Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TERAPI INSULIN DENGAN KADAR GLUKOSA TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO Andi Akifa Sudirman; Abdul Wahab Pakaya; Erni U. Adam
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.19 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1288

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat melepaskan atau menggunakan Insulin secara adekuat sehingga Kadar Glukosa dalam darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin dengan Kadar Glukosa terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Smpel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden, menggunakan teknik Total Sampilng. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner, menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikan α (0,05).Dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin dengan Kadar Glukosa terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo.Hasil didapatkan responden patuh dengan kadar glukosa normal 35 orang dan responden tidak patuh dengan kadar glukosa tinggi sebanyak 2 orang dan rendah sebanyak 3 orang dengan nilai p value 0,000.
FAKTOR RISIKO KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO BARAT Andi Akifa Sudirman; Harismayanti Harismayanti; Indriani Mohamad
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.84 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1318

Abstract

Stunting tidak hanya berasal dari karakteristik anak, namun juga berasal dari karakteristik ibu seperti usia ibu, tinggi badan ibu dan riwayat anemia saat hamil, stunting dapat memberikan dampak dalam menghambat perkembangan anak, hingga gangguan metabolik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor risiko karakteristik ibu dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Desain penelitian case control dengan retrospektif. Populasi balita stunting sejumlah 311 orang. Sampel berjumlah 76 orang dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil yang diperoleh ada hubungan faktor risiko usia ibu (p-value 0,018, OR= 0,279), tinggi badan ibu (p-value 0,005, OR= 0,219) dan riwayat anemia saat hamil (p-value 0,030, OR= 0,297) dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Dapat disimpulkan karakteristik ibu yang dapat menyebabkan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat adalah usia ibu, tinggi badan ibu dan riwayat anemia saat hamil.
RIWAYAT POLA ASUH DAN POLA MAKAN DENGAN KEJIDIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA BIRU Fatma Widiyanti Darussalam; Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.294 KB)

Abstract

Stunting atau sering disebut perawakan pendek (kerdil) merupakan sebuah keadaan balita yang mempunyai tinggi badan atau panjang badan yang kurang dari standar usianya.Tujuan:Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui riwayat pola asuh pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Desain penelitian yang digunakan secara kuantitatif dengan jumlah responden sebanayk 85 orang dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan riwayat pola asuh (p-value 0.019) dan riwayat pola makan (p-value 0.000) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Telaga Biru. Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa stunting dapat dipengaruhi oleh riwayat pola makan balita dan pola asuh orang tua. Saran: Untuk para orang tua khusus nya pada ibu hamil agar dapat lebih memperhatikan status gizi pada saat kehamilan agar dapat mencegah anak lahir stunting, dan memperbaiki pola asuh orang tua terhadap anaknya agar dapat mendapatkan pengasuhan yang baik
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI RSUD TOTO KABILA Tantri Muharam; Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.411 KB)

Abstract

Kejadian tuberkulosis pada anak kurang mendapat perhatian dalam epidemiologi tuberkulosis dikarenakan >95% anak-anak dengan tuberculosis memiliki sputum BTA (-), sehingga tidak berkontribusi secara langsung dalam menularkan kejadian tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian tuberkulosis pada anak di RSUD Toto Kabila. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain case-control study. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Toto Kabila. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang menderita tuberkulosis dan yang memiliki resiko penularan tuberkulosis di wilayah kerja RSUD Toto Kabila yang berjumlah 62 orang dengan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian uji analisis chi-square didapatkan nilai p-value < α 0,05, maka dapat disimpulkan pengetahuan orang tua, riwayat imunisasi BCG dan riwayat merokok keluarga berisiko terhadap kejadian tuberkulosis pada anak. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan anak dan kebersihan lingkungan.
EFEKTIFITAS TEKHNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN APPENDISITIS DI IRD RSUD OTANAHA KOTA GORONTALO Andi Akifa Sudirman; Fadli Syamsuddin; Syahrain S.Kasim
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.571 KB)

