Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Stres Kerja pada Perawat: Studi Literatur Jundillah, Zhafarina; Wardani, Yuniar; Trisnowati, Heni
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1404

Abstract

Pada era globalisasi dan meningkatnya persaingan bisnis, stres kerja menjadi masalah signifikan bagi banyak organisasi. Studi menunjukkan bahwa stres kerja tidak hanya terkait dengan kelelahan fisik, tetapi juga membahayakan kesehatan dan kinerja karyawan. Data Persatuan Perawat Nasional Indonesia menunjukkan bahwa stres kerja di rumah sakit adalah masalah besar. Studi ini mengeksplorasi hubungan antara stres kerja pada perawat, beban kerja, dan lingkungannya melalui naratif review. Metode ini melibatkan analisis jurnal berdasarkan tahun terbit, reputasi indeks, dan kualitas variabel tertentu. Database yang digunakan adalah Google Scholar, ResearchGate, dan ScienceDirect dengan kata kunci “stres kerja”, “lingkungan kerja”, “beban kerja”, “perawat”. Skrining menggunakan Diagram Prisma menemukan 20 artikel untuk direview. Hasil menunjukkan stres kerja perawat dipicu oleh tingginya beban kerja dan kurangnya dukungan dari lingkungan kerja. Studi literatur ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kondisi kerja di rumah sakit dan kepuasan kerja, sehingga pelayanan kesehatan optimal.
Peran Dukungan Sosial dalam Kepatuhan Terapi Antiretroviral pada Orang dengan HIV: Systematic Review Kristia, Ghanis; Djannah, Sitti Nur; Wardani, Yuniar
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2125

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam pengendalian HIV adalah rendahnya kepatuhan Orang dengan HIV (ODHIV) dalam mengonsumsi terapi antiretroviral (ARV). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan kepatuhan mengonsumsi ARV pada ODHIV melalui pendekatan systematic review dengan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada periode Maret hingga Juli 2025 melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “arv AND adherence AND social support”. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli dengan subjek ODHIV, tersedia dalam teks lengkap secara gratis, dan membahas hubungan antara dukungan sosial dan kepatuhan ARV. Artikel yang berbayar, berbentuk review, komentar, atau laporan yang tidak lengkap dikecualikan dari analisis. Dari 21.205 artikel yang ditemukan, 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Enam dari sepuluh artikel menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kepatuhan ARV. Bentuk dukungan sosial yang ditemukan mencakup dukungan keluarga, teman sebaya, kelompok dukungan, dan Pendamping Minum Obat (PMO). Pengungkapan status HIV dan kepuasan terhadap layanan kesehatan turut memperkuat efek dukungan sosial. Kesimpulan: Dukungan sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan ARV. Diperlukan penguatan intervensi berbasis komunitas yang melibatkan keluarga dan teman sebaya sebagai bagian dari strategi pengendalian HIV yang berkelanjutan dan partisipatif.
Peningkatan Efektivitas Penilaian Prestasi Kerja dalam Konteks Organisasi Modern Ajuj, Sausan Syarifatul; Fardani, Laelly Kusuma Ayu; Wardani, Yuniar; Anggraeni, Dwi Putri
As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal Vol. 3 No. 2 (2024): As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal 
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/kx5jn363

Abstract

Job achievement assessments are a central element in the management of human resources that have a significant impact on the performance of individuals and organizations as a whole. In an effort to further study the performance assessment practice in the context of modern organizations, this study has taken a deep look at the findings of the five international journals regarding job achievement assessments. Our analysis opened up insights into a significant trend change in the achievement assessment approach, gave valuable insights into its practical implications, and provided a number of strategic Suggestions that could be used to improve the effectiveness of job achievement assessments in various types of organizations. The findings of this study offer a deeper understanding of how achievement assessments of work can be a more effective tool in achieving organizational goals and managing human resources more efficiently.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PADA PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) anggraini, Novita; Wardani, Yuniar; Hariyono, Widodo
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.21127

