Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Dukungan Australia Melalui Sister Province Jateng-Queensland Pada Sektor Kesehatan Pasca Covid-19 Regina Beta Finessean Loso; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu Walangara Nau
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.23055

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan perubahan yang cukup signifikan bagi keadaan global dan Jawa Tengah terkhususnya. Masyarakat telah merasakan dampaknya diseluruh sektor kehidupan manusia, terutama kesehatan. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan PSBB dan Jogo Tonggo di Jawa Tengah yang didalam kebijakannya juga membatasi aktivitas masyarakat. Kebijakan tersebut membuat keadaan perekonomian yang tumbuh secara negatif. Oleh sebab itu, berbagai upaya telah dilakukan Indonesia untuk memulihkan kembali keadaan. Salah satunya adalah melalui Kerjasama Sister Province yang dilakukan oleh Jawa Tengah dan Queensland. Maka, dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah Australia terutama Queensland pada saat pemulihan pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik analisis berdasarkan Miles Huberman. Dalam penelitian ini juga akan dianalisis dengan menggunakan teori Liberalisme dan mendapatkan hasil bahwa terdapat bantuan donasi yang kemudian diimplementasikan ke sektor kesehatan dan sosial kepada masyarakat Jawa Tengah. Bantuan tersebut akhirnya dapat membantu pemerintah Jawa Tengah untuk mempercepat distribusi vaksin dan untuk daya ungkit ekonomi masyarakat sehari-hari.
Peran Diaspora Dalam Mendukung Gastrodiplomasi Pada Program Co-Branding Indonesia Di Australia 2018-2020 Monika Sari Wijaya; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu Walangara Nau
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.23158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana peran diaspora Indonesia dalam mendukung gastrodiplomasi Indonesia pada program Co-Branding di Australia tahun 2018-2021, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif, dengan sumber data sekunder melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif yaitu dengan mengeksplorasi, meriset, dan mereduksi data yang telah diperoleh dari penelitian terdahulu, buku, karya ilmiah, dokumen, website, dan laporan. Hasil dari penelitian ini adalah Gastrodiplomasi yang diimplementasikan oleh pemerintah untuk meningkatkan national branding melalui Program Co-Branding Wonderful Indonesia Diaspora tahun 2018-2021 yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf bersama dengan restoran diaspora belum memperoleh hasil yang maksimal karena beberapa alasan, antara lain belum adanya regulasi khusus terkait pelaksanaan gastrodiplomasi, juga tidak adanya grand design dan roadmap yang jelas terkait program tersebut.
Analisis Kebijakan Indonesia Terkait Emisi Karbon Melalui Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) Lasut, Eugenie Brigita; Nau, Novriest Umbu Walangara; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is an international issue and a concern of many countries especially Indonesia. The growth and development of mobility in the aviation sector is one of the causes of air pollution produced by aircraft carbon emissions. Indonesia decided to a make policies through the Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) program initiated by the International Civil Aviation Organization (ICAO) to reduce and solve the problem of carbon emissions in the aviation industry. This study applies a descriptive qualitative method that describes the results of the research in a narrative based on data collected using a literature study. This study will also analysed Indonesia’s policies for carbon emissions through Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) with the theory of Neoliberal Institutionalism which considers that the state is not the only actor and international organizations also play a role as an actor that create the complex interdependence. This study explain that Indonesia's policies for carbon emissions in the aviation sector are a development of previous policies for climate change using a Paris Agreement.
Analisis Konflik Rusia Ukraina dan Konflik Internal NATO Menggunakan Siklus Kausalitas Latupeirissa, Chezia; Walangara Nau, Novriest Umbu; Cornelis Seba, Roberto Octovianus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Konflik Rusia Ukraina dengan Konflik Internal NATO menggunakan siklus kausalitas. Untuk menganalisis dua studi kasus tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dua teori, yakni teori kausalitas dan teori resolusi konflik. Diketahui bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi pada bulan Februari 2022 menyebabkan krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan, sekaligus menghadirkan Konflik Internal NATO, dimana Turki, Slivikia dan Hungaria menolak mengikuti kesepakatan aliansi tersebut dalam memberi bantuan ekonomi dan militer pada Ukraina, sekaligus memberi sanksi pada Rusia. Melalui pendekatan kausalitas Champbell dan resolusi konflik Lederach, Konflik Rusia Ukraina dan Konflik Internal NATO dapat menghadirkan konflik baru. Maka perlu diupayakan resolusi konflik untuk mengatasi hal tersebut. Dimana ketiga pihak tersebut perlu melakukan rekonsiliasi.
Dualisme Kepentingan Joe Biden: Perhatian pada Sektor Lingkungan di Masa Kampanye & Hadirnya Willow Project 2023 setelah Terpilih [Joe Biden's Interest Dualism: Attention towards the Environment Sector in the Campaign Period and the Presence of Willow Project 2023 after Elected] Irawan, Kesya Permata Ariesta; Simanjuntak, Triesanto Romulo; Nau, Novriest Umbu Walangara
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol. 16 No. 31 (2024): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v16i31.8693

