Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : TEKNO

Studi Pengaruh Beban Gandar Dan Drainase Terhadap Indeks Kondisi Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Manado-Amurang Sanggor, Priscilia Ester; Waani, Joice E.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi karena sebagian besar pergerakan barang maupun jasa di Indonesia menggunakan moda angkutan darat. Ruas Jalan Manado -Amurang merupakan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten/Kota sehingga banyak dilewati oleh berbagai jenis kendaraan, dan 36,84% merupakan kendaraan berdimensi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai indeks kondisi perkerasan jalan pada Titik Pengamatan I STA 16+400 s/d 17+400 (Desa Ranowangko) dan Titik Pengamatan II STA 34+500 s/d 35+500 (Desa Popontolen), dengan kumulatif beban sumbu standar yang sama namun kondisi sistem drainase yang berbeda pada kedua titik pengamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini guna menilai kondisi perkerasan jalan yaitu dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). PCI ini merupakan indeks numerik yang nilainya berkisar diantara 0 sampai 100. Nilai 0 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sempurna, sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara visual dengan panjang pengamatan 1.0 km untuk setiap titik pengamatan, yang kemudian dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 50 x 6 m per segmen untuk titik pengamatan I, dan 50 x 6,5 m per segmen untuk titik pengamatan II. Untuk Analisa data beban gandar berdasarkan metode Bina Marga 2013. Ruas jalan Manado -Amurang terakhir dioverlay pada tahun 2008, setelah 10 tahun ruas jalan dioverlay dihitung kumulatif beban sumbu standar dan diperoleh 25.706.604 ESAL.Untuk kondisi sistem drainase titik pengamatan I tidak meiliki sistem drainase, dan untuk titik pengamatan II memilki sistem drainase yang baik. Hasil analisa menunjukkan kerusakan yang terjadi pada kedua titik pengamatan antara lain Lubang (potholes), Retak Buaya (alligator cracking), Tambalan Galian Utilitas (utility cut patching), Pelapukan dan Pelepasan Butir (weathering and raveling), Retak Tepi (edge cracking), Penurunan Bahu Jalan (lane/shoulder drop off), Alur (rutting) , dan Amblas (depressions). Nilai PCI rata-rata untuk ruas jalan desa Ranowangko adalah 64,26 dikategorikan dalam kondisi Baik(Good), namun pada beberapa segmen yaitu segmen 1,8,10,18, dan 20 mengalami kerusakan yang perlu suatu penanganan serius. Sedangkan untuk ruas jalan desa Popontolen diperoleh nilai PCI rata-rata adalah 73,08 yang dikategorikan dalam kondisi Sangat Baik (Very Good), dan setiap segmen dalam kondisi baik sampai sempurna. Untuk rekomendasi penangananan perbaikan kerusakan jalan yang sesuai untuk kedua titik pengamatan adalah program tambalan (patching), dilapisi ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin.
PENGERASAN JALAN DENGAN PROBASE Waani, Joice E.; Elisabeth, Lintong; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah untuk perkerasan adalah untuk memperbaiki satu atau beberapa sifat-sifat teknis tanah agar menjadi lebih baik untuk memikul dan menyebarkan beban lalu-lintas. Salah satu cara stabilisasi tanah adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu sebagai bahan stabilisasi untuk menaikkan daya dukung tanah. Probase TX-55 merupakan salah satu jenis bahan stabilisasi tanah yang dapat menaikkan daya dukung tanah yang ditunjukkan dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah. Dengan bahan stabilisasi tambahan Probase TX-55 akan diteliti apakah ada peningkatan nilai daya dukung tanah yang ditunjukan dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah apabila material tanah pondasi bawah dipadatkan tanpa menggunakan Probase TX-55 dan dengan menggunakan Probase TX-55, dan apakah ada peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) jika kandungan mineral pada tanah tersebut ditambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Probase TX-55 sebesar 0,5 % memberikan nilai CBR maksimum jika digunakan sebagai bahan tambahan stabilisasi. Nilai ini menghasilkan CBR sebesar 6,82 % atau 39,38 % lebih tinggi dari nilai CBR tanah asli yakni 4,89 %. Dengan kandungan yang sama yakni sebesar 0,5 %, Probase TX-55 yang dicampur pada tanah asli mengandung bebatuan menghasilkan nilai CBR sebesar 22,89 % atau meningkat sebesar 235,85 % terhadap nilai CBR tanah asli mengandung 0,5 % Probase TX-55, dan meningkat sebesar 368,12 % terhadap nilai CBR tanah asli tanpa campuran Probase TX-55.Kata kunci : CBR, TX-55, perkerasan
Studi Daya Dukung Ijin Tanah Berdasarkan Hasil Uji Sondir Di Lokasi Kel. Malalayang, Area Perum Aleandrew, Manado Joice E. Waani; Jack H. Ticoh; Agnes T. Mandagi; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 80 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

daerah strategis tempat pertumbuhan ekonomi di daerah Sulawesi Utara. Untuk menopang hal tersebut maka diperlukannya data penunjang terutama data daya dukung tanah yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk perencanaan bangunan sipil. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hal – hal diatas. Penelitian daya dukung tanah ini dilakukan dengan pengujian sondir dan boring. Kata kunci – sondir, boring, Malalayang, Manado
Studi Daya Dukung Izin Tanah Untuk Pondasi Gedung Di Desa Sea, Kec. Pineleng, Kabupaten Minahasa Jack H. Ticoh; Joice E. Waani; Agnes T. Mandagi; Cindy J. Supit; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 20 No. 80 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Sea, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa merupakan salah satu daerah strategis tempat pertumbuhan ekonomi di daerah Sulawesi Utara. Untuk menopang hal tersebut maka diperlukannya data penunjang terutama data daya dukung tanah yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk perencanaan bangunan sipil. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hal – hal diatas. Penelitian daya dukung tanah ini dilakukan dengan pengujian sondir dan boring. Kata kunci – daya dukung izin, pondasi, gedung
Studi Kinerja Campuran AC-WC Menggunakan Asbuton LGA Dengan Penambahan Aspal Penetrasi Yovita M. Mendrofa; Joice E. Waani; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik campuran AC-WC menggunakan asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) dengan penambahan aspal penetrasi dengan campuran AC-WC tanpa LGA. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode pengujian eksperimental. Penelitian ini akan menguji pengaruh penggunaan asbuton LGA (Lawele Granular Asphalt) dan aspal penetrasi 60/70 pada campuran aspal panas AC-WC. Hasil ekstraksi LGA menunjukkan kadar aspal adalah 22,97% dan kadar agregat sebesar 77,03%. Nilai kadar aspal optimum yang diperoleh adalah 7%. Karakteristik Marshall campuran AC-WC tanpa LGA dengan KAO 7% semuanya memenuhi standar spesifikasi, dengan Nilai Stabilitas: 1109,44 kg; Nilai Flow; 3,95 mm; Nilai VMA: 16,306%; Nilai VIM: 3,109%; Nilai VFB: 81,139%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,658; Kepadatan: 2,354 gr/cc. Karakteristik Marshall campuran AC-WC yang menggunakan LGA pada KAO 7% semuanya memenuhi standar spesifikasi, dengan Kadar LGA terendah 6%; Nilai Stabilitas: 1069,37 kg; Nilai Flow; 3,71 mm; Nilai VMA: 16,720%; Nilai VIM: 3,526%; Nilai VFB: 78,911%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,631; Kepadatan: 2,255 gr/cc dan kadar LGA tertinggi 10%; Nilai Stabilitas: 1008,99 kg; Nilai Flow; 3,45 mm; Nilai VMA: 17,948%; Nilai VIM: 4,914%; Nilai VFB: 72,622%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,613; Kepadatan: 2,165 gr/cc. Disimpulkan bahwa karakteristik Marshall untuk KAO 7% terhadap berat total campuran pada semua variasi LGA (6% - 10%) memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga. Kata kunci: AC-WC, Asbuton LGA, pengujian Marshall
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Nasional Kauditan – Batas Kota Bitung Sulawesi Utara Kindangen, Natalia V.; Sendow, Theo K.; Waani, Joice E.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59022

Abstract

Ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung merupakan jalan arteri primer dan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan kota Bitung dan Kota Manado serta daerah lain di sekitarnya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Uji kelaikan fungsi teknis jalan dilakukan dengan metode survei kondisi jalan yang ada kemudian dibandingkan dengan standar teknisnya sesuai dengan peraturan yang berlaku seperti yang tercatat dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/2011. Aspek teknis yang diuji meliputi: (1) teknis geometri jalan; (2) teknis struktur perkerasan jalan; (3) teknis struktur bangunan pelengkap jalan; (4) teknis pemanfaatan ruang bagian – bagian jalan; (5) teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; (6) teknis perlengkapan yang terkait langsung dengan pengguna jalan; (7) teknis perlengkapan yang tidak terkait langsung dengan pengguna jalan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung termasuk dalam kategori Laik Fungsi Bersyarat (LS) yang artinya jalan tersebut Sebagian memenuhi persyaratan teknis laik fungsi jalan namun dapat memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik digunakan untuk kebutuhan operasional di daerah tersebut dengan syarat harus dilakukan perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut seperti perbaikan dan pemeliharaan rutin pada komponen – komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: uji laik fungsi, persyaratan teknis, perbaikan, analisa, ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung