magfirah magfirah magfirah
Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh (Poltekkes Aceh)

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelaksanaan Senam Hamil sebagai Upaya Mempersiapkan Fisik dan Psikologi dalam Menghadapi Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Hasritawati Hasritawati; Barirah Madeni; Selvia Zuhra Putri; Sri Wahyuni; Idwar Idwar; Magfirah Magfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9565

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) 307 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada SDKI 2002-2003. Angka kematian ibu melahirkan tidak mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir. Target Millennium Development Goals(MDG’s) tahun 2016 AKI menjadi 100 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Kematian  ibu  dapat  dicegah  hingga  22%  yaitu  melalui  antenatal  care  yang teratur, mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan, hidup sehat dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pelaksanaan inisiasi menyusui dini dalam persalinan, serta  pelaksanaan  senam  hamil  secara  teratur.  Salah  satu  kegiatan  dalam  pelayanan selama kehamilan  yang  bertujuan  untuk  mempersiapkan  fisik  dan  mental  ibu  hamil adalah senam hamil. Meningkatnya pengetahuan masyarakat terutama Ibu Hamil tentang pentingnya pelaksanaan senam hamil dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan fisik dan psikologis menghadapi persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan identifikasi pengetahuan dan penyuluhan Senam Hamil pada pada ibu hamil di Puskesmas Bebesen, Kab. Aceh Tengah. Ibu hamil sudah menyadari pentingnya melakukan senam hamil secara teratur agar ibu dan bayi sehat hingga persalinan karena dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak. Senam hamil dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu hamil maupun bayi, sehingga berperan dalam menurunkan angka kematian ibu maupun bayi. Kata Kunci: Senam Hamil, Fisik, Pikologis, Ibu Hamil  ABSTRACT Maternal Mortality Rate (MMR) was 307 deaths per 100,000 live births in the 2002-2003 IDHS. The maternal mortality rate has not decreased in the last 5 years. The 2016 Millennium Development Goals (MDG's) target is 100 deaths per 100,000 live births. Maternal mortality can be prevented by up to 22%, namely through regular antenatal care, early detection of complications in pregnancy, healthy living with balanced nutrition, early initiation of breastfeeding in labor, and regular pregnancy exercise. One of the activities in service during pregnancy that aims to prepare physically and mentally for pregnant women is pregnancy exercise. Increasing public knowledge, especially pregnant women about the importance of implementing pregnancy exercise and solving physical and psychological problems facing childbirth. The method used in this activity is to identify knowledge and counseling of Pregnant Gymnastics to pregnant women at the Bebesen Health Center, Central Aceh Residence. Pregnant women have realized the importance of doing pregnancy exercise regularly so that mothers and babies are healthy until delivery because it can reduce maternal and child morbidity and mortality.Conclusion: Pregnancy exercise can help improve the health of pregnant women and babies, thereby playing a role in reducing maternal and infant mortality. Keywords: Pregnancy Exercise, Physical, Psychological, Pregnant Women 
Edukasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Basic Life Support dalam Upaya Peningkatan Keterampilan pada Masyarakat di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Magfirah Magfirah; Idwar Idwar; Cut Mutiah; Kasad Kasad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11793

