Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGUATAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KELOMPOK PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) AGROWISATA ADILUHUR (SALUR) MENUJU DESA WISATA INTERNASIONAL BERBASIS KETAHANAN PANGAN Bahtiar, Arief Rais; Maulana, Yulian Zetta; Yayandi, Muhamad
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4968

Abstract

The Community Service Program (PKM) in Adiluhur Tourism Village was implemented to address challenges faced by the SALUR Sustainable Food Garden (P2L), which previously lacked structured management, documentation, and integration with the village’s tourism sector. Initial observations revealed the absence of standard operating procedures, weak production records, and limited digital identity, resulting in minimal added value for both food security and tourism. This program aimed to strengthen P2L’s management capacity, integrate it into educational agro-tourism, and establish digital branding through official platforms. The implementation method was comprehensive, consisting of situational analysis, technology development, capacity-building training, intensive mentoring, and evaluation. Key innovations included the introduction of the Telang Dry infrared-based flower dryer, which improved product quality and efficiency, and the creation of an interactive marketplace website to support digital marketing and storytelling of local products. Training activities covered SOP-based management, production documentation, organizational structuring, digital marketing, and tourism integration, delivered through participatory workshops involving community members, youth, and local tourism actors. The program outcomes demonstrated significant improvements: P2L management is now documented with SOPs and organizational structures, agro-tourism packages have been developed, and digital branding has been established through an official website and active social media. These transformations distinguish the post-program condition from the previous state, contributing to enhanced food security, local economic growth, and the visibility of Adiluhur Tourism Village as a sustainable educational destination. The success of this initiative highlights the effectiveness of the training–mentoring–technology approach and its relevance to achieving SDGs and higher education performance indicators.
plikasi Penanganan Keluhan Kamar Indekos Untuk Analisis Efisiensi Waktu Pada Implementasi Website Zikra Ismunandar, Az; Rais Bahtiar, Arief; Candra Febrianto, Dany
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan aplikasipenanganan keluhan kamar indekos untuk analisis efisiensiwaktu pada implementasi website menggunakan metode RapidApplication Development (RAD). Penelitian dilaksanakan padaIndekos Pesona yang berlokasi di Jl. H. Yasin Gg. 7 No. 367,Sukajadi, Pasteur, Bandung, Jawa Barat. Masalah yangdiangkat adalah waktu penanganan keluhan penghuni yangmasih memerlukan proses panjang dan berisiko perulangansehingga menyebabkan keterlambatan dan ketidakjelasanstatus penanganan. Berdasarkan observasi, salah satu keluhantoilet mampet memerlukan waktu proses hampir 30 menitmulai dari pengajuan hingga konfirmasi penyelesaian.Penelitian ini bertujuan mengembangkan danmengimplementasikan aplikasi untuk mengukur pengaruhnyaterhadap efisiensi waktu pada proses penanganan keluhankamar indekos. Website dipilih sebagai platform karena dapatdiakses secara fleksibel melalui perangkat laptop maupunponsel, sehingga mendukung transparansi bagi penghuni,pemilik, dan pengurus dalam memantau status keluhan.Metode RAD dipilih karena modular dan memudahkanpengembangan cepat sesuai kebutuhan pengguna. Pengujiandilakukan menggunakan metode black box, System UsabilityScale (SUS), dan pengukuran efisiensi waktu untukmengevaluasi fungsi, kegunaan, serta percepatan prosespenanganan keluhan. Hasil pengujian menunjukkan tingkatkeberhasilan fungsionalitas sistem sebesar 100%, skor SUSrata-rata 77,5 dengan usability baik, serta peningkatan efisiensiwaktu sebesar 64,51% setelah implementasi sistem.Kata kunci— efisiensi waktu, indekos, keluhan, RAD,website
Rancang Bangun Aplikasi Wisata Banyumas Berbasis Augmented Reality Menggunakan Metode Game Development Life Cycle (GDLC) Arya Amirul Jawad, Bagas; Rais Bahtiar, Arief; Candra Febrianto, Dany
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi JawaTengah yang memiliki beragam destinasi wisata menarik. Namun,pemahaman pariwisata di wilayah ini masih kurang optimal,sehingga banyak tempat wisata yang belum dikenal luas olehmasyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui kerja sama denganDinas Pariwisata Banyumas, mengingat perizinan dan data yangdibutuhkan hanya dapat diperoleh melalui kolaborasi tersebut.Dinas Pariwisata menyetujui kerja sama dengan syarat aplikasiyang dikembangkan harus bersifat interaktif dan berfungsisebagai media informasi, mengingat belum adanya platformserupa untuk mempromosikan destinasi wisata di Banyumas.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman danpenyebaran informasi pariwisata di Banyumas melaluipengembangan aplikasi dengan pendekatan gamifikasi. Hal inimenjadikan penyampaian informasi lebih interaktif dan menarik.Metode pengembangan yang digunakan adalah GameDevelopment Life Cycle (GDLC), yang terdiri dari enam tahap:initiation, pre-production, production, testing, beta test, dan rilis.Hasil penelitian adalah aplikasi telah berhasil dikembangkan dandiimplementasikan. Hasil uji kegunaan menunjukkan responspositif, melebihi standar minimum yang ditetapkan danmenegaskan bahwa aplikasi sangat berguna.Kata kunci: Pariwisata, Informasi, Banyumas, Gamifikasi,GDLC
Adaptive Integration of Distributed Deep Q-Networks for Enhancing OLSR Routing in Dynamic Mobile Ad-Hoc Networks Tirta Segara, Alon Jala; Bahtiar, Arief Rais; Firmansyah, Muhammad Raafi'u; Wibowo, Fahrudin Mukti
Indonesian Journal of Information Systems Vol. 8 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijis.v8i2.11760

