Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

plikasi Penanganan Keluhan Kamar Indekos Untuk Analisis Efisiensi Waktu Pada Implementasi Website Zikra Ismunandar, Az; Rais Bahtiar, Arief; Candra Febrianto, Dany
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan aplikasipenanganan keluhan kamar indekos untuk analisis efisiensiwaktu pada implementasi website menggunakan metode RapidApplication Development (RAD). Penelitian dilaksanakan padaIndekos Pesona yang berlokasi di Jl. H. Yasin Gg. 7 No. 367,Sukajadi, Pasteur, Bandung, Jawa Barat. Masalah yangdiangkat adalah waktu penanganan keluhan penghuni yangmasih memerlukan proses panjang dan berisiko perulangansehingga menyebabkan keterlambatan dan ketidakjelasanstatus penanganan. Berdasarkan observasi, salah satu keluhantoilet mampet memerlukan waktu proses hampir 30 menitmulai dari pengajuan hingga konfirmasi penyelesaian.Penelitian ini bertujuan mengembangkan danmengimplementasikan aplikasi untuk mengukur pengaruhnyaterhadap efisiensi waktu pada proses penanganan keluhankamar indekos. Website dipilih sebagai platform karena dapatdiakses secara fleksibel melalui perangkat laptop maupunponsel, sehingga mendukung transparansi bagi penghuni,pemilik, dan pengurus dalam memantau status keluhan.Metode RAD dipilih karena modular dan memudahkanpengembangan cepat sesuai kebutuhan pengguna. Pengujiandilakukan menggunakan metode black box, System UsabilityScale (SUS), dan pengukuran efisiensi waktu untukmengevaluasi fungsi, kegunaan, serta percepatan prosespenanganan keluhan. Hasil pengujian menunjukkan tingkatkeberhasilan fungsionalitas sistem sebesar 100%, skor SUSrata-rata 77,5 dengan usability baik, serta peningkatan efisiensiwaktu sebesar 64,51% setelah implementasi sistem.Kata kunci— efisiensi waktu, indekos, keluhan, RAD,website
Rancang Bangun Aplikasi Wisata Banyumas Berbasis Augmented Reality Menggunakan Metode Game Development Life Cycle (GDLC) Arya Amirul Jawad, Bagas; Rais Bahtiar, Arief; Candra Febrianto, Dany
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi JawaTengah yang memiliki beragam destinasi wisata menarik. Namun,pemahaman pariwisata di wilayah ini masih kurang optimal,sehingga banyak tempat wisata yang belum dikenal luas olehmasyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui kerja sama denganDinas Pariwisata Banyumas, mengingat perizinan dan data yangdibutuhkan hanya dapat diperoleh melalui kolaborasi tersebut.Dinas Pariwisata menyetujui kerja sama dengan syarat aplikasiyang dikembangkan harus bersifat interaktif dan berfungsisebagai media informasi, mengingat belum adanya platformserupa untuk mempromosikan destinasi wisata di Banyumas.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman danpenyebaran informasi pariwisata di Banyumas melaluipengembangan aplikasi dengan pendekatan gamifikasi. Hal inimenjadikan penyampaian informasi lebih interaktif dan menarik.Metode pengembangan yang digunakan adalah GameDevelopment Life Cycle (GDLC), yang terdiri dari enam tahap:initiation, pre-production, production, testing, beta test, dan rilis.Hasil penelitian adalah aplikasi telah berhasil dikembangkan dandiimplementasikan. Hasil uji kegunaan menunjukkan responspositif, melebihi standar minimum yang ditetapkan danmenegaskan bahwa aplikasi sangat berguna.Kata kunci: Pariwisata, Informasi, Banyumas, Gamifikasi,GDLC
Pelatihan Spreadsheet untuk Digitalisasi Laporan Pemantauan Jentik Nyamuk di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Tenia Wahyuningrum; Zein Hanni Pradana; Prasetyo Yuliantoro; Arief Rais Bahtiar; Teotino Gomes Soares
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JPMI - Oktober 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3823

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan global merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi di negara tropis seperti Indonesia. Dalam upaya pencegahan peningkatan kasus, diperlukan peran masyarakat melalui kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang memastikan lingkungan bebas dari jentik nyamuk Aedes Aegepty sebagai media penularan penyakit DBD. Kendala yang dihadapi yaitu pada pengumpulan, pencatatan, dan pelaporan hasil pemantauan jentik karena masih menggunakan metode manual. Untuk mengatasi masalah ini, diadakan program pelatihan penggunaan aplikasi spreadsheet bagi kader Jumantik, sehingga pelaporan lebih efektif dan efisien. Program pelatihan dilaksanakan dalam empat pertemuan yang mencakup pengenalan, pembuatan format pencatatan, analisis dan visualisasi, serta pelaporan. Pelaksanaan program melibatkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, dan 13 kader Jumantik perwakilan dari setiap Rukun Warga (RW) di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Hasil pelatihan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pemahaman kader Jumantik terhadap penggunaan aplikasi spreadsheet untuk pelaporan pemantauan jentik, dan adanya peningkatan pemahaman kader Jumantik sebesar 21%. Hasil survei kepuasan menunjukkan rata-rata 89% peserta merasa sangat puas terhadap kegiatan pelatihan. Hal ini menunjukkan dampak positif sehingga mampu menjadi langkah penting menuju sistem kesehatan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga program ini dapat dijadikan model bagi wilayah lain dengan permasalahan serupa.
SUSTAINABLE DIGITAL BUSINESS EXPANSION PADA INDUSTRI KREATIF BATIK BANYUMAS MELALUI SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE Alon Jala Tirta Segara; Arief Rais Bahtiar; Yosita Dwiani Suryaningtiyas; Hindun Afni Al Haya; Rafli Dhafin Kamil
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39044

Abstract

Industri batik di Banyumas memiliki potensi besar sebagai warisan budaya sekaligus sumber daya ekonomi masyarakat lokal. Batik Banyumas Kreatif menjadi salah satu pelaku utama dalam industri ini, namun menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan administrasi usaha yang belum efisien dan proses produksi manual yang membatasi kapasitas dan kualitas produk. Pengembangan sistem informasi berbasis website dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi data, dan kapasitas produksi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan pembuatan sistem informasi, pendampingan implementasi teknologi, serta pelatihan optimalisasi proses pencantingan sebagai langkah strategis meningkatkan inovasi dan kualitas produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu mempersingkat proses administrasi, mengurangi kesalahan data, dan meningkatkan produktivitas usaha. Selain itu, pelatihan inovasi pencantingan membantu memperluas variasi desain, meningkatkan efisiensi waktu produksi, dan memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional. Hasil ini menegaskan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pengembangan industri kreatif batik untuk mempertahankan warisan budaya sekaligus memenuhi tuntutan pasar global yang semakin kompetitif.
TRANSFORMASI PARTISIPASI PEREMPUAN MELALUI LITERASI DIGITAL: IMPLEMENTASI PROGRAM SEGERPUAN DI DESA AMPELSARI Arief Rais Bahtiar; Alfin Hikmaturokhman; Novanda Alim Setya Nugraha; Moh Lutfi Fadilah; Novri Anto; Rima Dias Ramadhani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39933

Abstract

Latar belakang dari Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mendukung Desa Ampelsari sebagai Desa Anti Korupsi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) perempuan. Berdasarkan kondisi di lapangan, partisipasi perempuan di Desa Ampelsari masih sangat rendah, hanya sekitar 30%, dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa cenderung hanya bersifat formalitas. Oleh karena itu, program Sekolah Penggerak Perempuan (Segerpuan) dibentuk untuk memberikan pelatihan literasi sosial dan teknologi kepada perempuan di Desa Ampelsari. Tujuan utama program ini adalah untuk memberdayakan perempuan melalui penggunaan teknologi digital, termasuk pengembangan aplikasi Segerpuan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka secara digital, serta optimalisasi penggunaan media sosial dalam mendukung Desa Anti Korupsi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan literasi digital, pengembangan aplikasi, dan pendampingan pelaksanaan program. Pelatihan ini difokuskan pada literasi teknologi agar perempuan mampu mengoperasikan aplikasi Segerpuan dan media sosial untuk mendukung transparansi dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam partisipasi perempuan, dengan 81,3% dari anggota komunitas Wani Lemper aktif menggunakan aplikasi Segerpuan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi digital dapat meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam pembangunan desa, dan memperkuat peran mereka dalam mendukung Desa Anti Korupsi. Rekomendasi diberikan untuk terus mengembangkan literasi digital perempuan dan memastikan keberlanjutan program melalui dukungan pemerintah desa dan masyarakat.
PENGUATAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KELOMPOK PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) AGROWISATA ADILUHUR (SALUR) MENUJU DESA WISATA INTERNASIONAL BERBASIS KETAHANAN PANGAN Arief Rais Bahtiar; Yulian Zetta Maulana; Muhamad Yayandi
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4968

