Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Factors Related to Nutritional Status of Toddlers in the Working Area of Soropia Health Center, Konawe Regency in 2021 Lisnawaty; Jafriati; Nurfajriyanti Hamka; Febriana Muchtar
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Nutritional status is a state of health related to the use of food by the body. As a result of poor nutritional status during infancy, it can cause stunted growth, cause toddlers to be lazy to carry out activities related to energy production, disruption of the toddler's immune system so that they are susceptible to infectious diseases, inhibition of optimal brain growth, and changes in behavior such as apathy. Purposes: This study aimed to determine the relationship between parental income, and eating patterns in children under five with the occurrence of malnutrition in children under five in the working area of ​​Soropia Health Center. Methods: This research was a quantitative research that is observational analytic with a Cross Sectional Study approach. The number of samples were 50 toddler with a sampling technique using total sampling and for analysis using the Chi-Square test. Results: The results showed that there was a relationship between parental income (p=0.048) and eating patterns (p=0.000) with the nutritional status of children under five in the Soropia Health Center area in 2021. Conclusion:it was found that there was a relationship between parents' income and diet. on the nutritional status of children.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENENTUAN TITIK KENDALI KRITIS PROSES PENGASAPAN IKAN TUNA DI DESA MALALANDA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA Febriana Muchtar; Hartati Bahar; Nurmaladewi Nurmaladewi; Lisnawaty Lisnawaty
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.98

Abstract

The process of making smoked fish in Malalanda Village, KulisusuSub-District, North Buton Regency is carried out traditionally and from generation to generation without using modern equipment and the advance of technology. Food safety for smoked tuna needs to be a concern because it can cause public health problem called foodborne disease. This study aims to identify the hazards during the smoking process and determines the critical control point for smoked tuna processingin Malalanda Village, KulisusuSub-District, North Buton Regency. This is a descriptive research by using survey method. Based on the identification results, there are 3 types of hazards in the smoking process of tuna which are biological hazards, chemical hazards and physical hazards. The results of the identification of critical control points found 3 critical control points at the stages of tuna smoking process, namely the washing stage, the smoking stage,and selling of smoked fish stage.   Keywords: Hazard Identification, Critical Control Point and  Smoked Tuna
Penyuluhan Food Safety Dalam Rumah Tangga di Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari rina_ayu agustin; Nurdiana Nurdiana; Rosdhaniyah Rosdhaniyah; Mawadda Nur Aulia Herman; Lisnawaty Lisnawaty
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i2.7814

Abstract

Keamanan pangan (food safety) merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena berhubungan langsung dengan pencegahan penyakit akibat pangan dan peningkatan kualitas hidup keluarga, khususnya di tingkat rumah tangga. Rendahnya penerapan prinsip higiene, sanitasi, dan pengolahan pangan yang aman masih menjadi penyebab terjadinya risiko kontaminasi pangan dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu rumah tangga mengenai prinsip keamanan pangan berbasis pemanfaatan bahan pangan lokal di Kelurahan Anduonohu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pengolahan pangan yang higienis dan aman dengan mengacu pada lima kunci keamanan pangan WHO, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan pangan yang aman. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan nilai N-Gain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 65,45 pada pre-test menjadi 92,72 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,68 yang termasuk kategori sedang, sehingga menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai keamanan pangan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu rumah tangga dalam menerapkan praktik keamanan pangan di tingkat rumah tangga serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara lebih sehat, bergizi, dan aman guna mendukung kesehatan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Keamanan pangan, Pengetahuan, Ibu rumah tangga, Pemberdayaan masyarakat
Analisis Kandungan Zat Besi Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera) Dengan Metode Pengeringan yang Berbeda Tetih Yanuliah; Lisnawaty Lisnawaty; Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i1.1932

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya nutrisi, salah satu kandungan gizi dalam kelor yang paling dikenal adalah zat besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan yang berbeda terhadap kandungan zat besi dalam bubuk daun kelor (Moringa oleifera). Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL/CRD Completely Randomized Design) dengan satu kelompok kontrol (K0) dan dua kelompok perlakuan utama (K1 dan K2), dengan 4 kali pengulangan. Sampel penelitian adalah daun kelor yang memiliki warna hijau tua (daun tua) yang dibagi kedalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan (K0), serta kelompok perlakuan dengan metode pengeringan sinar matahari (K1), dan kelompok perlakuan dengan metode pengeringan oven suhu 45 °C (K2). Metode penelitian menggunakan true experiment, analisis kandungan zat besi dengan uji laboratorium menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil analisis zat besi menunjukkan rata-rata 11,18625 ppm (K0), 7,98075 ppm (K1) dan 5,63500 ppm (K2). Uji hipoteisis menggunakan one-way ANOVA untuk melihat perbedaan kandungan zat besi daun kelor menunjukan nilai signifikan sebesar p = 0,000. Adapun hasil uji Post-Hoc Games Howell pada semua perlakuan menunjukan nilai signifikan <0,05.
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL PADA PEREMPUAN PESISIR DALAM MEMANFAATKAN POTENSI WILAYAH PESISIR Febriana Muchtar; Lisnawaty Lisnawaty; Suhadi Suhadi; Asnia Zainuddin; Syefira Salsabila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19551

Abstract

Abstrak: Ikan dan kelor merupakan pangan lokal yang memiliki potenzi zat gizi dan mudah ditemukan di wilayah pesisir. Keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang manfaat dan pengolahan ikan dan kelor menjadi penyebab pemanfaatan keduanya tidak optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan perempuan pesisir dalam mengolah potensi pangan lokal. Kegiatan dilakukan di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe dan diikuti oleh 45 peserta. Metode yang digunakan dengan cara penyuluhan dan pelatihan pengolahan pemanfaatan potensi pangan di wilayah pesisir, melalui praktik pembuatan produk pangan yaitu nugget ikan cakalang dan stik kelor. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara penilaian menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan mencapai 96,44%, hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat dikategorikan sangat baik. Pengolahan ikan dan kelor sebagai pangan lokal wilayah pesisir menjadi nugget ikan dan stik kelor mendukung diversifikasi produk olahan pangan lokal dan menambah nilai ekonomis ikan dan kelor.Abstract: Fish and moringa are local foods with nutritional potential which are available in coastal areas. Despite their availability, limited awareness about the benefits of those food and inadequate knowledge about the proper processing techniques prevented optimal utilization of those foods. This community service was administered to address this gap by educating and empowering women community living in coastal areas. This program was carried out in Leppe Village, Soropia District, Konawe Regency, involving 45 participants. Through counseling and hands-on training, participants learned to process fish and moringa into culinary delights, such as skipjack tuna nuggets and moringa sticks. The evaluation showed an impressive 96.44% comprehension rate, highlighting the program's excellence. Processing fish and moringa into processed local foods in coastal areas supports the food diversification program, while improving the diets and the livelihoods of local community in coastal areas.
Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Kendari Tahun 2026 Tika Ambria Amrullah; La ode muhamad Sety; lisnawaty
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.794

Abstract

Anemia rentan dialami oleh remaja putri karena berada dalam fase pertumbuhan cepat (growth spurt) dan mengalami menstruasi. Kurangnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), asupan zat besi yang tidak adekuat, serta tingkat pengetahuan yang kurang menjadi faktor pemicu utama terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kendari tahun 2026. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain Case Control Study. Sampel penelitian berjumlah 82 responden yang terdiri dari 41 sampel kasus (siswi anemia) dan 41 sampel kontrol (siswi tidak anemia). Pengumpulan data menggunakan alat EasyTouch GCHB digital untuk mengukur kadar hemoglobin, kuesioner pengetahuan, pola menstruasi, kepatuhan TTD, kebiasaan konsumsi teh, dan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk asupan zat besi. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan analisis Odds Ratio (OR). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia (p=0,009; OR=4,195; CI=1,514–11,623), tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia (p=0,004; OR=4,154; CI=1,653–10,440), dan asupan zat besi dengan kejadian anemia (p=0,046; OR=2,723; CI=1,111–6,670). Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola menstruasi (p=0,638) dan kebiasaan konsumsi teh (p=1,000) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Konsumsi tablet tambah darah yang tidak patuh, tingkat pengetahuan yang kurang, dan asupan zat besi yang defisit merupakan faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kendari tahun 2026.
Edukasi dan Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa MI DII Al Mujahidin Kota Kendari Lisnawaty Lisnawaty; Nur Ita; Dela Ramadhan
Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2026): Oktober: Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/transformasi.v3i4.3683

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools needs to be strengthened through learning activities that not only provide information but also allow students to practice healthy behaviors. This community service activity aimed to improve the knowledge of students at MI DII Al Mujahidin, Kendari City, regarding PHBS, with a focus on handwashing with soap (HWWS). The activity was conducted on September 25, 2026, involving 20 students. The stages included a pre-test, education on PHBS in schools and key times for handwashing, a demonstration of the six steps of handwashing with soap, hands-on practice in turns, and a post-test. A descriptive evaluation was conducted by comparing the number of correct answers to ten questions before and after the activity. The total number of correct answers increased from 188 out of 200 possible responses (94.0%) in the pre-test to 199 out of 200 (99.5%) in the post-test, representing an increase of 5.5 percentage points. These results indicate an immediate improvement in students’ knowledge scores following the educational and practical activities. However, the evaluation does not establish whether students consistently practice handwashing with soap over the long term. Therefore, sustained handwashing habits need to be supported by teachers’ involvement and the availability of handwashing facilities and soap at school.