Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kajian Lingkungan Hidup Pembangunan Industri Pupuk PT.X Di KEK Sei Mangkei Nita Marikena; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Rinci Bagi Perusahaan Industri Yang Berada Atau Akan Berlokasi di Kawasan Industri, maka PT. X sebagai industri pupuk yang direncanakan akan dibangun pada lahan seluas 4 Ha dan luas bangunan ±14.860,24 m2 serta kapasitas produksi sebesar 150.000 ton/tahun wajib menyusun dokumen rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup rinci berdasarkan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup Kawasan yang termuat di dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Kawasan.
Analisa Pengendalian Mutu dan Kualitas Produk Coca-Cola Dengan Metode Six Sigma Pada PT. Coca-Cola Bootling Indonesia Boyke Wijaya Sihotang; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coca Cola Bottling Indonesia dihadapkan pada permasalahan yaitu sering terjadinya keluhan pelanggan terhadap kualitas produk yang tidak sesuai permintaan khususnya pada produk coca cola dikarenakan sistem pengendalian kualitas belum efektif. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk coca cola dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,49. Produk-produk coca cola dengan spesifikasi diluar standart kualitas yang ditetapkan oleh PT. Coca Cola Bottling Indonesia dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu Filling Height, Out of spec dan No Crown Reject. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Six Sigma DMAIC. Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi coca cola, menganalisa tindak perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC di PT. Coca Cola Bottling Indonesia. Tahap- tahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan pengolahan data dan analisa maka diperoleh total kecacatan produk coca cola yaitu Filling Height (45.984), Out of spec (8.855), dan No Crown Reject (7.381). Nilai DPMO proses sebesar 23.282,4427 dengan level 2 yang menunjukkan nilai rata-rata tingkat industri Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah faktor mesin, manusia, metode, lingkungan, usulan tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pada kualitas produk coca cola dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat. Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur , membuat tanda-tanda peringatan. Setelah dilakukan pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan standarisasi. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas produk coca cola.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Sarung Tangan Berdasarkan Perilaku Konsumen dengan Metode Random Sampling Pada PT. Intan Hevea Industri Chesy Apriliyana Gultom; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarung tangan adalah sejenis pakaian yang menutupi tangan, baik secara sebagian ataupun secara keseluruhan. Fungsi sarung tangan ialah untuk melindungi sang pemakai dari pengaruh lingkungan sekitarnya atau melindungi lingkungan sekitar dari tangan sang pemakai. Sarung tangan juga merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cedera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun. Sarung tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Strategi pemasaran pada produk sarung tangan sehingga dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan keuntungan yang meningkat, untuk itu dilakukan analisis terhadap konsumen. Analisis konsumen merupakan dasar dari Perencanaan dan strategi pemasaran disusun berdasarkan pemahaman akan konsumen yang menjadi target pasar bagi perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada PT. Intan Hevea Industry dengan menggunakan metode random sampling.
Analisa Produktivitas Perawatan Forklift Menuggunakan Metode Penerapan Total Productive Maintenance (Tpm) Di Pt. Xyz Tongam Purba; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian kerusakan pada mesin forklift dan perawatan mesin forklift di PT. XYZ dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM). Forklift yang di teleti yaitu forklift 2,5 ton dan forklift 3 ton di bagian produksi. Pengumpulan data yang digunakan bersifat data deskriptif kuantitatif pada mesin forklift dari bulan Januari sampai bulan Desember 2019. Maka data dapat diolah menggunakan performance maintenance dengan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa peneliti membahas bagian-bagian kerusakan dan waktu melakukan perbaikan (breakdown) pada mesin forklift 2,5 ton dan 3 ton. Dalam meningkatkan kinerja mesin forklift dapat meminimalisasi kerusakan mesin forklift dibutuhkan suatu penjadwalan perawatan yang baik. Total Productive Maintenance (TPM) adalah perawatan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas mesin melalui perawatan. Penjadwalan perawatan bertujuan untuk menjaga keterhandalan mesin forklift, menghindari terjadinya kerusakan, merawat mesin forklift yang ada di perusahaa dan rekomendasi penjadwalan melakukan perawatan. Data yang diperoleh yaitu data breakdown, operation time, loading time dan frekuensi breakdown selama 12 bulan dari bulan januari sampai desember 2019. Dengan memperhitungkan nilai Mean Time Beetwen Failure (MTBF) yang dihasilkan forklift 2,5 ton adalah 168 jam dan forklift 3 ton adalah 180 jam, Mean Time To Repair (MTTR) forklift 2,5 ton adalah 6,3 jam dan forklift 3 ton adalah 6,8 jam, serta Availability forklift 2,5 ton adalah 0,84 jam dan forklift 3 ton 0,821 jam dengan menggunakan data record forklift 2 ton dibagian produksi selama 12 bulan Januari sampai Desember 2019.
Pengaruh Perbaikan Tata Letak Fasilitas Terhadap Proses Produksi di PT. X Yuli Setiawannie; Nita Marikena; Ade Yudha Pratama
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Vol 3 No 2 Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas merupakan serangkaian masalah desain yang terkait dengan pengaturan elemen yang membentuk sistem produksi industri dalam ruang fisik. Penyusunan tata letak yang baik menjadi salah satu keputusan desain terpenting dari strategi operasi bisnis yang berdampak pada biaya operasi, efisiensi, dan produktivitas sistem produksi serta menjamin keamanan dan kepuasan kerja dari karyawan. PT. X merupakan perusahaan manufaktur di bidang packaging industries, yaitu pembuatan kotak dengan berbagai tipe karton. Penggunaan area gudang bahan setengah jadi dan stok sisa bahan jadi menjadi kendala dalam proses produksi sehingga mengakibatkan aliran produksi menjadi terhambat, hal ini dikarenakan terlalu banyak sisa stok bahan setengah jadi dan bahan jadi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan dan analisa perbaikan tata letak fasilitas agar menghasilkan produksi yang optimal. Perancangan ulang tata letak fasilitas perusahaan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) untuk meminimumkan jarak antara satu stasiun ke stasiun yang lain sehingga menghasilkan tata letak yang efisien dan efektif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perusahaan tetap menggunakan jenis tata letak tipe proses (process layout), karena jumlah produk kotak karton memiliki variasi ukuran berbeda-beda dengan kuantitas rata-rata yang tidak banyak. Perubahan letak tiap stasiun kerja pada area produksi mampu mengoptimalkan sistem produksi dan meminimalkan jarak antar stasiun sebesar 53,9% serta perlu penambahan area penyimpanan stok di gudang bahan setengah jadi untuk menyimpan sisa stok bahan setengah jadi dan bahan jadi agar tidak menghambat proses muat barang ke truk.
Inventory control analysis using the period order quantity method at CV. Adi Makmur Metalindo Andri Herlambang; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The scheduling raw material orders to avoid delays in fulfilling consumer demand can be analyzed using the Period Order Quantity (POQ) method so that the Company can schedule orders optimally and reduce ordering costs to several suppliers. The Company can control inventory and improve the ability to plan the duplication of goods according to consumer needs. The data used in the study is the demand period in January - December 2024. Data collection uses observation and interview techniques with company leaders and owners. After data collection and calculations using the Period Order Quantity method, the calculation results show that the company can make optimal raw material orders to avoid stock shortages when selling is an order made every 14 days with an ordering frequency of 19 pcs each time the order and the Company must have a safety stock of 8 pcs to anticipate an increase in the number of requests or can reorder when the remaining stock of goods is 29 pcs.