Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Paradigma

MODAL SOSIAL DISABILITAS INTELEKTUAL KSM HARAPAN MULIA UMAMI RAMADHANSI, FARIDA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal sosial disabilitas intelektual pada skala komunitas merupakan masalah penting untuk dikaji. Disabilitas intelektual merupakan manusia unik. Keunikan tersebut terletak pada keterbatasan kecerdasan yang dimiliki namun ia tetap mampu mandiri. Kemandirian tersebut terjadi apabila mereka diajarkan dan dituntun dengan komitmen yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial, gambaran kemandirian, dan strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan KSM Harapan Mulia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengupulkan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan teori modal sosial Fukuyama dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini adalah trust yang berkembang di KSM Harapan Mulia adalah sikap kerja sama, tolong menolong, persaudaraan, dan rasa senasib dan sepenanggungan. Trust yang terbentuk kepada sesama anggota maupun pendamping menumbuhkan hubungan timbal balik baik kepada pemberi manfaat (pendamping) maupun penerima manfaat (anggota). Nilai dan norma yang terbentuk diantaranya saling membantu dan kesamaan asal membentuk sebuah jejaring sosial dan kerja sama. Kerja sama dilakukan dengan instansi negeri maupun swasta, perseorangan, dan instansi pendidikan. Modal sosial membantu pembentukan kemandirian pada diri anggota dan keberhasilan pengentasan kemiskinan skala komunitas dalam diri setiap anggota disabilitas yang ada di KSM Harapan Mulia. Kata Kunci: Disabilitas, komunitas, modal sosial.
RESISTENSI SISWA TERHADAP PENARIKAN DANA INVESTASI PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SURABAYA ILHAM MIROJ, MOCH.; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat bantuan dana pendidikan yang murni diatur pemerintah serta lembaga yang berlaku. Demi mewujudkan pendidikan yang maju dan terbuka mengenai dana pendidikan. Kebijakan di MTsN Surabaya merupakan bentuk penarikan dana investasi pendidikan dimulai pada bulan Desember 2017. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra dalam pelaksanaanya. Fenomena yang terjadi di MTsN Surabaya yaitu penarikan dana investasi pendidikan merupakan sebuah konstruk yang menjadikan sarana dan prasana di Madrasah, sesuai dengan ekspetasi dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk-bentuk resistensi siswa MTsN Surabaya, hingga mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi yang ditampakkan dalam kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan teori resistesi James C. Scott dan penelitian terdahulu. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat dua jenis bentuk penolakan yang pernah dilakukan oleh siswa MTsN Surabaya yakni resistensi semi terbuka dan resistensi tertutup. Resistensi semi terbuka yang dilakukan siswa MTsN Surabaya yakni protes kepada komite sekolah. Bentuk penolakan yang dilakukan siswa secara tertutup yakni dengan merusak fasilitas sekolah, mengeluh dalam hati atas ketidaksetujuan kebijakan penarikan dana investasi pendidikan, meninggalkan sekolah dengan berbagai macam alasan. Kata Kunci: Siswa MTsN, Resistensi, Dana Investasi Pendidikan.
RASIONALITAS DAYA JUANG ORANGTUA DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA LDII PUTRI PRATIWI, DITA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakses pendidikan anak adalah kewajiban orangtua. Segala tindakan dilakukan oleh orangtua agar anak anaknya dapat bersekolah. Terutama bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Mereka harus mempunyai strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan pemenuhan pendidikan anak. Salah satunya yaitu dengan memilih lembaga pendidikan untuk anak. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah membuat beberapa program pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orangtua. Mulai dari dana BOS, beasiswa bagi siswa berprestasi, dan lain sebagainya. Meskipun demikian orangtua tetap harus memenuhi kebutuhan penunjang sekolah anak. Mulai dari seragam, tas, buku, sepatu, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak pada keluarga LDII?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1). Mengidentifikasi latarbelakang kondisi sosial-ekonomi keluarga LDII; 2). Mengidentifikasi pengambilan keputusan terkait pemenuhan pendidikan bagi anak pada keluarga LDII; 3). Mengidentifikasi daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan verstahen. Menggunakan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Lokasi penelitian berada di Dusun Cabean Desa Sugihwaras kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dari daya juang orangtua ini mulai dari menganekaragamkan pekerjaan, berhutang/meminta tetangga, menjual aset rumah tangga, menambah jam kerja, memanfaatkan sumber daya alam, menyimpan hasil panen, dan meminimalkan tingkat konsumsi. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Orangtua, Pendidikan, LDII.
