Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Health Education Using Video Media on Tooth Brushing Skills of Preschool Children at Nur Handayani Kindergarten, Telaga Biru District Sindy Oktaviani H. Dg Sewang; Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 4: October-2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i4.8874

Abstract

Dental and oral health issues, particularly dental caries, remain a significant health problem in preschool-aged children. Poor independent and correct tooth-brushing skills increase the risk of tooth decay. One effective way to improve tooth-brushing skills is through health education using interactive video media. This study aimed to determine the effect of health education using video media on improving tooth-brushing skills in preschool-aged children at Nur Handayani Kindergarten, Telaga Biru District. The study design used a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest method. The subjects were 41 children aged 5-6 years. Health education was provided through interactive video media for 30-60 minutes. Data collection was conducted through observations before and after the intervention. Data analysis used the non-parametric Wilcoxon statistical test due to the non-normal distribution of the data. Before the intervention, the majority of respondents (78%) had poor tooth-brushing skills. After the provision of health education using video media, there was a significant increase, with the proportion of good categories reaching 46.3% and sufficient categories reaching 48.8%. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (<0.05), proving that the intervention had a statistically significant effect on improving tooth-brushing skills. Health education using video media effectively improved tooth-brushing skills in preschool-aged children. Interactive video media captured children's attention and facilitated their understanding of proper tooth-brushing techniques.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TERAPI INSULIN DENGAN KADAR GLUKOSA TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO Andi Akifa Sudirman; Abdul Wahab Pakaya; Erni U. Adam
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.19 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1288

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat melepaskan atau menggunakan Insulin secara adekuat sehingga Kadar Glukosa dalam darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin dengan Kadar Glukosa terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Smpel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden, menggunakan teknik Total Sampilng. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner, menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikan α (0,05).Dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin dengan Kadar Glukosa terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo.Hasil didapatkan responden patuh dengan kadar glukosa normal 35 orang dan responden tidak patuh dengan kadar glukosa tinggi sebanyak 2 orang dan rendah sebanyak 3 orang dengan nilai p value 0,000.
FAKTOR RISIKO KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO BARAT Andi Akifa Sudirman; Harismayanti Harismayanti; Indriani Mohamad
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.84 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1318

Abstract

Stunting tidak hanya berasal dari karakteristik anak, namun juga berasal dari karakteristik ibu seperti usia ibu, tinggi badan ibu dan riwayat anemia saat hamil, stunting dapat memberikan dampak dalam menghambat perkembangan anak, hingga gangguan metabolik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor risiko karakteristik ibu dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Desain penelitian case control dengan retrospektif. Populasi balita stunting sejumlah 311 orang. Sampel berjumlah 76 orang dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil yang diperoleh ada hubungan faktor risiko usia ibu (p-value 0,018, OR= 0,279), tinggi badan ibu (p-value 0,005, OR= 0,219) dan riwayat anemia saat hamil (p-value 0,030, OR= 0,297) dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Dapat disimpulkan karakteristik ibu yang dapat menyebabkan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat adalah usia ibu, tinggi badan ibu dan riwayat anemia saat hamil.
RIWAYAT POLA ASUH DAN POLA MAKAN DENGAN KEJIDIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA BIRU Fatma Widiyanti Darussalam; Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.294 KB)

Abstract

Stunting atau sering disebut perawakan pendek (kerdil) merupakan sebuah keadaan balita yang mempunyai tinggi badan atau panjang badan yang kurang dari standar usianya.Tujuan:Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui riwayat pola asuh pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Desain penelitian yang digunakan secara kuantitatif dengan jumlah responden sebanayk 85 orang dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan riwayat pola asuh (p-value 0.019) dan riwayat pola makan (p-value 0.000) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Telaga Biru. Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa stunting dapat dipengaruhi oleh riwayat pola makan balita dan pola asuh orang tua. Saran: Untuk para orang tua khusus nya pada ibu hamil agar dapat lebih memperhatikan status gizi pada saat kehamilan agar dapat mencegah anak lahir stunting, dan memperbaiki pola asuh orang tua terhadap anaknya agar dapat mendapatkan pengasuhan yang baik
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI RSUD TOTO KABILA Tantri Muharam; Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.411 KB)

Abstract

Kejadian tuberkulosis pada anak kurang mendapat perhatian dalam epidemiologi tuberkulosis dikarenakan >95% anak-anak dengan tuberculosis memiliki sputum BTA (-), sehingga tidak berkontribusi secara langsung dalam menularkan kejadian tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian tuberkulosis pada anak di RSUD Toto Kabila. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain case-control study. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Toto Kabila. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang menderita tuberkulosis dan yang memiliki resiko penularan tuberkulosis di wilayah kerja RSUD Toto Kabila yang berjumlah 62 orang dengan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian uji analisis chi-square didapatkan nilai p-value < α 0,05, maka dapat disimpulkan pengetahuan orang tua, riwayat imunisasi BCG dan riwayat merokok keluarga berisiko terhadap kejadian tuberkulosis pada anak. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan anak dan kebersihan lingkungan.
EFEKTIFITAS TEKHNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN APPENDISITIS DI IRD RSUD OTANAHA KOTA GORONTALO Andi Akifa Sudirman; Fadli Syamsuddin; Syahrain S.Kasim
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.571 KB)

Abstract

Appendisitis adalah proses peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing atau disebut appendiks. Salah satu masalah yang paling dirasakan oleh penderita apendisitis adalah gangguan rasa nyaman “nyeri”.Penatalaksanaan nyeri pada penelitian ini dengan menggunakan teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien appendisitis di IRD RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan Pre Eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test design, dengan Sampel sebanyak 10 responden. Hasil penelitian ini setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam mayoritas skala nyeri pasien appendisitis termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 7 pasien (70.0%) dan kategori ringan 3 orang (30.0%). Hasil perhitungan statistik menggunakan paired sampel t test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tekhnik relaksasi napas efektif dalam menurunkan menurunan Skala Nyeri Pada Pasien Appendisitis di IRD RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Maka disarankan perawat agar lebih maksimal dalam mengajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi nyeri yang dialami pasien.