Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PROFESSIONAL QUALITY OF LIFE OF NURSES IN PRIVATE HOSPITALS IN WESTERN INDONESIA [GAMBARAN KUALITAS HIDUP PROFESIONAL PADA PERAWAT DI SATU RUMAH SAKIT SWASTA INDONESIA BAGIAN BARAT] Ester Ria Ersanti; Virzinia Ny Rondang Bulan; Yenni Ferawati Sitanggang; Elissa Oktoviani Hutasoit
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 6, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v6i2.1906

Abstract

Professional Quality of life is individual’s quality in his/her works as a helper who has aspect which influence him/her to do their work which divided into two aspect of positive and negative aspect. Positive aspect is a compassion satisfaction while negative aspect included burn out and secondary trauma stress. Result of the interview from four nurses in Western Indonesia showed that the nurses experience high stress in doing their work which caused by too many patients as well as complaining from the patients. The purpose of this study is to know the quality of professional life in nurses of private hospital in Western Indonesia. The research method is descriptive quantitative with univariate analysis. This study used questionnaire entitled Professional Quality of Life Scale (ProQOL). From 32 respondents of nurses’ associate, it was revealed that 24 nurses (75%) were in moderate level of compassion satisfaction while seven other nurses (22%) were on high level of compassion satisfaction. Next, on burn out was found out that 17 nurses (53%) in moderate level and 15 nurses (47%) in ow level of burn out. For the last aspect of secondary trauma stress showed the interesting result which showed the same percentage of nurses (50%) n both level low and moderate. The researcher hopes that in the future there will be a research about factors that relates to professional quality of life to the nurses.BAHASA INDONESIA ABSTRAK Kualitas hidup profesional (KHP) adalah kualitas seseorang dalam pekerjaannya untuk menjadi seorang penolong yang memiliki aspek yang berpengaruh dalam melakukan pekerjaan yang terbagi dalam dua aspek yaitu, aspek positif dan aspek negatif. Aspek positif meliputi compassion satisfaction, sedangkan aspek negatif adalah compassion fatigue yang terdiri dari burn out dan secondary trauma stres. Hasil wawancara yang dilakukan pada empat perawat di Rumah Sakit Swasta di Indonesia Bagian Barat, perawat mengatakan mengalami stres yang tinggi dalam melakukan pekerjaannya yang diakibatkan karena banyaknya jumlah pasien dan komplain dari pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup profesional pada perawat di satu Rumah Sakit Swasta Indonesia bagian Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisa univariat. Penelitian ini menggunakan kuesioner berjudul Professional Quality Of Life Scale (ProQOL). Dari total 32 responden perawat pelaksana didapatkan hasil 24 perawat (75%) berada pada level sedang compassion satisfaction, sedangkan tujuh perawat (22%) berada pada level tinggi compassion satisfaction. Selanjutnya untuk burn out sedang ditemukan pada 17 perawat (53%) dan 15 perawat (47%) berada di level rendah burn out. Pada aspek secondary trauma stress menunjukkan hasil yang menarik yaitu perawat tercatat memiliki level rendah dan sedang dengan persentase yang sama yaitu 50% pada masing-masing level. Peneliti berharap  peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor yang berkaitan dengan kualitas hidup profesional pada perawat.
Incidence of Phlebitis Following the Use of Peripheral IV Line at X Hospital Margareta Sijabat; Sisilia Desiana Nduru; Ayu Monaretha B; Yenni Ferawati Sitanggang; Elissa Oktoviani Hutasoit
Indonesian Contemporary Nursing Journal Volume 5 No. 2 Februari 2021
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/icon.v5i2.10859

Abstract

Introduction: Intravenous (IV) line infusion therapy is a therapy given to patients who are admitted or having a specific therapy. The IV-line therapy may include fluid therapy, medication administration and blood therapy. Based on the data found in Hospital X, there were 30 incidence of phlebitis in 2017. This study aimed to describe the factors of phlebitis incidence in X hospital. Method: This study was a retrospective study using 50 clinical record of the inpatient patients. The inclusion criteria were all documents of those who are hospitalized at least three days. Result: The result describes three factors following the incidence of phlebitis, such as intrinsic factors, chemical factors, and mechanical factors. The Intrinsic factors included age, gender and medical diagnosis. While Mechanical factors consist of the size of catheter, location and length of infusion. The Chemical factors were of infusion fluid type and infusion rate. Conclusion: The conclusion of this study was the three factors are modifiable factors. Thus, nurses need to assess and evaluate patients’ infusion in order to prevent a higher case of phlebitis. As a recommendation for further study is to analyze the correlation between those factors to the incidence of phlebitis. 
Edukasi Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Tanggap Darurat Pada Anggota Palang Merah Remaja (PMR) Dan Osis Smp Pahoa Terpadu Gading Serpong, Tangerang Elissa Oktoviani Hutasoit; Juhdeliena .; Yakobus Siswadi; Masrida Adolina Panjaitan; Sarah Lidya Cicilia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.92 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.909

