Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Vaccine Diplomacy Indonesia-Cina dalam Menanggulangi Pandemi Covid -19 Liur, Marrinda Kevin Jeremiah; Simanjuntak, Triesanto Romulo; Umbu, Novriest
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i7.796

Abstract

Sejak akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan penyakit baru yang bernama virus corona atau disebut dengan istilah COVID-19 yang bermula dari salah satu kota di Cina yaitu Wuhan. peneliti menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan jenis data yang diambil untuk kemudian dijelaskan secara deskriptif agar dapat menghasilkan suatu pembahasan yang berujung pada kesimpulan penelitian. Tujuan vaksin diplomacy Cina sebagai soft power dan bagaimana bentuk implementasi vaksin diplomacy antara Indonesia dan Cina. Diplomasi vaksin yang dilakukan Cina tidak hanya bertujuan untuk membantu negara lain untuk menangani COVID-19 dan dampaknya, namun juga bertujuan untuk meningkatkan citra baik Cina yang ditunjukkan dengan hubungan internasional khusunya dengan Indonesia.
Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Maslebu, Giner; Walangara Nau, Novriest Umbu; Sampoerno; Hermanto Abraham, Rendy; Wisnu Wibisono, Indra; Wahyono, Teguh; Dwi Purnomo, Hindriyanto; Kristianto, Budhi; Karema Sarajar, Dewita; Yuli Agung Suprabowo, Gunawan; C. Leuwol, Sylvie; Nahusona, Ferry; Picauly, Irma Amy
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i22024p119-129

Abstract

Remaja merupakan suatu pelayanan kategorial yang menyasar kelompok usia antara anak-anak (sekolah minggu) dan pemuda. Tekanan stereotip, ekspektasi tinggi tanpa dukungan memadai, dibarengi dengan perubahan masif akibat kemajuan teknologi dan informasi dapat memicu permasalahan kesehatan mental generasi muda jika tidak dikelola dengan bijak. Tantangan lain yang dihadapi adalah mengenai spiritualitas remaja. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melihat perlunya mengadakan kegiatan bagi remaja dan pendamping/pembina remaja sebagai platform untuk memperlengkapi para remaja dan pembina dengan berbagai pengetahuan dan kapasitas yang diharapkan mampu membekali remaja dan pembina dalam pelayanan dan kehidupan berbangsa sehari-hari. Pendampingan yang dilakukan oleh para ahli di UKSW meliputi isu-isu seputar perkembangan psikologis, pengembangan bakat-minat, kecerdasan buatan dan implementasi dalam pelayanan serta gerakan cinta lingkungan lewat aksi tanam pohon di desa. Hasilnya, para peserta mendapatkan pengalaman berharga yang tampak dalam hasil survey kepuasan dimana mayoritas responden puas terhadap pendampingan dan 100 % responden memperoleh tambahan pengetahuan.
KEMELUT POLITIK THAILAND TAHUN 2023: ANTIKLIMAKS JALAN PERUBAHAN MENUJU DEMOKRASI Walangara Nau, Novriest Umbu
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 10 No 1 (2025): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v10i1.3366

