia Among Toddlers hana nadilla; Dian Octavia1; Nofrida Saswati; Gusti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i2.327

Abstract

Latar belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua, baik ayah maupun ibu, dengan self-protect behaviour (SPB) dalam pencegahan pneumonia pada balita. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Rawasari dan Puskesmas Paal 5 pada tanggal 30 Agustus hingga 08 September 2025 dengan melibatkan 150 responden yang terdiri dari 50 ayah, 50 ibu, dan 50 balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan SPB, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan sedang hingga tinggi, meskipun masih terdapat orang tua yang belum pernah menerima informasi terkait pneumonia. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ayah dan SPB (p = 0,012) serta pengetahuan ibu dan SPB (p = 0,010). Kesimpulan : Orang tua dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung menerapkan perilaku pencegahan pneumonia secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan keluarga.