Ristanto Utomo
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Penggunaan Urea dalam Ransum terhadap Kenaikan Berat Badan, Kadar Amonia, dan Urea Darah Domba Ristanto Utomo
Buletin Peternakan Vol 15, No 2 (1991): Buletin Peternakan Vol. 15 (2) Desember 1991
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v15i2.1752

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Produksi Gas Bio dari Substrat Kotoran Sapi Peranakan Ongole (PO) yang Diberi Ransum Amoniasi Urea Jerami Padi Mohamad Soejono; Endang Sutariningsih; Ristanto Utomo
Buletin Peternakan Vol 15, No 1 (1991): Buletin Peternakan Vol. 15 (1) Juni 1991
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v15i1.1761

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pengaruh Amoniasi Urea dan Varietas terhadap Kadar Protein Kasar Jerami Padi Eka Handayanta; Ristanto Utomo; Mohamad Soejono
Buletin Peternakan Vol 14, No 1 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (1) Juni 1990
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v14i1.1774

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pengaruh Ukuran Partikel Pakan terhadap Kecernaan Ristanto Utomo; M. Soejono
Buletin Peternakan Vol 11, No 1 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (1) Maret 1987
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v11i1.1798

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
PENGARUH LEVEL ONGGOK SEBAGAI ADITIF TERHADAP KUALITAS SILASE ISI RUMEN SAPI Ristanto Utomo; Subur Priyono Sasmito Budhi; Irma Fitri Astuti
Buletin Peternakan Vol 37, No 3 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (3) OKTOBER 2013
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v37i3.3089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level pemberian onggok sebagai aditif terhadap kualitas silase yang dibuat dari isi rumen sapi. Terdapat tiga level perlakuan penambahan onggok, yaitu 0 (kontrol), 15, dan 30% dari berat bahan kering isi rumen sapi, dan tiga lama peram yaitu 14, 21, dan 28 hari. Setiap perlakuan dibuat lima kali sebagai ulangan. Silase dibuat menggunakan stoples plastik yang berfungsi sebagai silo. Setiap akhir pemeraman dilakukan uji kualitas meliputi warna, bau, tekstur, ada tidaknya jamur, kandungan bahan kering (BK), dan bahan organik (BO), serta pH. Data BK, BO, dan pH dianalisis variansi menggunakan Randomized Completed Block Design (RCBD). Perbedaan yang nyata sebagai efek lama peram dilanjutkan uji Duncan's new Multiple Range Test (DMRT). Khusus dari hasil silase pemeraman 21 hari dilakukan analisis komposisi kimia meliputi serat kasar (SK), ekstrak eter (EE), dan protein kasar (PK). Data yang diperoleh dianalisis variansi menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pola searah. Perbedaan yang nyata sebagai efek perlakuan dilanjutkan uji DMRT. Uji kualitas fisik menunjukkan warna coklat kehijauan, bau asam, tekstur kasar, dan tidak ada pertumbuhan jamur. Penambahan onggok pada level yang berbeda meningkatkan (P<0,01) nilai komposisi kimia silase isi rumen sapi, yaitu BK dan BO, sedangkan SK, EE, dan PK mengalami penurunan (P<0,01). Penambahan onggok sebagai aditif pada pembuatan silase dari isi rumen sapi cukup pada level 15% karena pada hari ke 14, pH telah turun menjadi 3,87±0,07, tetap stabil sampai hari ke 28 (3,93±0,11), didukung oleh skor Fleig yang mencapai 98,58±3,39 (sangat baik).(Kata kunci : Isi rumen sapi, Onggok, Lama peram, Silase)
PERFORMA PRODUKSI DOMBA YANG DIBERI COMPLETE FEED FERMENTASI BERBASIS POD KAKAO SERTA NILAI NUTRIEN TERCERNANYA SECARA IN VIVO Suci Wulandari; Ali Agus; Mohamad Soejono; Muhammad Nur Cahyanto; Ristanto Utomo
Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i1.4615

Abstract

Pengaruh Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Ness ex BI.) Sebagai Sumber Sinamaldehid Terhadap Parameter Fermentasi dan Aktivitas Mikrobia Rumen Secara In Vitro Harwanto (Harwanto); Lies Mira Yusiati; Ristanto Utomo
Buletin Peternakan Vol 38, No 2 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (2) JUNI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i2.5008

Abstract

Pengaruh Perbedaan Fase Silvopastural pada Produksi dan Komposisi Kimia Sorgum di Gunungkidul Yogyakarta Bambang Suwignyo; Marhen Harjono; Ristanto Utomo
Buletin Peternakan Vol 38, No 2 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (2) JUNI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i2.5012

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN FORMALDEHID PADA PEMBUATAN UNDEGRADED PROTEIN DAN TINGKAT SUPLEMENTASINYA PADA PELET PAKAN LENGKAP TERHADAP AKTIVITAS MIKROBIA RUMEN SECARA IN VITRO Bambang Suhartanto; Ristanto Utomo; Kustantinah (Kustantinah); I Gede Suparta Budisatria; Lies Mira Yusiati; Budi Prasetyo Widyobroto
Buletin Peternakan Vol 38, No 3 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (3) OKTOBER 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i3.5249

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi formaldehid pada pembuatan undegraded protein (UDP) yang digunakan untuk mensuplementasi pelet pakan lengkap terhadap aktivitas mikrobia rumen secara in vitro. Hasil sisa tanaman pertanian dan hasil samping pengolahannya digunakan untuk menyusun pelet pakan lengkap yang mengandung 12% protein kasar (PK) dan 62% total digestible nutrients (TDN). Cairan rumen untuk percobaan in vitro kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) dan in vitro produksi gas diambil dari 2 ekor sapi Peranakan Ongole betina umur 2–3 tahun yang difistula pada bagian rumennya. Konsentrasi formaldehid 0; 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0% (volume/berat) digunakan untuk memproteksi bungkil kedelai pada pembuatan UDP, masing-masing adalah K-0, K-0,5, K-1,0, K-1,5, dan K-2,0. Tingkat proteksi bungkil kedelai diuji pada sampel UDP terhadap degradasibahan kering dan organik secara in vitro. Selanjutnya UDP yang paling baik digunakan untuk mensuplementasi pelet pakan lengkap. Aktivitas mikrobia rumen dari berbagai tingkat suplementasi UDP 0; 2,5; 5,0; 7,5; dan 10% bahan kering (berat/berat) pada pelet pakan lengkap berturut-turut adalah S-0, S-2,5, S-5,0, S-7,5, dan S-10,0 diuji secara in vitro produksi gas meliputi: produksi gas, sintesis protein mikrobia, produksi dan proporsi asam lemak volatil. Data hasil penelitian dianalisis variansi menurut Rancangan Acak Lengkap pola searah. Beda antar rerata diuji dengan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan KcBK (%) bungkil kedelai tidak diproteksi K-0 lebih tinggi (P<0,05) dibanding K-0,5, dan K-0,5 lebih tinggi (P<0,05) dibanding K-1,0, K-1,5 dan K-2,0. KcBO bungkil kedelai tidak diproteksi lebih tinggi (P<0,05) dibanding K-0,5, dan K-0,5 lebih tinggi (P<0,05) dibanding K-1,0, K-1,5, dan K-2,0. Perbedaan tingkat suplementasi tidak mempengaruhi produksi gas antar perlakuan pada S-0, S-2,5, S-5,0, S-7,5 danS-10. Sintesis protein mikrobia mg/ml cairan rumen tidak berbeda pada suplementasi UDP S-0, S-2,5, S-5,0, dan S-7,5, namun S-10 lebih rendah (P<0,05) 0,273 mg/ml. Tingkat suplementasi UDP tidak mempengaruhi konsentrasi asam lemak volatil total (mmol). Proporsi asam asetat S-0 lebih rendah (P<0,05) dibanding S-5,0 dan S-7,5, tetapi proporsi asam propionat S-0 lebih tinggi (P<0,05) dibanding S-5,0, S-7,5, dan S-10,0. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan formaldehid pada tingkat 1% lebih baik dalam pembuatan UDP. Tingkat suplementasi UDP pada pelet pakan lengkap sampai 7,5% tanpa mempengaruhi aktivitas mikrobia rumen.(Kata kunci: Pelet pakan lengkap, Konsentrasi formaldehid, Undegraded protein, Tingkat suplementasi, Aktivitasmikrobia rumen)
PENGARUH INOKULUM CAMPURAN Lactobacillus plantarum DAN Saccharomyces cerevisiae TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK, FISIK, DAN KIMIA SILASE KULIT BUAH KAKAO Muhammad Askari Zakariah; Ristanto Utomo; Zaenal Bacruddin
Buletin Peternakan Vol 39, No 1 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (1) FEBRUARI 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i1.6152

Abstract

This research was done to determine the effect of L. plantarum and S. cerevisiae innoculated into cocoa pod silage on organoleptic, physical and chemical quality. This experiment consist of four treatments namely silage of fresh harvested cocoa pods without inoculant as control (K); inoculated with L. plantarum (KLp); innoculated with S. cerevisiae (KSc); and innoculated with both L. plantarum and S. cerevisiae mixture (KLp+Sc) was cassava meal added as supplement. Each treatment was replicated 3 time. Ensilage was done for 21 days. Variables observed were properties of organoleptic (i.e. color, odor, texture and existence of fungal), physical (pH), and chemical (i.e. lactic acid content, content of dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP), ether extract (EE), crude fiber (CF) and nitrogen free extract (NFE)). Collected data of organoleptic characteristic were analyzed by non-parametric test (Hedonic KruskalWallis), whereas physical and chemical data analyzed by one-way analysis of variance and followed by Duncan’s New Multiple Range Test for significant difference. Result showed the inoculum have effect (P<0.05) on characteristic of organoleptic (color and avaibility fungus) and chemical (dry matter, organic matter, extract ether, and nitrogen free extract content). Silage with inoculation Lp+Sc on silage significantly (P<0.05) had higher DM and OM concentration (22.66% vs 20.38% and 94.43% vs 93.72%), higher NFE (75.46% vs 70.51%) and lower EE (0.15% vs 0.87%, respectively), compared to control. Based on result, it can be concluded that silage with L. plantarum and S. cerevisiae mixture have better quality.(Key words: Cocoa pod, Lactobacillus plantarum, Saccharomyces cerevisiae, Silage)