RASIONALITAS DAYA JUANG ORANGTUA DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA LDII PUTRI PRATIWI, DITA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakses pendidikan anak adalah kewajiban orangtua. Segala tindakan dilakukan oleh orangtua agar anak anaknya dapat bersekolah. Terutama bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Mereka harus mempunyai strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan pemenuhan pendidikan anak. Salah satunya yaitu dengan memilih lembaga pendidikan untuk anak. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah membuat beberapa program pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orangtua. Mulai dari dana BOS, beasiswa bagi siswa berprestasi, dan lain sebagainya. Meskipun demikian orangtua tetap harus memenuhi kebutuhan penunjang sekolah anak. Mulai dari seragam, tas, buku, sepatu, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak pada keluarga LDII?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1). Mengidentifikasi latarbelakang kondisi sosial-ekonomi keluarga LDII; 2). Mengidentifikasi pengambilan keputusan terkait pemenuhan pendidikan bagi anak pada keluarga LDII; 3). Mengidentifikasi daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan verstahen. Menggunakan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Lokasi penelitian berada di Dusun Cabean Desa Sugihwaras kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dari daya juang orangtua ini mulai dari menganekaragamkan pekerjaan, berhutang/meminta tetangga, menjual aset rumah tangga, menambah jam kerja, memanfaatkan sumber daya alam, menyimpan hasil panen, dan meminimalkan tingkat konsumsi. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Orangtua, Pendidikan, LDII.
MAKNA TUBUH BAGI PENYANDANG ACHONDROPLASIA AZIZATUR ROFIQIYAH, HIFNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang; (1) pengalaman dan peristiwa yang dialami oleh penyandang Achondroplasia, (2) perasaan terkait peristiwa yang dialami, (3) gambaran keinginan terhadap hidup, (4) pemaknaan tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada delapan penyandang Achondroplasia. Informan dipilih dengan berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemaknaan terhadap tubuh memerlukan waktu lama. Masalah manusia mini adalah lebih pada berbeda daripada menjadikannya sebagai sebuah kecacatan. Pengalaman baik buruk orang sekitar mampu membentuk sebuah pemaknaan terkait tubuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga makna tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Pertama, tubuh sebagai anugerah dan hikmah dari Tuhan sebagai bentuk kekuatan atas diri yang diberikan sejak dalam kandungan. Kedua, tubuh sebagai sumber rejeki, artinya tubuh berbeda dan unik adalah daya tarik yang dapat mendatangkan rejeki berupa uang. Ketiga, tubuh sebagai sumber malapetaka dan kutukan, artinya tubuh mini dapat mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, kekecewaan, dan penghambat dari keinginan dan impian, yang kesemuanya adalah sumber dari segala masalah. Kata Kunci: Achondroplasia, Tubuh Mini, Makna.
MAKNA TUBUH BAGI PENYANDANG ACHONDROPLASIA AZIZATUR ROFIQIYAH, HIFNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang; (1) pengalaman dan peristiwa yang dialami oleh penyandang Achondroplasia, (2) perasaan terkait peristiwa yang dialami, (3) gambaran keinginan terhadap hidup, (4) pemaknaan tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada delapan penyandang Achondroplasia. Informan dipilih dengan berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemaknaan terhadap tubuh memerlukan waktu lama. Masalah manusia mini adalah lebih pada berbeda daripada menjadikannya sebagai sebuah kecacatan. Pengalaman baik buruk orang sekitar mampu membentuk sebuah pemaknaan terkait tubuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga makna tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Pertama, tubuh sebagai anugerah dan hikmah dari Tuhan sebagai bentuk kekuatan atas diri yang diberikan sejak dalam kandungan. Kedua, tubuh sebagai sumber rejeki, artinya tubuh berbeda dan unik adalah daya tarik yang dapat mendatangkan rejeki berupa uang. Ketiga, tubuh sebagai sumber malapetaka dan kutukan, artinya tubuh mini dapat mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, kekecewaan, dan penghambat dari keinginan dan impian, yang kesemuanya adalah sumber dari segala masalah. Kata Kunci: Achondroplasia, Tubuh Mini, Makna.
