Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

THE USE OF DIGITAL TECHNOLOGIES IN FACILITATING ENGLISH LANGUAGE LEARNING AMONG UNDERGRADUATE STUDENTS Tulung, Golda Juliet; Sebayang, F Ari Anggraini; Conny Lasut, Theresia Maria; Larope, Billy Christian
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 3 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i3.1230

Abstract

With the prevalent and ubiquotous exposure to the Internet and digital technologies, students obtain better opportunities to various learning sources. This study explored how undergraduate students utilized digital technologies to facilitate their learning in an informal setting. The study employed a qualitative design, with interview as the instrument of data collection. A total of 10 undergraduate students in English Department, Faculty of Humanities at Sam Ratulangi University, participated in the study. The interview questions were formulated by using the theory of self-regulated learning, including preparing learning environment, organizing material, and monitoring and evaluation. While the students utilized the digital technology within their study, the use was still inconsistent, as they had limited knowledge about using the learning aids effectively. The results also revealed that the students did not set specific learning goals and select appropriate technologies to assist them during their study. Additionally, the results also suggested that the students did not monitor and use digital technologies to evaluate and monitor their learning. This study highlights the needs for educators to promote the incorporation of digital technologies in improving the quality of learning among students for a sustainable and independent learning.
Geografi Dialek Bahasa Daerah Tombulu di Kota Tomohon Imbang, Djeinnie; Tulung, Golda Juliet; Pua, Christo; Mogi, Amelia Cindy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7359

Abstract

Penelitian ini berjudul “Geografi Dialek Bahasa Daerah Tombulu di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adanya keanekaragaman  bahasa yang digunakan di daerah tersebut. Penelitian dialektologi mengenai bahasa daerah di wilayah ini belum pernah dilakukan, sehingga belum tersedianya peta bahasa yang mendeskripsikan secara menyeluruh kondisi kebahasaan di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan di empat kelurahan yang ada di Kota Tomohon. Dalam pelaksanaan, tahapan penyediaan data digunakan metode cakap (wawancara) dengan teknik cakap semuka dan  teknik catat. Selanjutnya analisis data digunakan metode dialektometri, yaitu menghitung persentase leksikon untuk pengkategorisasian beda bahasa, beda dialek, beda subdialek, beda wicara atau tidak ada perbedaan.  Metode dialektometri ini  mengacu pada daftar kosakata dasar   yang berjumlah 795 kata dan beberapa frasa/klausa berdasarkan taksonomi sebagaimana contoh daftar pertanyaan yang ada pada bagian lampiran buku Nadra dan Reniwati (2023) yang disesuaikan dengan keadaan alam dan masyarakat daerah penelitian. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan fonologi dan leksikal.  Berdasarkan hasil akhir penghitungan persentase kosakata, diperoleh simpulan bahwa tingkat kekerabatan bahasa berdasarkan penghitungan leksikon  terjadi perbedaan subdialek, yakni di bawah 25%.  Tampak dari 21 taksonomi yang terdiri atas 725 glos  pada keempat titik pengamatan,  perbedaannya berada pada  5,65 persen. Demikian juga dengan frasa dan klausa yang berjumlah 68 glos, hasilnya tidak ada perbedaan, perbedaan pada variasi tataran wicara saja.   Hasil ini menunjukkan bahwa dialek Tombulu  pada 4 titik pengamatan,  umumnya memiliki kesamaan karena berada di atas rata-rata atau sejumlah 94,35%.   Setiap taksonomi berbeda jumlah glos, disesuaikan dengan keadaan geografis titik pengamatan