Abstract

Perawat yang bekerja di unit perawatan intensif (ICU) memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan kualitas perawatan bagi pasien dengan kondisi kritis. Beban kerja yang tinggi, jadwal kerja yang tidak teratur, serta tuntutan tanggung jawab yang besar sering kali menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional. Hal ini berdampak tidak hanya pada kesejahteraan perawat tetapi juga pada mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban kerja dan kelelahan perawat ICU serta mengusulkan strategi untuk mengatasi tantangan ini.Metode penelitian berupa tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan PRISMA, mencakup artikel yang diperoleh dari Google Scholar dan PubMed, dipublikasi antara tahun 2019 hingga 2024. Dari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelelahan perawat ICU dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk rasio pasien-perawat yang tidak ideal, rotasi shift yang mengganggu, kurangnya waktu istirahat, dan tekanan psikologis. Intervensi berupa penjadwalan kerja yang lebih fleksibel, tambahan waktu istirahat antar shift, serta dukungan kesehatan mental, terbukti efektif dalam mengurangi dampak kelelahan. Kesimpulannya, diperlukan kebijakan dan dukungan manajemen yang berfokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan perawat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka serta kualitas pelayanan di ICU.
Generasi Sehat Berkemajuan: Menguatkan Fondasi Kesehatan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah: Langkah Awal untuk Generasi Sehat yang Berkemajuan Wardani, Yuniar; Gustina, Erni; Sofiana, Liena; Hariyanti, Baiq Qatrunnada; Febriana, Kania Valentia; Oktaviana, Ardyawati Wira
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20844

Abstract

Background: Muhammdiyah menjalankan dakwah melalui berbagai program sosial, termasuk pendidikan dan kesehatan, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dalam bidang kesehatan, dakwah Muhammadiyah mencakup penyuluhan.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah cara untuk memberikan bantuan awal yang cepat dan tepat kepada orang yang sakit atau terluka. Tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, rumah makan, karaoke, warung kopi, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat ramai lainnya wajib mampu menangani keadaan darurat seperti keadaan luka maupun non-luka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman takmir dan marbot masjid mengenai P3K dan kaderisasi dalam menciptakan lingkungan ibadah yang aman dan berkelanjutan. Metode: Sosialisasi penyampaian materi mengenai pentingnya kaderisasi generasi Muhammadiyah dan dasar-dasar P3K. Bermitra dengan marbot masjid di PCM Genteng Muhammadiyah dengan jumlah sebanyak 24 peserta. Survey pengetahuan melalui kuesioner pilihan ganda yang dianalisis secara deskriptif yang mencakup tiga indikator utama. Hasil: Tingkat pengetahuan responden terbagi cukup seimbang antara kategori baik (54,2%) dan buruk (45,8%). Kesimpulan: Edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan kesadaran responden akan pentingnya kesiapsiagaan P3K sebagai bentuk kepedulian dan kaderisasi sebagai upaya regenerasi Dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, seperti pelatihan simulasi P3K dan lokakarya kaderisasi.
Workload Dimensions of Kitchen Workers and Their Health Impacts: A Systematic Review Based on NASA-TLX Witasari, Neli; Wardani, Yuniar; Hariyono, Widodo Hariyono
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rzkc5b96

Abstract

Kitchen workers face significant workloads due to exposure to high temperatures, long working hours, and non-ergonomic postures, putting them at risk of fatigue, musculoskeletal disorders, heat stress, and chronic exhaustion. This study aims to summarize the latest findings on the impact of workloads on kitchen workers based on the six dimensions of NASA-TLX. The study design is a quantitative systematic review of the last five years through PubMed and Google Scholar, following the PRISMA guidelines for the selection process. A total of 11 articles met the inclusion criteria. The results show that physical workload, including prolonged standing, repetitive movements, and non-ergonomic postures, is significantly associated with musculoskeletal disorders, with a prevalence of 92.3%. Working hours exceeding 8 hours are linked to fatigue, increased presenteeism, and a decreased quality of life, while heat stress was reported as a major health concern. Support from coworkers was found to mitigate the impact of physical and psychosocial workload. In conclusion, improvements in ergonomics, work hours and shift arrangements, increased ventilation, and enhanced psychosocial support are necessary to mitigate health risks associated with excessive workloads among kitchen workers.  
Workload Dimensions of Kitchen Workers and Their Health Impacts: A Systematic Review Based on NASA-TLX Witasari, Neli; Wardani, Yuniar; Hariyono, Widodo Hariyono
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rzkc5b96

