Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kebijakan Ketua Yayasan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru di Taman Pendidikan Al-Qur’an (Tpq) Al-Afkar, Bungurasih Ika Khaironi; Ahmad Fakk Dominika Taqi Aha Putra; Mufidatur Rofia; Nur Ali; J. Nabiel Aha Putra
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Departing from the problem of low teacher welfare in non-formal Islamic educational institutions, this study analyzes the policy of the head of the Al-Afkar Bungurasih Foundation in improving the welfare of teachers of the Al-Qur'an Education Center. The research uses a descriptive qualitative approach with observational data collection techniques, structured interviews, and documentation; Data analysis was carried out through reduction, presentation, and conclusion drawing with a test of the validity of triangulation techniques. The results show three main policy clusters. First, financial policy: the determination of proportional honorarium based on the number of students fostered and the facilitation of voluntary appreciation funds from student guardians distributed directly without deductions including support for momentum such as holiday allowances. Second, the professional development policy: teachers' participation in the training of the Mu'allimil Qur'an (MMQ) Council accompanied by incentives as a form of appreciation and encouragement to improve pedagogical competence. Third, participatory governance policies: monthly routine deliberation as a communication forum, honorarium evaluation, identification of obstacles, and collective decision-making. The implementation of these policies has an impact on increasing teacher motivation, discipline, and responsibility, which is reflected in the readiness of teaching materials, seriousness in learning, and activeness in evaluation; in turn contributes to the quality of Qur'an learning services at TPQ. The findings confirm that a combination of financial policy, capacity building, and participatory governance is a strategic prerequisite for the elevation of teacher welfare and the quality of Qur'anic education in the context of foundations. Keywords: Foundation policy; teacher well-being; Al-Qur’an Education Center Abstrak: Berangkat dari rendahnya kesejahteraan guru pada lembaga pendidikan Islam non-formal, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Ketua Yayasan Al-Afkar Bungurasih dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru TPQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kebijakan utama yang diterapkan oleh yayasan. Pertama, kebijakan keuangan, meliputi penetapan honorarium berdasarkan jumlah santri binaan, penyaluran dana apresiasi sukarela dari wali santri tanpa potongan, serta pemberian tunjangan pada momentum tertentu seperti Hari Raya. Kedua, kebijakan pengembangan profesional, yaitu mendorong guru untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Majelis Mu’allimil Qur’an (MMQ), disertai pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Ketiga, kebijakan pengelolaan partisipatif, yang diwujudkan melalui pelaksanaan musyawarah rutin bulanan sebagai forum komunikasi, evaluasi honorarium, identifikasi kendala, dan pengambilan keputusan secara kolektif. Implementasi ketiga kebijakan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan tanggung jawab guru. Hal ini tercermin dari kesiapan guru dalam menyiapkan bahan ajar, kesungguhan dalam melaksanakan proses pembelajaran, serta partisipasi aktif dalam kegiatan evaluasi. Secara keseluruhan, kebijakan yang terintegrasi antara aspek finansial, profesional, dan manajerial terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan guru sekaligus mutu layanan pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Yayasan Al-Afkar Bungurasih. Kata kunci: Kebijakan yayasan; Kesejahteraan Guru, Taman Pendidikan Al-Qur’an.
Professional Networks, Innovative Motivation, and Learning Innovation Among Islamic Religious Education Teachers at Schools in Indonesia: An Analysis of SEM-PLS M. Mujab; Nur Ali; Angga Dwi Mulyanto; Anis Malik Thoha; Benny Afwadzi; Mahbub Humaidi Aziz
Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 14 No. 01 (2025): January-June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/progresiva.v14i01.37589

Abstract

The purpose of this study is to explore the influence of professional networks and innovative motivation on learning innovation, especially in Islamic Religious Education (IRE/PAI, Pendidikan Agama Islam) teachers at schools in Indonesia. This study uses a quantitative approach with Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis. There were 241 IRE teacher respondents from various schools in Indonesia who participated in this study. The results of this analysis confirm that professional network significantly positively influences innovative motivation and learning innovation. Similarly, innovative motivation has a significant effect on learning innovation. Innovative motivation also significantly mediates the effect of social network on learning innovation. These findings mean that if professional networks are strong and innovative motivation is also great, learning innovation will increase. This research is limited to IRE teachers in Indonesia. This research adds value by focusing on the importance of professional networks and innovative motivation in encouraging increased learning innovation. It also provides new insights to education policy makers and school administrators on strategies to increase teachers' involvement in professional networks. In addition, encouraging teachers' motivation to innovate is also very important to improve their learning innovation.
ANALISIS KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENGAJAR TAHFIDZ DI MADRASAH DINIYAH AR-ROHMAH PUTRI IBS MALANG Ulfa Muazzomah; Zainal Muhammad Hosin; Muhammad Andy Nur Rochim; Muhammad Izulhaq; Nur Ali
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the policy implementation for improving the quality of tahfidz teachers at Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IBS Malang through a structured quality assurance system. The focus of the research includes policy formulation, implementation mechanisms, and supporting as well as inhibiting factors in strengthening teacher professionalism in Qur’anic instruction. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observation of tahfidz activities, and documentation, and analyzed using the Miles & Huberman interactive model. The findings show that the institution has implemented a comprehensive quality management system consisting of standardized teacher qualifications, tahfidz Standard Operating Procedures (SOP), and a multi-layered evaluation structure. Continuous teacher development is carried out through weekly coaching, periodic training, halaqah musyafahah, and peer supervision, reflecting a systematic application of continuous quality improvement. Data-driven evaluation through structured teacher performance reports ensures accuracy in monitoring recitation quality, discipline, methodology, and Qur’anic competence. The supporting factors include strong Qur’anic culture, institutional commitment, and adequate teacher competence, while the inhibiting factors involve uneven teacher skills, workload intensity, and limited infrastructure. The study concludes that quality improvement policies for tahfidz teachers at Ar-Rohmah are not merely technical programs, but operate as an integrated policy system combining pedagogical competence, institutional culture, and spiritual ethics. This model demonstrates strong potential for replication in other diniyah-based tahfidz institutions. Keywords: tahfidz teacher; quality assurance; policy implementation; teacher development; Qur’anic education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan peningkatan mutu pengajar tahfidz di Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IBS Malang melalui sistem penjaminan mutu yang terstruktur. Fokus kajian meliputi perumusan kebijakan, mekanisme pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan profesionalitas pengajar Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan tahfidz, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah menerapkan sistem manajemen mutu komprehensif berupa standar kualifikasi guru, SOP tahfidz, evaluasi berlapis, dan program pembinaan berkelanjutan. Pengembangan kompetensi dilakukan melalui pembinaan mingguan, pelatihan berkala, musyafahah, dan supervisi sejawat sebagai bentuk penerapan continuous quality improvement. Evaluasi kinerja pengajar dilakukan secara terukur melalui rapor tahfidz yang memuat indikator ketepatan bacaan, kedisiplinan, metode pengajaran, dan capaian tahfidz, sehingga keputusan pengelolaan mutu berbasis data dapat dilakukan secara objektif. Faktor pendukung utama keberhasilan kebijakan meliputi kultur Qur’ani komitmen kelembagaan, dan kompetensi guru, sedangkan hambatan mencakup ketimpangan kemampuan teknis, beban kerja ganda, dan keterbatasan sarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan peningkatan mutu pengajar tahfidz tidak hanya bersifat teknis, tetapi merupakan desain kebijakan terpadu yang menggabungkan kualitas pedagogis, tata kelola lembaga, dan pembinaan spiritual sebagai fondasi pembentukan profesionalisme pengajar Qur’ani berkelanjutan. Kata kunci: mutu pengajar tahfidz; penjaminan mutu; implementasi kebijakan; pembinaan guru; pendidikan Qur’ani
Analisis Kesenjangan Implementasi: Evaluasi CIPP terhadap Relevansi, Kesiapan, Pelaksanaan, dan Capaian Kebijakan PAI di MTs QITA Malang Najmi Nahdin Afkari; Ainun Jariyah; Ratih Ovista Kusuma; Nur Ali
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study presents an in-depth qualitative evaluation, designed to reveal the effectiveness of the implementation of Islamic Education policies in MTs QITA Malang, using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model as the main theoretical lens to map achievements comprehensively. The purpose of this research is none other than to provide a robust analysis of how these policies operate on the ground and the extent to which the substantive goals of religious education are being achieved. Within a methodological framework, crucial data are obtained through triangulation of sources: in-depth interviews with Principals, Deputy Heads of Curriculum, and subject teachers, reinforced by systematic observation and analysis of internal and curricular policy documents, ensuring the richness and validity of the data. Furthermore, the collected data is rigorously processed using Miles and Huberman's interactive model, a step that allows for continuous reduction, presentation, and verification of findings. The results of the evaluation are divided into four essential dimensions. First, in the Context dimension, policies are seen as having high relevance and in line with the national vision, especially the spirit of the Independent Curriculum, but there are latent challenges in the form of external factors, namely low parental awareness in the continuity of character development. Second, on the Input dimension, it was found that the quality of Human Resources (teachers) and curriculum design has been adequate, despite the significant deficit in technological infrastructure, which demands optimization to support modern methods. Third, the Process dimension reveals implementation practices that use active student-centered methods—such as Problem-Based Learning and P5 projects—but these processes are significantly hampered by limited time allocation and a lack of equitable technology support across learning activities. Finally, on the Product dimension, the policy convincingly produces positive outcomes, especially in the improvement of students' character and their religious practices; however, cognitive achievement shows variations that need to be observed between elements of PAI material. The overall evaluation affirms the positive transformative impact of policies, while explicitly identifying critical areas— such as technology strengthening and parent engagement strategies—that should be the focus of future strategic improvements. Keywords: CIPP model; policy evaluation; Islamic education; kurikulum merdeka; madrasah Abstrak: Penelitian ini mempresentasikan sebuah evaluasi kualitatif yang mendalam, dirancang untuk menyingkap efektivitas implementasi kebijakan Pendidikan Islam di MTs QITA Malang, menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai lensa teoretis utama untuk memetakan capaian secara komprehensif. Tujuan penelitian ini tidak lain adalah menyediakan analisis yang kuat mengenai bagaimana kebijakan ini beroperasi di lapangan dan sejauh mana tujuan substantif pendidikan keagamaan tercapai. Dalam kerangka metodologis, data krusial diperoleh melalui triangulasi sumber: wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, dan guru mata pelajaran, yang diperkuat oleh observasi sistematis dan analisis dokumen kebijakan internal dan kurikuler, memastikan kekayaan dan validitas data. Selanjutnya, data yang terkumpul diproses secara ketat menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, suatu langkah yang memungkinkan reduksi, penyajian, dan verifikasi temuan dilakukan secara berkelanjutan. Hasil evaluasi terbagi dalam empat dimensi esensial. Pertama, dalam dimensi Konteks, kebijakan dipandang memiliki relevansi tinggi dan selaras dengan visi nasional, khususnya semangat Kurikulum Merdeka, akan tetapi terdapat tantangan laten berupa faktor eksternal, yaitu rendahnya kesadaran orang tua dalam kesinambungan pembinaan karakter. Kedua, pada dimensi Input, ditemukan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (guru) dan desain kurikulum telah memadai, meskipun terjadi defisit yang signifikan pada infrastruktur teknologi, yang menuntut pengoptimalan untuk mendukung metode modern. Ketiga, dimensi Proses mengungkap praktik implementasi yang menggunakan metode aktif berpusat pada siswa— seperti Problem-Based Learning dan proyek P5—namun proses tersebut secara nyata terhambat oleh keterbatasan alokasi waktu dan kurangnya dukungan teknologi yang merata di seluruh kegiatan belajar. Terakhir, pada dimensi Produk, kebijakan secara meyakinkan menghasilkan luaran yang positif, terutama dalam peningkatan karakter siswa dan praktik keagamaan mereka; namun, pencapaian kognitif menunjukkan variasi yang perlu dicermati antar elemen materi PAI. Keseluruhan evaluasi tersebut menegaskan dampak transformatif positif kebijakan, sembari secara eksplisit mengidentifikasi area-area kritis—seperti penguatan teknologi dan strategi pelibatan orang tua—yang harus menjadi fokus perbaikan strategis di masa mendatang. Kata Kunci: Model CIPP; Evaluasi Kebijakan; Pendidikan Islam, Kurikulum merdeka; Madrasah