Abstract

ABSTRAK Henti jantung dapat ditangani segera dengan melakukan Basic life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan dilakukan dengan segera ketika terdapat kasus henti jantung(Rifai & Ilyas, 2018b). BLS adalah suatu tindakan pertolongan pada korban henti jantung maupun henti nafas dan merupakan langkah yang sering disebut chain of survival (Shodiqurrahman, 2017b). Salah satu upaya dalam pembekalan pengetahuan tersebut dapat dilakukan melalui penyebaran informasi melalui berbagai metoda salah satunya melalui video (Tahir et al., 2019). kombinasi penggunaan video dan voice feedbeck dapat meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan BHD (Mpotos et al., 2013). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesiapsiagaan bencana pada masyarakat terutama organisasi sosial seperti Karang Taruna dan Kader desa. Melalui pelatihan ini diharapkan mampu Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesiapsiagaan bencana melalui penyuluhan dan pelatihan serta mampu meningkatkan kesiapan masyarakat Bystander Basic Life Support. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui pelatihan, penyuluhan, pendampingan dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 30 % sebelum penyuluhan dan 95% sesudah diberikan penyuluhan. Terjadi keterampilan yang signifikan setelah diberikan pelatihan Basic Lie Support. Suluruh peserta telah mengerti Basic Life Support dan peserta juga sudah terampil memberikan bantuan Basic Life Support. Kata Kunci: Pengabmas, Bencana Life Support, Keterampilan Masyarakat  ABSTRACT Cardiac arrest can be treated immediately by carrying out Basic Life Support (BLS) or Basic Life Assistance (BHD) and carried out immediately when there are cases of cardiac arrest (Rifai & Ilyas, 2018). BLS is an act of assistance to victims of cardiac arrest and respiratory arrest and is a step that is often called a chain of survival (Shodiqurrahman, 2017). One of the efforts to provide this knowledge can be done through the dissemination of information through various methods, one of which is through video (Tahir et al., 2019). the combination of using video and voice feedback can improve skills in implementing BHD (Mpotos et al., 2013). Purpose: the combination of using video and voice feedback can improve skills in implementing BHD. Increase knowledge and skills regarding disaster preparedness in the community, especially social organizations such as Karang Taruna and village cadres. Through this training, it is hoped that it will be able to increase knowledge and skills regarding disaster preparedness through counseling and training and be able to increase the readiness of the Bystander Basic Life Support community. The service method used in this activity is a community education program through training, counseling, mentoring and dissemination of disaster preparedness. there was an increase in knowledge before and after being given counseling, namely 30% before counseling and 95% after being given counseling. Significant skills occurred after being given Basic Lie Support training. All participants have understood Basic Life Support and participants are also skilled at providing Basic Life Support assistance. Keywords : Community Service, Basic life Support, community skills
PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) TERHADAP LAMA PELEPASAN PLASENTA PADA IBU BERSALIN KALA III Idwar Idwar; Magfirah Magfirah
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v3i1.346

Abstract

Latar Belakang: IMD adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). IMD dilakukan dengan cara kontak langsung kulit ibu dan bayi yang bermanfaat meningkatkan motivasi ibu untuk menyusui, membuat ibu lebih tenang dan bahagia. Sentuhan dari isapan pada payudara ibu mendorong terbentuknya hormone oksitosin yang akan berdampak pada kontraksi uterus sehingga membantu keluarnya plasenta Tujuan: untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian inisiasi menyusui dini (IMD) terhadap lama pelepasan plasenta pada ibu bersalin kala III. Metode: Jenis penelitian ini bersifat Penelitian ini bersifat quasi eksperiment dengan rancangan posttest only control group desain, dengan sampel sebanyak 34 ibu bersalin di wilayah Kerja Puskesmas Langsa Baro. Untuk analisa data menggunakan uji Man-Whitney. Hasil: Hasil Penelitian didapatkan kelompok control rata-rata pelepasan plasenta selama 24.15 menit dan pada kelompok perlakuan rata-rata pelepasan plasenta selama 10.85 menit. Ada pengaruh inisiasi menyusui dini (IMD) terhadap lama pelepasan palasenta pada ibu bersalin kala III dengan nilai p value sebesar 0.000. Kesimpulan: pemberian inisiasi menyusui dini (IMD) berpengaruh terhadap lama pelepasan palasenta pada ibu bersalin kala III
Case Report: Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M di Kota Langsa Magfirah Magfirah; Idwar Idwar
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.21048

