Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Spiritual Dan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Putra Wijaya; Muh Ardiansyah; Kartini Marzuki
Jambura Journal of Educational Management Volume 6 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjem.v6i1.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan spiritual dan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu At-Tibyan. Dalam konteks pendidikan, kepala sekolah memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dan memotivasi guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, yang melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner yang distribusikan kepada seluruh guru di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan dari gaya kepemimpinan spiritual terhadap kinerja guru, di mana guru merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal. Di sisi lain, meskipun gaya kepemimpinan transformasional juga menunjukkan pengaruh positif, hasilnya tidak signifikan. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa kombinasi kedua gaya kepemimpinan secara simultan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja guru. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kedua gaya kepemimpinan dalam konteks pendidikan Islam, yang tidak hanya sekadar memperhatikan aspek administrasi tetapi juga nilai-nilai spiritual yang dapat menginspirasi dan memberdayakan guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi kepala sekolah dalam menerapkan strategi kepemimpinan yang lebih efektif, serta mendorong pengembangan kinerja guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Manajerial Kepala Laboratorium Serta Dukungan Sekolah Terhadap Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare Fatimah Fatimah; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of professional competence, managerial competence, and school support on science laboratory management in senior high schools in Parepare City. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables: professional competence, managerial competence, and school support on the dependent variable, namely science laboratory management. Data were collected through tests administered to 10 laboratory heads and questionnaires distributed to 65 respondents. The results showed that professional competence did not have a significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.191 and a significance level of 0.054, indicating that this variable was not able to explain science laboratory management partially. The managerial competency variable also had no significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.099 and a significance level of 0.379. Negative coefficients cannot be generalized because they are not statistically significant. Conversely, school support has a positive and significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = 0.674 and significance of 0.000, indicating that the better the school support, the better the science laboratory management. Based on simultaneous testing, the three independent variables had a significant effect on science laboratory management with an R² value of 0.452 and F = 16.803 (p < 0.05). These findings indicate the importance of strengthening school commitment and policies in improving the quality of science laboratories. Keywords: Professional Competence, Managerial Competence, School Support, Science Laboratory Management, Laboratory Head Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan laboratorium IPA. Data dikumpulkan melalui tes kepada 10 orang kepala laboratorium dan kuesioner yang disebarkan kepada 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = -0,191 dan signifikansi 0,054, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan pengelolaan laboratorium IPA secara parsial. Variabel kompetensi manajerial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = –0,099 dan signifikansi 0,379. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, dukungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA, dengan koefisien regresi B = 0,674 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sekolah semakin baik pengelolaan laboratorium IPA. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan nilai R² = 0,452 dan F = 16,803 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan komitmen dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas laboratorium IPA. Kata kunci: Kompetensi Profesional, Kompetensi Manajerial, Dukungan Sekolah, Pengelolaan Laboratorium IPA, Kepala Laboratorium.
Hubungan Kompetensi Guru Profesioal dan Dukungan Orang tua dengan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 13 Kolaka Utara Marfuatul Jannah Bakhtiar; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Students’ learning motivation is a crucial factor in determining the success of the learning process. Learning motivation is influenced by various external factors, particularly teachers’ professional competence and parental support. This study aims to examine the relationship between teachers’ professional competence and students’ learning motivation, the relationship between parental support and students’ learning motivation, and the simultaneous relationship between teachers’ professional competence and parental support and students’ learning motivation at SMP Negeri 13 Kolaka Utara. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 119 students selected using proportional sampling techniques. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring teachers’ professional competence, parental support, and students’ learning motivation. The data were analyzed using Pearson correlation analysis and multiple regression analysis at a significance level of 0.05. The results indicate that teachers’ professional competence has a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Parental support also shows a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Furthermore, teachers’ professional competence and parental support simultaneously have a significant relationship with students’ learning motivation, although the strength of the relationship is relatively low. These findings highlight the importance of collaboration between teachers and parents in fostering students’ learning motivation. Strengthening teachers’ professional competence and enhancing parental involvement are expected to contribute positively to improving students’ motivation to learn. Keywords: teachers professional competence; parental support; students learning motivation. Abstrak: Motivasi belajar siswa merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, khususnya kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa, hubungan antara dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa, serta hubungan simultan antara kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 13 Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 119 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling proporsional. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur kompetensi profesional guru, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson dan analisis regresi ganda pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru memiliki hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Selain itu, kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi belajar siswa, meskipun kekuatan hubungannya tergolong rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penguatan kompetensi profesional guru serta peningkatan keterlibatan orang tua diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: kompetensi guru profesional, dukungan orang tua, motivasi belajar siswa.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di SDN 3 Lemba Kabupaten Soppeng Dika Safitri; Muhammad Ardiansyah; Hasan Hasan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The use of social media in education opens up new pedagogical spaces for content creator teachers in instilling character education values in students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to understand the experiences of content creator teachers in utilizing social media at SD Negeri 3 Lemba, Soppeng Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and analysis of school social media content documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, maintaining data validity through triangulation of sources and methods. The results show that social media is used consciously and deliberately as a medium for instilling character values through visual, participatory, and contextual content. Dominant character values include religiosity, discipline, cooperation, social care, national spirit and love of the homeland, good manners, and self-confidence, which are integrated into students' daily activities and the school's flagship programs. Despite facing internal and external challenges, content creator teachers demonstrate adaptive efforts in managing social media pedagogically. These findings confirm that the use of social media by content creator teachers plays a significant role in supporting the internalization of character education values and strengthening school culture in the digital era. Keywords: social media; content creator teacher; character education. Abstrak: Pemanfaatan media sosial dalam pendidikan membuka ruang pedagogis baru bagi guru konten kreator dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman guru konten kreator dalam memanfaatkan media sosial di SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi konten media sosial sekolah, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan secara sadar dan terencana sebagai media penanaman nilai karakter melalui konten visual, partisipatif, dan kontekstual. Nilai karakter yang dominan meliputi religius, disiplin, kerja sama, peduli sosial, semangat kebangsaan dan cinta tanah air, adab sopan santun, serta percaya diri, yang diintegrasikan melalui aktivitas keseharian peserta didik dan program unggulan sekolah. Meskipun menghadapi tantangan internal dan eksternal, guru konten kreator menunjukkan upaya adaptif dalam mengelola media sosial secara pedagogis. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial oleh guru konten kreator berperan signifikan dalam mendukung internalisasi nilai pendidikan karakter dan penguatan budaya sekolah di era digital. Kata kunci: media sosial; guru konten kreator; pendidikan karakter.
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Manajerial Kepala Laboratorium Serta Dukungan Sekolah Terhadap Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare Fatimah Fatimah; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of professional competence, managerial competence, and school support on science laboratory management in senior high schools in Parepare City. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables: professional competence, managerial competence, and school support on the dependent variable, namely science laboratory management. Data were collected through tests administered to 10 laboratory heads and questionnaires distributed to 65 respondents. The results showed that professional competence did not have a significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.191 and a significance level of 0.054, indicating that this variable was not able to explain science laboratory management partially. The managerial competency variable also had no significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.099 and a significance level of 0.379. Negative coefficients cannot be generalized because they are not statistically significant. Conversely, school support has a positive and significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = 0.674 and significance of 0.000, indicating that the better the school support, the better the science laboratory management. Based on simultaneous testing, the three independent variables had a significant effect on science laboratory management with an R² value of 0.452 and F = 16.803 (p < 0.05). These findings indicate the importance of strengthening school commitment and policies in improving the quality of science laboratories. Keywords: Professional Competence, Managerial Competence, School Support, Science Laboratory Management, Laboratory Head Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan laboratorium IPA. Data dikumpulkan melalui tes kepada 10 orang kepala laboratorium dan kuesioner yang disebarkan kepada 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = -0,191 dan signifikansi 0,054, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan pengelolaan laboratorium IPA secara parsial. Variabel kompetensi manajerial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = –0,099 dan signifikansi 0,379. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, dukungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA, dengan koefisien regresi B = 0,674 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sekolah semakin baik pengelolaan laboratorium IPA. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan nilai R² = 0,452 dan F = 16,803 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan komitmen dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas laboratorium IPA. Kata kunci: Kompetensi Profesional, Kompetensi Manajerial, Dukungan Sekolah, Pengelolaan Laboratorium IPA, Kepala Laboratorium.
Hubungan Kompetensi Guru Profesioal dan Dukungan Orang tua dengan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 13 Kolaka Utara Marfuatul Jannah Bakhtiar; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Students’ learning motivation is a crucial factor in determining the success of the learning process. Learning motivation is influenced by various external factors, particularly teachers’ professional competence and parental support. This study aims to examine the relationship between teachers’ professional competence and students’ learning motivation, the relationship between parental support and students’ learning motivation, and the simultaneous relationship between teachers’ professional competence and parental support and students’ learning motivation at SMP Negeri 13 Kolaka Utara. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 119 students selected using proportional sampling techniques. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring teachers’ professional competence, parental support, and students’ learning motivation. The data were analyzed using Pearson correlation analysis and multiple regression analysis at a significance level of 0.05. The results indicate that teachers’ professional competence has a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Parental support also shows a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Furthermore, teachers’ professional competence and parental support simultaneously have a significant relationship with students’ learning motivation, although the strength of the relationship is relatively low. These findings highlight the importance of collaboration between teachers and parents in fostering students’ learning motivation. Strengthening teachers’ professional competence and enhancing parental involvement are expected to contribute positively to improving students’ motivation to learn. Keywords: teachers professional competence; parental support; students learning motivation. Abstrak: Motivasi belajar siswa merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, khususnya kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa, hubungan antara dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa, serta hubungan simultan antara kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 13 Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 119 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling proporsional. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur kompetensi profesional guru, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson dan analisis regresi ganda pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru memiliki hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Selain itu, kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi belajar siswa, meskipun kekuatan hubungannya tergolong rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penguatan kompetensi profesional guru serta peningkatan keterlibatan orang tua diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: kompetensi guru profesional, dukungan orang tua, motivasi belajar siswa.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di SDN 3 Lemba Kabupaten Soppeng Dika Safitri; Muhammad Ardiansyah; Hasan Hasan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The use of social media in education opens up new pedagogical spaces for content creator teachers in instilling character education values in students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to understand the experiences of content creator teachers in utilizing social media at SD Negeri 3 Lemba, Soppeng Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and analysis of school social media content documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, maintaining data validity through triangulation of sources and methods. The results show that social media is used consciously and deliberately as a medium for instilling character values through visual, participatory, and contextual content. Dominant character values include religiosity, discipline, cooperation, social care, national spirit and love of the homeland, good manners, and self-confidence, which are integrated into students' daily activities and the school's flagship programs. Despite facing internal and external challenges, content creator teachers demonstrate adaptive efforts in managing social media pedagogically. These findings confirm that the use of social media by content creator teachers plays a significant role in supporting the internalization of character education values and strengthening school culture in the digital era. Keywords: social media; content creator teacher; character education. Abstrak: Pemanfaatan media sosial dalam pendidikan membuka ruang pedagogis baru bagi guru konten kreator dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman guru konten kreator dalam memanfaatkan media sosial di SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi konten media sosial sekolah, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan secara sadar dan terencana sebagai media penanaman nilai karakter melalui konten visual, partisipatif, dan kontekstual. Nilai karakter yang dominan meliputi religius, disiplin, kerja sama, peduli sosial, semangat kebangsaan dan cinta tanah air, adab sopan santun, serta percaya diri, yang diintegrasikan melalui aktivitas keseharian peserta didik dan program unggulan sekolah. Meskipun menghadapi tantangan internal dan eksternal, guru konten kreator menunjukkan upaya adaptif dalam mengelola media sosial secara pedagogis. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial oleh guru konten kreator berperan signifikan dalam mendukung internalisasi nilai pendidikan karakter dan penguatan budaya sekolah di era digital. Kata kunci: media sosial; guru konten kreator; pendidikan karakter.