Kebijakan Ketua Yayasan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru di Taman Pendidikan Al-Qur’an (Tpq) Al-Afkar, Bungurasih Ika Khaironi; Ahmad Fakk Dominika Taqi Aha Putra; Mufidatur Rofia; Nur Ali; J. Nabiel Aha Putra
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Departing from the problem of low teacher welfare in non-formal Islamic educational institutions, this study analyzes the policy of the head of the Al-Afkar Bungurasih Foundation in improving the welfare of teachers of the Al-Qur'an Education Center. The research uses a descriptive qualitative approach with observational data collection techniques, structured interviews, and documentation; Data analysis was carried out through reduction, presentation, and conclusion drawing with a test of the validity of triangulation techniques. The results show three main policy clusters. First, financial policy: the determination of proportional honorarium based on the number of students fostered and the facilitation of voluntary appreciation funds from student guardians distributed directly without deductions including support for momentum such as holiday allowances. Second, the professional development policy: teachers' participation in the training of the Mu'allimil Qur'an (MMQ) Council accompanied by incentives as a form of appreciation and encouragement to improve pedagogical competence. Third, participatory governance policies: monthly routine deliberation as a communication forum, honorarium evaluation, identification of obstacles, and collective decision-making. The implementation of these policies has an impact on increasing teacher motivation, discipline, and responsibility, which is reflected in the readiness of teaching materials, seriousness in learning, and activeness in evaluation; in turn contributes to the quality of Qur'an learning services at TPQ. The findings confirm that a combination of financial policy, capacity building, and participatory governance is a strategic prerequisite for the elevation of teacher welfare and the quality of Qur'anic education in the context of foundations. Keywords: Foundation policy; teacher well-being; Al-Qur’an Education Center Abstrak: Berangkat dari rendahnya kesejahteraan guru pada lembaga pendidikan Islam non-formal, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Ketua Yayasan Al-Afkar Bungurasih dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru TPQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kebijakan utama yang diterapkan oleh yayasan. Pertama, kebijakan keuangan, meliputi penetapan honorarium berdasarkan jumlah santri binaan, penyaluran dana apresiasi sukarela dari wali santri tanpa potongan, serta pemberian tunjangan pada momentum tertentu seperti Hari Raya. Kedua, kebijakan pengembangan profesional, yaitu mendorong guru untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Majelis Mu’allimil Qur’an (MMQ), disertai pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Ketiga, kebijakan pengelolaan partisipatif, yang diwujudkan melalui pelaksanaan musyawarah rutin bulanan sebagai forum komunikasi, evaluasi honorarium, identifikasi kendala, dan pengambilan keputusan secara kolektif. Implementasi ketiga kebijakan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan tanggung jawab guru. Hal ini tercermin dari kesiapan guru dalam menyiapkan bahan ajar, kesungguhan dalam melaksanakan proses pembelajaran, serta partisipasi aktif dalam kegiatan evaluasi. Secara keseluruhan, kebijakan yang terintegrasi antara aspek finansial, profesional, dan manajerial terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan guru sekaligus mutu layanan pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Yayasan Al-Afkar Bungurasih. Kata kunci: Kebijakan yayasan; Kesejahteraan Guru, Taman Pendidikan Al-Qur’an.