Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MASSAGE EFFLEURAGE DALAM MENURUNKAN NYERI PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS LEMBANNA KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA nurul hidayah bohari; Sitti Usmia mia; Husnul Khatimah; Arfiani; Andi Resma Aulia
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi May 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i1.84

Abstract

Persalinan normal terjadi pada kehamilan cukup bulan dan berjalan secara spontan disaat permulaan dengan janin menunjukan kepala sebagai ujung depan (Vertex Presentation), proses tersebut berakhir dalam waktu 18 jam tanpa komplikasi apapun. Massage effleurage adalah pijat lambat dari perut atau bagian tubuh lain selama kontraksi. Tujuan untukmengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang massage effleurage dalam menurunkan nyeri persalinan di puskesmas lembanna kecamatan kajang kabupaten bulukumba. metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif.. Pendekatan yang digunakan adalah crosssectional . sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di Puskesmas Lembanna. Hasil dari penelitian ini adalah pengetahuan pada ibu bersalin yang paling banyak pada kategori baik sebanyak 27 reponden (90%), kategori cukup sebanyak 3 responden (3%), dan kategorikurang sebanyak 0 responden (0%).Kesimpulan dari hasil penelitian Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Massage Effleurage Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Di Puskesmas Lembanna Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba adalah yang paling tertinggi kategori terbaik.
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bahaya Pada Masa Nifas Di Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba Husnul Khatimah; Kurniati Akhfar; Nurul Hidayah Bohari; Haerani Haerani
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i2.98

Abstract

Masa nifas (peurperium) dimulai sejak 1 jam setelahlahirnyaplasentasempai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Pelayanan pacsa persalinan harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang bahaya pada masa nifas di wilayah Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 30 ibu nifas berdasarkan data pada bulan Mei-Juni 2017. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu nifas di Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 30 responden yang ditemui oleh peneliti, responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang bahaya pada masa nifas lebih banyak dibanding yang berpengetahuan cukup dan baik, hal ini merupakan sebagian kecil dari pengetahuan ibu nifas tentang bahaya pada masa nifas yang dapat diukur pengetahuannya. Pengetahuan tentang bahaya pada masa nifas sangat penting untuk diketahui oleh ibu agar bila timbul gejala yang mengarah pada bahaya pada masa nifas dapat segera terdeteksi dan ditangani dengan tepat. Diantara 30 responden yang menunjukkan pengetahuan kurang lebih banyak setelah dilakukannya survey di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pada masa nifas.
GAMBARAN PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TENTANG RISIKO PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Isna Muhsin; Haerani; Andi Dewi Purnamasari; Arfiani; Husnul Khatimah
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v5i2.121

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan merupakan suatu peristiwa yang sakral. Pernikahan merubah status seseorang dari bujangan atau janda/duda menjadi berstatus kawin. Dari ikatan perkawinan yang ada diharapkan tercipta generasi baru yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Karena itu diperlukan persiapan yang cukup matang bagi pasangan yang akan memasukinya, baik berupa persiapan fisik dan mental ataupun persiapan lain yang bersifat sosial ekonomi. Usia perkawinan dini menjadi perhatian penentu kebijakan serta perencana program karena berisiko tinggi terhadap kegagalan perkawinan, kehamilan usia muda yang berisiko kematian maternal, serta risiko tidak siap mental untuk membina perkawinan dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Peserta Didik tentang Risiko Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Reproduksi di Madrasah Aliyah Ma’arif Banyorang kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng tahun 2020. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel Total sampling sebanyak 60 responden, instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes. Data disimpulkan melalui data primer dan sekunder. Hasil: Berdasarkan data lembar tes yang diperoleh bahwa pengetahuan peserta didik adalah 40.0% peserta didik yang berpengetahuan baik, dan sebanyak 48,3% yang berpengetahuan cukup. Jumlah peserta didik yang mempunyai pengetahuan kurang 11,7%. Kesimpulan: Pengetahuan Peserta Didik Madrasah Aliyah Maarif Banyorang tentang Risiko Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Reproduksi berada dalam kategori cukup.
PENGARUH LITERASI DIGITAL DALAM PENCEGAHAN PERILAKU SEXTING DI KALANGAN REMAJA Arfiani; Fitriani; SAMILA; Husnul Khatimah; Rahmaniyah R
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.175

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk dalam penggunaan media sosial. Salah satu bentuk penyimpangan digital yang mengemuka di kalangan remaja adalah perilaku sexting, yaitu pengiriman atau penerimaan pesan, gambar, maupun video bermuatan seksual melalui media digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital dan perilaku sexting pada remaja di Kabupaten Bulukumba. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 48 remaja yang dipilih secara sukarela dan datanya dikumpulkan melalui kuesioner online. Hasil: analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden (70,8%) tidak melakukan perilaku sexting, namun lebih dari separuh (60,4%) memiliki tingkat literasi digital yang rendah. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara literasi digital dengan perilaku sexting (r = 0,426; p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital berpotensi menjadi faktor protektif dalam mencegah perilaku sexting pada remaja. Kesimpulan: edukasi literasi digital yang komprehensif perlu ditingkatkan untuk memperkuat kemampuan remaja dalam menghadapi risiko digital secara bijak.
PENGARUH HOME CARE TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS MENGENAI PERAWATAN LUKA PERINEUM Risna Yunita Asmin; Asrida A; Husnul Khatimah; Fatmawati
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i2.193

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum adalah salah satu komplikasi yang umum terjadi saat persalinan dan membutuhkan perawatan khusus agar infeksi dapat dicegah dan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Kurangnya pengetahuan dan sikap dalam perawatan luka dapat meningkatkan risiko komplikasi pascasalin. Program home care yang berjalan dengan baik mampu meningkatkan pengetahuan serta sikap ibu nifas dalam merawat luka perineum, yang terlihat dari pemahaman yang lebih tinggi dan sikap yang lebih positif untuk melakukan perawatan secara mandiri. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh home care terhadap pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai perawatan luka perineum di wilayah kerja UPT Puskesmas Gentungan Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok control. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang mengalami luka perineum, dibagi menjadi 2 kelompok (intervensi dan kontrol). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi home care selama 7 hari. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis Uji Wilcoxon. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,001) pada kelompok intervensi setelah diberikan home care, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menunjukkan perubahan signifikan. Kesimpulan: ada pengaruh home care terhadapah pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai perawatan luka perineum