ANALISIS BIAS GENDER PADA PROGRAM BANK SAMPAH INDUK SURABAYA DIAH NURAINI, ANISA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, menjadikan kota Surabaya menjadi padat penduduk. Beragam aktivitas yang dilakukan pada akhirnya akan menghasilkan sampah. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah yaitu adanya bank sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bias gender di program Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). Bank sampah sering posisikan sebagai ?ranah domestik? sebab banyak dilakukan oleh perempuan. Kegiatan ini diperlukan kesabaran dan kerapian. Adanya batasan antara pekerjaan domestik dan publik menjadi salah satu isu gender termasuk pembagian kerja secara seksual. Bank Sampah Induk Surabaya diplih karena pada kegiatannya melibatkan perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan Perspektif Feminis Liberal dan menggunakan Teknik Analisis Gender Longwe. Penelitian ini mewancarai secara mendalam 11 subjek. Hasil penelitian ini mendeskripsikan 3 mekanisme kerja di Bank Sampah Induk Surabaya: karyawan kantor, karyawan produksi dan karyawan borongan. Bias gender di BSIS disebabkan karena pembagian tugas yang masih menempatkan laki-laki cocok untuk tugas berat, disebut ?Petugas Bankeling?. Sedangkan perempuan diposisikan untuk melakukan pekerjaan dianggap tidak berat seperti ?Petugas Sortir? dan ?Petugas Menjahit Karung.? Konsekuensinya, terdapat kesenjangan upah bagi karyawan laki-laki dan perempuan.Kata Kunci: Bias Gender, Bank Sampah, Feminis Liberal, Feminin, Maskulin
DRAMATURGI PENERIMA KARTU INDONESIA SEHAT (STUDI KASUS DI DESA NGEPEH KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN) EPRILLIA DHAMAYANTI, VENNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kartu Indonesia Sehat merupakan program bantuan sosial dari pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan yang layak bagi masyarakat Indonesia dengan keadaan ekonomi miskin atau tidak mampu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi objektif (keseharian),perilaku,dan praktik dramaturgi penerima Kartu Indonesia Sehat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnometodologi, dan menggunakan prespektif Teori Dramaturgi Erving Goofman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi objektif atau keseharian penerima KIS dapat dilihat dari penampilan,bahasa tubuh (gesture),dan tutur bahasa. (1.) Panggung depan yang ditunjukkan oleh penerima KIS merupakan cara untuk membentuk kesan kepada audiens. Pembentukan kesan tersebut ditunjukkan dengan cara berpenampilan,barang yang digunakan,raut wajah yang ditampakkan,dan tutur bahasa yang digunakan. Panggung belakang yang ditunjukkan oleh penerima KIS merupakan keadaan ekonomi yang sebenarnya,yang tidak sesuai dengan kriteria untuk memperoleh KIS. (2.) Panggung belakang tersebut dapat dilihat dari keadaan rumah,kepemilikan barang,dan sumber pendapatan. Kata Kunci: Dramaturgi,Kartu Indonesia Sehat,Etnometodologi Abstrack Healthy Indonesia Card is a social assistance program from the government to provide a decent health insurance for Indonesian society with poor or inadequate economic. This study aims to understand the objective conditions or daily life,behavior,and practice dramturgi recipient Healthy Card Indonesia. This research is qualitative by using Etnometodology approach, and using the prespective of dramaturgy drafting theory goofman. This results of this study indicate that (1.) conditions objective or daily KIS receiver can be seen from the appearance,body language,and speech language. (1.) The front stage shown by the recipient of KIS is a way to from an impression to the audience. The formation of the impression is shown by the appearance of goods used,facial expression and speech language used. The backstage shown by the recipient of KIS is an actual economic condition,which is not in accordance with the criteria for obtaining KIS. (2.) The back stage can be seen from the state of the house,ownership of goods,and sources of income. Keywords: Dramaturgy,Healthy Indonesia card,Ethnometodology
RESISTENSI SISWA DALAM PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL RISWA MUSTIKA NURDIANTI, BELLA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk resistensi siswa dalam pelaksanaan full day school. Lokasi penelitian berada di SMK YPM 1 Taman. Penelitian menggunakan teori resistensi dari James Scott. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan fenomena secara luas dan mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis bentuk penolakan yang dilakukan oleh siswa SMK YPM 1 Taman yakni penolakan semi terbuka dan tertutup. Penolakan semi terbuka diantaranya dengan cara protes kepada guru, tidur di dalam kelas, pulang sekolah sebelum waktunya (kabur), dan ramai di dalam kelas. Sedangkan bentuk penolakan yang dilakukan siswa secara tertutup yakni dengan cara mencoret dinding kamar mandi tentang ketidaksetujuan full day school, merokok di kamar mandi sekolah, mengeluh kepada teman tentang full day school, keliling dari lantai 1 hingga lantai 4, tidak masuk sekolah dengan alasan sakit, menyimpan dalam hati atas ketidaksetujuan full day school, dan izin meninggalkan sekolah dengan berbagai macam alasan.Kata Kunci : Resistensi Full Day School, Kualitatif, James Scott
DINAMIKA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SMAN 4 SIDOARJO SUKMAWATI, CAHYANING; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika penyelenggaraan pendidikan inklusif dan mengidentifikasi bentuk disfungsi, fungsi manifes-laten, serta bentuk inovasi yang dilakukan oleh para penyelenggara dalam melaksanakan pendidikan inklusif di SMAN 4 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori taraf menengah Robert K. Merton dan bentuk adaptasi yang terdapat dalam teori perilaku menyimpang Merton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualtitatif deskriptif yang berusaha menjelaskan sebah fenomena secara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya dinamika penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMAN 4 Sidoarjo, yang terlihat dari beberapa perubahan pada aspek sekolah dari awal penyelenggaraan hingga berjalan sampai saat ini. Salah satunya adalah bertambahnya organisasi sekolah yang khusus menangani masalah inklusi. Dinamika yang terjadi ini menggiring pada fenomena lain yakni adanya disfungsi, fungsi manifes, dan fungsi laten yang ditemukan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMAN 4 Sidoarjo. Sedangkan untuk inovasi yang dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah inovasi dalam proses penerimaan siswa difabel, inovasi dalam pemberian nilai siswa difabel, dan inovasi dalam proses KBM di kelas.