Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGUKURAN EMPAT FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PADA BURUH PEREMPUAN Kurniati, Paskalia Tri
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buruh perempuan memegang peranan penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan sektor industri di Indonesia. Banyaknya peran dan tanggung jawab perempuan berdampak terhadap tingkat kualitas hidupnya. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya fungsi keluarga, lingkungan kerja, gaya hidup, dan status kesehatan terhadap kualitas hidup buruh perempuan di PT Pratama Abadi Industri Tahun 2017. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan desain cross-sectional dan 120 orang buruh perempuan sebagai responden pada divisi Manufacturing Product. Metode analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil pengujian hipotesis yaitu variabel kualitas hidup perempuan di PT Pratama Abadi Industri Tahun 2017 dipengaruhi oleh fungsi keluarga (16%), lingkungan kerja (26,8%), gaya hidup (10,62%) dan status kesehatan (28,13%). Pengaruh langsung sebesar 81,6%. Besaran variabel tidak langsung yaitu fungsi keluarga (0,008%), lingkungan kerja (0,006%), gaya hidup (0,002%), dan status kesehatan (0,000%). Total pengaruh langsung dan tidak langsung sebesar 83.16%. Model hasil analisis dapat menjelaskan 99,1% keragaman data dan mampu mengkaji fenomena dalam penelitian, sedangkan 0,9% dijelaskan komponen lain. Kesimpulannya status kesehatan lebih berpengaruh terhadap kualitas hidup buruh perempuan. Saran penelitian sebaiknya buruh perempuan melakukan pola hidup sehat, menggunakan alat perlindungan diri dengan baik, memanfaatkan waktu bersama keluarga dalam upaya peningkatan kualitas hidup.
HUSBAND SUPPORT AND HEALTH WORKERS SUPPORT ON IVA EXAMINATION PRACTICES IN FERTILE AGE WOMEN Kurniati, Paskalia Tri
JOURNAL OF RESEARCH IN PUBLIC HEALTH SCIENCES Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Krafon Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.478 KB) | DOI: 10.38062/jrphs.v1i1.43

Abstract

Early detection of cervical cancer is an innovative breakthrough in health development to reduce mortality and morbidity due to cervical cancer. Until 2016 there was a decline in visits of fertile age women to conduct IVA screening to Tanjung Puri Health Center, but in 2017 there were 2 people with positive IVA. This study aims to determine the relationship of husband's support and support of health workers with the practice of IVA examination at fertile age women. This research method is a type of non-quantitative quantitative research using a correlation study approach (cross sectional). The sample in this study was taken by accidental sampling in the first week of December, amounting to 57 fertile age women. The results showed that 9.6% of fertile age women had never done IVA examinations, 50.9% of fertile age women did not receive husband support and 54.4% of fertile age women received support from health workers. The conclusion is that there is a relationship between husband's support and the practice of IVA examination to conduct IVA examination. The results of statistical tests show that there is a relationship between husband support (p=0.016) and health care support (p=0.032) with the practice of IVA examination. Efforts are needed to improve the dissemination and effective and continuous way of delivering information by health workers to fertile age women and involve fertile age women couples to fully support the IVA examination.
LEVEL OF KNOWLEDGE OF PREGNANT MOTHERS ABOUT MOTHER AND CHILD HEALTH BOOK AT PUSKESMAS DURIAN RIVER, SINTANG REGENCY Paskalia Tri Kurniati; Yuli Ayu Nur Sinta
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 2 No 02 (2022): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v2i2.489

Abstract

Peningkatan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup khususnya bagi ibu dan bayi dapat dilakukan melalui pemantauan kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan yang dapat dipantau melalui Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Hampir setiap ibu hamil memiliki buku KIA, namun sebagai evaluasi dari transfer informasi tersebut belum dilaksanakan sehingga belum dapat diketahui apakah informasi terkait masalah sehat bagi ibu dan anaknya dalam buku KIA sudah diterima dengan baik atau belum. Hasil RISKESDAS 2018 masih terlaporkan 30% ibu hamil tidak memiliki buku KIA dan masih tercatat 10% yang tidak dapat menunjukkan kepemilikan buku KIA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh seorang wanita hamil terkait buku KIA di Puskesmas Sungai Durian Sintang Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 31 ibu yang sedang dalam kondisi hamil, dengan teknik sampel adalah random sampling. Hasil diperoleh sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan kurang tentang Buku KIA sebanyak 18 (58%), sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan cukup tentang pemahaman penggunaan buku KIA sebanyak 20 (65%), dan sebagian dari responden memiliki pengetahuan yang kurang dalam mengaplikasikan buku KIA sebanyak 13 (42%). Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam pelayanan oleh petugas kesehatan di lapangan kepada ibu hamil bahwa pentingnya Buku KIA dalam pemberian informasi perkembangan kesehatan ibu dan anaknya serta rutin dalam memfollow up pemahaman ibu tentang Buku KIA. 
Efektivitas Pemberian Bubur Jawak (Setaria italica) dalam Peningkatan Berat Badan dan Tinggi Badan pada Balita Stunting di Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang Paskalia Tri Kurniati; Sunarti Sunarti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3266

Abstract

Stunting adalah balita dengan status gizi berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umur. Dengan standar baku WHO, jika nilai Z-scorenya kurang dari -2SD maka dikategorikan pendek dan dikategorikan sangat pendek jika nilai Z-scorenya kurang dari -3SD (Kemenkes, 2020). Tujuan penelitian untuk mengetahuai efektivitas pemberian bubur jawak (setaria italica) dalam peningkatan berat badan dan tinggi badan pada balita stunting di Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini  menggunakan rancangan quasi – experimental one group pre test – post test design. Sebanyak 45 sampel dengan total sampling yaitu seluruh balita stunting di Desa Lalang Inggar dan Desa Nyangkom, Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Analisis data menggunakan paired t test dengan sebaran data normal. Hasil penelitin menunjukkan terdapat peningkatan berat badan (p<0,005) dan tinggi badan (p<0,001) pada balita stunting di Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang.  Pemberian bubur jawak (setaria italica) efektif dalam peningkatan berat badan dan tinggi badan pada balita stunting di Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Disarankan dapat memanfaatkan pangan lokal termasuk konsumsi olahan biji jawak untuk meningkatkan status gizi balita.
Penyuluhan Tentang Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi pada Wanita Usia Subur Paskalia Tri Kurniati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): April 2021 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2228.06 KB) | DOI: 10.25008/altifani.v1i2.125

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan yang paling sensitif untuk menentukan derajat kesehatan anak di suatu negara. Balita digolongkan gizi kurang atau gizi buruk berisiko memiliki masa depan suram karena dampak jangka panjang dari kurangnya gizi mereka. Kekurangan gizi dapat berakibat pada menurunnya tingkat kecerdasan anak-anak. Menurunnya kualitas manusia usia muda berarti hilangnya sebagian besar potensi pandai yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan bangsa (Supariasa, 2012). Angka prevalensi balita stunting pada tahun 2013 adalah 37,2%, turun sebesar 6,4 % di tahun 2018 yaitu (30,8%) dan terus turun 3,1 persen di tahun 2019 yaitu 27,67% (SSGBI, 2019).  Penyuluhan ini bertujuan untuk peningkatan status gizi dan pemenuhan nutrisi pada wanita usia subur yang sangat berpengaruh pada kejadian stunting yang terjadi pada balita. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman wanita usia subur dalam pemenuhan nutrisi bagi dirinya, baik sebelum masa kehamilan, pada saat hamil akan memberikan dampak bagi peningkatan kejadian stunting, yang akhirnya berdampak panjang bagi tumbuh kembang anak dan masa depan generasi selanjutnya. Metode kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media slide power point yang berisi penjelasan mengenai cara pemenuhan nutrisi dan leaflet agar audiance lebih memahami pesan yang disampaikan dalam penyuluhan. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat menjadi paham tentang pentingnya pemenuhan gizi pada wanita usia subur agar kejadian stunting dapat dicegah sejak awal.
DETERMINAN KEJADIAN DROP OUT PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KABUPATEN SINTANG Rizki Amartani; Paskalia Tri Kurniati; Yolanda Montessori; Yunida Haryanti; Arum Seftyana Lestari; Lea Masan; Elvi Juliansyah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.763

Abstract

Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu strategi pengendalian populasi, namun inkontinensia penggunaan kontrasepsi menjadi masalah yaitu sebanyak 27 persen wanita menghentikan penggunaan kontrasepsi dalam waktu 1 tahun. Angka putus sekolah yang lebih tinggi pada metode kontrasepsi non-jangka panjang dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Akseptor yang mengalami Drop Out di Kabupaten Sintang sebesar 13,74 persen, lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar 10 persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian drop out penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur di Kabupaten Sintang Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 172 yang terdiri dari 86 orang. kasus dan 86 kontrol. Kasus adalah pasangan usia subur yang dinyatakan drop out sejak 1 tahun setelah menggunakan kontrasepsi selama 5 tahun dan kontrol yaitu pasangan usia subur yang masih menggunakan kontrasepsi sampai dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai September 2017 dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis bivariat umur ibu (p: 0,87, OR: 1,04), paritas (p: 0,047, p: 0,049, OR: 6,6, OR: 4,43), tingkat Pendidikan (p: 0,958 , p: 0,449, p: 0,701, OR: 0,88, OR: 1,64, OR: 1,54), tingkat pendapatan (p; 0,988, OR: 1,04), pengetahuan (p: 1, ATAU: 1). Metode kontrasepsi (p: 0,036, p: 0,47), jenis layanan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) (p: 0,408, OR: 0,70), konseling kontrasepsi (0,321 , OR: 1,48) dan kualitas layanan kontrasepsi (p: 0,768 , ATAU: 0,86). Kesimpulan determinan internal dan eksternal yang berhubungan dengan kejadian drop out pengguna kontrasepsi adalah paritas dan metode kontrasepsi pada Pasangan Lanjut Usia (PUS). Saran, diharapkan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap semua metode kontrasepsi, agar dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Hubungan Strategi Coping, Dukungan Keluarga dan Dukungan Bidan Terhadap Kecemasan Primigravida Menghadapi Persalinan di PMB Ambarwati Kabupaten Sintang Arum Seftiani Lestari; Dian Ika Pratiwi; Atri Rudtitasari; Paskalia Tri Kurniati; Yunida Haryanti; Rizki Amartani; Miftah Chairunnisa
Jurnal Medika Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v2i1.924

Abstract

Any woman who is pregnant will feel anxiety and concerns when faced with her delivery the first pregnacy. This is caused by lack of experience and the fear of high risk during childbirth. The purpose of this study was to determine the relationship betwen coping strategies, family support and midwife with anxiety during delivery among mother with first pregnancy in PMB Ambarwati. This study used a descriptive analytical method with cross sectional approach. The sample of 32 respondents. The sampling technique used total sampling. The result show that a significant relationship between coping strategies anxiety during delivery among mother with first pregnancy Pvalue = 0,018 (OR= 8. 95% CI 1,5-42,5). There is a significant relationship between family support anxiety during delivery among mother with first pregnancy with Pvalue = 0,001 (OR= 25. 95% CI 3,5-182). There is a significant relationship between midwife support anxiety during delivery among mother with first pregnancy Pvalue = 0,049 (OR= 6. 95% CI 1,2-32,3). Suggestion research is for PMB Ambarwati provided advice on preparing for childbirth in order to minimize the occurence of anxiety.
HAMBATAN PEMANFAATAN PELAYANAN NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X : STUDI KUALITATIF Montessori, Yolanda; Haryanti, Yunida; Amartani, Rizki; Masan, Lea; Tri Kurniati, Paskalia
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2498

Abstract

Postpartum period is a critical period for a mother and newborn because long-term health risks occur in this period. Maternal and neonatal deaths mostly occur in the first week after delivery. On the other hand, the postpartum period is a time that is often missed when obtaining quality midwifery services, especially in low and middle income countries. The aim of this research is to determine the barriers to utilizing postpartum services in the Puskesmas X Work Area in 2023. This research is a qualitative research using a phenomenological approach. Five informants were interviewed semi-structuredly, consisting of 1 mother postpartum 1 month, 2 mothers postpartum 2 months, and 2 mothers postpartum 3 months who were selected using purposive sampling technique. Based on the results of the thematic analysis, postpartum mothers have low knowledge about postpartum visits, so awareness about making visits is also lacking. Apart from that, the length of time that must be taken to be checked at a health service facility, inadequate means of transportation to access health service facilities, and not having a supply of expressed breast milk when having to leave the baby at a health service facility are also factors preventing postpartum mothers from making postpartum visits. Apart from that, health workers have not been optimal in providing information regarding the national policy of postpartum visits 4 visits and health workers in the local area have not made home visits. So home visits can be a solution so that midwives can continue to provide education and support to postpartum mothers.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN SINTANG TAHUN 2021 Paskalia Tri Kurniati
JURNAL MEDIKA USADA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v5i1.128

Abstract

Stunting is a toddler with nutritional status based on length or height according to age when compared to the WHO standard, the Z-score value is less than -2SD and is categorized as very short if the Z-score value is less than -3SD (Ministry of Health, 2020). The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and mother's attitude to the incidence of stunting in toddlers. Quantitative research method with cross sectional approach. The sampling technique used is Simple Random Sampling with 124 respondents who have toddlers. The research instrument used a closed questionnaire. The results of the Chi Square test analysis showed that there was a relationship between the mother's level of knowledge on the incidence of stunting in toddlers with a value (P = 0.000 <0.05) and an OR = 5.091, which means that mothers with less knowledge are at risk of having babies with stunting. The results of the Chi Square test analysis showed that there was a relationship between the mother's attitude towards the incidence of stunting in toddlers with a value (P = 0.001 <0.05) and an OR value = 3.712, which means that mothers with unsupportive attitudes are at risk of having babies with stunting events. It is recommended that health workers, especially nutrition workers and midwives, should be able to increase mother's knowledge and positive attitudes about proper nutrition for toddlers so that stunting can be prevented from an early age.