Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEK PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK RUMAH MAKAN DALAM PAKAN TERHADAP PROTEIN EFISIENSI RASIO DAN INCOME OVER FEED COST AYAM JOPER Masdian Ahmad Fadzil; Usman Ali; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kecernaan bahan organik dalam pakan ayam pedaging dipengaruhi oleh jumlah penambahan tepung yang dicampur dengan lamtoro dan biji singkong yang difermentasi oleh Rhizopus oligosporus (LGF). Pakan komersial, ubi kayu, Rhizopus oligosporus, biji lamtoro, dan broiler finishers adalah bahannya. Dengan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok, kami melakukan percobaan. P0 = 100% pakan komersial; P1 = 10% pakan komersial; P2 = 20% pakan komersial; P3 = 30% pakan komersial. Dua faktor dipelajari: kecernaan bahan organik dan nilai pakan. Analisis varian kemudian akan dilakukan pada data yang terkumpul. Kecernaan bahan organik dan nilai ekonomi pakan pada ayam broiler sama-sama dipengaruhi oleh hasil penelitian ini (P0,01), namun pada kelompok bobot badan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). P0 = 59,54 % b, P1 = 43,27 % a, P2 = 52 % 03 % a, dan P3 = 51,56 % an merupakan rata-rata kecernaan berbagai bentuk bahan organik. P0 = Rp. 16.911,76b, P1 = Rp15.541,47a, P2 = Rp14.357,23a, dan P3 = Rp. 14.277,02a hampir sama dalam hal rata-rata nilai ekonomi pakan. Menurut hasil, P3 adalah yang paling hemat biaya ketika 30% tepung LGF ditambahkan ke dalam campuran untuk mengurangi pencernaan bahan organik. Kata kunci: biji lamatoro, gaplek, kecernaan bahan organik, nilai ekonomis pakan
Evaluasi Penambahan Lactobacillus salivarius Terenkapsulasi Plus Bio Enzim Terhadap Konversi Pakan, Retensi Nitrogen Dan Energi Metabolis Pada Pakan Burung Puyuh Suroso; Umi Kalsum; Usman Ali
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.7

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi plus Bio Enzim dalam pakan burung puyuh terhadap konversi dan kecernakan pakan pada burung puyuh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 pelakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P0 = Pakan standar (tanpa probiotik plus Bio Enzim), P1 = Pakan standar + Probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 1,5 g/kg, P2 = Pakan standar + Probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 3 g/kg, dan P3 = Pakan standar + Probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 4,5 g/kg. Selanjutnya, dilakukan analisis data menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik enkapsulasi plus Bio Enzim dalam pakan burung puyuh berpengaruh signifikan (P < 0,01) terhadap konversi pakan, retensi nitrogen, energi metabolis murni, dan energi metabolis murni terkoreksi nitrogen. Selain itu, perlakuan ini juga menyebabkan perbedaan yang signifikan (P < 0,05) pada energi metabolis semu dan energi metabolis semu terkoreksi nitrogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan optimal terdapat pada perlakuan P3 (pakan standar + probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 4,5 g/kg pakan) yang mampu menghasilkan konversi pakan(2,66 ± 0,06), retensi nitrogen (79,86± 6,18), energi metabolis semu (1919,92 ± 192,08), energi metabolis murni (2343,76 ± 69,66), energi metabolis semu terkoreksi nitrogen (1921,26 ± 192,18), dan energi metabolis murni terkoreksi nitrogen (2342,42 ± 69,58) yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan lainnya.
Manfaat Pengadaan Tong Sampah Organik dan Anorganik Bagi Masyarakat Desa Kuta Buloh 1 Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Fitri Mawarni; Ayu Rahma Putri; Nurhalimah; Rahmawati; Sri Armanusa; Israk Zulfazril; Khalil Mubarak; Ilham Gebri Pratama; Usman Ali; Mukhlizar; Darkasih; Murhaban
Cahaya Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v1i1.57

Abstract

Sebagai Mahasiswa, kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian khusus yang harus benar-benar diperhatikan karena jika lingkungan tercemar dengan berbagai jenis sampah maka akan menyebabkan banyak efek buruk bagi masyarakat sekitar, terlebih sampah plastik yang sangat sulit untuk terurai yang membutuhkan waktu bertahun lamanya untuk terurai. Semua orang pasti sudah mengetahui apa itu sampah yaitu suatu barang yang dibuang, tidak lagi digunakan baik karena sudah tidak bisa lagi digunakan (rusak) atau tidak diperlukan lagi. Ketika sampah tersebut tidak dipilah dan diproses dengan baik, maka akan terjadi pencemaran lingkungan. Sampah selalu diartikan dengan hasil pembuangan dari semua aktivitas kegiatan yang dilakukan manusia, ada yang mudah melebur dan ada yang tidak bisa melebur dengan alam. Manfaaat pemilahan sampah organik dan sampah anorganik adalah memudahkan pekerjaan pekerja lingkungan dan pemahaman bagi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
KETIKA ENERGI MENENTUKAN JUARA: TINJAUAN FISIOLOGI OLAHRAGA TENTANG SISTEM ENERGI Ilham Kamaruddin; Ega Pangalingan; A.Muh.Dzakwan Mangawiang; Nasyarullah, Acep; Usman Ali; Baharuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46727

Abstract

This study aims to analyze the role of energy systems in determining athletic performance through a systematic literature review approach. Energy systems in sports consist of the ATP PC system, anaerobic glycolysis, and the aerobic system, each contributing differently depending on exercise intensity and duration. The method used in this study is a systematic review of 15 national scientific sources, including journals and books related to exercise physiology, VO2Max, and metabolic energy systems. The results show that the ATP PC system dominates short duration and high intensity activities, while anaerobic glycolysis supports moderate intensity efforts, and the aerobic system plays a major role in long duration activities. In addition, VO2Max is identified as a key indicator of aerobic capacity that significantly influences endurance and recovery ability. Environmental factors and training methods such as interval training also contribute to optimizing energy system efficiency. The findings indicate that the integration of all energy systems is essential in supporting optimal athletic performance. Therefore, understanding exercise physiology and energy systems is crucial in designing effective and structured training programs to improve athlete performance.