Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Artificial Intelligence (AI) in Nursing Services: A Literature Review Moh Heri Kurniawan; Hanny Handiyani; Tuti Nuraini; Rr Tutik Sri Hariyati
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.556

Abstract

Penelitian tentang artificial intelligence (AI) dalam layanan kesehatan telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas perawatan. Namun, penerapan AI dalam keperawatan menimbulkan kekhawatiran terkait bias data dan dampak potensial bagi pasien. Selain itu penelitian terkait AI dan manfaatnya dalam keperawatan masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menjabarkan hasil penelitian terkait teknologi AI dalam pelayanan keperawatan. Metode penelitian yang digunakan ialah literature review. Pencarian terhadap studi-studi yang relevan dilakukan di beberapa database yaitu PUBMED, Scopus dan Google Scholar dengan kata kunci serta istilah yang terkait dengan keperawatan, artificial intelligence, dan machine learning dalam rentang tahun 2012-2022. Kriteria inklusi meliputi penelitian pengembangan atau validasi teknologi berbasis AI yang digunakan dalam layanan keperawatan dan desain studi, termasuk eksperimental atau observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya. Sedangkan kriteria ekslusi yaitu artikel yang tidak relevan dengan keperawatan, non-eksperimental, non-observasional, atau artikel tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan dari total 3713 paper yang ditemukan hanya 10 paper yang masuk dalam kriteria. Penggunaan AI dalam pelayanan keperawatan dapat memberikan banyak manfaat tetapi juga memerlukan pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan untuk memaksimalkan potensi AI dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.
Implementasi Hipnoterapi Lima Jari terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Kanker Serviks yang Menjalani Kemoterapi Isran Isran; Tuti Nuraini; Yati Afiyanti; Agung Waluyo
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6960

Abstract

This study aims to determine the effect of five-finger hypnotherapy on cervical cancer patients undergoing chemotherapy. The method used is a systematic review of several databases such as Scopus, PubMed, ProQuest, and EBSCOHost to search for relevant articles. The results of the study show that a total of 10 pieces have been analyzed where there are several interventions in reducing anxiety in patients, one of which is using five-finger hypnotherapy, which has proven effective in reducing anxiety levels. In conclusion, giving a finger hypnotherapy intervention can reduce anxiety in cervical cancer patients before and after chemotherapy. Keywords: Five Finger Hypnotherapy, Cervical Cancer, Anxiety, Chemotherapy
Terapi Musik terhadap Efikasi Diri pada Pasien Kanker Indah Susilowati; Dewi Gayatri; Tuti Nuraini
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.443 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5661

Abstract

This study aims to determine music therapy intervention's role in cancer patient's self-efficacy. The research method used was a systematic review of several journals reporting music therapy's effects on cancer patients' self-efficacy. A total of 9 studies met the requirements for consideration, including 9 designs, namely quasi-experimental (3 studies), randomized control trials (2 studies), non-randomized control (1 study), and cross-sectional (1 study). The results showed 671 respondents from the nine studies analyzed in this systematic review. We found the effect of music therapy intervention on cancer patient's self-efficacy. In conclusion, this review provides strong evidence regarding the impact of music therapy, namely increasing self-education. Music therapy intervention can be carried out with active and passive music therapy, which affects patient self-efficacy, especially in cancer patients. Keywords: Self-Efficacy, Cancer Patients, Music Therapy
Artificial Intelligence (AI) in Nursing Services: A Literature Review Moh Heri Kurniawan; Hanny Handiyani; Tuti Nuraini; Rr Tutik Sri Hariyati
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.556