Abstract

Kitchen workers face significant workloads due to exposure to high temperatures, long working hours, and non-ergonomic postures, putting them at risk of fatigue, musculoskeletal disorders, heat stress, and chronic exhaustion. This study aims to summarize the latest findings on the impact of workloads on kitchen workers based on the six dimensions of NASA-TLX. The study design is a quantitative systematic review of the last five years through PubMed and Google Scholar, following the PRISMA guidelines for the selection process. A total of 11 articles met the inclusion criteria. The results show that physical workload, including prolonged standing, repetitive movements, and non-ergonomic postures, is significantly associated with musculoskeletal disorders, with a prevalence of 92.3%. Working hours exceeding 8 hours are linked to fatigue, increased presenteeism, and a decreased quality of life, while heat stress was reported as a major health concern. Support from coworkers was found to mitigate the impact of physical and psychosocial workload. In conclusion, improvements in ergonomics, work hours and shift arrangements, increased ventilation, and enhanced psychosocial support are necessary to mitigate health risks associated with excessive workloads among kitchen workers.  
Risk Perceptions, Self-Efficacy, Response Efficacy and Premarital Intimacy Behavior among Adolescents: A PLS-Sem Approach Erni Gustina; Yuniar Wardani; Liena Sofiana; Suci Musvita Ayu; Kania Valentia Febriana; Ardyawati Wira Oktaviana; Baiq Qatrunnada Hariyanti
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 2 JUNE 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.31982

Abstract

Premarital intimacy behavior among adolescents is a significant reproductive health concern, however, the cognitive pathways linking risk perception to such behavior are not yet fully understood. This cross-sectional study, conducted in schools within Bantul District, Yogyakarta (n=288), examined the correlations among perceived severity, perceived vulnerability, response effectiveness, self-efficacy, and premarital intimacy behavior using PLS-SEM. The outcome was operationalized using indicators of mild affectionate/intimacy behaviors, rather than sexual intercourse or broader sexual risk behaviors. Structural findings show that severity markedly enhances response efficacy (β=0.480; T-Value=5.870) and self-efficacy (β=0.407; T-Value=3.460), whereas vulnerability similarly elevates response efficacy (β=0.285; T-Value=3.456) and self-efficacy (β=0.337; T-Value=3.149). These findings suggest that risk perception operates indirectly through self-efficacy and response efficacy; however, risk perception was associated with higher response efficacy and self-efficacy, which in turn decreases adolescent premarital intimacy behavior. Increasing self-efficacy is crucial for understanding and reducing premarital intimacy behavior among adolescents in educational settings. A more adaptive, empowering, and sustainable sex education program is expected to improve risk perception and self-efficacy, thereby reducing premarital intimacy behavior among adolescents.
Penguatan perilaku hidup bersih di masjid: mewujudkan ibadah nyaman dan masyarakat produktif Liena Sofiana; Yuniar Wardani; Erni Gustina; Ardyawati Wira Oktaviana; Kania Valentia Febriana; Baiq Qatrunnada Hariyanti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3387

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman takmir dan marbot mengenai kebersihan masjid sebagai faktor penting dalam menciptakan kenyamanan ibadah, menjaga kesehatan jamaah, dan mendukung produktivitas. Pengabdian dilaksanakan melalui edukasi menggunakan kuesioner deskriptif yang mencakup tiga indikator utama, yaitu kebersihan fasilitas dan lingkungan masjid, hubungan kebersihan dengan kesehatan, ibadah, dan produktivitas, serta edukasi dan keteladanan dalam menjaga kebersihan. Sebanyak 24 responden terlibat dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terbagi sama antara kategori baik (50%) dan buruk (50%). Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran mengenai nilai kebersihan, meskipun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan praktik nyata. Kesimpulannya, penguatan perilaku hidup bersih di masjid tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada edukasi, internalisasi nilai agama, serta keteladanan pengurus. Kegiatan lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan metode partisipatif dan pembiasaan agar perilaku kebersihan dapat terinternalisasi secara berkelanjutan.
PENURUNAN PREVELENSI HIPERTENSI SEBAGAI SILENT KILLER MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI MASYARAKAT RT 27 DUSUN WONOCATUR BANGUNTAPAN BANTUL Baiq Qatrunnada Hariyanti; Yuniar Wardani; Muhammad Miftah Rais; Adam Syahputra; Angelika Wahyuni; Hana Nabilah Siti; Alby Rozalvino Fitrajaya
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No. 2, Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v3i2.16342

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that can cause serious complications if not controlled early on. Low public awareness of earlyvdetection is the basis for implementing this community service activity in RT 27, Wonocatur Hamlet. The activity aimed to increase residents' knowledge and awareness of hypertension prevention through health education. The methods used were interactive counseling with posters, as well as evaluation using pre-tests and post-tests consisting of 15 questions for 40 participants. The material covered the definition of hypertension, risk factors, and prevention efforts through a healthy lifestyle and regular blood pressure checks. The results showed an increase in participants' knowledge after the intervention and found that 20% of residents had blood pressure ≥140/90 mmHg. Community -based education proved effective in increasing awareness of hypertension control efforts at the community level.