Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Accounting, Material Flow Cost Accounting, Corporate Social Responsibility, Leverage, dan Komite Audit terhadap Sustainable Development pada perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel yang dihasilkan 122 data observasi dan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Material Flow Cost Accounting berpengaruh negatife dan signifikan terhadap Sustainable Development. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Material Flow Cost Accounting mampu meningkatkan efisiensi penggunaan material, mengurangi pemborosan sumber daya, serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan perusahaan. Sementara itu, Green Accounting, Corporate Social Responsibility, Leverage, dan Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Sustainable Development. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan praktik akuntansi lingkungan, pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, struktur pendanaan, dan fungsi pengawasan melalui komite audit belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian Sustainable Development pada perusahaan sektor industri selama periode penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan penerapan Material Flow Cost Accounting sebagai salah satu strategi untuk mendukung keberlanjutan perusahaan.