Abstract

Penelitian tentang artificial intelligence (AI) dalam layanan kesehatan telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas perawatan. Namun, penerapan AI dalam keperawatan menimbulkan kekhawatiran terkait bias data dan dampak potensial bagi pasien. Selain itu penelitian terkait AI dan manfaatnya dalam keperawatan masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menjabarkan hasil penelitian terkait teknologi AI dalam pelayanan keperawatan. Metode penelitian yang digunakan ialah literature review. Pencarian terhadap studi-studi yang relevan dilakukan di beberapa database yaitu PUBMED, Scopus dan Google Scholar dengan kata kunci serta istilah yang terkait dengan keperawatan, artificial intelligence, dan machine learning dalam rentang tahun 2012-2022. Kriteria inklusi meliputi penelitian pengembangan atau validasi teknologi berbasis AI yang digunakan dalam layanan keperawatan dan desain studi, termasuk eksperimental atau observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya. Sedangkan kriteria ekslusi yaitu artikel yang tidak relevan dengan keperawatan, non-eksperimental, non-observasional, atau artikel tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan dari total 3713 paper yang ditemukan hanya 10 paper yang masuk dalam kriteria. Penggunaan AI dalam pelayanan keperawatan dapat memberikan banyak manfaat tetapi juga memerlukan pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan untuk memaksimalkan potensi AI dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.
Pengaruh Pemberdayaan terhadap Self-Efficacy pada Pasien Kanker Payudara: Systematic Review Purnomo Purnomo; Tuti Nuraini; Yossie Susanti Eka Putri; Riri Maria
Faletehan Health Journal Vol 12 No 01 (2025): Faletehan Health Journal, Maret 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i01.794

Abstract

Breast cancer is the second most prevalent type of cancer and one of the leading causes of mortality. Efforts to reduce mortality rates can be achieved by empowering patients to manage symptoms caused by cancer and the side effects of treatment therapies. This study aimed to evaluate the effectiveness of empowerment education in increasing self-efficacy in breast cancer patients. The study employed a systematic review of eight articles sourced from various databases, including ProQuest, SpringerLink, ScienceDirect, Sage Journal, Google Scholar, and PubMed. A total of 8,693 articles were retrieved from seven databases. After screening based on inclusion criteria, 638 articles were deemed eligible. Based on the selection of titles, abstracts, and full texts, 22 articles were chosen, and after duplicate elimination, 10 articles were analyzed using the Joanna Briggs Institute (JBI) quality assessment tool. The analysis results indicated that the empowerment approach is effective in improving self-efficacy and quality of life in breast cancer patients. By utilizing empowerment education, healthcare professionals can provide holistic support to patients, improve therapeutic outcomes, and reduce breast cancer mortality rates. This study recommended the integration of empowerment education as an essential component of breast cancer management in various healthcare facilities.
Faktor psikososial yang memengaruhi post-traumatic growth pada pasien kanker payudara: Sebuah tinjauan literatur sistematis Maria Elisabeth Peni Tukan; Tuti Nuraini; Giur Hargiana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2196