Abstract

ABSTRACT Continuity of Care is a continuous service starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care (BBL), and family planning (KB) services. The research design is descriptive, and the type of research is a case study. Continuous midwifery care was provided to Mrs. M. Data collection techniques Data collection includes observation, physical examination, and documentation. Comprehensive midwifery care was provided to Mrs. M, G2P1A0, aged 25 years. Midwifery care during the third trimester of pregnancy with complaints of back pain, so care provided included a gym ball and warm compresses. The mother also felt tired and difficulty sleeping, so care included lavender aromatherapy and date juice. During the first stage of labor, the mother felt anxious, so she listened to the recitation of the Quran and received Effleurage Massage. During the second stage of labor, the mother pushed effectively, and the baby was born spontaneously weighing 3500 grams, crying, with active movements and a pink skin color. The umbilical cord was delayed in cutting for 2 minutes, followed by Early Breastfeeding Initiation (EBI). cord clamping for 2 minutes followed by Early Breastfeeding Initiation (EBI). Neonatal care included eye ointment, vitamin K, and HB 0. During the 6-hour postpartum care, breastfeeding techniques were taught, and education on the benefits of sweet potato leaves to increase breast milk production was provided. On the fourth postpartum visit, Mrs. M complained of perineal wound pain; care provided included education on the benefits of boiled betel leaf water. Mrs. M's baby had heat rash (Miliriasis), so Virgin Coconut Oil (VCO) was provided, along with a booklet on early detection of childhood diseases. On the 14th postpartum visit, instructions were given on store breast milk and recommended that the baby receive the BCG vaccination. Family planning care for Mrs. M used the Lactational Amenorrhea Method (LAM). After completing LAM, Mrs. M continued with the mini-pill. Comprehensive midwifery care for Mrs. M was conducted Keywords: Care, Comprehensive, Evidence-Based Midwifery.    ABSTRAK Continuity of Care merupakan pelayanan yang berkelanjutan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan Bayi Baru Lahir (BBL) serta pelayanan Keluarga Berencana (KB). Desain penelitian deskriptif dan jenis penelitian Studi Kasus. Asuhan kebidanan secara berkesinambungan pada Ny.M. Tehnik pengumpulan data meliputi observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Asuhan kebidanan komprensif diberikan pada Ny. M G2P1A0 usia 25 tahun. Asuhan Kebidanan kehamilan trimester III dengan keluhan nyeri punggung sehingga asuhan yang diberikan Gymball dan kompres hangat. Ibu juga merasa lelah dan sulit tidur asuhan diberikan Aromaterapi Lavender dan jus kurma. Asuhan Kebidanan persalinan kala I pase aktif ibu merasa cemas, ibu mendengarkan murotal Al Quran dan dilakukan Effluarege Massage. Kala II persalinan ibu mengedan dengan baik, bayi lahir spontan dengan berat 3500 gram, menangis, gerakan aktif, warna kulit kemerahan. Dilakukan penundaan pemotongan tali pusat selama 2 menit dilanjutkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).       Asuhan BBL diberikan salep mata, vitamin K dan HB 0. Pada asuhan nifas 6 jam, diajarkan tehnik menyusui, edukasi manfaat daun ubi jalar meningkatkan produksi ASI. Kunjungan nifas hari keempat Ny.M mengeluh nyeri luka perineum, asuhan yang diberikan edukasi manfaat air rebusan daun sirih. Bayi Ny. M mengalami biang keringat (Miliriasis) sehingga diberikan Virgin Coconut Oil (VCO) dan memberikan booklet tentang deteksi dini penyakit anak. Kunjungan nifas hari ke empat belas postpartum mengajarkan cara menyimpan ASI dan menganjurkan agar bayi diberikan imunisasi BCG. Asuhan KB pada Ny.M menggunakan Metode Amenore Laktasi (MAL). Setelah selesai MAL Ny.M dilanjutkan dengan mini pil. Asuhan kebidanan Komprehensif pada Ny. M dilaksanakan berdasarkan Evidence Based Midwifery. Kata Kunci: Asuhan, Komprehensif, Evidence-Based Midwifery.