Abstract

Appendisitis adalah proses peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing atau disebut appendiks. Salah satu masalah yang paling dirasakan oleh penderita apendisitis adalah gangguan rasa nyaman “nyeri”.Penatalaksanaan nyeri pada penelitian ini dengan menggunakan teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien appendisitis di IRD RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan Pre Eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test design, dengan Sampel sebanyak 10 responden. Hasil penelitian ini setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam mayoritas skala nyeri pasien appendisitis termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 7 pasien (70.0%) dan kategori ringan 3 orang (30.0%). Hasil perhitungan statistik menggunakan paired sampel t test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tekhnik relaksasi napas efektif dalam menurunkan menurunan Skala Nyeri Pada Pasien Appendisitis di IRD RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Maka disarankan perawat agar lebih maksimal dalam mengajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi nyeri yang dialami pasien.
Pengaruh Permainan Terapeutik Menggambar terhadap Penurunan Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah di Ruang Anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo Dewi Modjo; Andi Akifa Sudirman; Anita Yunika Gobel
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.19662

Abstract

ABSTRAK Hospitalisasi seringkali menciptakan peristiwa traumatik dan penuh stress dalam iklim ketidakpastian bagi anak dan keluarga, baik itu prosedur efektif yang telah direncanakan sebelumnya ataupun keadaan darurat yang terjadi akibat trauma. Untuk mencegah terjadinya dampak hospitalisasi maka perlu diberikan penanganan dampak hospitalisasi, salah satu caranya adalah dengan permainan terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan terapeutik menggambar terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain One group pre-test and post-test design yang memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah 15 sampel. Hasil analisis rata-rata frekuensi tingkat kecemasan anak sebelum diberikan permainan menggambar adalah 36,40 dengan standar deviasi 1,965 dan rata-rata frekuensi batuk anak sesudah diberikan madu adalah 28,00 dengan standar deviasi 2,162 serta p-value 0,000 yang artinya ada pengaruh permainan terapeutik menggambar terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di ruang anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Kata Kunci: Anak, Kecemasan, Menggambar  ABSTRACT Hospitalization often creates a traumatic and stressful event a climate of uncertainty for children and families, whetever it is a pre-planned effective procedure or an emergency situation that occurs due to trauma. To prevent the impact of hospitalization, it is necessary to provide treatment for the impact to hospitalization, one way is trough therapeutic play. This study is a quantitative research using a One group pre-test and post-test design design that provides treatment or intervention to the research subject and then the effect of the treatment is measured and analyzed. This sampling uses purposive sampling with a total of 15 samples. The results of the analysis of the average frequency of children's cough before being given drawing game was 36,40 with a standard deviation of 1,965 and the average frequency of children's cough after being given honey was 28,00 with a standard deviation of 2,162, and a p-value of 0.000 which means that there is an influence of therapeutic drawing games on reducing anxiety due to hospitalization in preschool children in the children's ward of the Sitti Khadijah Hospital for Women and Children, Gorontalo City. Keywords: Children, Anxiety, Draw
Efektifitas Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Limboto Barat Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.365 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1489

Abstract

Diabetes Self Management Education (DSME) merupakan serangkaian intervensi khusus untuk membantu diabetisi dalam merubah gaya hidupnya sehingga menjadi patuh dalam manajemen perawatan diri. DSME diberikan secara berkesinambungan yang mengacuh pada pilar penatalaksanaan DM. Tujuan penelitian adalah diketahuinya efektifitas  Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Metode penelitian pre eksperimen desain dengan jumlah sampel 15 orang, teknik pengambilan sampling dengan probability sampling. Analisis menggunakan uji dependen t-test/uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan perbedaan kadar glukosa darah yang bermakna pada pengukuran sesudah pemberian DSME pada responden dimana diperoleh nilai p < 0,05 (p = 0,00), dengan nilai t positif (4,67) yang berarti pengukuran kadar glukosa darah sebelum perlakuan lebih besar dari pengukuran sesudah perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah intervensi penerapan Diabetes Self Manajement Education (DSME). Saran pada penelitian ini diharapkan penerapan  program edukasi (pendidikan kesehatan) untuk diabetisi diberikan dengan lebih sistematis dan berkesinambungan memuat materi-materi terkait dengan  menggunakan  media  dan metode yang menarik. 
Analisis Efektifitas Pelatihan Deteksi Tumbuh Kembang terhadap Kemampuan Kader Sekolah dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang pada Anak Usia Prasekolah 5-6 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Dewi Mosjo; Andi Akifa Sudirman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.326 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1490

