Sukmawati Sulfakar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangasa Majene

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Tanda Bahaya Kehamilan dalam Meningkatkan Keselamatan Ibu dan Janin Hasmidar, Hasmidar; Sulfakar, Sukmawati; Haerani, Haerani; Ilham, Nur Anisafauziah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i1.782

Abstract

Introduction: Pregnancy is a physiological process experienced by every woman of reproductive age, but it still carries the risk of complications. Danger signs in pregnancy are symptoms that indicate the possibility of serious complications, such as preeclampsia, antepartum hemorrhage, infection, or fetal growth problems. Objective: The purpose of this community service activity is to create a safe and healthy pregnancy and increase the knowledge of pregnant women and their families so that pregnant women and their families understand the danger signs during pregnancy. Method: The implementation of this community service activity began with several stages, starting with a lecture and continuing through a discussion and question-and-answer session. The first stage involved an opening and introduction, conveying the purpose of the outreach. The material was presented using simple language and visuals (posters/leaflets). The final stage focused on strengthening the outreach and emphasizing the importance of recognizing danger signs early and seeking immediate medical attention if they appear. Result: The results of the implementation of counseling activities on danger signs in pregnancy showed that pregnant women understood and increased their knowledge and were able to explain the meaning and signs of danger in pregnancy, pregnancy risk factors, dangers that can occur and preventing and anticipating dangers in pregnancy. Conclusion: The community service program, implemented in collaboration with the team, has successfully increased the understanding of pregnant women and their families regarding danger signs during pregnancy. Pregnant women can recognize important symptoms such as bleeding, excessive swelling, severe headaches, decreased fetal movement, high fever, and severe abdominal pain as conditions requiring immediate medical attention.
PEMBERDAYAAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI DAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BAYI Hasmidar; Agusliani; Nur Anisafauziah Ilham; Sri Aryati Artha; Sukmawati Sulfakar
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas hidup anak di masa mendatang. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang bayi secara rutin. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemantauan tumbuh kembang bayi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi pemberian makanan bergizi sesuai usia bayi dan balita, serta pelatihan pemantauan pertumbuhan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS). Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah Desa Bonde. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu mengenai pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, serta pemantauan berat badan dan tinggi badan bayi secara berkala. Selain itu, peserta menjadi lebih aktif dalam memanfaatkan pelayanan posyandu dan mampu mengenali tanda-tanda gangguan pertumbuhan sejak dini. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif ibu dalam menjaga status gizi dan tumbuh kembang anak sehingga angka stunting di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian dapat ditekan melalui upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan.