Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Imbangan Hijauan dengan Konsentrat dalam Ransum terhadap Kinerja Sapi Jantan Peranakan Friesian Hosltein Eka Handayanta
Buletin Peternakan Vol 24, No 4 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (4) November 2000
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v24i4.1419

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pengaruh Amoniasi Urea dan Varietas terhadap Kadar Protein Kasar Jerami Padi Eka Handayanta; Ristanto Utomo; Mohamad Soejono
Buletin Peternakan Vol 14, No 1 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (1) Juni 1990
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v14i1.1774

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum Manis (Sorghum bicolor L.) dengan Aplikasi Pupuk Kandang di Lahan Kering Samanhudi; Puji Harsono; Eka Handayanta; Rofandi Hartanto; Ahmad Yunus; Muji Rahayu; Wida S Anggara
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v6i1.4411

Abstract

Sorghum is include on grains but more widely used for livestock fodder. Sweet sorghum are often referred to as a raw materials for clean industry because almost all of the components of its biomass can be used for various industrial purposes. The aims of the research are to determine the effect of different types of manure on the growth and field of two varieties of sweet sorghum in dry land. The research method is a factorial experiment using Randomized Completely Block Design (RCBD), consists of two factors, which is sweet sorghum varieties and manure types. The varieties which was used are Numbu and Kawali. The second treatment which was used are without manure, chicken manure, goat manure, cow manure, and kascing. Total treatment combination is ten units and each combination repeated three times. The research variables are plant height, stem diameter, leaf number, leaf area, root length, root volume, fresh weight stover, dry weight stover, number of seeds, seed weight, essence content, and sugar content. Data were analyzed using F test with 95% of confidence level, if there is significantly a difference, and then followed by DMRT method in level of 5%. The result of this research shows that the highest sugar content is Kawali variety treatmented by chicken manure equals to 12.13 obrix. On the other hand, for lowest sugar level is Numbu variety treatmented by cow manure equals to 10.33 obrix. Interaction between types of manure and sweet sorghum varieties occurs in number of seeds per plant. Keywords: dry land, organic manure, sweet sorghum, Sorghum bicolor L.
PELATIHAN PERTANIAN TERPADU PADA KELOMPOK PETERNAK "ANDHINI JAYA MAKMUR" KELURAHAN PAMPANG, PALIYAN, GUNUNGKIDUL Eka Handayanta; Adi Ratriyanto; Sudiyono Sudiyono; Susi Dwi Widyawati; Aqni Hanifa; Rendi Fathoni Hadi; Wara P. S. Suprayogi; Sudibya Sudibya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1520

Abstract

Kondisi lahan pertanian di Kelurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lebih dari 95% berupa lahan kering, sehingga sangat tergantung pada ketersediaan air hujan. Tanaman padi gogo dan palawija hanya dapat ditanam sekali setahun. Budidaya sapi potong menjadi pilihan untuk meningkatkan pendapatan petani, karena nilai sapi sebagai modal/aset usaha juga lebih besar dibanding ternak lain seperti kambing maupun domba. Namun, petani peternak belum menerapkan secara penuh sistem pertanian terpadu dengan memadukan antara tanaman pangan dengan peternakan, dimana limbah tanaman pangan yang dapat dipakai sebagai pakan ternak dan kotoran ternak bisa untuk pupuk tanaman pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan IPTEKS dalam manajemen pemeliharaan sapi potong dan sistem pertanian terpadu. Kegiatan pertama berupa pemberian materi pertanian terpadu dan manajemen pemeliharaan sapi potong. Kegiatan kedua adalah pelatihan pengolahan pakan ternak berupa jerami amoniasi dan jerami fermentasi. Kegiatan ketiga adalah pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak untuk diaplikasikan di lahan pertanian. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani peternak sehingga dapat menerapkan sistem pertanian terpadu pemeliharaan sapi potong dengan baik.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM PETERNAKAN RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN DI DUSUN PAMPANG KAPANEWON PALIYAN KABUPATEN GUNUNG KIDUL Eka Handayanta; Devin Zafiro; Faisa Chairunnisa; Hanaya Shahnaz; Raden Rara Bilqis; Ghifari Daffa
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 4 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i4.6635

Abstract

Pelaksanaan KKN oleh kelompok 49 yang dilaksanakan di Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul diawali dengan melakukan observasi hingga didapatkan permasalahan yang dihadapi oleh warga Pampang, yaitu adanya dampak negatif akibat cara pemeliharan sapi potong yang kurang optimal dan kurangnya pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan. Sehingga dalam kegiatan ini, KKN UNS 49 bertujuan membantu warga Pampang di Kalurahan Paliyan dalam optimalisasi pemeliharaan sapi potong dan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan agar dapat dimanfaatkan. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup observasi, pelatihan, pembuatan pupuk organik cair, silase, dan kompos. Hasilnya adalah menciptakan sistem pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, keberhasilan pelaksanaan KKN ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan solusi berbasis lingkungan dapat membawa dampak positif terhadap keberlanjutan peternakan. Program ini juga mendorong inovasi terkait teknologi di bidang peternakan di Kalurahan Pampang. Kegiatan pertama berupa sosialisasi pemeliharaan sapi potong ramah lingkungan. Kegiatan kedua yaitu pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah urin kelinci. Kegiatan ketiga adalah pelatihan pembuatan silase dari limbah pertanian. Kegiatan keempat adalah pelatihan pembuatan kompos berbahan dasar kotoran ternak.
Isolation of Pathogenic Bacteria Causing Clinical Mastitis and Their Susceptibility to Commercial Antibiotics in Dairy Cows Haren, Hassan Ishag Hassan; Handayanta, Eka; Hilmi, Ihsan; Magistrama, Muhammad Evan
Journal of Sustainable Livestock Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Sustainable Livestock
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Wijayakusuma Purwokerto University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/jsl.v2i1.29

Abstract

Clinical mastitis in dairy cattle poses severe economic and health challenges globally, exacerbated by rising antimicrobial resistance (AMR). This systematic review and meta-analysis evaluated the prevalence of mastitis-causing pathogens and their antibiotic resistance profiles from 2010 to 2023. Following PRISMA guidelines, 45 eligible studies were analyzed using a random-effects model. The pooled estimates revealed that Gram-positive bacteria are the primary causative agents, predominantly Staphylococcus intermedius (42.30%) and Staphylococcus aureus (32.97%). Analysis of resistance proportions demonstrated alarming rates against commonly used commercial antibiotics, notably Penicillin (45.2%) and Ampicillin (40.5%). Crucially, methicillin-resistant S. intermedius strains exhibited absolute resistance (100%) to oxacillin and cefoxitin. High inter-study heterogeneity (I² > 75%) was observed, with meta-regression confirming a statistically significant temporal increase in resistance over the past decade. These findings underscore the critical threat of AMR in the dairy sector. The study concludes that there is an urgent necessity for implementing standardized diagnostic procedures, continuous molecular surveillance, and rigorous, evidence-based localized antibiotic stewardship policies to mitigate the spread of resistant pathogens and ensure sustainable dairy production.