Abstract

This study aims to analyze President Joe Biden's dual interests regarding his focus on the environmental sector during his campaign and the decision to approve the Willow Project in2023 after being elected. Utilizing the concepts of national interest and public policy along with elite theory, this research highlights the discrepancy between Biden's pro-environment campaign promises and his policy decisions after taking office. A descriptive-analytical method is employed to identify and understand the reasons behind the approval of this controversial project. The findings reveal that the approval of the Willow Project was influenced by pressures from elite groups and the strategic necessity to balance broader national interests, despite conflicting with the environmental commitments made during the campaign. The conclusion of this study underscores the complexity of public policy decision-making, which often involves compromises between idealistic goals and political realities.Bahasa Indonesia Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dualisme kepentingan Presiden Joe Biden mengenai fokusnya pada sektor lingkungan di masa kampanye dan keputusannya untuk menyetujui Willow Project di tahun 2023 setelah terpilih. Dengan menggunakan konsep kepentingan nasional dan kebijakan publik, bersama teori elit, penelitian ini menggarisbawahi ketidaksesuaian di antara janji kampanye Biden yang prolingkungan dengan keputusan-keputusannya setelah menjabat. Metode deskriptif-analitis digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami alasan di balik persetujuan terhadap proyek yang kontroversial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persetujuan terhadap Willow Project dipengaruhi tekanan yang datang dari kelompok elit dan kebutuhan strategis untuk menyeimbangkan kepentingan nasional, terlepas dari komitmen-komitmen terhadap isu lingkungan yang disampaikan semasa kampanye. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kompleksitas pembuatan kebijakan publik yang kadang mengkompromikan tujuan-tujuan ideal terhadap realitas politik.
Peran Imigrasi Manado dalam Mencegah Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural ke Kamboja Jesica Putri Injilia Wangko; Novriest Umbu Walangara Nau; Christin H J de Fretes
Jurnal Niara Vol. 17 No. 3 (2025): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i3.25393

Abstract

Pengiriman Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural ke Kamboja semakin marak. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti kondisi ekonomi, pendidikan dan kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Manusia serta prosedur yang benar untuk menjadi pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi imigrasi Manado dalam melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) non procedural ke Kamboja. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengambilan data sekunder yang diperoleh melalui literature, jurnal ilmiah media online resmi dan video berita yang diakses lewat internet. Selain itu peneliti juga melakukan pengambilan data primer yaitu yang diperoleh secara langsung dari instansi terkait dalam hal ini berupa jumlah penolakan paspor. Analisis penelitian ini menggunakan konsep Human Security dan Teori liberalisme. Melalui hasil penelitian ditemukan bahwa tren pekerja migran non procedural asal Sulawesi Utara yang bekerja di Kamboja disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya tindak pidana perdagangan manusia dan prosedur yang benar untuk menjadi pekerja migran Indonesia
Diplomasi Iklim Indonesia terhadap ASEAN pada masa Pemerintahan Joko Widodo Regina, Grace; Therik, Wilson M.A.; Umbu Walangara Nau, Novriest
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 4 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i4.6536

