Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Jeumpa

Potensi Air Cucian Beras Ketan Hitam (Oryza sativa var. glutinosa) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Candida albicans Billa, Ardha Sasa; Rahmayanti, Rahmayanti
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i2.8506

Abstract

Media pertumbuhan yang umum digunakan untuk pertumbuhan Candida albicans adalah media Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Namun, media ini harganya relatif mahal dan hanya dapat diperoleh pada tempat tertentu. Kebutuhan akan media sintesis ini terbilang cukup tinggi sehingga saat ini banyak yang beralih menggunakan media alternatif lainnya salah satunya adalah air cucian beras ketan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi air cucian beras ketan hitam (Oryza sativa var. glutinosa) sebagai media uji yang efektif untuk pertumbuhan Candida albicans. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan pada Maret-April 2023 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan D III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Aceh. Air cucian beras ketan hitam dengan konsentrasi 10% dan 50% digunakan sebagai media dan koloni Candida albicans sebagai parameter dengan waktu pengamatan selama 4x24 jam pada suhu 37°C. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui penilaian ada tidaknya pertumbuhan Candida albicans pada media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan koloni Candida albicans pada media alternatif dengan ciri-ciri makroskopis berwarna putih kekuningan, berbau ragi, permukaan cembung, koloni yeast berbentuk bulat, dan koloni berjumlah banyak. Pada pengamatan secara mikroskopis ditemukan Candida albicans dengan ciri-ciri berupa spora berbentuk bulat lonjong yang disebut dengan pseudohifa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa air cucian beras ketan hitam dapat digunakan sebagai media alternatif SDA untuk pertumbuhan Candida albicans pada konsentrasi 10% dan 50%.
Kemampuan Media Alternatif Air Rebusan Biji Kluwih (Artocarpus communis) sebagai Subtitusi Media Potato Dextrose Agar (PDA) untuk Kultur Candida albicans Aulia, Ridha; Rahmayanti, Rahmayanti; Wahyuni, Syarifah
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa (In Progress)
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10691

Abstract

Kultur Candida albicans di laboratorium umumnya menggunakan media potato dextrose agar (PDA). Media sintesis ini memiliki harga relatif mahal dan diperoleh hanya di tempat tertentu, sehingga perlu adanya media alternatif untuk kultur Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan media alternatif air rebusan biji kluwih (Artocarpus communis) sebagai substitusi media PDA untuk pertumbuhan Candida albicans. Penelitian eksperimen ini dilakukan pada Juni 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan D III TLM Poltekkes Kemenkes Aceh. Penelitian menggunakan air rebusan biji kluwih sebagai media dan koloni jamur Candida albicans sebagai parameternya. Analisa pertumbuhan dilakukan dengan waktu 3×24 jam pada suhu 37°C. Pertumbuhan Candida albicans diamati berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan penilaian keberadaan pertumbuhan Candida albicans pada media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni Candida albicans pada media dengan ciri makroskopis berwarna putih kekuningan, berbau yeast, cembung bagian permukaan, koloni ragi berbentuk bulat, dan berjumlah banyak. Sedangkan analisa Candida albicans secara mikroskopis memiliki ciri berupa spora dengan bentuk bulat lonjong (pseudohifa). Dapat disimpulkan bahwa media alternatif air rebusan biji kluwih dapat digunakan sebagai media substitusi PDA untuk kultur Candida albicans.
Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Cacingan terhadap Pencemaran Tanah Halaman Rumah oleh Telur Cacing STH (Soil Transmitted Helminths) di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh Rahmayanti, Rahmayanti; Fitriana, Fitriana; Darmawati, Darmawati
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.10777

Abstract

Nematoda masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dengan prevalensi nematoda yang masih tinggi yaitu sebesar 45-65%. Di daerah tertentu yang sanitasinya buruk, prevalensi nematoda bisa mencapai 80%. Infeksi STH (Soil Transmitted Helminths) menyebar melalui telur yang dikeluarkan dari kotoran individu yang terjangkit. Tanah berfungsi sebagai salah satu media penularan infeksi cacing, karena lapisan permukaan tanah menjadi habitat bagi telur cacing yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kotoran dari individu yang terinfeksi cacing merupakan sumber utama untuk pencemaran tanah. Pengetahuan seorang ibu merupakan salah satu faktor yang memiliki dampak signifikan terhadap pencemaran tanah di halaman rumah yang disebabkan oleh telur cacing STH. Studi ini memiliki karakteristik deskriptif dengan desain penelitian berbasis potongan lintang. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Juni hingga Juli 2023 di Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, serta analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan D III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Aceh. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemahaman ibu mengenai cacingan terkait dengan kontaminasi tanah di halaman rumah oleh telur cacing STH (Soil Transmitted Helminths) adalah sebagai berikut: sebanyak 12 orang (24%) memiliki pengetahuan yang baik, 24 orang (48%) memiliki pengetahuan yang kurang baik, dan 14 orang (24%) memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil analisis tanah di pekarangan rumah responden menunjukkan bahwa tingkat pencemaran telur cacing STH mencapai 26%. Tanah di halaman rumah responden menunjukkan tingkat kontaminasi tertinggi oleh telur cacing Ascaris lumbricoides, mencapai angka 84,6%.
Deteksi Aspergillus sp. pada Kecap Manis Pedagang Bakso Goreng dan Bakar di Kopelma Darussalam Banda Aceh Nufus, Hayatun; Rahmayanti, Rahmayanti
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i2.12960

Abstract

Aspergillus sp. adalah salah satu jamur kontaminan yang sering ditemukan di udara dan dapat mencemari makanan, merusak kualitas bahan pangan, dan beberapa jenisnya mampu menghasilkan mikotoksin berbahaya. Kecap manis merupakan bumbu yang umum digunakan dalam makanan jajanan, namun kondisi penyimpanan yang tidak higienis dapat memicu kontaminasi jamur, khususnya Aspergillus sp. yang berpotensi menghasilkan mikotoksin berbahaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeteksi keberadaan jamur Aspergillus sp. pada kecap manis yang digunakan oleh pedagang bakso goreng dan bakso bakar di kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil 6 sampel kecap manis. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis menggunakan media potato dextrose agar (PDA) dan reagen KOH 10%. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi kualitatif, tabel, dan gambar hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Hasil identifikasi kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis dan karakteristik jamur Aspergillus sp. yang ditemukan Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 sampel (50%) positif Aspergillus niger, 1 sampel (16,7%) positif Mucor sp., dan 2 sampel (33,3%) negatif. Ditemukannya jamur kontaminan pada kecap manis menunjukkan perlunya perhatian terhadap kebersihan dan penyimpanan kecap oleh pedagang guna menjaga keamanan pangan.