Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Bahan Pengawet Alami pada Ikan Layang Segar (Decapterus russelli) pada Umur Simpan Tiga Hari Terhadap Mutu Jefrianto Nggau Behar; I Gde Suranaya Pandit; Ni Made Darmadi
GEMA AGRO Vol 26 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ga.26.1.3281.20-26

Abstract

This study is aimed at recognizing the effect that the use of natural preservative material might have on the fresh gliding fish (decapcontinue russelli) at the age of three days to quality. Research carried out in july 2020 at the waregod university agricultural departement and the marine service laboratory and the uptd fishheries the quality testing and application of fisheries results. the design used is a complete randomness (RAL) with a single factor in treatment of different natural preservative material, with four different treatment and four deuteronomy without preservative material, grinding ice 4:1, salt 4:1 and lime 10% concentration. objective observations include a total volatile base, water level, ph, total acid, salinity and microbial test, the total plate count. best research result are derived on the use of the pulverized ice 4:1 ingredient from objective observation (a total volatile base 22,27 mg, water level 78,23%, pH 6,95, total acid 0,39%, salt level 5,03%, total plate count 7,7x103c/g ). while from a subjective observationt of your best judgment is on treatment with materials salt presrvative 4:1 (mark 7,13, smell 6,68 and texture 7,30).
A Identifikasi Bakteri Patogen Pada Ikan Nyalian (Rasbora lateristriata) Yang Didomestikasi I Gede Arya Sukman Jaya; Sang Ayu Made Putri Suryani; Ni Made Darmadi; I Wayan Arya
GEMA AGRO Vol 28 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ga.28.1.6849.66-76

Abstract

This study aims to identify pathogenic bacteria in domesticated Rasbora lateristriata fish. Sampling was carried out 1 time with the point of collection in the upstream, middle and downstream parts of the Medium river, District. Abiansemal, Badung Regency. Sampling was carried out in March 2022, using nets and nets. The data processing method is descriptive and data presentation is in the form of graphs. The domestication method aims to identify bacteria that attack Rasbora, Sp, and survive domestication. Sample examination was carried out at the Domestic Laboratory at the Denpasar Veterinary Center once. The results showed that the Nyalian Fish (Rasbora Lateristriata) which was domesticated from 5 samples found that Proteus sp. In addition, the water quality in the original habitat of Rasbora lateristriata fish with the water quality where it is adapted is different, especially the temperature, pH and DO values, but the water quality is still within the tolerance of Rasbora lateristriata fish to live.
Implementasi HACCP Pada Ikan Kerapu Segar (Studi Kasus PT. Bahari Lancar Abadi) Ni Made Regita Pradnyaswari; Ni Made Darmadi; I Made Kawan
GEMA AGRO Vol 29 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ga.29.2.8935.53-58

Abstract

The issue of quality and food safety of fishery products is something that cannot be negotiated. It turns out that final product monitoring techniques have not been able to provide quality assurance that food products are free from danger and contamination. Through the implementation of Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) at each stage of the process flow, it is possible to increase operational efficiency, reduce the risk of pollution and prevent hazards through identifying and controlling risk factors. In this regard, PT. Bahari Lancar Abadi, hereinafter referred to as the Fish Processing Unit (UPI), has been carrying out fresh grouper export activities since 2022 with production volumes continuing to increase. The aim of the research is to identify the implementation of HACCP on fresh grouper fish at UPI as a guarantee of the quality and safety of fishery food products so that export activities run effectively and efficiently without any special product rejection in the destination country. For 3 weeks, observations and assessments were carried out regarding the suitability of HACCP implementation in the handling of fresh grouper products throughout the production process. Based on the research results, it is known that UPI implements the HACCP system starting from the basic requirements in the form of implementing good fish processing methods (GMP) and fulfilling the requirements for sanitation standard operating procedures (SSOP) with conditions that meet the requirements based on KP Ministerial Regulation Number 17 of 2019 and implementing 5 (five) steps and 7 (seven) HACCP principles properly in accordance with SNI 01-4852-1998 as a form of consumer protection in the consumption of fishery products through food safety quality control throughout the production process so that export activities run effectively and efficiently without any special product rejection in the destination country.
PKM KELOMOK TANI IKAN DI DESA BEBETIN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI Dewa Nyoman Sadguna; I Made Kawan; Ni Made Darmadi
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.1-20

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Anakan Jepun dan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng adalah berdasarkan kebutuhan kelompok tani mitra untuk memproduksi benih ikan Nila baik secara kuantitas maupun berkualitas melalui penerapan teknologi tepat guna yaitu pemijahan ikan menggunakan “Kantong Jaring Tenggelam” dan panen benih menggunakan “Jaring Gelar” serta penerapan manajemen administrasi kegiatan kelompok pada kelompok mitra. Teknologi ini sangat diharapkan mengingat sampai saat ini kelompok belum mampu memenuhi kebutuhan benih ikan nila untuk pembudidaya ikan KJA di Danau Batur. Kelompok mitra yang telah diberikan penyuluhan & diskusi, pelatihan manajemen administrasi kegiatan kelompok dan praktek pemijahan ikan penggunakan “kantong jaring tenggelam” dan praktek panen benih menggunkan “jaring gelar”, telah mengikuti kegiatan dengan serius dan 95 persen (%) peserta mampu menenerapkan teknologi tepat guna yang telah diprogramkan. Hasil praktek penggunakan alat pemijahan dengan “kantong jaring tenggelam” dan penen benih dengan “jaring gelar”, dapat menghasilkan benih dengan daya hidup 99% dimana sebelumnya hanya bisa mencapai kurang dari 50%. Demikian pula benih yang dikirim sampai kepada konsumen benih (para Pembudidaya ikan di Danau Batur) dapat mecapai daya hidup 100% dibandingkan sebelumnya maksimal mencapai 70%. Kantong Jaring Tenggelam, Jaring Gelar, manajemen Kelompok
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nugget Ikan (Fish Nugget) Ni Made Darmadi; I Gde Suranaya Pandit; I Gusti Ngurah Sugiana
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.18-22