Abstract

Background: Breast cancer is often perceived as a traumatic event that demands adaptive capacity to survive and find new meaning after a difficult process. One adaptive mechanism is post-traumatic growth (PTG), which is positive psychological growth after experiencing trauma. The level of PTG in breast cancer patients varies and is influenced by multifactorial and complex psychosocial factors, including both internal and external factors. Purpose: To synthesize scientific evidence regarding psychosocial factors associated with post-traumatic growth in breast cancer patients. Method: This systematic literature review was conducted in accordance with PRISMA guidelines and the methodological framework of the Joanna Briggs Institute (JBI). A comprehensive literature search was conducted in five electronic databases: ScienceDirect, PubMed, SpringerLink, Google Scholar, and Sage Journals. English-language research articles published within the last 10 years were selected based on predetermined inclusion criteria. Data were systematically extracted and synthesized using a narrative approach. Results: Ten studies were selected from 1,081 articles identified initially, involving a total of 2,464 breast cancer patients. Post-traumatic growth in breast cancer patients is influenced by the interaction between internal psychological factors and external social factors. Psychological factors associated with PTG include resilience, optimism, self-efficacy, locus of control, perceived stress, and coping strategies, while perceived social support emerged as the most significant external factor. Conclusion: PTG in breast cancer patients is formed through a psychosocial adaptation process influenced by both psychological factors and social support. These findings emphasize the importance of evidence-based nursing and psychosocial interventions to support psychological growth and quality of life in patients.   Keywords: Breast Cancer; Post-Traumatic Growth; Psychosocial Factors; Resilience; Social Support.   Pendahuluan: Kanker payudara sering dipersepsikan sebagai peristiwa traumatis yang menuntut kapasitas adaptif untuk bertahan hidup dan menemukan makna baru setelah menjalani proses yang sulit. Salah satu mekanisme adaptif adalah post-traumatic growth (PTG), yaitu pertumbuhan psikologis positif setelah mengalami trauma. Tingkat PTG pada pasien kanker payudara bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor psikososial yang multifaktorial dan kompleks, mencakup faktor internal maupun eksternal. Tujuan: Untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai faktor-faktor psikososial yang berhubungan dengan post-traumatic growth pada pasien kanker payudara. Metode: Tinjauan literatur sistematis ini dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA dan kerangka metodologis dari Joanna Briggs Institute (JBI). Penelusuran literatur secara komprehensif dilakukan pada 5 basis data elektronik, yaitu ScienceDirect, PubMed, SpringerLink, Google Scholar, dan Sage Journals. Artikel penelitian berbahasa Inggris yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data diekstraksi secara sistematis dan disintesis menggunakan pendekatan naratif. Hasil: Sebanyak 10 studi terpilih dari 1,081 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, dengan total 2,464 pasien kanker payudara. Post-traumatic growth pada pasien kanker payudara dipengaruhi oleh interaksi antara faktor psikologis internal dan faktor sosial eksternal. Faktor psikologis yang berhubungan dengan PTG meliputi resiliensi, optimisme, efikasi diri, locus of control, persepsi stres, dan strategi koping, sedangkan dukungan sosial yang dirasakan muncul sebagai faktor eksternal yang paling signifikan. Simpulan: PTG pada pasien kanker payudara terbentuk melalui proses adaptasi psikososial yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan dukungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi keperawatan dan psikososial berbasis bukti untuk mendukung pertumbuhan psikologis dan kualitas hidup pasien.   Kata Kunci: Dukungan Sosial; Faktor Psikososial; Kanker Payudara; Post-Traumatic Growth; Resiliensi.
Stres Kerja Memicu Sindrom Kelelahan Pada Perawat Manajer di Masa Pandemi Covid-19 Lia Dwi Jayanti; Hanny Handiyani; Tuti Nuraini; La Ode A. Rahman; Prayetni Prayetni
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1549

Abstract

Sindrom kelelahan menjadi masalah kesehatan akibat stres kerja yang dialami oleh semua manajer keperawatan di masa pandemi Covid-19. Perawat manajer rentan mengalami kelelahan karena beban kerja yang tinggi dan kurang waktu istirahat dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Peningkatan stres kerja akan menimbulkan kelelahan psikis dan fisik perawat manajer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi stres kerja sebagai faktor yang berhubungan dengan sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19.Desain penelitian menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 147 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan estimasi proporsi. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson. Sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19 sebesar 42,04%. Stres kerja perawat manajer di rumah sakit selama pandemi Covid-19 sebesar 57,71%. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan sindrom kelelahan (p=0,000). Stres kerja dapat memicu sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merekomendasikan agar pimpinan rumah sakit mengadakan pelatihan manajemen diri, membangun lingkungan kerja yang kondusif, dan meningkatkan kesejahteraan dengan pemberian insentif, gaji, serta penghargaan yang sesuai di masa pandemi. Dukungan organisasi untuk perawat manajer dengan pemberian waktu istirahat yang cukup, makanan sehat, program spiritual, dan olahraga di masa pandemi Covid-19.