Abstract

Move Forward, a progressive party secure a historic win in the 2023 Thailand general election and nominated Pita Limjaroenrat as the new Prime Minister. However, Move Forward was thwarted in parliament and betrayed by its coalition partner Pheu Thai which shifted to support the royalist party. The anticlimax of Move Forward's victory poses a major challenge to Thailand's efforts towards a more democratic direction. This paper examines the dynamics of Thai politics and its prospects for democracy after the 2023 election by utilizing the idea of ​​Constructivism and employing a literature study method. This paper argues that Move Forward's victory is a strong signal of the waning public support for pro-military and royalist parties. Move Forward's ability to attract the support of Pheu Thai loyalists and to win the upcoming election with sufficient margin of victory are going to be pivotal.
BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) MELALUI NEW INTERNATIONAL LAND-SEA TRADE CORRIDOR (ILSTC) SEBAGAI IMPLEMENTASI FILSAFAT KONFUSIANISME Tiffany Xierry Amanda Anggono; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu W Nau
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of China through the Belt and Road Initiative (BRI) is a complex phenomenon that presents opportunities for development while also raising geopolitical and security concerns on the international stage. Several countries perceive the BRI as a threat due to China’s potential economic and political dominance, which could shift Western influence. This study employs a constructivist theoretical approach to offer an alternative perspective by examining the BRI through the ILSTC project as China’s effort to achieve a form of hegemony distinct from traditional understandings. The concept of hegemony analyzed here is rooted in Confucian philosophy, which underpins the values and foreign policy of modern China. The findings indicate that China’s hegemony, as reflected in the BRI and ILSTC, is neither aggressive nor threatening but is based on positive Confucian values such as harmony and virtue. In conclusion, China’s hegemonic approach through the BRI represents a strategy that emphasizes cooperation and joint development, and thus should be understood within the context of China’s culture and history
Strategi Geoekonomi Tiongkok dalam Implementasi Belt and Road Initiative: Proyek Kereta Api Laos-Tiongkok 2019-2024 Nelwan, Irene Natasha; Simanjuntak, Triesanto Romulo; Nau, Novriest Umbu Walangara
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1077

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Strategi Geoekonomi Tiongkok dalam Implementasi Belt and Road Initiative : Proyek Kereta Api Laos-Tiongkok 2019-2024. Latar belakang penelitian adalah penerapan strategi geoekonomi dengan memperhatikan pentingnya posisi tawar Laos sebagai penghubung Tiongkok ke kawasan Asia Tenggara melalui proyek ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi strategi geoekonomi Tiongkok dalam implementasi Belt and Road Initiative terhadap proyek Laos melalui kereta Api Laos-Tiongkok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dimana unitnya adalah strategi geoekonomi Tiongkok serta unit amatannya proyek kereta api Laos-Tiongkok. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi geoekonomi Tiongkok memiliki korelasi dengan kepentingan maupun impian besarnya melalui pemanfaatan instrumen ekonomi seperti investasi, infrastruktur, dan kerja sama dalam pengaruh ekonomi-politik kawasan. Proyek ini terbukti meningkatkan konektivitas. Kesimpulannya, proyek kereta api Laos-Tiongkok sebagai cerminan strategi geoekonomi Tiongkok yang tidak hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi upaya dominasi ekonomi dalam kerangka kerja yang sama.
Liberalisme Institusional Terhadap Peran Asean Sebagai Sarana Kerjasama Ekonomi Timor Leste Simamora, Viny Herlin; Walangra, Novriest Umbu; Therik, Wilson Markus Anderias
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran ASEAN sebagai organisasi yang membantu Timor Leste dalam kerjasama ekonomi dari sudut pandang liberalisme institusional. ASEAN sebagai organisasi regional membantu ekonomi negara anggotanya, termasuk Timor Leste. Keanggotaan ASEAN memberi Timor Leste kesempatan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, dan mengembangkan sektor non-migas. Ini terlepas dari fakta bahwa negara itu menghadapi banyak tantangan, termasuk ketergantungan pada sektor minyak dan gas, keterbatasan infrastruktur, dan ketidakstabilan politik. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kebijakan ASEAN dapat membantu mengatasi tantangan ekonomi dan memfasilitasi integrasi Timor Leste dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui mekanisme seperti ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Free Trade Area (AFTA), dan berbagai inisiatif lainnya, ASEAN telah memberikan kontribusi signifikan dalam mempercepat pembangunan ekonomi Timor Leste, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
A Comparative Study of Contextual Feminism : Saudi Arabian and Iranian Perspectives Berry, Vanessa; Petsy Jessy Ismoyo; Novriest Umbu Walangara Nau
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 3 (2025): December : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i3.2968

Abstract

The Feminism movement was born to represent women's long struggle to achieve gender equality and equal rights between women and men. In the context of the Middle East, feminism exists and develops complexly and contextually, especially in countries with Islamic-based legal systems such as Saudi Arabia and Iran. This research aims to analyze the differences in the top-down approach in Saudi Arabia and the bottom-up approach in Iran in influencing the direction of the feminism movement through the lens of postmodern feminism. This research uses a qualitative approach with a comparative study research type. The data that has been collected shows that Saudi Arabia, through the Saudi Vision 2030 program, seeks to increase the role of women in the economy and the public structurally from above or top down, after previously women lived in an environment with very patriarchal policies. In Iran, women face a repressive government system, but that is where the resistance movement from civil society is created. The perspective of postmodern feminism, especially the thoughts of Luce Irigaray, is used to read how women's bodies in these two countries become a political tool as well as a means of symbolic resistance to a system that is so masculine. This research also observes how the internet, digital media, and transnational feminist networks contribute to shaping resistance and awareness in different ways across both contexts. From this study, it can be concluded that feminism cannot be seen as something universal but is shaped by power relations, culture, ideology, and national policy. The feminist movements in Saudi Arabia and Iran reflect how feminism comes in two contrasting elements: one directed by the state, the other emerging organically from society.
Kebijakan Luar Negeri Prayut Chan O Cha Terkait Kudeta Myanmar Brigita Kaat, Cahyani Brigita Kaat; Cornelis Seba , Roberto Octavianus; Walangara Nau , Novriest Umbu
Action Research Literate Vol. 8 No. 9 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i9.611

Abstract

Kudeta Myanmar menimbulkan berbagai masalah baru bagi wilayah regional Asia Tenggara dan berdampak langsung terhadap negara-negara yang berbatasan langsung dengan Myanmar. Sebagai bentuk menekan tingkat kerugian yang ditimbulkan oleh kudeta ini setiap actor negara hingga actor internasional lainnya berlomba untuk menentukan resolusi damai bagi Myanmar. Salah satunya yaitu Thailand dibawah pemerintahan Prayut Chan o Cha dengan mengeluarkan kebijakan luar negeri berupa quite diplomacy untuk menekan intervensi asing dan ketegangan dalam proses damai. Kebijakan ini dikeluarkan dengan alasan kepentingan nasional yang harus diamankan oleh Thailand yang berhubungan dengan ekonomi dan sumber daya. Hal ini didasarkan pada panjangnya garis perbatasan antara kedua dengan panjang 2.401 km yang menyebabkan berbagai masalah seperti imigran, narkoba, dan masalah sosial lainnya mengalami peningkatan dan merugikan Thailand. Sehingga Thailand berupaya untuk menengahi kasus ini sebagai mediator dengan berusaha membangun komunikasi dengan Myanmar untuk mengamankan wilayah perbatasan yang berdampak kebeberapa aspek penting seperti ekonomi. Dengan memanfaatkan hubungan masa lalu antara elit militer kedua negara Prayut berupaya untuk mengubah kebijakan Burma Myanmar menjadi lebih strategis dan bermoral sehingga dapat mencapai kesepakatan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak. Pada penelitian ini penulis berupaya untuk melihat bagaimana proses quite diplomacy yang dilakukan oleh Prayut dapat mempengaruhi Myanmar dan seberapa efektifnya kebijkan ini dalam melakukan pendekatan terhadap Myanmar saat ASEAN gagal dalam melakukan pendekatan terhadap Myanmar, keterbatasan ASEAN dalam menangani isu Myanmar melemahkan posisinya sebagai sentralitas regional dan menurunkan kredibilitasnya sebagai organisasi yang mengedepankan HAM. Hasil penelitian ini menunjukan efisiensi dari kebijakan yang di keluarkan oleh Prayut dimana Myanmar menaruh kepercayaan terhadap Thailand demi mengamankan kepentingannya terutama di bidang ekonomi.
Analisis Kebijakan Indonesia Terkait Emisi Karbon Melalui Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) Lasut, Eugenie Brigita; Nau, Novriest Umbu Walangara; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is an international issue and a concern of many countries especially Indonesia. The growth and development of mobility in the aviation sector is one of the causes of air pollution produced by aircraft carbon emissions. Indonesia decided to a make policies through the Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) program initiated by the International Civil Aviation Organization (ICAO) to reduce and solve the problem of carbon emissions in the aviation industry. This study applies a descriptive qualitative method that describes the results of the research in a narrative based on data collected using a literature study. This study will also analysed Indonesia’s policies for carbon emissions through Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) with the theory of Neoliberal Institutionalism which considers that the state is not the only actor and international organizations also play a role as an actor that create the complex interdependence. This study explain that Indonesia's policies for carbon emissions in the aviation sector are a development of previous policies for climate change using a Paris Agreement.
Kebijakan Pemerintah Kota Denpasar Terkait Pariwisata Berkelanjutan SDGs 12 Pasca Covid 19 Karryn Sahetapy, Nadine; Octavianus Cornelis Seba, Roberto; Umbu Walangara Nau, Novriest
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 1 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i1.3279

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebijakan Pemerintah Kota Denpasar terkait pariwisata berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) 12, terutama setelah dampak pandemi COVID-19. Pandemi telah memberikan tantangan besar bagi sektor pariwisata, memicu perlunya strategi pemulihan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan sosial. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah, termasuk promosi ekowisata, pelibatan masyarakat lokal, dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan pelaku industri untuk menciptakan pariwisata yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing.
Co-Authors Agestia, Ninda Rhetalola Almiyudha, Jasuma Hartias Iqhwal Amber Eleonora Angela Anggraeni Frankly Hailitik Anisa Atsilah Azhar Anthony, Calvin Fritz Artha Madya Saragih ARUNI, AYU Bagas Candra Setiawan Bergitha Yesika Marsel Berry, Vanessa Brigita Kaat, Cahyani Brigita Kaat Budhi Kristianto C. Leuwol, Sylvie Christian Herman Johan De Fretes Christin H J de Fretes Claudia T. Wattimena Darell Collin Eugenius Msen Debora Natalia Sudjito Desi, Desi Desti Christian Cahyaningrum Dewita Karema Sarajar Dina Laksita Hapsari Eldaa Aflin Rumbewas Eleonora, Amber Elika Puspa Maharani Fenny Novita Rantepadang Geovani Marstumikhe Glesia Giner Maslebu Gitaningtyas, Febrilian Cahyani Hartini Runga Hermanto Abraham, Rendy Heyna Jekaisa Hilda Dermaya Orifia Hindriyanto Dwi Purnomo Hizkia Bryan Hulu Icha Permatasari Indra Wisnu Wibisono Irawan, Kesya Permata Ariesta Irene Natasha Nelwan Jedidiah Nehemia Marsono Jesica Putri Injilia Wangko Jet Sahertian Joel P. N. Talaperu Joseph Ernest Mambu Karryn Sahetapy, Nadine Larasati, Abigail Lasut, Eugenie Brigita Latupeirissa, Chezia Lestari, Dian Puji Liur, Marrinda Kevin Jeremiah M.A Therik, Wilson Mantiri, Romelyn Michael Bezaleel Wenas MJ, Hosana Monika Sari Wijaya Monique Tuhumury, Scheline Nadine Karryn Sahetapy Nahusona, Ferry Nana Triharyanti Narwastu Sharon Sudey Nelwan, Irene Natasha Oxanna Jean Wa’Uina Petsy Jessy Ismoyo Picauly, Irma Amy Pricilla Patrisia Luther Putri Hergianasari R. M. Suryo Sakti Hadiwijoyo Rachel Eunike Lendeng Regina Beta Finessean Loso Regina, Grace Roberto Oktavianus Cornelis Seba Rully Adi Nugroho Sampoerno Scheline Monique Tuhumury Selly, Anisya Dea Sherin Natasya Priscilla Simamora, Viny Herlin Sri Ester Mondolu Teguh Wahyono Therik, Wilson Markus Anderias Tiffany Xierry Amanda Anggono Triesanto R. Simanjuntak Triesanto Romulo Simanjuntak Umbu Riada Tagumara Sabaora Veren Giovanny Tandi Payung Viny Herlin Simamora Wilson Markus Anderias Therik Wimartha, Febrina Yemima Oholibama Wibowo Yesarela Ebenhaezer Yesica Berlia Septirain Yohanes Martono Yuli Agung Suprabowo, Gunawan