Abstract

Ikan memiliki kandungan gizi cukup baik terutama dari kandungan protein dan lemaknya. Protein Ikan mudah terserap oleh tubuh manusia, Kandungan lemak Ikan memiliki kandungan Kolesterol yang termasuk dalam golongan HDL. Dengan kelebihan lainnya ikan tidak serta merta mau dinikmati oleh sebagian masyarakat terutama oleh anak-anak. Untuk itu perlu adanya penganekaragaman bentuk olahan ikan sehingga lebih menarik, diantaranya dengan cara membuat Nugget Ikan. Nugget ikan adalah olahan daging ikan yang dicampur dengan sedikit tepung dan telur sebagai bahan dasar. Jenis olahan ini dapat dinikmati dalam jangka panjang karena penyimpanan sebelum dikonsumsi dalam suasana beku. Di desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung memiliki potensi perikanan cukup baik, banyak terdapat kelompok pembudidaya ikan, tetapi kurang aktif. Melihat Potensi yang ada Fakultas Pertanian khususnya Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan melakukan pengabdian ke Desa tersebut untuk membantu masyarakat untuk kembali aktif membudidayakan ikan. Ikan yang dibudidaya sangat layak untuk diolah menjadi nugget ikan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan protein warga dan sebagai pendapatan sampingan bagi ibu-ibu untuk mengisi waktu luangnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu di desa Sulangai dalam mengelolah ikan menjadi Nugget ikan. Metode yang digunakan dalam Pengabdian tersebut, untuk Nugget Ikan masih bersifat Penyuluhan saja, tidak dilaksanakan Pelatihan karena saat itu Ibu-ibu di Desa Sulangai ada kegiatan lain/Upacara bersamaan dengan waktu Pengabdian. Hasil penyuluhan dan kegiatan ini adalah bapak-bapak kelompok pembudidaya ikan sangat antusias dengan materi ini dan akan mengundang kembali untuk memberikan penyuluhan dan praktik langsung.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali “Produksi Benih Ikan Gabus Melalui Rekayasa Pakan Buatan” I Made Kawan; Dewa Sadguna; Ni Made Darmadi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.2.2022.169-174

Abstract

Ikan gabus adalah salah satu jenis ikan air tawar yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Ikan gabus telah diasosiasikan sebagai obat, karena kandungan yang dimilikinya telah terbukti secara klinis pada beberapa penyakit. Ikan Gabus memiliki kandungan protein yang tinggi terutama albumin dan asam amino esensial, lemak khususnya asam lemak esensial, mineral khususnya zink/seng (Zn) dan beberapa vitamin yang sangat baik untuk kesehatan Muh. Asfar dkk (2014). Kegiatan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Mina Anakan Jepun” di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng melakukan kegiatan membudidayakan beberapa jenis ikan yaitu ikan nila, ikan gabus dan udang, terutama untuk memproduksi benih. Hasil kerjasama penelitian terapan dengan unwar sebagai mitra untuk bersedia menerapkan produk teknologi yang didapatkan untuk membudidayakan ikan gabus dengan rekayasa pakan buatan yang memberikan kelulushidupan lebih banyak. Kegiatan ini diharapkan, mitra mengetahui dan memahami teknologi budidaya ikan gabus pada tahap pembenihan untuk memberikan kelulushidupan benih lebih banyak; mampu memproduksi benih ikan gabus yang siap dibudidayakan menjadi ikan konsumsi, dan mitra dapat memahami dan menerapkan manajemen administrasi kegiatan kelompok. Metode yang digunakan adalah: (a) memberikan penyuluhan tentang teknologi pembenihan ikan gabus dan manajemen andiministrasi kelompok, dan (b) memberikan pelatihan dan praktek pemeliharaan benih ikan gabus melalui rekayasa pakan buatan (pelet) yang dikombinasikan dengan pakan alami. Hasil kegiatan ini didapatkan, bahwa kelompok mitra memiliki Pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra mencapai 90% tentang teknologi pemeliharaan ikan gabus yang baik dan benar, dapat memproduksi benih ikan gabus yang siap dibudidayakan pada tahap pembesaran yang sudah terbiasa memakan pakan buatan (pelet) memberikan nilai kelulushidupan 90%, dan kemampuan kelompok mitra sampai 60% mengatasi masalah-masalah yang muncul, terutama masalah manajemen produksi benih, serta pengembangan usahatani. Sebagai langkah strategis adalah melakukan usaha budidaya dalam skala rumah tangga melalui budidaya ikan gabus di dalam kolam terpal. Selanjutnya kelompok mitra diberikan teknologi budidaya praktis yaitu penggunaan Probiotic, dan pembuatan pakan alami dengan harapan budidaya ikan menguntungkan melalui penekanan biaya pakan dan masa pemeliharaan lebih pendek.