Abstract

The Community Service Program (PKM) in Adiluhur Tourism Village was implemented to address challenges faced by the SALUR Sustainable Food Garden (P2L), which previously lacked structured management, documentation, and integration with the village’s tourism sector. Initial observations revealed the absence of standard operating procedures, weak production records, and limited digital identity, resulting in minimal added value for both food security and tourism. This program aimed to strengthen P2L’s management capacity, integrate it into educational agro-tourism, and establish digital branding through official platforms. The implementation method was comprehensive, consisting of situational analysis, technology development, capacity-building training, intensive mentoring, and evaluation. Key innovations included the introduction of the Telang Dry infrared-based flower dryer, which improved product quality and efficiency, and the creation of an interactive marketplace website to support digital marketing and storytelling of local products. Training activities covered SOP-based management, production documentation, organizational structuring, digital marketing, and tourism integration, delivered through participatory workshops involving community members, youth, and local tourism actors. The program outcomes demonstrated significant improvements: P2L management is now documented with SOPs and organizational structures, agro-tourism packages have been developed, and digital branding has been established through an official website and active social media. These transformations distinguish the post-program condition from the previous state, contributing to enhanced food security, local economic growth, and the visibility of Adiluhur Tourism Village as a sustainable educational destination. The success of this initiative highlights the effectiveness of the training–mentoring–technology approach and its relevance to achieving SDGs and higher education performance indicators.
Implementasi Platform Si Cantik Bangsa di Kabupaten Kebumen dalam Pembangunan Desa Arief Rais Bahtiar; Rima Dias Ramadhani; Alfin Hikmaturokhman; Novanda Alim Setya Nugraha; Pradana Ananda Raharja; Novri Anto; Bunga Laelatul Muna; Rehan Nur Setiawan; Moh Lutfi Fadilah; Satya Helfi Agustianto; Yasinta Swasti Mahargyani; Adhi Purwono
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4815

Abstract

Si Cantik Bangsa is a platform that aims to record participation and equality in village development. Through this community service, the focus is emphasized on understanding the problems of women's empowerment in development in three villages, namely Logede Village, Ampelsari Village, and Kaliputih Village in Kebumen Regency. In this context, the main concern is overcoming the significant decline in the Gender Empowerment Index which is a serious challenge faced by the Community and Village Empowerment Service (PMD). In an effort to overcome this problem, the PMD Department introduced an innovative program known as Planning Literacy Women (WANI LEmPER) which is in line with the Sustainable Development goals (SDGs) related to gender equality and women's empowerment. However, even though the WANI LEmPER program has been implemented, there are still obstacles that arise due to cultural resistance and rejection from various parties. Therefore, this service offers a solution through the implementation of Si Cantik Bangsa, an information technology-based platform that aims to document the activities of LEmPER WANI cadres and monitor women's participation. The service results show that indicators of success have been achieved, where 65% of respondents understand the benefits and features of Si Cantik Bangsa, while 25% still do not understand them. Thus, the use of this platform is considered a strategic step in increasing women's empowerment in village development planning to achieve SDGs and Gender Empowerment goals.
Utilizing the Technology Acceptance Model (TAM) to Drive E-Warehouse Adoption in Brebes' Shallot Sector Ade Yanyan Ramdhani; Muhammad Iqbal Faturohman; Lina Fatimah Lishobrina; Faizah; Alon Jala Tirta Segara; Arief Rais Bahtiar; Dimas Fanny Hebrasianto; Muhammad Alim Safa’at; Destyana Chandra Priyambodo; Diva Angelica; Rafli Dhafin Kamil; Farhan Aryo Pangestu
Jurnal E-Komtek Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v9i1.2213

Abstract

This study explores the factors influencing the adoption of SiJuna, a cold storage-based e-warehouse platform, among shallot farmers in Brebes Regency. Price volatility significantly impacts farmers, leading to economic losses, particularly when prices drop below production costs. SiJuna aims to help farmers by offering cold storage to preserve their harvests during price declines and sell when prices stabilize. Using the Technology Acceptance Model (TAM), data was collected from 90 farmers and analyzed through Structural Equation Modeling (SEM). The results reveal that perceived ease of use and perceived usefulness positively influence farmers' behavioral intention to adopt SiJuna, which in turn significantly affects the actual use of the system. The findings underscore the importance of usability and perceived value in technology adoption, suggesting that a user-friendly design and clear benefits can enhance the adoption of agricultural technologies, ultimately improving post-harvest management and farmers' profitability.
Adaptive Integration of Distributed Deep Q-Networks for Enhancing OLSR Routing in Dynamic Mobile Ad-Hoc Networks Alon Jala Tirta Segara; Arief Rais Bahtiar; Muhammad Raafi'u Firmansyah; Fahrudin Mukti Wibowo
Indonesian Journal of Information Systems Vol. 8 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijis.v8i2.11760

Abstract

Adaptive routing in Mobile Ad-Hoc Networks (MANETs) poses considerable difficulty owing to the network's dynamic characteristics, lack of stable infrastructure, and swift topology alterations. The Optimized Link State Routing (OLSR) protocol provides a proactive routing mechanism via topology dissemination and MultiPoint Relay (MPR) selection. Nevertheless, it exhibits diminished responsiveness to real-time topology alterations, as it depends on periodic updates and does not explicitly account for link quality. This paper suggests the incorporation of the Deep Q-Network (DQN) methodology into OLSR as a reinforcement learning strategy to improve routing adaptability and efficiency. The DQN model employs network metrics like latency, ETX, buffer occupancy, and neighbor count as state inputs, with actions determined by Q-values obtained via environmental interactions. Simulations conducted with NS-3 and PyTorch demonstrate that OLSR-DQN enhances Packet Delivery Ratio (PDR) by as much as 20%, decreases delay by 15–25%, and markedly boosts throughput in dynamic MANET situations. Keywords: MANET, OLSR, Deep Q-Network, adaptive routing, reinforcement learning
Implementasi Website Monitoring Habitat dan Pendataan Sarang Penyu pada Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, Pantai Sodong, Cilacap Ariq Cahya Wardhana; Arif Amrulloh; Rifki Adhitama; Arief Rais Bahtiar; Dodi Zulherman; Aulia Ahmad Ghaus Adzam; Aninditia Sabdaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i2.576

Abstract

The Nagaraja Sea Turtle Conservation Group at Sodong Beach, Cilacap Regency, has long carried out nest patrol, egg evacuation, semi-natural incubation, and hatchling release activities independently, yet all conservation records have been documented manually using notebooks, which are prone to loss, damage, and delayed reporting. This community service program aimed to strengthen the group’s data management capacity through the development of a web-based information system for habitat monitoring and nest data collection, using a participatory approach consisting of needs assessment, system development, training, and mentoring stages. The resulting system, named Rescue Portal, consists of an internal admin dashboard for conservation managers and a public hub page accessible at penyunagaraja.org, providing real-time tide and marine weather monitoring through third-party API integration, a risk-scored analytical report for each nest finding, an activity logbook with a verification workflow, and public branding and news management features. Training and mentoring activities enabled 10 group members to independently operate the system as part of their daily patrol routine. A post-program partner satisfaction survey (n = 10) covering material relevance, schedule adequacy, clarity of delivery, committee service, and program continuity recorded a 90% overall agreement rate (agree/strongly agree), with a mean satisfaction score of 4.44 out of 5. By replacing manual recording with a centralized digital system, the program improved the accuracy and speed of conservation reporting, strengthened the group’s institutional capacity, and is expected to support the long-term sustainability of community-based sea turtle conservation along the southern coast of Central Java.