Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Diaspora Dalam Mendukung Gastrodiplomasi Pada Program Co-Branding Indonesia Di Australia 2018-2020 Monika Sari Wijaya; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu Walangara Nau
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.23158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana peran diaspora Indonesia dalam mendukung gastrodiplomasi Indonesia pada program Co-Branding di Australia tahun 2018-2021, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif, dengan sumber data sekunder melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif yaitu dengan mengeksplorasi, meriset, dan mereduksi data yang telah diperoleh dari penelitian terdahulu, buku, karya ilmiah, dokumen, website, dan laporan. Hasil dari penelitian ini adalah Gastrodiplomasi yang diimplementasikan oleh pemerintah untuk meningkatkan national branding melalui Program Co-Branding Wonderful Indonesia Diaspora tahun 2018-2021 yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf bersama dengan restoran diaspora belum memperoleh hasil yang maksimal karena beberapa alasan, antara lain belum adanya regulasi khusus terkait pelaksanaan gastrodiplomasi, juga tidak adanya grand design dan roadmap yang jelas terkait program tersebut.
Analisis Kebijakan Indonesia Terkait Emisi Karbon Melalui Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) Lasut, Eugenie Brigita; Nau, Novriest Umbu Walangara; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is an international issue and a concern of many countries especially Indonesia. The growth and development of mobility in the aviation sector is one of the causes of air pollution produced by aircraft carbon emissions. Indonesia decided to a make policies through the Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) program initiated by the International Civil Aviation Organization (ICAO) to reduce and solve the problem of carbon emissions in the aviation industry. This study applies a descriptive qualitative method that describes the results of the research in a narrative based on data collected using a literature study. This study will also analysed Indonesia’s policies for carbon emissions through Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) with the theory of Neoliberal Institutionalism which considers that the state is not the only actor and international organizations also play a role as an actor that create the complex interdependence. This study explain that Indonesia's policies for carbon emissions in the aviation sector are a development of previous policies for climate change using a Paris Agreement.
Analisis Konflik Rusia Ukraina dan Konflik Internal NATO Menggunakan Siklus Kausalitas Latupeirissa, Chezia; Walangara Nau, Novriest Umbu; Cornelis Seba, Roberto Octovianus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Konflik Rusia Ukraina dengan Konflik Internal NATO menggunakan siklus kausalitas. Untuk menganalisis dua studi kasus tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dua teori, yakni teori kausalitas dan teori resolusi konflik. Diketahui bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi pada bulan Februari 2022 menyebabkan krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan, sekaligus menghadirkan Konflik Internal NATO, dimana Turki, Slivikia dan Hungaria menolak mengikuti kesepakatan aliansi tersebut dalam memberi bantuan ekonomi dan militer pada Ukraina, sekaligus memberi sanksi pada Rusia. Melalui pendekatan kausalitas Champbell dan resolusi konflik Lederach, Konflik Rusia Ukraina dan Konflik Internal NATO dapat menghadirkan konflik baru. Maka perlu diupayakan resolusi konflik untuk mengatasi hal tersebut. Dimana ketiga pihak tersebut perlu melakukan rekonsiliasi.
Dualisme Kepentingan Joe Biden: Perhatian pada Sektor Lingkungan di Masa Kampanye & Hadirnya Willow Project 2023 setelah Terpilih [Joe Biden's Interest Dualism: Attention towards the Environment Sector in the Campaign Period and the Presence of Willow Project 2023 after Elected] Irawan, Kesya Permata Ariesta; Simanjuntak, Triesanto Romulo; Nau, Novriest Umbu Walangara
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol. 16 No. 31 (2024): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v16i31.8693

Abstract

This study aims to analyze President Joe Biden's dual interests regarding his focus on the environmental sector during his campaign and the decision to approve the Willow Project in2023 after being elected. Utilizing the concepts of national interest and public policy along with elite theory, this research highlights the discrepancy between Biden's pro-environment campaign promises and his policy decisions after taking office. A descriptive-analytical method is employed to identify and understand the reasons behind the approval of this controversial project. The findings reveal that the approval of the Willow Project was influenced by pressures from elite groups and the strategic necessity to balance broader national interests, despite conflicting with the environmental commitments made during the campaign. The conclusion of this study underscores the complexity of public policy decision-making, which often involves compromises between idealistic goals and political realities.Bahasa Indonesia Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dualisme kepentingan Presiden Joe Biden mengenai fokusnya pada sektor lingkungan di masa kampanye dan keputusannya untuk menyetujui Willow Project di tahun 2023 setelah terpilih. Dengan menggunakan konsep kepentingan nasional dan kebijakan publik, bersama teori elit, penelitian ini menggarisbawahi ketidaksesuaian di antara janji kampanye Biden yang prolingkungan dengan keputusan-keputusannya setelah menjabat. Metode deskriptif-analitis digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami alasan di balik persetujuan terhadap proyek yang kontroversial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persetujuan terhadap Willow Project dipengaruhi tekanan yang datang dari kelompok elit dan kebutuhan strategis untuk menyeimbangkan kepentingan nasional, terlepas dari komitmen-komitmen terhadap isu lingkungan yang disampaikan semasa kampanye. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kompleksitas pembuatan kebijakan publik yang kadang mengkompromikan tujuan-tujuan ideal terhadap realitas politik.
Peran Imigrasi Manado dalam Mencegah Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural ke Kamboja Jesica Putri Injilia Wangko; Novriest Umbu Walangara Nau; Christin H J de Fretes
Jurnal Niara Vol. 17 No. 3 (2025): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i3.25393

Abstract

Pengiriman Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural ke Kamboja semakin marak. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti kondisi ekonomi, pendidikan dan kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Manusia serta prosedur yang benar untuk menjadi pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi imigrasi Manado dalam melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) non procedural ke Kamboja. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengambilan data sekunder yang diperoleh melalui literature, jurnal ilmiah media online resmi dan video berita yang diakses lewat internet. Selain itu peneliti juga melakukan pengambilan data primer yaitu yang diperoleh secara langsung dari instansi terkait dalam hal ini berupa jumlah penolakan paspor. Analisis penelitian ini menggunakan konsep Human Security dan Teori liberalisme. Melalui hasil penelitian ditemukan bahwa tren pekerja migran non procedural asal Sulawesi Utara yang bekerja di Kamboja disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya tindak pidana perdagangan manusia dan prosedur yang benar untuk menjadi pekerja migran Indonesia
Soft Power Korea Selatan Di Indonesia: Peran Drama Dan Musik Sebagai Instrumen Diplomasi Dalam Meningkatkan Wisatawan Dari Indonesia (2022-2023) Veren Giovanny Tandi Payung; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu Walangara Nau
Jurnal Niara Vol. 17 No. 3 (2025): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i3.25396

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran drama dan musik Korea Selatan sebagai instrumen diplomasi dalam meningkatkan jumlah wisatawan dari Indonesia pada periode 2022-2023. Korea Selatan telah sukses memanfaatkan soft power, terutama melalui industri hiburan, untuk memperluas pengaruhnya di tingkat global. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berbagai sumber termasuk jurnal, artikel berita dan observasi non-partisipan untuk memahami dampak drama dan musik Korea Selatan terhadap persepsi masyarakat Indonesia dan minat mereka dalam mengunjungi Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama dan musik Korea Selatan memiliki pengaruh signifikan dalam menarik minat wisatawan Indonesia, membentuk citra positif tentang Korea Selatan, dan memperkuat hubungan antara kedua negara. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan strategi diplomasi budaya melalui media hiburan untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata suatu negara
Kebijakan Pemerintah Kota Salatiga Dalam Implementasi SDGs Goals ke-5 Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Tahun 2020-2023 Pricilla Patrisia Luther; Roberto Oktavianus Cornelis Seba; Novriest Umbu Walangara Nau
Jurnal Niara Vol. 17 No. 3 (2025): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i3.25514

Abstract

Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia tentu sangat merugikan banyak masyarakat. Indonesia yang merupakan salah satu negara pendukung Konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women) tentu harus memaksimalkan kinerjanya agar tiap daerah dalamnya dalam mengimplementasikan Konvensi tersebut. Kota Salatiga ini masih menjadi suatu permasalahan yang sulit untuk diatasi. Dengan SDGs Goals-5 sebagai aktor internasional akan melihat sejauh mana implementasi tersebut di kota Salatiga yaitu dengan melalui bantuan dari Pemerintah Kota Salatiga juga melalui Lembaga DP3APPKB Salatiga untuk membantu mengatasi melonjaknya angka kekerasan seksual dari tahun ke tahun. Dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Untuk menganalisis kasus dalam penulisan ini menggunakan teori ekofeminisme yang dimana teori ini akan melihat keterkaitan perempuan dan lingkungan yang kerap mengalami eksploitasi, serta berupaya untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan keadilan terhadap perempuan dan konsep Hak Asasi Manusia untuk memberikan hak-hak yang adil kepada seluruh masyarakat terutama para perempuan.
Diplomasi Iklim Indonesia terhadap ASEAN pada masa Pemerintahan Joko Widodo Regina, Grace; Therik, Wilson M.A.; Umbu Walangara Nau, Novriest
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 4 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i4.6536

Abstract

Diplomasi iklim merupakan pertimbangan krusial bagi pengambil kebijakan, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Krisis iklim yang tak terhindarkan memerlukan mitigasi dan upaya kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan. ASEAN, sebagai kawasan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, membutuhkan pendekatan diplomasi iklim yang efektif, baik di tingkat domestik maupun regional. Penelitian ini bertujuan memahami diplomasi iklim Indonesia terhadap ASEAN selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan landasan teori fungsionalis David Mitrany, yang menekankan pentingnya pembentukan institusi atau badan ahli untuk menangani isu spesifik. Pendekatan yang digunakan melibatkan isu-isu spesifik. Misalnya, upaya Indonesia dalam mendorong pembentukan kerangka kerja regional untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan investasi energi terbarukan di ASEAN mencerminkan komitmen untuk menciptakan solusi bersama. Badan yang fokus menangani masalah iklim dapat memaksimalkan peran Indonesia dalam mengatasi salah satu penyebab utama, seperti polusi asap lintas batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama dua periode memiliki potensi untuk memaksimalkan diplomasi iklim melalui penguatan institusi yang relevan. Keberhasilan ini dapat dijadikan contoh signifikan selama keketuaan ASEAN 2023. Dengan memanfaatkan kolaborasi multi-stakeholder dan pendekatan multisektor, Indonesia berpeluang besar memainkan peran strategis dalam mengatasi krisis iklim di kawasan ASEAN secara lebih efektif.
Pemenuhan HAM Melalui Kebijakan Izin Tinggal Terpaksa Terhadap WNA Di Bali Pada 2020-2021 Hilda Dermaya Orifia; de Fretes, Christian H. J.; W. Nau, Novriest Umbu
Administraus Vol. 9 No. 1 (2025): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v9i1.267

Abstract

This research analyzes efforts to fulfill human rights through the forced stay policy for foreign nationals in Bali during the COVID-19 pandemic in 2020-2021. The pandemic caused a significant decline in Bali's tourism sector and impacted the mobility of foreigners who were forced to stay longer due to lockdowns. The Indonesian government issued Minister of Law and Human Rights Regulation Number 8 of 2020 as a form of legal protection that provides foreigners with certainty of residence permits in forced circumstances. This study uses a classical liberalism theory approach and descriptive qualitative research method to assess the government's role in ensuring the fulfillment of human rights, both for Indonesian citizens and foreigners. The findings show that this policy is not only a form of commitment to human rights, but also reflects the government's active response in maintaining legal stability in the midst of an emergency situation. However, the implementation of this policy faces administrative challenges and inter-agency coordination, which demands increased transparency and efficiency of services.
Peran Afrika Selatan Mempengaruhi Masyarakat Global melalui Media dan Organisasi Internasional Studi Kasus Palestina-Israel Almiyudha, Jasuma Hartias Iqhwal; Nau, Novriest Umbu Walangara; Cornelis Seba, Roberto Octavianus
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 1 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i1.7045

Abstract

Peran Afrika Selatan dalam mendukung Palestina, dengan fokus pada hubungan sejarah dan solidaritas yang terjalin antara kedua pihak. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa sub-bab yang mencakup konteks politik dan sosial Afrika Selatan, hubungan bilateral dengan Palestina, serta peran media dan organisasi internasional dalam mendukung perjuangan Palestina.Afrika Selatan, setelah mengakhiri apartheid, menjalin hubungan diplomatik dengan Palestina pada tahun 1995, menunjukkan komitmennya terhadap hak-hak Palestina. Pemimpin ANC, Nelson Mandela, menegaskan bahwa kebebasan Afrika Selatan tidak lengkap tanpa kebebasan Palestina. Dukungan ini berlanjut di era kepemimpinan saat ini, di mana pemerintah Afrika Selatan mengajukan kasus genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional dan aktif dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Media Afrika Selatan berperan penting dalam membentuk opini publik dan kebijakan luar negeri terkait isu Palestina. Dengan dukungan kuat dari masyarakat, Afrika Selatan berupaya menjadi suara bagi negara-negara berkembang di panggung global. Penelitian ini menyoroti bagaimana pengalaman bersama dalam perjuangan melawan penindasan telah memperkuat ikatan antara Afrika Selatan dan Palestina, serta tantangan yang masih dihadapi dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian bagi rakyat Palestina.
Co-Authors Agestia, Ninda Rhetalola Almiyudha, Jasuma Hartias Iqhwal Amber Eleonora Angela Anggraeni Frankly Hailitik Anisa Atsilah Azhar Anthony, Calvin Fritz Artha Madya Saragih ARUNI, AYU Bagas Candra Setiawan Bergitha Yesika Marsel Berry, Vanessa Brigita Kaat, Cahyani Brigita Kaat Budhi Kristianto C. Leuwol, Sylvie Christian Herman Johan De Fretes Christin H J de Fretes Claudia T. Wattimena Darell Collin Eugenius Msen Debora Natalia Sudjito Desi, Desi Desti Christian Cahyaningrum Dewita Karema Sarajar Dina Laksita Hapsari Eldaa Aflin Rumbewas Eleonora, Amber Elika Puspa Maharani Fenny Novita Rantepadang Geovani Marstumikhe Glesia Giner Maslebu Gitaningtyas, Febrilian Cahyani Hartini Runga Hermanto Abraham, Rendy Heyna Jekaisa Hilda Dermaya Orifia Hindriyanto Dwi Purnomo Hizkia Bryan Hulu Icha Permatasari Indra Wisnu Wibisono Irawan, Kesya Permata Ariesta Irene Natasha Nelwan Jedidiah Nehemia Marsono Jesica Putri Injilia Wangko Jet Sahertian Joel P. N. Talaperu Joseph Ernest Mambu Karryn Sahetapy, Nadine Larasati, Abigail Lasut, Eugenie Brigita Latupeirissa, Chezia Lestari, Dian Puji Liur, Marrinda Kevin Jeremiah M.A Therik, Wilson Mantiri, Romelyn Michael Bezaleel Wenas MJ, Hosana Monika Sari Wijaya Monique Tuhumury, Scheline Nadine Karryn Sahetapy Nahusona, Ferry Nana Triharyanti Narwastu Sharon Sudey Nelwan, Irene Natasha Oxanna Jean Wa’Uina Petsy Jessy Ismoyo Picauly, Irma Amy Pricilla Patrisia Luther Putri Hergianasari R. M. Suryo Sakti Hadiwijoyo Rachel Eunike Lendeng Regina Beta Finessean Loso Regina, Grace Roberto Oktavianus Cornelis Seba Rully Adi Nugroho Sampoerno Scheline Monique Tuhumury Selly, Anisya Dea Sherin Natasya Priscilla Simamora, Viny Herlin Sri Ester Mondolu Teguh Wahyono Therik, Wilson Markus Anderias Tiffany Xierry Amanda Anggono Triesanto R. Simanjuntak Triesanto Romulo Simanjuntak Umbu Riada Tagumara Sabaora Veren Giovanny Tandi Payung Viny Herlin Simamora Wilson Markus Anderias Therik Wimartha, Febrina Yemima Oholibama Wibowo Yesarela Ebenhaezer Yesica Berlia Septirain Yohanes Martono Yuli Agung Suprabowo, Gunawan