Abstract

Rendahnya pelayanan kesehatan untuk anak khususnya deteksi tumbuh kembang pada balita berimplikasi terhadap tidak terdeteksinya kasus penyimpangan tumbuh kembang pada anak. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita khususnya Kabupaten Gorontalo masih jauh dari standar yang ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektifitas pelatihan deteksi tumbuh kembang terhadap kemampuan kader sekolah dalam menstimulasi tumbuh kembang pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang memberikan intervensi kepada subjek penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre post test group design. Waktu penelitian mulai dari awal tahun hingga diakhir tahun pelaksanaan. Hasil penelitian yang didapatkan dari uji statistik terdapat pengaruh pelatihan deteksi tumbuh kembang terhadap kemampuan kader sekolah dalam menstimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan kader sekolah pada masing-masing variabel simulasi pertumbuhan dan varibel simulasi perkembangan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. 
Analisis Keberhasilan Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sebagai Program Inovasi dalam Penanganan Stunting di Wilayah Kecamatan Limboto Andi Akifa Sudirman; Haslinda Damansyah; Sitti Nadia Suleman; Muhammad Ruslan Husain
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.17247

Abstract

 ABSTRACT Stunting is a condition where a child experiences growth constraints caused by a lack of food intake in old age. The aim of this research is to obtain more in-depth information regarding the success of the Bapak Asuh Stunting (BAS) program as an innovation program in handling stunting in the Limboto District Area. The research method used in this research uses a Mix Method Research (MMR) design, which combines two forms of research, namely qualitative research and quantitative research. Through an exploratory approach, starting from qualitative research, then continuing with quantitative research (finding concepts/hypotheses and then testing the hypothesis. The population in this study were stunting foster fathers who were determined by the government in the Limboto District area. Sampling used multistage sampling, namely sampling using random techniques. Several stages. The results of the research findings show that the results or development of the BAAS program obtained by all stunting foster children participants experienced a decrease in the number of children cared for and an average weight gain of 1 kg a week, the party who controlled the implementation of this activity was accompanied by the community health center and sub-district. Keywords: BAAS, Innovation, Handling Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi dimana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan pada masa tuanya. Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan informasi lebih mendalam terkait keberhasilan program Bapak Asuh Stunting (BAS) sebagai program inovasi dalam penanganan stunting di Wilayah Kecamatan Limboto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian  ini menggunakan rancangan Mix Methode Research (MMR) yaitu menggabungkan dua bentuk penelitian antara penelitian  kualitatif dan penelitian kuantitatif. Melalui pendekatan Eksploratory yaitu dimulai dari penelitian kualitatif selanjutnya dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif (menemukan konsep/hipotesis selanjutnya menguji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah bapak asuh stunting yang ditetapkan pemerintah di wilayah Kecamatan Limboto. Pengambilan sampel menggunakan multistage sampling yaitu pemilihan sampling melalui teknik random dengan beberapa tahapan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil atau perkembangan program BAAS diperoleh semua anak asuh stunting partisipan mengalami penurunan jumlah anak yang diasuh dan terjadi kenaikan berat badan rata-rata 1 kg dalam seminggu, pihak yang mengontrol jalannya kegiatan ini didampingi oleh puskesmas dan kelurahan. Kata Kunci:  BAAS, Inovasi, Penanganan Stunting 
PENGARUH TERAPI BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK NURHANDAYANI TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Andi Akifa Sudirman; Lenny Ali; Djafar Y. Larote
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/rkmpvw75

Abstract

Latar belakang:  Perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah merupakan aspek penting yang memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi, mengenal emosi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Terapi bermain peran menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk menstimulasi perkembangan sosial emosional anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan edukatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain peran terhadap perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah di TK Nurhandayani Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 41 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi perkembangan sosial emosional yang dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi, sebanyak 11 anak (26,8%) berada pada kategori suspek, dan setelah terapi, jumlah anak dalam kategori suspek menurun menjadi 4 anak (9,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,003 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi bermain peran terhadap perkembangan sosial emosional anak prasekolah Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi bermain peran efektif dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah