Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran PPKn Sekolah Dasar Pamungkas, Romario Seger Aji; Wantoro, Jan
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7360

Abstract

Model Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah sehingga merangsang kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 3 Surakarta pada pembelajaran PPKn dengan pendekatan Problem based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes tulis, dan dokumentasi. Penelitian terbagi dalam dua siklus, dalam setiap siklus dibagi dalam beberapa tahapan; 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan; 3) Pengamatan; 4) Refleksi. Hasil  dari penelitian ini adalah, 1) Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan PBL dalam tiga tahapan, yaitu kegiatan awal, inti kegiatan, dan penutup. 2)  Peningkatan kemampuan dalam berpikir kritis, dapat terlihat dari rata-rata hasil tes pra tindakan sebesar 52,16%  kemudian terjadi peningkatan pada siklus pertama sebesar 68,86%. Setelah pelaksanaan  siklus kedua rata-rata hasil tes meningkat sebesar  81,7% . Sehingga dapat disimpulkan, penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis ditandai dari perubahan yang terlihat dari kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah pada soal, memberikan argumen pada jawaban, menarik kesimpulan dan dapat melakukan evaluasi.
Peningkatan pemahaman konsep matematika materi pecahan senilai melalui model TGT kelas IV siswa sekolah dasar Budiyanto, Stenly Adinda; Wantoro, Jan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.22821

Abstract

Abstract This research aims to increase understanding of the concept of equivalent fractions using the TGT model. This type of research uses PTK with research subjects of 28 students, 15 women and 13 men, class IV at SD Muhammadiyah 3 Surakarta. This research was conducted in two cycles. The model stages use the Kemmis and Mc Taggart cycle with four components, namely 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. Diagram of cognitive aspect learning outcomes, there was an increase with initial data before being given action was 52, after being given action in cycle I it became 60, in cycle II there was an increase of 82. Diagram of the percentage of students' learning completeness, initial data before being given action was 36%, after being given action in cycle I became 54%, and in cycle II there was an increase of 82%. In diagram 3, students' positive activities show a percentage increase from 75% in cycle I to 85% in cycle II. Meanwhile, diagram 4 of learning management experienced an increase in percentage in cycle I from 79% to 88% in cycle II. The conclusion of this research is that there has been an increase in the understanding of the concept of fractions in class IV students at SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Keywords: Concept, Fraction, TGT. Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep pecahan senilai dengan menggunakan model TGT. Jenis penelitian menggunakan PTK dengan subyek penelitian 28 siswa dengan 15 Perempuan dan 13 laki-laki kelas IV SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Penelitian ini dilakukan sebanyak II siklus. Tahapan model menggunakan siklus Kemmis dan Mc Taggart dengan empat komponen yakni 1) perencanaan, 2) Tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Diagram hasil belajar aspek kognitif terjadi peningkatan dengan data awal sebelum diberikan tindakan 52, setelah diberikan tindakan pada siklus I menjadi 60, pada siklus II mengalami kenaikan sebanyak 82. Diagram persetase ketuntasan belajar siswa data awal sebelum diberikan tindakan 36%, setelah diberikan tindakan pada siklus I menjadi 54%, dan pada siklus II mengalami kenaikan sebanyak 82%. Pada gambar diagram 3 aktivitas positif siswa menunjukkan persentase kenaikan dari 75% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Sedangkan diagram 4 pengelolaan pembelajaran mengalami kenaikan persentase pada siklus I 79% menjadi 88% pada siklus II. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadi kenaikan pemahaman konsep pecahan senilai peserta didik kelas IV SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Kata Kunci: Konsep, Pecahan, TGT.
PENGEMBANGAN SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN QR CODE BERBASIS WEBSITE PADA SISWA SMK Aryo Bagaskoro, Yoga; Wantoro, Jan
Jurnal Teknik Informasi dan Komputer (Tekinkom) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37600/tekinkom.v8i1.2091

Abstract

The attendance system in many vocational high schools (SMK) is still conducted manually, which often leads to inefficiencies, data manipulation, and loss of records. This research aims to develop a web-based student attendance system using QR Code technology to address those issues. The system was developed using the Waterfall model, comprising five stages: requirements analysis, system design, implementation, verification, and maintenance. The system was built using PHP with the CodeIgniter framework and MySQL database, and was designed to be user-friendly for both teachers and students. The results showed that the QR Code-based attendance system successfully automated the recording of student attendance, minimized errors, and generated real-time attendance reports. Blackbox Testing was used to evaluate the system’s functionality, yielding a 100% success rate. Maintenance was carried out to fix minor bugs and interface inconsistencies without altering the core features. Overall, the system enhances the efficiency and accuracy of attendance management in schools and supports the digital transformation of educational administration.
Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Untuk Efisiensi Pengelolaan Buku dan Anggota SMAN Colomadu Kamaludin, Lutfi; Wantoro, Jan
Educatio Vol 20 No 2 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v20i2.31463

Abstract

Manual library management still faces various obstacles, especially related to the effectiveness and accuracy of recording book and membership data. This study aim to design and develop a web based library information system at SMAN Colomadu to improve operational efficiency and encourage students' interest in reading through the application of gamification elements. The system development follows the Agile method within System Development Life Cycle (SDLC) framework consisting of five stages: needs analysis, design, development, testing, and implementation. The system is built using the Laravel framework with the Model View Controller (MVC) approach. The evaluation was carried out through the black box testing method on ten users and showed that all features functioned optimally with a 100% success rate. Gamification elements such as awarding points and book review quizzes have been shown to increase student participation in literacy activities. Based on these results, the system is considered feasible to be implemented and contributes to the digital transformation of school library services.
Application of Picture and Picture in Increasing Student Learning Activeness in Civic Education Subjects Septiana Wulandari, Nurul; Wantoro, Jan
JENIUS :Journal of Education Policy and Elementary Education Issues Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jenius.v5i1.8952

Abstract

This research is an improvement in the learning methods students use during learning. Aims to increase mastery of civic education competencies by applying the Picture And Picture model. This type of research is called Classroom Action Research (CAR). Data was collected using the test method. This classroom action research has four stages, namely: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. The results of this research show that the Picture and Picture Learning Model positively impacts student learning achievement. This result can be seen from students' increasingly solid understanding of the material the teacher presented. The increase occurred from Cycle I to Cycle II. So it can be concluded that the application of the Picture And Picture Model can improve mastery of civic education class II lesson competencies at SD 3 Muhammadiyah Surakarta
PENINGAKATAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS II Rejeki, Indriyani Khotijah Sri; Wantoro, Jan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27758

Abstract

Keaktifan belajar mengacu pada tingkat keterlibatan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, yang meliputi aktifitas seperti bertanya, diskusi, mengerjakan tugas, dan berinteraksi dengan materi pembelajaran. Keaktifan belajar sangat penting bagi siswa karena membantu mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memperdalam pengetahuan mereka melalui proses kolaboratif dan eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian berupa siswa kelas II A. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi siswa sebelum adanya tindakan perbaikan hanya mencapai 50,9% (kategori rendah), kemudian meningkat menjadi 67,7% pada siklus I, dan 80,2% pada siklus II. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berhasil meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas II A di SD Muhammadiyah 3 Surakarta.