p-Index From 2021 - 2026
4.654
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Gaya Self Assessment System, Diskriminasi, Terdeteksinya Kecurangan Berpengaruh Pada Pengelapan Pajak Haryono Umar; Lesi Hertati
EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2023): EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/ekonom.v1i1.10

Abstract

Penggelapan secara ilegal terhadap objek pajak yang dilakukan perorangan maupun korporasi. Penggelapan pajak dapat berupa tidak melaporkan data yang benar kepada otoritas perpajakan dengan tujuan mengurangi liabilitas pajaknya. Data-data tersebut dapat berupa data penghasilan pribadi hingga data keuntungan perusahaan.. Penelitian bertujuan menguji secara empiris pengaruh self assessment system, diskriminasi, dan kemungkinan terdeteksinya kecurangan pada persepsi tax evasion. Penelitian dilakukan pada KPP Pratama Sumatera Selatan. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dan ditemukan sampel sejumlah 100 Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Analisis data pada riset ini digunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self assessment system dan kemungkinan terdeteksinya kecurangan berpengaruh negatif terhadap persepsi tax evasion, sedangkan diskriminasi berpengaruh positif terhadap persepsi tax evasion. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan dukungan pada theory of planned behavior dan teori atribusi terkait faktor-faktor yang memengaruhi persepsi wajib pajak dalam perseosi tax evasion.
Unveiling the Dynamics of Financial Literacy and Inclusion in Women Digital Loan Decision Making Riwayati, Hedwigis Esti; Rachman, Hikmah Abdul; Pramesworo, Septo; Yustisia, Natali; Umar, Haryono; Siahaan, Magda
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 7 No 3 (2025): November
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v7i3.788

Abstract

This study examines the role of lifestyle in mediating the influence of financial literacy and financial inclusion on the decision to take online loans. This research was conducted on women who use online loans in Indonesia. The sampling method used nonprobability sampling, with the respondents being 200 Indonesian women who used online loans. Data analysis uses Partial Least Square (PLS) to test the direct and indirect effects of financial literacy and financial inclusion on online loan decision-making. The results show that financial literacy, inclusion, and lifestyle significantly positively affect online loan decision-making. Financial literacy does not affect lifestyle, while financial inclusion significantly affects women's lifestyles in Indonesia. Lifestyle cannot mediate the influence of financial literacy and financial inclusion on women's online loan decision-making in Indonesia. The results of this study emphasize the importance of financial literacy and inclusion in shaping good financial behavior, especially in making decisions to apply for loans. Efforts to increase financial literacy and access to financial inclusion can be the primary strategy to improve the financial behavior of women in Indonesia in online loan decision-making.
Pelatihan pelaporan keuangan berkelanjutan memasuki era digitalisasi 5.0. konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri pada SAK entitas privat Lesi Hertati; Asmawati Asarie; Haryono Umar; Winwin Yadiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22629

Abstract

Abstrak Pentingnya Pelatihan Entitas Privat guna mengkaji kesiapan dan implementasi pelaporan keuangan berkelanjutan di era digitalisasi 5.0, dengan fokus pada entitas swasta yang menerapkan SAK. Kesiapan perusahaan dalam mengadopsi digitalisasi 5.0 sangat bervariasi, tergantung pada sektor industri, ukuran perusahaan, dan tingkat teknologi yang digunakan. Implementasi teknologi dalam proses pelaporan keuangan telah membawa perubahan secara efisiensi dan akurasi dalam penyajian informasi keuangan. Konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan tersendiri sesuai SAK untuk entitas swasta memberikan kejelasan dan kepercayaan bagi para pemangku kepentingan terkait dengan kinerja keuangan perusahaan. Kegiatan ini di ikutin oleh mahasiwa, entitas bisnis dan praktisi perusahaan dari berbagai arah secara nasional yang berjumlah 825 orang peserta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini penerapan SAK entitas Privat yang berlaku tahun 2025 serta tantangan dalam menghadapi kompleksitas aturan SAK terintegrasi dengan teknologi dalam proses pelaporan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan postest serta materi yang berbentuk file dokumen yang dilakukan secara zoom. Kesiapan dan implementasi pelaporan keuangan berkelanjutan di era digitalisasi 5.0 membutuhkan strategi yang matang dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebijakan dan prosedur yang ada, serta memastikan konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Kata Kunci:  pelatihan; pelaporan keuangan berkelanjutan; era digitalisasi 5.0; konsolidasian; laporan keuangan tersendiri; SAK entitas privat. Abstract The importance of private entity training to assess the readiness and implementation of sustainable financial reporting in the digitalization 5.0 era, with a focus on private entities that implement SAK. Companies' readiness to adopt digitalization 5.0 varies greatly, depending on the industrial sector, company size, and the level of technology used. The implementation of technology in the financial reporting process has brought about changes in efficiency and accuracy in the presentation of financial information. Consolidation and preparation of separate financial reports in accordance with SAK for private entities provides clarity and confidence for stakeholders regarding the company's financial performance. This activity was attended by students, business entities and corporate practitioners from various directions nationally, totaling 825 participants. The method used in this training is the application of SAK for Private Entities which will take effect in 2025 as well as the challenges in dealing with the complexity of SAK rules integrated with technology in the reporting process. Data collection was carried out using pretest and posttest as well as material in the form of document files carried out using zoom. Readiness and implementation of sustainable financial reporting in the digitalization 5.0 era requires a mature strategy in integrating technology with existing policies and procedures, as well as ensuring the consolidation and preparation of financial reports in accordance with applicable standards. Keywords: training; sustainable financial reporting; digitalization era 5.0; consolidation; separate financial report; private entity SAK.
Pelatihan PKH menerapkan digital e-warung terintegrasi akuntansi digital guna mencegah praud berkelanjutan Lesi Hertati; Harry Suharman; Haryono Umar; Hahyudin Zarkasyi; Winwin Yadiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31380

Abstract

Abstrak Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk bantuan sosial yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Penyalurannya kini menggunakan sistem e-Warung digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Implementasinya, masih ditemukan permasalahan berupa fraud (kecurangan), seperti manipulasi data transaksi dan penyalahgunaan dana bantuan. Hal ini diperparah dengan rendahnya pemahaman pelaku e-Warung terhadap akuntansi digital dan pencatatan transaksi yang benar. Program ini merupakan bagian dari peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Musi Banyuasin yang berjumlah 250 keluarga miskin yang menerima bantuan sosial nontunai berbasis digital. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola e-Warung dalam mengelola sistem PKH digital secara akuntabel dan mencegah praktik fraud yang berulang. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik, meliputi edukasi sistem e-Warung digital, pelatihan dasar akuntansi digital, simulasi pencatatan transaksi, dan diskusi kasus-kasus fraud yang pernah terjadi. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan sistem e-Warung dan pencatatan keuangan digital. Peserta mampu menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memahami pentingnya pengawasan terhadap transaksi bantuan sosial. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam mendukung pencegahan fraud berkelanjutan serta memperkuat tata kelola bantuan sosial berbasis digital. Kata Kunci: digital akuntansi; distribusi bantuan; e.warung; UMKM; fraud. Abstract The Family Hope Program (PKH) is a form of social assistance distributed by the government to underprivileged communities. Distribution currently uses a digital e-Warung system to increase efficiency and transparency. However, during its implementation, issues such as fraud, such as manipulation of transaction data and misuse of aid funds, remain. This is exacerbated by e-Warung operators' lack of understanding of digital accounting and proper transaction recording. This program is part of the Family Hope Program (PKH) program in Musi Banyuasin, which includes 250 poor families receiving digital-based non-cash social assistance. This training activity aims to increase the capacity of e-Warung managers to manage the digital PKH system accountably and prevent recurrence of fraudulent practices. The method used is practice-based training, including education on the digital e-Warung system, basic digital accounting training, transaction recording simulations, and discussions of past fraud cases. The training results demonstrated an increased understanding of the participants' use of the e-Warung system and digital financial record-keeping. Participants were able to apply the principles of transparency and accountability, and understood the importance of monitoring social assistance transactions. Therefore, this training effectively supports ongoing fraud prevention and strengthens digital-based social assistance governance. Keywords: digital accounting; aid distribution; e.warung; UMKM; fraud.
Kinerja Keuangan Daerah Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Manusia: Studi Moderasi Oleh Belanja Modal Agin Sugiwa; Haryono Umar; Agustina Indriani; Ria Fitria Andriani
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i4.8053

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kinerja keuangan daerah yang diukur dengan derajat desentralisasi, ketergantungan keuangan daerah, kemandirian keuangan daerah, efektifitas pendapatan asli daerah dan pertumbuhan pendapatan asli daerah terhadap terhadap indeks pembangunan manusia yang dimoderasi dengan belanja modal. Penelitian ini menggunakan pengujian regresi linear yang dilakukan dengan aplikasi SPSS 23. Sampel penelitian adalah kabupaten/kota periode tahun dari 2014-2016. Jumlah sampel yang digunakan adalah 1.007 kabupaten/kota yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa derajat desentralisasi berpengaruh positif terhadap indeks pembangunan manusia, kemandirian keuangan daerah berpengaruh positif terhadap indeks pembangunan manusia, efektifitas pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap indeks pembangunan manusia, sedangkan ketergantungan keuangan daerah tidak berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan pendapatan asli daerah tidak berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia. Belanja modal memperkuat pengaruh positif antara derajat desentralisasi dengan indeks pembangunan manusia, belanja modal memperkuat pengaruh positif antara kemandirian keuangan daerah dengan indeks pembangunan manusia, sedangkan belanja modal tidak memperlemah pengaruh negatif antara ketergantungan keuangan daerah dengan indeks pembangunan manusia, belanja modal tidak memperkuat pengaruh positif antara efektifitas pendapatan asli daerah dengan indeks pembangunan manusia, dan belanja modal tidak memperkuat pengaruh positif antara pertumbuhan pendapatan asli daerah dengan indeks pembangunan manusia.
Strategi Pengembangan Core Value Akhlak Bumn dalam Mencegah Kecurangan (Fraud) (Studi Kasus pada PT. Bank Rakyat Indonesia di Jakarta) Atasya Alidira; Haryono Umar
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.844

Abstract

Di tengah upaya transformasi dan peningkatan kinerja, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dihadapkan pada tantangan serius terkait praktik kecurangan atau fraud. Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank milik negara terbesar di Indonesia, memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan menganalisis metode pengembangan nilai utama akhlak BUMN dalam upaya mencegah kecurangan di PT Bank Rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam menentukan informan pada penelitian ini peneliti menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 7 informan. Hasil penelitian didapatkan bahwa strategi pengembangan dan penanaman nilai-nilai AKHLAK dilakukan melalui internalisasi nilai yang sistematis, keteladanan kepemimpinan, pelatihan berbasis pengalaman, dan evaluasi perilaku berbasis nilai. Penerapan nilai-nilai AKHLAK di BRI menemui kendala internal yaitu kurangnya pemahaman terhadap makna nilai-nilai AKHLAK dan kendala eksternal muncul dalam bentuk tekanan untuk mencapai tujuan bisnis. Penerapan nilai-nilai AKHLAK telah menunjukkan peran yang luar biasa dalam membangun sistem dan budaya kerja yang mendukung pencegahan tindak kecurangan di BRI. Penelitian ini merekomendasikan agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkuat penerapan Core Values AKHLAK melalui sistem evaluasi berbasis nilai, pelatihan berkelanjutan, dan program mentoring yang menekankan keteladanan pimpinan
Sinergi kampus dan KJA dalam penerapan sistem informasi akuntansi guna mencetak akuntan unggul dan profesional berbasis teknologi berdampak Hertati, Lesi; Meutia, Inten; Umar, Haryono; Iskak, Jamaludin; Nopriansyah, Arief
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37587

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan tinggi untuk beradaptasi dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis berbasis teknologi. Kantor Jasa Akuntansi (KJA) sebagai mitra strategis memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sinergi antara kampus dan KJA melalui program workshop, pelatihan, dan kolaborasi pengabdian masyarakat menjadi langkah konkret guna memperkuat kualitas pembelajaran akuntansi yang relevan dengan perkembangan industri. Penerapan SIA tidak hanya mendukung proses akuntansi yang lebih efisien dan transparan, namun membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis data, pemahaman praktik bisnis, serta pemanfaatan teknologi akuntansi terkini. Adanya sinergi ini, mahasiswa sebagai calon akuntan dapat berkembang menjadi tenaga profesional yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap era digital. Hasil dari kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak akuntan yang siap menghadapi tantangan global, meningkatkan daya saing bangsa, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi.  Kata kunci: sinergi kampus; kja; penerapan sia; mencetak  akuntan unggul; profesional berbasis teknologi. AbstractThe increasingly rapid development of information technology requires higher education to adapt and produce graduates who possess not only academic competence but also practical technology-based skills. The Accounting Services Office (KJA), as a strategic partner, plays a crucial role in bridging the needs of the workforce with student competencies, particularly in the application of Accounting Information Systems (AIS). Synergy between the university and KJA through workshops, training, and collaborative community service programs is a concrete step towards strengthening the quality of accounting learning that is relevant to industry developments. The implementation of AIS not only supports more efficient and transparent accounting processes but also equips students with data analysis skills, an understanding of business practices, and the use of the latest accounting technology. This synergy enables students as prospective accountants to develop into superior professionals with integrity and adaptability to the digital era. The results of this collaboration are expected to produce accountants who are ready to face global challenges, increase national competitiveness, and contribute to technology-based economic development. Keywords: campus synergy; kja; implementation of ais; producing superior accountants; technology-based professionals.
Co-Authors , Rahima Br Purba Afiani Nisaakmala, Heni Agin Sugiwa Agustina Indriani Agustina Indriani Agustina Indriani Alessandro Tambunan Andre Syukri Putranto Andri Taripudin Anggun Prabowo Ani Widosari Trisnaningsih Anjar Sasongko Aprilio, Hardo AR, Hikmah Arini Suliantari Asmawati Asarie Atasya Alidira Azhar Susanto Brama William Mezy Bustomi Bustomi Catheryn Iona Nelson Chatarina Umbul Wahyuni Chintya Nurmayasari Choiriyah Handayani Diah Ratna Sari Dian Rustiani Eka C Setyawan Elison Simaremare Endah Catur Riyanti Erikson Erikson Erlina Erlina Etty Murwaningsari Fatika, Yeka Hendra Fatmamita Yuliana Febriyanto Febriyanto Febryanti Wahyuningrum Feliona Astika Ferica Ferica Fransisco Fransisco Fransiskus Fransiskus Hahyudin Zarkasyi Haikal Haikal Handayani, Milda Hanna Christina W Putri Harry Suharman Harry Suharman Harsono Harsono Hartono Hartono Hedwigis Esti Riwayati Heni Afiani Nisaakmala Hexana Sri Lastanti Husen Basri Ilham Budi Santoso Indah Kristianti Indri Indri Indriani, Agustina Inten Meutia IPutu Ariawan Iskak, Jamaludin Iskandar Muda Julia Julia Julita Rismauli Justine Tanuwijaya Karyaningsih, Karyaningsih Krisna Pradana Krissantono Karo Karo Lambang Puji Pangestu Lesi Hertati Lesi Hertati Lesi Hertati Lesi Hertati Lesi Hertati, Lesi Maria Stephanie Dengah Markonah, Markonah Mezy, Brama William Mochamad Muslih Mohammad Adam Muchamad Fariz Muhammad Febryandi Muhammad Habibi Ritonga Muhammad Sindu Wijaya Nabilah Nawazir Natali Yustisia Nico Sinaga Nopriansyah, Arief Noverdi Putra Novita Lumanaw Nurfitri Elsya Nurwijayanti Oky Ryanda Pordinan Pordinan Pramesworo, Septo Priscillia Sumendap Putri Rizkia Rachman, Hikmah Abdul Rani Ayu Rara Rara Ratih Kumala Sari Ria Fitria Andriani Ridwan Ridwan Rio Firnanda Riska Riska Rizqi Rizqi Safarah, Nurul Sally Marcelina Sartika Sartika Saswinda Permata Putri Satria Wibawa Sekawulan, Wening Siahaan, Magda Siti Safaria Taurusianingsih, Dyah Nirmalawati Ulfah Apriani Veronica Phang Wahyudin Zarkasy Wahyudin Zarkasyi Welda Mudiar Wikanto Artadi Willy hidayat Hidayat Winwin Yadiati Winwin Yadiati Yoga Andriawan Yuki Dwinoto Yulian Yanuardi Zulmanto Zulmanto