Abstract

Diplomasi iklim merupakan pertimbangan krusial bagi pengambil kebijakan, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Krisis iklim yang tak terhindarkan memerlukan mitigasi dan upaya kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan. ASEAN, sebagai kawasan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, membutuhkan pendekatan diplomasi iklim yang efektif, baik di tingkat domestik maupun regional. Penelitian ini bertujuan memahami diplomasi iklim Indonesia terhadap ASEAN selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan landasan teori fungsionalis David Mitrany, yang menekankan pentingnya pembentukan institusi atau badan ahli untuk menangani isu spesifik. Pendekatan yang digunakan melibatkan isu-isu spesifik. Misalnya, upaya Indonesia dalam mendorong pembentukan kerangka kerja regional untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan investasi energi terbarukan di ASEAN mencerminkan komitmen untuk menciptakan solusi bersama. Badan yang fokus menangani masalah iklim dapat memaksimalkan peran Indonesia dalam mengatasi salah satu penyebab utama, seperti polusi asap lintas batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama dua periode memiliki potensi untuk memaksimalkan diplomasi iklim melalui penguatan institusi yang relevan. Keberhasilan ini dapat dijadikan contoh signifikan selama keketuaan ASEAN 2023. Dengan memanfaatkan kolaborasi multi-stakeholder dan pendekatan multisektor, Indonesia berpeluang besar memainkan peran strategis dalam mengatasi krisis iklim di kawasan ASEAN secara lebih efektif.
Peran Afrika Selatan Mempengaruhi Masyarakat Global melalui Media dan Organisasi Internasional Studi Kasus Palestina-Israel Almiyudha, Jasuma Hartias Iqhwal; Nau, Novriest Umbu Walangara; Cornelis Seba, Roberto Octavianus
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 1 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i1.7045

Abstract

Peran Afrika Selatan dalam mendukung Palestina, dengan fokus pada hubungan sejarah dan solidaritas yang terjalin antara kedua pihak. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa sub-bab yang mencakup konteks politik dan sosial Afrika Selatan, hubungan bilateral dengan Palestina, serta peran media dan organisasi internasional dalam mendukung perjuangan Palestina.Afrika Selatan, setelah mengakhiri apartheid, menjalin hubungan diplomatik dengan Palestina pada tahun 1995, menunjukkan komitmennya terhadap hak-hak Palestina. Pemimpin ANC, Nelson Mandela, menegaskan bahwa kebebasan Afrika Selatan tidak lengkap tanpa kebebasan Palestina. Dukungan ini berlanjut di era kepemimpinan saat ini, di mana pemerintah Afrika Selatan mengajukan kasus genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional dan aktif dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Media Afrika Selatan berperan penting dalam membentuk opini publik dan kebijakan luar negeri terkait isu Palestina. Dengan dukungan kuat dari masyarakat, Afrika Selatan berupaya menjadi suara bagi negara-negara berkembang di panggung global. Penelitian ini menyoroti bagaimana pengalaman bersama dalam perjuangan melawan penindasan telah memperkuat ikatan antara Afrika Selatan dan Palestina, serta tantangan yang masih dihadapi dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian bagi rakyat Palestina.
KEMELUT POLITIK THAILAND TAHUN 2023: ANTIKLIMAKS JALAN PERUBAHAN MENUJU DEMOKRASI Walangara Nau, Novriest Umbu
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 10 No 1 (2025): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v10i1.3366

Abstract

Move Forward, a progressive party secure a historic win in the 2023 Thailand general election and nominated Pita Limjaroenrat as the new Prime Minister. However, Move Forward was thwarted in parliament and betrayed by its coalition partner Pheu Thai which shifted to support the royalist party. The anticlimax of Move Forward's victory poses a major challenge to Thailand's efforts towards a more democratic direction. This paper examines the dynamics of Thai politics and its prospects for democracy after the 2023 election by utilizing the idea of ​​Constructivism and employing a literature study method. This paper argues that Move Forward's victory is a strong signal of the waning public support for pro-military and royalist parties. Move Forward's ability to attract the support of Pheu Thai loyalists and to win the upcoming election with sufficient margin of victory are going to be pivotal.
BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) MELALUI NEW INTERNATIONAL LAND-SEA TRADE CORRIDOR (ILSTC) SEBAGAI IMPLEMENTASI FILSAFAT KONFUSIANISME Tiffany Xierry Amanda Anggono; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu W Nau
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of China through the Belt and Road Initiative (BRI) is a complex phenomenon that presents opportunities for development while also raising geopolitical and security concerns on the international stage. Several countries perceive the BRI as a threat due to China’s potential economic and political dominance, which could shift Western influence. This study employs a constructivist theoretical approach to offer an alternative perspective by examining the BRI through the ILSTC project as China’s effort to achieve a form of hegemony distinct from traditional understandings. The concept of hegemony analyzed here is rooted in Confucian philosophy, which underpins the values and foreign policy of modern China. The findings indicate that China’s hegemony, as reflected in the BRI and ILSTC, is neither aggressive nor threatening but is based on positive Confucian values such as harmony and virtue. In conclusion, China’s hegemonic approach through the BRI represents a strategy that emphasizes cooperation and joint development, and thus should be understood within the context of China’s culture and history