Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SINGKIL KULON NGOMBO PURWOREJO DENGAN PELATIHAN OLAHAN JAMUR TIRAM PENAMBAH PENDAPATAN DESA Lina - Mufidah
Jurnal Abdimas Akademika Vol 1 No 02 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.48 KB)

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi jamur di Indonesia Tahun 2019 tercatat 33.163 ton, Jamur merupakan komoditas hortikultura yang mengandung protein baik. Jamur ini memiliki manfaat tidak hanya lezat namun dapat menjaga kesehatan seperti meredakan kanker, HIV dan penyakit lainnya. Potensi produksi jamu dinilai sangat besar dan dapat menciptakan peluang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) menambah wawasan dan meningkatkan ketrampilan memasak ragam makanan berbahan jamur tiram. (2) memperkaya dan mendalami resep snack berbahan dasar jarum tiram. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini antara lain metode presentas, Hand-ons Methods dan metode Group Building. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta pelatihan telah mendapatkan tambahan wawasan dan juga ketrampilan terkait jamur tiram dan produk olahnnya , selain itu peserta pelatihan mampu memperkaya dan mendalami produk yang dapat diolah dari bahan jamur tiram.
TRAINING PROCESSING BANANA FOOD INCREASE SELLING VALUE IN UKM DHARMA KARYA, HARJOBINANGUN VILLAGE, PAKEM SLEMAN DISTRICT Buka di Google Terjemahan • Masukan Lina - Mufidah; Nur Wahyuni; Titik Sulistyani
Jurnal Abdimas Akademika Vol 2 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.259 KB)

Abstract

Pisang memiliki banyak jenis yang dibudidayakan di Indonesia, antara lain pisang ambon, pisang batangan, pisang kapok, pisang raja, pisang tanduk, dan masih banyak lagi jenis pisang lainnya yang memiliki rasa bentuk dan sifat yang berbeda-beda. Upaya pemberdayaan bahan pangan local dapat memberikan konstribusi pangan dalam program diversifikasi konsumsi pangan yang sejak lama dicanangkan. Berdasarkan latar belakang ini pengabdian masyarakat dilaksanakan untuk memberikan solusi . Pengabdian masyarakat ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan kampus Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta mengadakan pelatihan pengolahan makanan berbahan pisang yang dilakukan untuk UKM Dharma Karya Dusun Blembem/ Desa Harjobinangun Kecamatan Pakem Sleman dengan tujuan (1) meningkatkan wawasan mengenai pengolahan pisang (2) meningkatkan ketrampilan dalam pembuatan aneka produk pisang untuk nilai jual yang lebih tinggi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini antara lain metode presentasi , demonstrasi dan praktek. Hasil penelitian bahwa pengabdian telah mencapai tujuan (1) meningkatkan wawasan mengenai pengolahan pisang telah tercapai (2) meningkatkan ketrampilan dalam pembuatan aneka produk pisang untuk nilai jual yang lebih tinggi dengan menginovasi produk antaralain bolen pisang, bolu kukus mekar pisang, kue kering pisang , nasi gurih pisang, sambal goreng pisang dan sate pisang.
PELATIHAN PENGOLAHAN UBI UNGU SEBAGAI ALTERNATIF KUDAPAN SEHAT PADA MASA PANDEMI Eka Rachmawati; Titik Sulistiyani; lina mufidah; Rr. Christiana Mayang Anggraeni,Stj
Jurnal Abdimas Akademika Vol 2 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.343 KB)