Abstract

Remaja merupakan masa dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja merupakan salah satu kelompok vulnerable dalam tatanan masyarakat, mereka memiliki aktivitas yang dinamis, namun kadang tidak diimbangi dengan istirahat serta pola makan yang teratur. Banyaknya aktifitas yang dilakukan oleh siswa/i di sekolah membuat mereka mudah mengalami jatuh sakit dan cidera. Hal yang paling sering dilakukan oleh anak usia remaja saat di sekolah adalah olah raga, upacara bendera, dan aktifitas lainnya. Masalah yang dihadapai Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Pahoa Terpadu Gading Serpong Tangerang adalah jatuh, fraktur, trauma kepala, dan pingsan. PkM FoN meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam pertolongan pertama tanggap darurat pada anggota PMR di sekolah tersebut. Tujuan PKM ini agar ada pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan anggota PMR pada siswa/I. SMP Pahoa dipilih sebagai partner dalam PKM ini karena dilihat dari aksesabilitas adalah mudah dijangkau selain itu FoN UPH ingin menjangkau dari lingkungan dekat supaya mereka juga merasakan keberadaan FoN. Kegiatan PKM ini meliputi pretest, pemberian materi, demonstrasi, redemonstrasi dan posttest. Jumlah siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 64 orang. Hasil dari kegiatan ini didapatkan terjadi peningkatan nilai rerata yang signifikan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi first aid dengan selisih rerata sebanyak 26,56 (p value =0,000)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI PENATALAKSANAAN HIDUP SEHAT BERKUALITAS PADA PASIEN HEMODIALISA DI MASA PANDEMI HEMAN PAILAK; Juhdeliena Juhdeliena; Eva Chris. V. Gultom; Elissa Oktoviani Hutasoit; Elfrida Silalahi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1464

Abstract

Pandemi Covid 19 mengakibatkan tingginya angka kematian pasien di rumah sakit sehingga berdampak pada perubahan pelayanan kesehatan. Kegiatan pelayanan kesehatan saat ini lebih berfokus pada skrining, pencegahan dan pengobatan penyakit saja, sehingga edukasi yang diberikan kepada pasien hemodialysis menjadi minimal. Padahal edukasi ini sangat penting untuk meningkat kualitas hidup pasien hemodialysis melalui pembatasan cairain, kebutuhan nutrisi dan dukungan keluarga. Jumlah peserta dalam seminar ini sebanyak 30 orang. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan pasien hemodialysis mengenai manajemen cairan, nutrisi dan dukungan keluarga. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dengan pre- pos-test. Hasil yang didapatkan 4 orang dengan pengetahuan setelah edukasi lebih rendah dibandingkan dengan pengetahuan sebelum edukasi. 21 orang memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding dengan sebelum edukasi. 5 orang memiliki pengetahuan yang tetap. Hasil dari edukasi yang diberikan menunjukkan perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum edukasi dengan sesudah edukasi (p-value= 0,000).
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI 5M DAN 3T UNTUK PERSIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SEKOLAH Elissa Oktoviani Hutasoit
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1468

Abstract

Wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia mengakibatkan seluruh aspek kehidupan sangat terganggu, termasuk pada sektor pendidikan. Kebijakan belajar dari rumah menjadi alternatif agar peserta didik tetap mendapaatkan haknya dalam memperoleh layanan pendidikan. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kemendikbud menunjukkan adanya penurunan hasil belajar selama belajar dari rumah. Berdasarkan hal tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk dilakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) dengan tetap menerapkan protocol kesehatan. Tujuan PKM ini adalah agar ada pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan terkait Protokol Kesehatan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas dan 3T yaitu testing, tracing dan treatment untuk mencegah peningkatan insidensi kasus Covid-19 di lingkungan sekolah dan untuk mengoptimalkan penurunan insidensi tersebut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di sekolah Pendidikan Advent Depok Timur. Metode kegiatan yang dilakukan adalah ceramah dan diskusi dalam bentuk webinar mengenai Protokol 5M dan 3T. Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Jumlah peserta yang hadir adalah 100 orang untuk sesi satu dan 14 orang pada sesi 2. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti webinar, dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan siswa/siswi/orangtua murid pada sesi 1 adalah 12 poin, dan pada sesi 2 adalah 38 poin.
SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DAN DAMPAK DIABETES MELLITUS TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Manurung, Evanny Indah; Veronica Gultom, Eva Chris; Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Hutasoit, Elissa Oktoviani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1997

