Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Aggregation Model to Determine Criteria Weights for Integrated Primary Health Care Information System (IPCIS) Implementation Kusumadewi, Sri; Kurniawan, Rahadian; Wahyuni, Elyza Gustri; Arifin, Aridhanyati; Rosita, Linda; Mutmainna, Mutmainna
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 2 (2026): JUTIF Volume 7, Number 2, April 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.2.5619

Abstract

Implementation of the Integrated Primary Health Care Information System (IPCIS) in integrated community health posts (posyandu) is influenced by various factors, including technical aspects, human resources, policies, and data governance. Given the diverse field conditions, the impact of each factor can vary, so it is important to understand the relative importance of each criterion. This study aims to determine the weight of the criteria that influence the implementation of IPCIS in posyandu. Ten people answered the questions correctly (out of 22 respondents), including cadres, sub-district staff, and health workers from Tirtorahayu Village. Respondent preferences were collected using three approaches: rank-based aggregation (Borda, Condorcet, Copeland), score-based aggregation (average), and voting-based aggregation (plurality and majority) to obtain the criteria weights (w) and a comparative analysis between the approaches. The findings demonstrate that the IPCIS criteria for security and protection of personal data were consistently given the highest weights. In the ranking-based aggregation approaches (w_Borda=0.11, w_Condorcet=0.20, w_Copeland=0.19). In score-based aggregation approaches (w=0.11). In voting-based aggregation approaches (w=0.15). It is indicating a strong group consensus regarding the importance of these aspects in IPCIS implementation. The combination of ranking-based and score-based aggregation resulted in stable IPCIS implementation criterion weights that reflected group consensus, with voting-based aggregation acting as validation. The practical implication is that the obtained weighted criteria can be used as a basis for determining program priorities and resource allocation when implementing IPCIS.
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT MINUM OBAT MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPING Mohammad Gana Firman Mahendra; Elyza Gustri Wahyuni
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17 No 3 (2026): Technologia (Juli)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jit.v17i3.24279

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan aspek penting dalam keberhasilan terapi, tetapi pengguna sering mengalami kendala dalam mengelola jadwal, mencatat konsumsi, dan memantau ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi mobile pengingat minum obat yang mendukung pengelolaan jadwal, pencatatan status konsumsi, riwayat, statistik kepatuhan, monitoring stok, serta ekspor laporan. Metode yang digunakan adalah Prototyping dengan tahapan pengumpulan kebutuhan, pembuatan prototype awal, evaluasi, iterasi perbaikan, implementasi, dan pengujian fungsional. Prototype awal masih berfokus pada pengingat dasar, kemudian diperbaiki melalui penambahan agenda, riwayat konsumsi, statistik kepatuhan, monitoring stok, fitur tunda pengingat, dan pengaturan terlewat otomatis. Aplikasi dikembangkan menggunakan Flutter dengan penyimpanan lokal dan Supabase sebagai layanan autentikasi serta basis data berbasis akun. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing terhadap 22 skenario fitur utama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh skenario berjalan sesuai hasil yang diharapkan. Dengan demikian, aplikasi yang dikembangkan dapat menjadi alat bantu pengelolaan konsumsi obat secara mandiri.
PENGUJIAN APLIKASI MOBILE VERIFIKASI KEHALALAN KOMPOSISI PRODUK DENGAN INSTRUMEN EQUIVALENCE PARTITIONING Hasan Abdullah; Elyza Gustri Wahyuni
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17 No 3 (2026): Technologia (Juli)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jit.v17i3.24473

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi fungsionalita aplikasi mobile guna melakukan pemeriksaan risiko kehalalan komposisi produk makanan kemasan melalui teknologi pemindaian barcode. Aplikasi ini dibentuk melalui penerapan metode Waterfall, sedangkan pengujian dilakukan menggunakan Black-Box Testing dengan teknik Equivalence Partitioning. Pengujian mencakup akses pengguna, pemindaian barcode, pengambilan data produk, pencocokan bahan berisiko, penampilan hasil, serta penyimpanan riwayat untuk memvalidasi respons sistem terhadap berbagai kondisi masukan data. Hasil pengujian terhadap 22 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan fungsi aplikasi mencapai 90,91 persen. Terdapat 20 skenario yang berjalan tepat sesuai perancangan, sedangkan 2 skenario masih membutuhkan perbaikan terkait ketergantungan pada data statis dan ketiadaan terjemahan deskripsi. Setelah dilakukan evaluasi antarmuka guna melakukan perbaikan dan pengujian ulang, seluruh skenario memperoleh peningkatan kesesuaian akhir menjadi 100 persen. Kesimpulannya, hasil menunjukkan bahwa penggunaan Equivalence Partitioning dapat mengidentifikasi ketidaksesuaian fungsi dan menjadi dasar perbaikan aplikasi.
Sistem Pelaporan Layanan Fasilitas Kampus Berbasis Web dengan Integrasi Telegram Bot untuk Tindak Lanjut Teknisi Muhammad Fiqri; Elyza Gustri Wahyuni
AUTOMATA Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas kampus yang mengalami kerusakan perlu segera ditangani, sehingga dibutuhkan mekanisme pelaporan yang cepat, tertata, dan terekam dengan baik. Pada kenyataannya, pelaporan kerusakan di banyak kampus masih bertumpu pada cara informal, seperti penyampaian lisan, pesan pribadi, maupun saluran yang tidak terpusat. Akibatnya, laporan sulit ditelusuri, perkembangan penanganannya tidak jelas, dan koordinasi antarpihak (Pelapor, pengelola gedung, teknisi, hingga universitas) berjalan kurang efektif. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini membangun CampusCare Platform, sebuah sistem berbasis web untuk pelaporan layanan fasilitas kampus yang dipadukan dengan Telegram Bot. Bot tersebut berperan tidak sekadar mengirim notifikasi, tetapi juga membantu Admin Teknisi menindaklanjuti laporan secara teknis. Pengembangan sistem mengikuti model Waterfall dan dibatasi pada empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Empat peran terlibat di dalamnya: Pelapor, Admin Gedung, Admin Teknisi, dan Admin Universitas. Fungsi yang dibangun antara lain pelaporan dengan pemilihan lokasi bertingkat, verifikasi dan tindak lanjut laporan, pengelolaan beserta riwayat status, pelacakan laporan, dashboard pemantauan, serta dukungan Telegram Bot untuk penanganan teknis. Kelayakan fungsi sistem diuji melalui Black Box Testing. Seluruh skenario pengujian memberikan keluaran yang sesuai harapan, sehingga CampusCare Platform dinilai mampu menjadikan proses pelaporan, verifikasi, penanganan, pelacakan, dan pemantauan kerusakan fasilitas berlangsung lebih tertata, transparan, dan terdokumentasi.