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia bahan pangan lokal sangat bervariasi mulai dari jenis kacang-kacangan, hingga umbi-umbian. Berbagai jenis umbi sangat mudah dijumpai karena sangat cocok dengan iklim tropis di Indonesia. Salah satu umbi yang dapat dimanfaatkan sebagai alternative bahan pembuatan kudapan adalah umbi ungu. Ubi ungu dipilih karena mengandung banyak betakaroten yang sangat tinggi, berguna dalam pencegahan beberapa jenis kanker. Tujuan dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 1) masa pandemic covid membutuhkan makanan sehat yang nantinya akan berdampak untuk peningkatan imun; 2) memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi kudapan yang lebih bernilai; 3) menambah nilai jual dari bahan pangan lokal. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan Sosrokusuman, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan 1 kali pertemuan dengan beban 5 Jpl yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 20 April 2021. Tempat pelaksanaan pengabdian berada di Balai RW Sosrokusuman dengan jumlah peserta adalah 15 orang. Menu yang dipraktekan dalam pelatihan ini adalah pastel tutup ubi ungu dan bakpia isi ubi ungu. Kata Kunci : Bahan pangan lokal, Pelatihan, Ubi ungu ABSTRACT In Indonesia, local food ingredients are very varied, ranging from types of nuts, to tubers. Various types of tubers are very easy to find because they are very suitable for the tropical climate in Indonesia. One of the tubers that can be used as an alternative ingredient for making snacks is purple tubers. Purple sweet potato was chosen because it contains a lot of very high beta-carotene, useful in the prevention of several types of cancer. The purpose of this community service is 1) during the covid pandemic period, healthy food is needed which will have an impact on increasing immunity; 2) utilizing local food ingredients into more valuable snacks; 3) increase the selling value of local food ingredients. Community service is carried out by Sosrokusuman, Suryatmajan Village, Danurejan District. This training activity was carried out in 1 meeting with a load of 5 Jpl which was held on Tuesday, April 20, 2021. The place for the service was at the RW Sosrokusuman Hall with a total of 15 participants. The menus that are practiced in this training are pastel with purple sweet potato lid and purple sweet potato filled bakpia. Keywords: Local groceries, Training, Purple sweet potato
PELATIHAN OLAHAN SINGKONG DAN PISANG UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WONOTOPO Lina - Mufidah; Titik Sulistiyani; Eka Rachmawati; Rr. Christiana Mayang Anggraeni,Stj
Jurnal Abdimas Akademika Vol 2 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.581 KB)

Abstract

ABSTRAK Pisang merupakan komoditas hortikultura (buah) yang dapat dimakan langsung, buah ini termasuk buah yang tidak tahan lama. Penambahan tepung dapat memperpanjang daya simpan pisang tanpa mengurangi nilai gizi. Singkong merupakan bahan makanan komoditi pangan yang melimpah serta banyak dijumpai didaerah pedesan dengan harga relative terjangkau, oleh karena itu untuk mengatasi melimpahnya singkong pada masa penen perlu diolah agar lebih lama masa penyimpananya dan lebih tinggi nilai jualnya. Pengabdian masyarakat ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Wonotopo, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta untuk mengadakan pelatihan pengolahan makanan berbahan pisang dan singkong dengan tujuan sebagai berikut : (1) meningkatkan wawasan mengenai pengolahan pisang (2) meningkatkan ketrampilan dalam pembuatan aneka produk pisang dan singkong untuk menambah nilai jual yang lebih tinggi. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarat dilakukan dengan pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengabdian telah mencapai tujuan (1) meningkatkan wawasan mengenai pengolahan pisang telah tercapai (2) meningkatkan ketrampilan dalam pembuatan aneka produk pisang untuk nilai jual yang lebih tinggi dengan membuat Banana cake dan bolen pisang, sedangkan dari bahan singkong dibuat olahan proll tape dan brownies singkong Kata Kunci : Pelatihan, Pisang, Singkong ABSTRACT Banana is a horticultural commodity (fruit) that can be eaten directly, this fruit is a perishable fruit. The addition of flour can extend the shelf life of bananas without reducing the nutritional value. Cassava is a food commodity that is abundant and often found in rural areas with relatively affordable prices, therefore to overcome the hoarding or abundance of cassava during harvesting. it is necessary to process cassava so that the storage period is longer and higher. This community service was organized by the Village Government of Wonotopo Village, Gebang District, Purworejo Regency in collaboration with the AKK Yogyakarta Social Welfare Academy campus holding training on food processing made from bananas and cassava with the aim of (1) increasing knowledge about banana processing (2) improving skills in the manufacture of various banana and cassava products. for a higher resale value. The implementation of community service activities is carried out in the form of training. The methods used in this community service include lecture, demonstration and practice methods. The results of the research show that the service has achieved the objectives of (1) increasing knowledge about banana processing and (2) improving skills in making various banana products for higher selling values ​​by making Banana cake and banana cake, while from cassava, proll tape and cassava brownies. Keywords: Training, Banana, Cassava
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN OLAHAN BERBASIS TEPUNG TERIGU IBU-IBU PKK DI DESA MEDONO KECAMATAN BENER PURWOREJO Lina - Mufidah; Rr Christiana Mayang
Jurnal Abdimas Akademika Vol 2 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.908 KB)

Abstract

Perangkat Desa memiliki program yang mulai menyesuaikan dengan keadaan situasi nasional yaitu masa pandemi dengan adaptasi baru, Pemdes dan BPD terkait tidak hanya mengambil kebijakan untuk ikut mencegah persebaran virus covid-19, namun juga tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat utamanya dalam meningkatkan pendapatan keluarga dimasa pandemi ini. Peningkatan pendapatan tentunya tidak diwujudkan dalam bantuan tunai, pemerintah desa membuat program dimana masyarakat bersama-sama meningkatkan pengetahuan suatu produk yang dapat dijual untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan olahan makanan. Tujuan utama selain meningkatkan pendapatan dengan mengadakan pelatihan pengolahan makanan yaitu ikut mempertahankan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan. Permasalahan mitra yang ingin diselesaikan dalam kegiatan pengabdan ini antara lain 1) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan makanan pie susu, roti manis, muffin dan nugget ayam berbahan dasar tepung terigu, 2) terbatasnya masyarakat dalam memperoleh informasi tentang pengolahan pangan yang diterima masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan. Masyarakat Desa Medono tertarik dengan pengolahan berbasis tepung terigu, antaralain pie susu, roti manis, muffin dan nugget ayam. Pengabdian ini dilakukan dengan berbagai kegiatan diantaranya yaitu : 1) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK Desa Medono dilakukan dengan metode ceramah dan metode praktik; 2) Kegiatan monitoring dilakukan instruktur saat ibu –ibu PKK Desa Medono melakukan praktik bersama kelompoknya. Instruktur melakukan pendampingan saat proses pelatihan pengolahan makanan berlangsung; 3) Setelah pelatihan selesai dilakukan tambahan teori; 4) Melakukan monitoring sebelum pelaksanaan kegiatan ; 5)Kegiatan evaluasi setelah kegiatan pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta pelatihan pengolahan pie susu, roti manis, muffin dan nugget ayam berbahan dasar tepung terigu.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN OLAHAN KUE INDONESIA GUNA MENGEMBANGKAN WIRAUSAHA DI DESA MLARAN, KECAMATAN GEBANG, KABUPATEN PURWOREJO Rr. Christiana Mayang Anggraeni Stj; Lina Mufidah
Jurnal Abdimas Akademika Vol 2 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.745 KB)

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan efektif meningkatkan produktivitas masyarakat. Program pelatihan olahan kue Indonesia merupakan salah satu program masyarakat bekerjasama dengan LPK Sakapitoe dan AKS AKK Yogyakarta tidak hanya pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan sosial. Pemberdayaan sosial lebih banyak dikembangkan atau diberikan kepada masyarakat, yakni berupa pelatihan, pendampingan, dukungan sosial, dan peningkatan motivasi. Masyarakat maju harus memiliki keahlian dimana menjadi upaya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar tercipta masyarakat maju dan sejahtera. Program pelatihan, khususnya pelatihan pengolahan banyak diambil pemerintah sebagai jalan pembelajaran singkat guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) menambah wawasan dan meningkatkan ketrampilan dibidang pengolahan prodak makanan. (2) memperkaya dan mendalami resep olahan tepung berprotein. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini antara lain metode presentasi, Hand-ons Methods dan metode Group Building. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta pelatihan telah mendapatkan tambahan wawasan dan juga keterampilan terkait aneka olahan tepung berprotein, selain itu peserta pelatihan mampu mempergunakan keterampilan pengolahan makanan sebagai saranan memperbaiki ekonomi keluarga.
Program Kegiatan “Nglawuhi Mbagei” di Kampung Sosrokusuman Eka Rachmawati; Titik Sulistyani; Lina Mufidah; Christiana Mayang Anggraeni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.036 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.887

