Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Pengembangan Kesenian Angklung Caruk pada Sanggar Jiwa Etnik Blambangan Ridho Ikhsananda Ridho ikhsananda; Kiswanto
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2725

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya pengembangan kesenian Angklung Caruk di Sanggar Jiwa Etnik Blambangan sebagai bentuk pelestarian seni tradisional di tengah perubahan selera dan kehidupan budaya masyarakat Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi aktual Angklung Caruk, cara sanggar mengembangkan pertunjukan agar tetap relevan, peran generasi muda sebagai penerus tradisi, serta peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kesenian tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angklung Caruk masih dijalankan secara aktif dengan tetap berpegang pada nilai tradisi, dikembangkan melalui pengemasan pertunjukan yang lebih adaptif, didukung oleh keterlibatan generasi muda, serta memerlukan kerja sama antara komunitas seni dan pemerintah daerah agar kesenian ini tetap hidup dan bermakna bagi Masyarakat.
EKSISTENSI KESENIAN MUSIK ODROT: TANTANGAN DALAM PELUANG DAN REGENERASI Andra Yonaldi; Kiswanto Kiswanto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.75130

Abstract

Tulisan ini membahas tentang eksistensi kesenian Musik Odrot sebagai salah satu warisan budaya tradisional yang mulai terpinggirkan di tengah arus modernisasi di Ponorogo. Musik Odrot, yang berkembang sejak tahun 1950-an, merupakan transformasi dari musik tiup kolonial yang menjadi bentuk hiburan rakyat yang khas, dengan fungsi sosial, spiritual, dan budaya yang penting dalam masyarakat. Namun, eksistensinya kini menghadapi berbagai tantangan serius seperti krisis regenerasi, kerusakan instrumen, minimnya dokumentasi, serta fokus kebijakan budaya daerah yang lebih mengutamakan kesenian Reog. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika eksistensi Musik Odrot serta menawarkan strategi pelestarian yang relevan dengan konteks saat ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi multi metode atau mixmethods research dengan fokus pada data kualitatif, yaitu dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara langsung dengan pelaku kesenian Odrot, serta observasi dokumentasi visual dari video pertunjukan Musik Odrot yang diunggah di platform YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Musik Odrot dapat dipulihkan dan diperkuat melalui revitalisasi instrumen, pelibatan pendidikan, pendokumentasian, serta penyelenggaraan festival dan kolaborasi antar-lembaga. Musik Odrot tidak hanya pantas dipertahankan karena nilai tradisinya, tetapi juga karena potensinya dalam membangun kembali ekosistem budaya lokal yang adil dan beragam
PENGEMBANGAN VISUAL DRAMA TARI PANJI PADA VIDEO KLIP MUSIK METAL KELOMPOK DJIWOASTRA Bondan Aji Manggala; Kiswanto Kiswanto
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4984

Abstract

Kegiatan pengembangan visual Drama Tari Panji bertujuan untuk merealisasikan konsep dan gagasan visual dalam pertunjukan musik (konser) kelompok Djiwoastra pada karya lagu terakhir yang berjudul “Panji”. Keterlibatan penulis dalam proyek ini adalah sebagai salah satu produser video klip musik, serta  berperan menjadi fasilitator gagasan visual Drama Tari Panji untuk pertunjukan musik kelompok Djiwoastra. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatoris yang berfokus pada upaya penemuan model pendekatan proses dan hasil (produk) kekaryaan seni pertunjukan yang berbasis pada internalisasi keberagaman pengalaman, selera, gaya, dan kompetensi dari para personil dan pendukung karya. Pengembangan visual Drama Tari Panji diharapkan dapat merepresentasikan musik metal Nusantara yang berwujud dalam simbol-simbol visual. Hasil dari kegiatan kekaryaan ini dapat membentuk pengalaman kreatif bagi penguatan ketrampilan kelompok Djiwoastra yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan dan tantangan kreativitas dalam pengembangan visual video klip pertunjukan musik metal Nusantara yang memperpadukan antara estetika Timur dan Barat.
Musical Creativity of the Reyog Gajah Manggolo Group at the 2022 Reyog Ponorogo National Festival Wulan Dwi Karlina Sari Wulan; Kiswanto Kiswanto
Acintya Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the musical presentation and analyze the creativity of the Reyog Gajah Manggolo (RGM) group from SMA Negeri 1 Ponorogo in the 2022 National Reyog Ponorogo Festival. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through field observations, in-depth interviews, visual documentation, as well as document and music notation analysis. The findings reveal that the musical arrangement performed by RGM was systematically designed to support the dramatic flow of the performance. Music functioned not only as an accompaniment to dance but also played a crucial role in shaping the atmosphere and dynamics of the stage presentation. The creative process was carried out collaboratively among the coach, composer, and musicians through several stages, including planning, musical experimentation, intensive rehearsals, and a final preparation period before the festival. The creativity generated from this process brought positive impacts, both on the quality of the performance and the personal development of its members. Internally, it strengthened character, boosted self-confidence, and fostered solidarity. Externally, the group’s presence helped reinforce the role of Reyog art as a living cultural heritage within the school and the wider community. These findings indicate that musical creativity within the RGM group represents a form of traditional adaptation that aligns with contemporary developments, while also serving as an effective strategy for the regeneration and preservation of Reyog among younger generations.