Abstract

Adaptive routing in Mobile Ad-Hoc Networks (MANETs) poses considerable difficulty owing to the network's dynamic characteristics, lack of stable infrastructure, and swift topology alterations. The Optimized Link State Routing (OLSR) protocol provides a proactive routing mechanism via topology dissemination and MultiPoint Relay (MPR) selection. Nevertheless, it exhibits diminished responsiveness to real-time topology alterations, as it depends on periodic updates and does not explicitly account for link quality. This paper suggests the incorporation of the Deep Q-Network (DQN) methodology into OLSR as a reinforcement learning strategy to improve routing adaptability and efficiency. The DQN model employs network metrics like latency, ETX, buffer occupancy, and neighbor count as state inputs, with actions determined by Q-values obtained via environmental interactions. Simulations conducted with NS-3 and PyTorch demonstrate that OLSR-DQN enhances Packet Delivery Ratio (PDR) by as much as 20%, decreases delay by 15–25%, and markedly boosts throughput in dynamic MANET situations. Keywords: MANET, OLSR, Deep Q-Network, adaptive routing, reinforcement learning
Efisiensi Presensi Guru melalui Implementasi Sistem Android dengan Metode Agile Scrum Nugroho, Rizky Ageng; Bahtiar, Arief Rais
SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/saber.v4i1.3647

Abstract

This study aims to design and develop an Android-based teacher attendance system using the Agile Scrum method to address the issues of manual attendance at SMP Negeri Satu Atap 1 Bantarsari. The current manual system is vulnerable to fraud such as data manipulation, data loss, inaccurate recapitulation, and requires up to two hours to complete, in addition to causing long queues for teachers. The Agile Scrum method was chosen for its flexibility and well-structured software development process. The research process involved several stages, beginning with a needs analysis to understand user specifications and expectations. Next, system design was carried out using Unified Modeling Language (UML), followed by application implementation and testing with Black Box Testing. The results show that the application successfully improved attendance efficiency from 42.1% to 78.9%, with features such as multi-user login, attendance recording, data recapitulation, and teacher data management by the administrator. Data security is ensured through Firebase integration. This application is expected to enhance teacher productivity and work discipline, while serving as an example of modern technology adoption in the educational environment
SUSTAINABLE DIGITAL BUSINESS EXPANSION PADA INDUSTRI KREATIF BATIK BANYUMAS MELALUI SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE Alon Jala Tirta Segara; Arief Rais Bahtiar; Yosita Dwiani Suryaningtiyas; Hindun Afni Al Haya; Rafli Dhafin Kamil
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39044

Abstract

Industri batik di Banyumas memiliki potensi besar sebagai warisan budaya sekaligus sumber daya ekonomi masyarakat lokal. Batik Banyumas Kreatif menjadi salah satu pelaku utama dalam industri ini, namun menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan administrasi usaha yang belum efisien dan proses produksi manual yang membatasi kapasitas dan kualitas produk. Pengembangan sistem informasi berbasis website dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi data, dan kapasitas produksi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan pembuatan sistem informasi, pendampingan implementasi teknologi, serta pelatihan optimalisasi proses pencantingan sebagai langkah strategis meningkatkan inovasi dan kualitas produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu mempersingkat proses administrasi, mengurangi kesalahan data, dan meningkatkan produktivitas usaha. Selain itu, pelatihan inovasi pencantingan membantu memperluas variasi desain, meningkatkan efisiensi waktu produksi, dan memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional. Hasil ini menegaskan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pengembangan industri kreatif batik untuk mempertahankan warisan budaya sekaligus memenuhi tuntutan pasar global yang semakin kompetitif.
TRANSFORMASI PARTISIPASI PEREMPUAN MELALUI LITERASI DIGITAL: IMPLEMENTASI PROGRAM SEGERPUAN DI DESA AMPELSARI Arief Rais Bahtiar; Alfin Hikmaturokhman; Novanda Alim Setya Nugraha; Moh Lutfi Fadilah; Novri Anto; Rima Dias Ramadhani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39933

Abstract

Latar belakang dari Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mendukung Desa Ampelsari sebagai Desa Anti Korupsi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) perempuan. Berdasarkan kondisi di lapangan, partisipasi perempuan di Desa Ampelsari masih sangat rendah, hanya sekitar 30%, dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa cenderung hanya bersifat formalitas. Oleh karena itu, program Sekolah Penggerak Perempuan (Segerpuan) dibentuk untuk memberikan pelatihan literasi sosial dan teknologi kepada perempuan di Desa Ampelsari. Tujuan utama program ini adalah untuk memberdayakan perempuan melalui penggunaan teknologi digital, termasuk pengembangan aplikasi Segerpuan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka secara digital, serta optimalisasi penggunaan media sosial dalam mendukung Desa Anti Korupsi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan literasi digital, pengembangan aplikasi, dan pendampingan pelaksanaan program. Pelatihan ini difokuskan pada literasi teknologi agar perempuan mampu mengoperasikan aplikasi Segerpuan dan media sosial untuk mendukung transparansi dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam partisipasi perempuan, dengan 81,3% dari anggota komunitas Wani Lemper aktif menggunakan aplikasi Segerpuan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi digital dapat meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam pembangunan desa, dan memperkuat peran mereka dalam mendukung Desa Anti Korupsi. Rekomendasi diberikan untuk terus mengembangkan literasi digital perempuan dan memastikan keberlanjutan program melalui dukungan pemerintah desa dan masyarakat.