Abstract

Upaya mendukung program pemerintah dalam memberikan makanan sehat dan bergizi diadakan suatu program pendukung yaitu dalam bahasa jawa disebut dengan “Nglawuhi Mbagei”. Dalam hal ini nglawuhi mbagei membagikan makanan lengkap empat sehat lima sempurna yang disiapkan dengan higienis, sehat dan lengkap. Kegiatan Nglawuhi Mbagei dilaksanakan setiap hari Jum’at . Relawan dalam kegiatan ini berjumlah 10 orang. Metodepelaksanaan awal adalah demonstrasi dengan berbagai jenis menu makanan sehat baik lauk pauk, sayuran, kue dan kudapan basah. Nglawuhi berasal dari kata “lawuh” yang artinya laukpauk. Nglawuhi seolah-olah banyak laukpauk yang menambah nafsu makan. Mbagei sendiri artinya membagi sesuatu bersama. Dalam hal ini nglawuhi mbagei membagikan makanan lengkap empat sehat lima sempurna yang disiapkan dengan higienis, sehat dan lengkap. Relawan dalam program kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK RW 05 sebanyak 10 orang. Pelaksanaan pengabdian setiap hari Jum'at pada pukul 10.00 - 13.00 WIB. Dana dalam program kegiatan ini sepenuhnya berasal dari RW 05 yang dikembalikan kembali kepada warga dalambentuk makanan bergizi baik pada sasaran balita, lansia maupun warga biasa. Makanan dibuat lengkap dari lauk, pauk, kudapan basah, snack dan aneka minuman sehat. Menjaga pola makan sehat bergizi dan seimbang adalah bagian penting untuk mendukung sistem daya tahan tubuh. Penularan corona dapat diantisipasi dengan mengkonsumsi makanan sehat dan pola hidup yang seimbang agar meningkatkan sistem imun. Program kegiatan “Nglawuhi Mbagei” dapat menambah kekebalan tubuh pada era pandemic khususnya warga di kampung Sosrokusuman dengan memberikan makanan empat sehat lima sempurna setiap minggunya.
STRATEGI PELESTARIAN MAKANAN TRADISIONAL MELALUI PELATIHAN BAGI MASYARAKAT KEMANTREN KOTA GEDE YOGYAKARTA Titik Sulistiyani; Eka Rachmawati; Lina Mufidah
Jurnal Abdimas Akademika Vol 3 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan makanan tradisional kepada masyarakat, serta sebagai untuk melestarikan makanan tradisional agar tidak punah. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kelurahan Rejowinangun Kemantren Kotagede, bekerjasama dengan Program Studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta., Jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang. Pelaksanaan pelatihan dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Oktober pukul 09.00-14.00 WIB dan bertempat di Laboratorium Seni Kuliner AKS-AKK Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah 1) Ceramah, 2). Demontrasi 3). Praktek Bersama, dengan menu Lemper Goreng , Widaran. dan Talam Ebi. Hasil dari pelatihan ini masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan, lebih mengenal makanan tradisional dan berupaya untuk melestarikan makanan tradisional agar tidak punah .
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA KUDAPAN TRADISIONAL YOGYAKARTA Lina - Mufidah; Eka Rachmawati; Titik Sulistiyani; Heppi Martha Cristina
Jurnal Abdimas Akademika Vol 3 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan menjadi sarana dalam melestarikan budaya serta menambah soft skill peserta terkait kudapan tradisional. Pelatihan ini dilakukan dengan kerjasama bersama Kelurahan Rejowinangun dengan materi kudapan tradisional. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang. Pelaksanaan pelatihan dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Oktober pukul 09.00-14.00 WIB dan bertempat di Laboratorium Seni Kuliner AKS-AKK Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, demonstrasi, praktek dan diskusi. Hasil pengbadian ini adalah 1) masyarakat khususnya pelaku UKM memperoleh tambahan pengetahuan, 2) meningkatkan pengetahuan tentang kudapan tradisional seperti talam ebi, widaran 3) secara langsung melestarikan budaya makanan tradisional agar lebih dikenal masyarakat luas.
The Effectiveness of Problem Based Learning (PBL) on Student Problem Solving Ability in Courses Food Quality Analysis Lina - Mufidah
Jurnal Socia Akademika Vol 8 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This learning model expresses concretely by involving students to find solutions to problems. This model also provides an opportunity for students to find ideas explicitly, as well as ideas related to the ideas that students have. So that students are encouraged to differentiate and integrate ideas that students already have. The research objective was to determine the effectiveness of the PBL learning method on problem solving abilities in the food quality analysis course. The method used is quasi-experimental. The research design used by giving a pre-test and also a post-test on the sample. This research was conducted in the odd semester of 2022-2023 at the Culinary Arts Study Program. The population in this study were all students in semester III of the 2022-2023 Academic Year of the Culinary Arts Study Program who took the Applied Nutrition course. The research sample was 34 students. The sampling technique uses total sampling. Data collection techniques use tests as the main data. The test in question uses the results of the pre-test and post-test given after learning. The data analysis used is descriptive data analysis, analysis of assumptions testing, gain testing and hypothesis testing. The results showed that there were differences in problem solving abilities between before and after being given the problem based learning method.