Febriana Sari
Institute Of Health Sience Mitra Husada Medan, North Sumatra, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Digital Health Literacy Sebagai Upaya Pencegahan Kegawatdaruratan Preeklampsia Pada Ibu Hamil di Klinik Pratama Tutun Sehati Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Fifin Umairoh; Febriana Sari; Salmiyah Salmiyah; Febihendawati Zamili; Viona Manik
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61929

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kegawatdaruratan maternal yang membutuhkan deteksi dini secara cepat dan tepat.jika tekanan darah muncul pada kehamilan setelah 20 minggu yang ditandai dengan tekanan darah >140/90 mmhg. Rendahnya Literasi kesehatan digital (digital health literacy) pada ibu hamil dapat menghambat pemahaman mengenai tanda bahaya kehamilan. Penggunaan media edukasi inovatif seperti E-Modul diharapkan mampu meningkatkan kualitas literasi dan optimalisasi tindakan preventif secara mandiri. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasy Eksperimen melalui pendekatan pre-test dan post-test dengan two control group design. Penelitian dilaksanakan di klinik pratama Tutun Sehati dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden ibu hamil yang terbagi menjadi kelompok intervensi (E-Modul) dan kelompok kontrol(Leaflet). Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner skala Likert(10 butir) dan lembar checklist skala Gutman(6 butir). Berdasarkan uji normalitas shapiro-wilk data sor total berdistribusi tidak normal (0,000), sehingga analisi data menggunakan uji non parametrik Wilcoxon signed Ranks Test dan Mann-Whitney U. Hasil analisi bivariat menggunakan wilcoxon signed Ranks Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan intervensi E-Modul terhadap peningkatan digital health literacy dan upaya pencegahan kegawatdaruratan preeklampsia dengan nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U mengonfirmasi nilai signifikan 0,000 (p<0,05), yang membuktikan terdapat perbedaan efektivitas yang nyata dimana kelompok E-Modul Digital jauh lebih efektif meningkatkan kapasitas responden dibandingkan media leaflet konvensional.Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan digital health literacy melalui media E-Modul dalam meningkatkan upaya pencegahan kegawatdaruratan preeklampsia pada ibu hamil. Media ini terbukti efektif dan disarankan untuk diterapkan sebagai program promosi kesehatan maternal yang berkelanjutan di faskes pertama.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Persalinan Prematur di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2025 Sarah Sausan; Ingka Kristina Pangaribuan; Febriana Sari; Friza Novita Situmorang; Ribur Sinaga
Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Vol 6 No 1 (2026): Journal Of Maternal And Child Health Sciences
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/maternalandchild.v6i1.3892

Abstract

Preterm birth is a significant global health issue that severely impacts infant morbidity and mortality. Premature infants face high risks of complications such as respiratory distress syndrome (RDS), sepsis, and neurodevelopmental disorders. Globally, approximately 15 million infants are born preterm annually, with Indonesia ranking fifth in the world at a rate of 15.5%. At RSUP H. Adam Malik, a rising trend was observed from 22.5% in 2021 to 29.15% in 2023. This study aims to analyze maternal factors—specifically maternal age, parity, hemoglobin levels, and blood pressure—influencing the frequency of preterm births at RSUP H. Adam Malik in 2025. This quantitative research utilized a descriptive-analytical approach with a cross-sectional design. The study involved 40 participants selected via purposive sampling from the delivery ward at RSUP H. Adam Malik. Data were collected from primary medical records and analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-Square test). Bivariate analysis revealed that maternal age had a significant influence on preterm birth incidence (p = 0.007 < 0.05). Parity also showed a significant effect (p = 0.018 < 0.05). However, other factors such as maternal education (p = 0.306), occupation (p = 0.264), anemia/hemoglobin levels (p = 0.171), preeclampsia (p = 0.204), and history of abortion (p = 0.258) did not show statistically significant correlations in this study. Maternal age and parity are the primary risk factors for preterm birth at RSUP H. Adam Malik in 2025. These findings emphasize the need for early intervention, improved antenatal monitoring for high-risk ages, and better health education to reduce neonatal mortality rates.