Abstract

Latar Belakang Wanita memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga, baik sebagai ibu, istri, dan sebagai bagian dari masyakarat. Ketika seorang wanita sehat, hal tersebut menjadi indikator keluarga yang sehat. Dalam proses kehidupan, wanita diperhadapkan dengan menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause, sehingga wanita tidak luput dengan permasalahan reproduksi. Wanita mempunyai sistem reproduksi yang sensitif terhadap kerusakan seperti disfungsi atau penyakit. Jemaat Gereja HKBP Gading Serpong memiliki populasi wanita sebanyak 100 orang dengan rata-rata usia diatas 17 tahun. Banyaknya kelompok wanita dalam komunitas ini akan memicu banyaknya permasalahan reproduksi. Salah satu permasalahan yang sudah terjadi adalah terdapat jemaat wanita yang meninggal akibat kanker serviks dan kanker payudara. Banyak faktor yang dapat memengaruhi permasalahan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus, dimana penyakit ini dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi itu sendiri. Oleh karena itu pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan edukasi tentang kesehatan reproduksi ini sangat penting. Tujuan Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan wanita terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan dampak diabetes mellitus terhadapnya. Metode Pemeriksaan GDS dan penyuluhan dengan ceramah. Sebelum dan setelah seminar peserta diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test. Hasil Hasil analisis pada pre-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 60.68, sedangkan pada post-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 75.36.
Efektivitas Massage Punggung Dan Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi: Kajian Literatur Lofitania, Elsa; Patarru, Gayus; Meiliana Eka Swatanti, Thalita; Chris Veronica Gultom, Eva; Oktoviani Hutasoit, Elissa
Journal of Intan Nursing Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v1i2.80

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg setelah dilakukan pengukuran dalam kondisi tenang. Jumlah kasus hipertensi di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Penatalaksanaan hipertensi dapat menggunakan metode farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologi adalah massage punggung dan kaki. Tujuan: Mengidentifikasi keefektifan massage punggung dan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan metode kajian literatur. Database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, dan Pubmed. Kriteria inklusi yaitu primary resource, jurnal dengan tahun terbit 2011-2021 artikel bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, artikel penelitian metode kuantitatif (true experiment Randomized Controlled Trials (RCTs) dan Quasy Experiment) dan artikel full text. Menggunakan empat kata kunci. Menganalisis artikel kajian literatur menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Hasil: Hasil review menunjukan pemberian massage punggung dan kaki menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, penurunan nilai tekanan darah lebih signifikan ketika pemberian massage dilakukan dalam intensitas dan durasi yang lebih panjang. Kesimpulan: Massage punggung dan kaki efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan bisa digunakan sebagai terapi pendukung obat antihipertensi dalam mengontrol tekanan darah penderita hipertensi.
Karakteristik & Diagnosis Keperawatan Pasien Covid-19: Studi Dokumentasi Juhdeliena, Juhdeliena; Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Hutasoit, Elissa Oktoviani; Hutasoit, Exadina Romaito
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.548 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10723

Abstract

ABSTRACT Health workers are at the forefront of health services needed for suspected and confirmed COVID-19 patients. Nurses have considerable control over conducting initial examinations of patients. The initial examination is carried out by nurses as part of the nursing process. Knowing the characteristics of COVID-19 patients who are treated will help nurses formulate nursing diagnoses, intervene, and evaluate.  Analyze patient characteristics and nursing diagnoses of COVID-19 patients. The research design was descriptive-quantitative with a retrospective documentation study approach. The sample amounted to 40 medical record documents. The results of this study found that cough (75%) was the main symptom complained of by COVID-19 patients, with the average age of COVID-19 patients treated being 48.13 years, the mean systolic blood pressure being 132.25 mmHg, the mean diastolic blood pressure being 81.03 mmHg, the mean temperature at initial admission being 36.6 oC, and the mean length of stay being 13.1 days. The nursing diagnosis most often raised in patients with COVID-19 is airway clearance ineffectiveness (45%). There were 18 characteristics of COVID-19 patients obtained during the initial assessment, and seven nursing diagnoses were raised when the patient was hospitalized. Keywords: Nursing Diagnosis, COVID-19 Patient Characteristics, COVID-19 Pandemic  ABSTRAK Tenaga Kesehatan menjadi lini garis terdepan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pada pasien suspek maupun terkonfirmasi COVID-19. Perawat memegang kendali yang cukup besar dalam melakukan pemeriksaan awal pada pasien. Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh perawat sebagai bagian dari proses keperawatan. Dengan mengetahui karakteristik pasien COVID-19 yang dirawat maka akan membantu perawat untuk merumuskan diagnosis keperawatan, melakukan intervensi dan evaluasi. Menganalisis karakteristik pasien dan diagnosis keperawatan pasien COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi dokumentasi retrospektif. Sampel berjumlah 40 dokumen rekam medis. Hasil penelitian ini didapatkan batuk (75%) menjadi gejala utama yang dikeluhkan oleh pasien COVID-19, dengan rerata usia pasien Covid- 19 yang dirawat adalah 48,13 tahun, rerata tekanan darah sistolik 132,25 mmHg, rerata tekanan darah diastolic 81,03 mmHg, rerata suhu saat awal masuk 36,6oC, rerata lama rawat 13,1 hari. Untuk diagnosis keperawatan yang paling sering diangkat pada pasien dengan COVID-19 adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas (45%). Terdapat 18 karakteristik pasien COVID-19 yang didapatkan saat pengkajian awal, dan tujuh diagnosis keperawatan yang diangkat saat pasien menjalani rawat inap. Kata Kunci: Diagnosis Keperawatan, Karakteristik Pasien COVID-19, Pandemi COVID-19
Edukasi First Aid Dan Bantuan Hidup DasarPada Komunitas Gereja Di Tangerang Eva Chris Veronica Gultom; Evanny Indah Manurung; Marisa Junianti Manik; Elissa Oktoviani Hutasoit; Heman Pailak; Ekarisma Elisabeth Aprilia Udju; Suntoro Suntoro; Kesia Oktrivina Wanti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1107

Abstract

First aid merupakan tindakan pertama yang dilakukan kepada seseorang yang membutuhkan pertolongan dengan segera. Kondisi ini dapat berupa henti jantung (cardiac arrest) yang dapat terjadi di komunitas mana pun, termasuk komunitas gereja. Korban yang mengalami cardiac arrest dapat diberikan pertolongan dengan melakukan bantuan hidup dasar berupa Resusitasi Jantung Paru (Cardiopulmonary Resucitation). Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan first aid dan bantuan hidup dasar bagi jemaat di gereja GBI Glow Karawaci, Tangerang. Metode yang dilakukan berupa ceramaah, demonstrasi, dan praktik keterampilan peserta. Jumlah peserta yang hadir 32 orang dengan kategori usia, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan yang beragam. Selain itu, sebagian besar peserta adalah perempuan. Sebelum kegiatan peserta diberikan lembar pre test, dan setelah kegiatan diberikan lembar post test, dengan  peningkatan nilai yang signifikan. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dan antusias dari peserta, sehingga dapat diupayakan agar program ini dapat disosialisasikan dengan target jumlah yang lebih banyak.  
The Family Satisfaction Towards to Nursing Services Dhiaz Feby Elsantriya; Riama Marlyn Sihombing; Elissa Oktoviani Hutasoit
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 01 March 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.664 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i01.1742

Abstract

Background: Nursing service quality can provide satisfaction to the patients and their families. Satisfaction occurs after analysing perceptions of service performance manifested in feelings of pleasure or disappointment. Based upon a survey during September 2019, one private hospital in central Indonesia found 30% of the family members were dissatisfied with nursing services. Respondents evaluated nurses were late replying to bells, and the explanation of nursing intervention was not recognized by family members. Objectives: The study aimed to analyse the factors related to family satisfaction toward nursing services. Methods: A quantitative inferential with a cross-sectional approach. A purposive sampling was selected among 214 respondents. Data collection using a questionnaire that has been examined on validity and reliability which processed quantitatively and analysed with Fishers exact and logistic regression tests. Results: More than half of the respondents were female and less than half were aged 26-35 years. Half had higher education. There was a significant correlation between tangible (p=0.001), reliability (p=0.001), responsiveness (p=0.001), empathy (p=0.001) and assurance (p=0.001) with family satisfaction. Reliability remains the most dominant factor that affected family satisfaction. Good reliability has a 0.048 times greater chance of increasing family satisfaction compared to poor reliability. Conclusion: The family members were not satisfy with the nursing services. Management to improve nursing services might assess the families desire for the reliability of nursing services so expect satisfaction will increase.