Hubungan Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah Dengan Kepuasan Kerja Guru Nurhayat Nurhayat; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This reaserch aims to determine the relationship between the spiritual leadership of madrasah principals and teachers’ job satisfaction in Karossa District, Mamuju Tengah Regency. The research is grounded in the idea that the principal’s role is not only administrative but also spiritual, inspiring teachers to find meaning and psychological well-being in their work. This study employed a quantitative correlational method involving a population and sample of 66 Madrasah Tsanawiyah (MTs) teachers, selected using a saturated sampling technique (total sampling). Data were collected through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale, which was tested for validity and reliability. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique with the aid of SPSS version 25.0 for Windows. The results show that the spiritual leadership of madrasah principals is in the good category, and teachers’ job satisfaction is also relatively high. The correlation analysis yielded r = 0.321 with sig. = 0.009 < 0.05, indicating a positive and significant relationship between principals’ spiritual leadership and teachers’ job satisfaction. This implies that the stronger the application of spiritual leadership values by the principal, the higher the level of teachers’ job satisfaction. Although the correlation level is classified as low to moderate, it is statistically significant. Keywords: Spiritual Leadership, Madrasah Principal, Job Satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada manajemen administratif, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang dapat menumbuhkan makna kerja dan kesejahteraan psikologis guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 66 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diambil secara sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala madrasah berada pada kategori baik, dan kepuasan kerja guru juga tergolong tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0.321 dengan sig. = 0.009 < 0.05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru. Semakin tinggi penerapan nilai-nilai kepemimpinan spiritual oleh kepala madrasah, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja guru. Hubungan ini tergolong rendah menuju sedang, namun memiliki makna yang signifikan secara empiris. Kata kunci: Kepemimpinan Spiritual, Kepala Madrasah, Kepuasan Kerja
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Mengelola Perubahan Kurikulum (Studi Multi Kasus Pada Smp Negeri 1 Bajo Dan Smpn 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu) Roshanita Syarif; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse in depth the learning leadership strategies of school principals in the implementation of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 1 Bajo and SMPN 1 Tabang Satu Atap in Luwu Regency. The focus of the study is on how school principals formulate a learning vision, manage instructional programmes, build a collaborative culture, and face the challenges of changing learning and assessment paradigms. This study uses a qualitative approach with a case study design in two educational units, namely SMP Negeri 1 Bajo and SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data were collected through in-depth interviews with the principal, vice principal for curriculum, and teachers, and reinforced with observation and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, accompanied by triangulation of sources to ensure the validity of the findings: (1) collaborative and participatory formulation of a learning vision based on the Merdeka Curriculum; (2) management of instructional programmes through structured academic supervision, authentic assessment training, strengthening of differentiated learning, and ongoing mentoring; (3) developing learning communities as spaces for professional reflection and sharing good practices; and (4) data-based evaluation and monitoring of assessment results and teachers' reflective journals. The main challenges faced include the paradigm shift from conventional assessment to authentic assessment, teachers' time constraints and administrative burdens, and differences in the capacity and readiness of resources in each school. The results of the study indicate that an effective leadership model in the implementation of the Merdeka Curriculum is a synthesis of a structural instructional leadership approach that emphasises systems, vision, and instructional management, with an orientation towards improving the quality of teaching that has a direct impact on classroom Keywords: learning leadership, Independent Curriculum, academic supervision, authentic assessment, learning community Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Bajo dan SMPN 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu. Fokus penelitian bagaimana kepala sekolah merumuskan visi pembelajaran, mengelola program instruksional, membangun budaya kolaboratif, serta menghadapi tantangan perubahan paradigma pembelajaran dan asesmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua satuan pendidikan, yaitu SMP Negeri 1 Bajo dan SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka mencakup empat aspek utama, yaitu: (1) perumusan visi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka secara kolaboratif dan partisipatif; (2) pengelolaan program instruksional melalui supervisi akademik terstruktur, pelatihan asesmen autentik, penguatan pembelajaran berdiferensiasi, serta pendampingan berkelanjutan; (3) pengembangan komunitas belajar sebagai ruang refleksi profesional dan berbagi praktik baik; serta (4) evaluasi dan monitoring berbasis data hasil asesmen dan jurnal reflektif guru. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perubahan paradigma penilaian konvensional menuju asesmen autentik, keterbatasan waktu dan beban administratif guru, serta perbedaan kapasitas dan kesiapan sumber daya di masing-masing sekolah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa model kepemimpinan yang efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka merupakan sintesis antara pendekatan struktural instructional leadership yang menekankan sistem, visi, dan pengelolaan instruksional, dengan orientasi peningkatan kualitas pengajaran yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di kelas. Kata kunci: kepemimpinan pembelajaran, Kurikulum Merdeka, supervisi akademik, asesmen autentik, komunitas belajar
Manajemen Kurikulum Berbasis Digital Pada Salah Satu Jenjang Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Bulukumba (Studi Multi Kasus Pada SMA Negeri dan SMK Negeri) Lia Nurmala; Ansar Ansar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan