Susi Wendhaningsih
Unknown Affiliation

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Gerak Tari Halibambang Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN 3 Perumnas Way Kandis Erfan Septian; Agung Kurniawan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.867 KB)

Abstract

This study aims to describe the learning range of halibambang dance motion on extracurricular activities dance in SDN 3 Perumnas Way Kandis Kota Bandar Lampung. This research uses descriptive method through qualitative approach that refer to behavioristic theory. The data sources in the study were teacher and 10 students who followed the extracurricular activities of dance art. Data collection techniques in this study are observation, interview and documentation. The implementation of the learning activities of teachers to give the material motion halibambang dance on students. Based on the result of learning the range of motion halibambang dance shows that students are able to demonstrare the range of motion halibambang dance in accordance with what is taught by the teacher.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran gerak tari halibambang pada kegiatan ektrakurikuler di SDN 3 Perumnas Way Kandis Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif yang mengacu pada teori behavioristik. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 10 siswa yang mengikuti kegiatan ektrakurikuler tari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran guru memberikan materi gerak tari halibambang pada siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil pembelajaran gerak tari halibambang menunjukan bahwa siswa mampu memeragakan setiap gerak tari halibambang sesuai dengan yang diajarkan oleh guru. Kata kunci: Ekstrakurikuler, Pembelajaran, Tari Halibambang
Pembelajaran Tari Sembah Batin Menggunakan Metode Demonstrasi Di Ekstrakurikuler Seni Tari di SMP Negeri 1 Liwa, Lampung Barat Inka Rizkiyani; Susi Wendhaningsih; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.996 KB)

Abstract

This research discussed about how the process and results of sembah batin dance usingdemonstration method in dance art extracurricular at SMP Negeri 1 Liwa, West Lampung. Thisresearch used behavoristic learning theory, field, and literature in the form of observation,interviews, documentation, books, journals, notes and scripts. The data resources were 20 students,The data collecting techniques were carriedout by observing the students activities, assessing thepractice test, analyzing the result test, reducting the data and drawing conclusion. These assessmentwerw carried by observing the aspect of wiraga, wirama, wirasa from 15 students remaining. Thelearning of sembah batin dance using demonstration method in dance art extracurricular at SMPNegeri 1 Liwa, West Lampung, gained a good resultPenelitian ini mengkaji bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari sembah batin menggunakanmetode demonstrasi pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Liwa, Lampung Barat.Penelitian ini menggunakan teori belajar behavoristik, lapangan, dan kepustakaan yang berupaobservasi, wawancara, dokumentasi, buku, jurnal, catatan – catatan dan manskrip. Sumber datadalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Intrumen yang digunakan adalah tes praktek dan penilaiansiswa. Teknis analisis data dilakukan dengan mengamati aktifitas siswa, memberi nilai tes praktik,menganalisis hasil tes, mereduksi data, dan membuat kesimpulan data. Penilaian ini terlihat dariaspek wiraga, wirama, wirasa dari 15 siswa yang tersisa. Hasil penelitian pembelajaran tari sembahbatin menggunakan metode demonstrasi pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Liwa,Lampung Barat mendapatkan hasil yang baik.Kata kunci : Metode Demonstrasi, Pembelajaran, tari sembah batin
MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG DI SMA Annisa Chairiyah; Muhammad Fuad; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.723 KB)

Abstract

This study aimed to describe the process and learning outcomes by using TAI models on halibambang dance. Learning theory used in the research was the theory cognitivism. Data collection techniques used in this research were observation, interview, documentation, test practices and nontest as guide instrument. The stage of data analysis was done by data reduction, data presentation and verification or conclusion. Halibambang dance learning outcomes by using Team Assisted Individualization model could be seen in student assessment practice tests. Students were able to demonstrate the variety of halibambang dance according to the order of movement, a matter of motion and precision motion with the music as well as the average value of 80.3 criteria.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari halibambang menggunakan model TAI. Teori belajar yang digunakan pada penelitian adalah teori kognitivistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan nontes sebagai instrumen panduan. Tahap analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil pembelajaran tari halibambang dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization terlihat pada penilaian tes praktik siswa. Siswa mampu memperagakan ragam gerak tari halibambang sesuai dengan urutan gerak, hitungan gerak dan ketepatan gerak dengan musik serta nilai rata-rata 80,3 kriteria baik.Kata kunci: belajar, model pembelajaran team assisted individualization (tai), tari halibambang
PEMBELAJARAN TARI BEDANA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG Nadia Aprina; Susi Wendhaningsih; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 4 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.547 KB)

Abstract

Issues discussed in this study is learning bedana dance in extracurricular activities at Junior High School 25, Bandar Lampung. This study aimed to describe the learning bedana  dance  in  extracurricular  activities  at Junior  High  School  25,  Bandar Lampung. The  method  used  in  this  research  is  descriptive  qualitative,  which  describes  the activities of teachers and students in learning dance bedana  in extracurricular activities from the first meeting until the fifth meeting. Sources of data in this study are teacher and  22  female  students  who  take  extracurricular  activities.  Data collection  techniques  in  this  study are observation,  documentation,  non  test  and practice. Learning dance bedana in extracurricular activities at Junior High School 25 Bandar Lampung showed good results.Masalah yang dibahas dalam penelitian  ini adalah pembelajaran  tari bedana  pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 25 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran  tari pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 25 Bandar Lampung. Metode yang  digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, mendeskripsikan kegiatan guru dan siswa pada pembelajaran tari bedana pada ekstrakurikuler dari pertemuan pertama sampai pertemuan kelima. Sumber dalam penelitian ini adalah guru dan 22 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik, observasi, dokumentasi, non tes dan tes praktik. Pembelajaran tari bedana  pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 25 Bandar Lampung menunjukan hasil yang baik.Kata kunci : ekstrakurikuler, pembelajaran, tari bedana
Pembelajaran Tari Sigekh Penguten Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Kelas V SD Negeri 2 Banyumas Pringsewu Dara Novita Saputri; Susi Wendhaningsih; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.834 KB)

Abstract

This study discussed the learning of sigekh penguten dance by using demonstration method of fifth grade at SD N 2 Banyumas Pringsewu. This study aimed to describe the process and results of learning sigekh penguten dance by using demonstration method. This study used a qualitative descriptive research method. The data were obtained through observation, interviews, documentation, and practice tests. The demonstration method was applied on the learning of sigekh penguten dance with several step; step 1 formulate the goal. Step 2 set the seat. Step 3 the teacher demonstrates the variety of dance moves. Step 4 provides opportunities for students. Step 5 the teacher gives an evaluation. The results of sigekh penguten dance learning can be seen that there are 3 female students (60%) who have excellent criteria, 1 female student (20%) gets good criteria, 1 female student (20%) gets enough criteria. Penelitian ini membahas tentang pembelajaran tari sigekh penguten dengan menggunakan metode demonstrasi kelas V SD Negeri 2 Banyumas Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari sigekh penguten dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan observasi, wawancara,dokumentasi, dan tes praktik. Metode demonstrasi diterapkan pada pembelajaran tari sigekh penguten dengan langkah 1 merumuskan tujuan. Langkah 2 mengatur tempat duduk. Langkah 3 guru mendemonstrasikan ragam gerak tari. Langkah 4 memberikan kesempatan kepada siswi. Langkah 5 guru memberikan evaluasi. Hasil pembelajaran tari sigekh penguten dapat diketahui bahwa siswi yang mendapat kriteria baik sekali berjumlah 3 siswi (60%), siswi yang mendapat kriteria baik berjumlah 1 siswi (20 %), siswi yang mendapat kriteria cukup berjumlah 1 siswi (20 %).  Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Pembelajaran Tari Sigekh Penguten, Penilaian.
Pendekatan Koreografi Pada Pembelajaran Tari Bedana Kreasi Di SMK Muhammadiyah Kotaagung Novi Pasa Jelita; Riyan Hidayatullah; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.745 KB)

Abstract

This research investigated the learning process of bedana dance creation by using a choreography approach in extracurricular activities at SMK Muhammadiyah Kotaagung. The research used the theory of constructivist. This research was qualitative research described the dance learning process. The data collecting used were observation, interview, documentation, and practice test. The data were analyzed by data reduction, data representation and drawing conclusion. The learning process was committed in 4 stages that were introduction, exploration, improvisation and formation. The result of this research showed the learning process implementation had not administered optimally since one of the learning implementation components that was learning planning was not committed structurally in accordance with the provisions of the process of learning implementation. The result of the dance learning was pertained good category.Penelitian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari bedana kreasi dengan menggunakan pendekatan koreografi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah Kotaagung. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran tari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran tari bedana kreasi dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengenalan, eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan proses pembelajaran belum berjalan maksimal, karena dari komponen pembelajaran tidak dilakukan perencanaan pembelajaran secara terstruktur sesuai dengan ketentuan atau standar proses pelaksanaan pembelajaran. Hasil pembelajaran tari bedana kreasi dengan menggunakan pendekatan koreografi tergolong dalam kategori baik.Kata Kunci: koreografi, proses, tari bedana kreasi
PENERAPAN METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN RAGAM GERAK TARI SIGEH PENGUTEN DI SDN 2 SUKADANA PASAR LAMPUNG TIMUR Citra Aulia Sanjaya; Agung Kurniawan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.558 KB)

Abstract

This study discusses the Sigeh Penguten dance learning process using the drill method. This study aims to describe the learning process of Sigeh Penguten dance using the drill method. This type of research is descriptive qualitative. The techniques used to collect data are observation, interviews, documentation, and non-tests. The learning theory used is behavioristic theory. The training method is applied to the learning of Sigeh Penguten dance movements from the first meeting to the end. The steps of using the method of training in the learning process of Sigeh Penguten dance moves namely the teacher prepares the class in advance, warms up, then tells the learning objectives to the students before delivering the material, engages students to be active in learning, conducts a practice activity concludes the learning outcomes. Seen from all students are able to pay attention, listen and demonstrate the range of motion well. Penelitian ini membahas tentang proses pembelajaran tari Sigeh Penguten menggunakan metode drill. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari Sigeh Penguten menggunakan metode drill. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan non-tes. Teori pembelajaran yang digunakan yaitu teori behavioristik. Metode latihan diterapkan pada pembelajaran ragam gerak tari Sigeh Penguten dari pertemuan pertama hingga akhir. Langkah-langkah penggunaan metode latihan pada proses pembelajaran ragam gerak tari Sigeh Penguten yaitu guru mempersiapkan kelas terlebih dahulu, melakukan pemanasan, lalu memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa sebelum manyampaikan materi, melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, melakukan kegiatan latihan menyimpulkan hasil pembelajaran. Dilihat dari seluruh siswa mampu memperhatikan, mendengarkan dan memperagakan ragam gerak dengan baik.  Kata Kunci: Metode Drill, Pembelajaran, Tari Sigeh Penguten.
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Teknik Demonstrasi Pada Anak Usia Dini di TK Aisyiyah III Bustanul Athfal Bandarlampung Nur Fadhilah; Susi Wendhaningsih; Eka Sofia Agustina
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.522 KB)

Abstract

This research was conducted to investigate the process and result of bedana dance by using demonstration technique at TK Aisyiyah III Bustanul Athfal Bandarlampung. This research use behaviorism theory and use qualitative descriptive method which describe dance learning process dan result. Data collecting technique use observation, interview, and documentation. Data analyze use reduction, representation, and drawing conclution. Learning process has done in three stages which are preparation, implementation, and evaluation. In the preparation and evaluation stages the result showed good criteria because there was warming up in preparation and 81% of presentage in evaluation stage. Meanwhile in the implementation, there were encrease and decrease based on  the difficulty of each dance movement.    Penelitian ini mengkaji tentang proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan teknik demonstrasi di TK Aisyiyah III Bustanul Athfal Bandarlampung. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik simpulan. Proses pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan penilaian. Tahap persiapan dan penilaian mendapatkan kriteria baik dengan adanya pemanasan pada persiapan dan presentasi 81% pada penilaian. Sedangkan pada tahap pelaksanaan mengalami peningkatan dan penurunan berdasarkan tingkat kesulitan ragam gerak masing-masing. Kata kunci: anak usia dini, pembelajaran tari bedana, teknik demonstrasi.  
PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN DEMONTRASI PADA PEMBELAJARAN TARI BEDANA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 MARGATIGA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Febrilyan Sakuntala Devi; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.738 KB)

Abstract

AbstractThis research aimed to describe the implementation of lecturing and demonstration method and the its result on Bedana dance teaching learning at the VIII.1 class of SMPN 1 Margatiga, East Lampung.The research method used in this research was qualitative descriptive by using lecturing and demonstration method. The data in this research was taken from the art and culture teacher in that school and from the VIII.1 class which consisted of total 36 students, in which there were 14 male students and 22 female students, The collecting data techniques used in this research were observation, documentation, and interview. The research instruments of this research were practical test, students‟ activities observation, and teacher‟s activities observation.The use of lecturing and demonstration method in teaching Bedana dance is related each other. Lecturing and demonstration have their own part. Lecturing method in teaching Bedana dance was used by the teacher in explaining history material, function, developing and explaining 9 gesture kinds of Bedana dance, meanwhile demonstration method to be used for demonstrating 9 gesture kinds of Bedana dance that istahtim, khesek gantung, khesek injing, jimpang, humbak molo, ayun, gantung, belitut dan gelek. In conducting lecturing and demonstration method in teaching Bedana dance have more and lack. The more of lecturing and demonstration method was the learning is easier and interesting. Meanwhile, the lack of lecturing and demonstration method was the students‟ understanding of material just limit on what was given by the teacher because the students just accept the material that given by the teacher.The teaching result of Bedana dance at the Viii.1 Class Of SMPN 1 Margatiga consider from the ability of dance on all of the aspects include in category enough.The aspectof gesture technique include in category enough. The aspect of exact account are include in category enough. The aspect of remembering the the gesture include in category good.Key word: lecturing and demonstration method, result, education and Bedana dance
Pembelajaran Cangget dengan Menggunakan Metode Drill Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Menggala Ashariii Ashariii; Susi Wendhaningsih; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.068 KB)

Abstract

The problem that discussed in this study is that the learning process of Cangget using drill method for extracurricular activities in Senior High School 2 Menggala. This study aims to describe the learning process and results of Cangget using drill method in extracurricular activities in Senior High School 2 Menggala. Behaviorism and theory drill methods are applied to learning from the first meeting to the last meeting. The theory of behaviorism and drill method is the right method and theory in learning Cangget. This can be seen in the first meeting until the last meeting and the teacher used drill steps well and provided stimulus to the students. The results of the studyof Cangget using the drill method show that the average student has been able to demonstrate the Cangget with the good criteria according to what has been taught. The assessment is given through three aspects, that are the ability of movement, accuracy of motion with accompaniment, and expression when dancing. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah  pembelajaran Cangget  menggunakan metode drill pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Menggala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran Cangget  menggunakan metode drill pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Menggala. Teori behaviorisme dan Metode drill  diterapkan pada pembelajaran Cangget dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir dikarenakan metode dan teori ini yang tepat pada pembelajaran Cangget. Hal ini terlihat pada pertemuan awal hingga pertemuan terakhir guru mengguanakan langkah-langkah drill dengan baik dan memberikan stimulus kepda siswa. Hasil dari penelitian Cangget mengguankan metode drill menunjukkan bahwa siswa rata-rata sudah mampu memperagakan Cangget dengan baik sesuai dengan yang telah di ajarkan. Penilayan diberikan melalui tiga aspek yaitu kemapuan gerak, ketepatan gerak dengan iringan dan ekspresi saat menari. Kata kunci: Pembelajaran Cangget, Metode drill.
Co-Authors Adellia Fitriani Afila Leoni Yunanda Agung Kurniawan Agung Kurniawan Ali Djamhuri Amelia Hani Saputri Amelia Hani Saputri, Amelia Hani Anarika Sasmita Anastasia Asih Kartikawaty Andini Kusuma Negara Ani Asmara Annisa Chairiyah Ardan Rahmat Senogala ARI SAPUTRA Arum Chandrawati Ashariii Ashariii atika nur tsabita Citra Aulia Sanjaya Dara Novita Saputri Devielia Vebriana Junete dewi rinjani Dian Yulianawati Dirga Harto Pratomo Dwi Desi Lutfiah Dwi Saktia Ningrum Dwi Tiya Juwita Dwiyana Habsary Eka Sofia Agustina Elisabeth Hesti Erfan Septian Fani Santi Aziza Fatimah Azzahrah Febrianto Wikan Jaya Ali Febrilyan Sakuntala Devi Fiqral Ifthahul Pahla Novriza Fitri Daryanti Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Ghaluh Tasya Mustika Gita Shervina Gracia Gesta Nawangsasi Gracia Gesti Nawangsasi Gustia ningsih, Lora hasyimkan hasyimkan Helda Siregar Hirna Soca Panggayuh I Wayan Mustika I Wayan Mustika Indika, Indika Inka Rizkiyani intan hikmah sari Ita Ani Rosita Junardi Junardi Kuat Slamet Widodo Ladri, Nasywa Dwi Lestari, Goesthy Ayu Mariana Devi Luphita Tiontinov Marlina Zulkarnain Maulida Sopia Mei Novita Sari merly violita Mindayu Nantashinta Mirnawati Dewi, Mirnawati MUHAMMAD FUAD Nadia Aprina Ngadimun Ngadimun Ni Nyoman Wetty Nike Sri Utami Novi Pasa Jelita Nur Fadhilah Nurcahya Surya Barunawati Nurul Oktavia Nurul Utami Putra, Ricky Warman Putri Stephanie Rahmawati pamungkas Rani Okta Safitri Rani Oktarina Rendri Feriana Lazorgi Resti Pamuji Ningsih Rido Amalgrah Rien Gusmi Marisa Rika Arif Septiana Risa Alufha Risma Intan Kartika Riyan Hidayatullah Riyan Hidyatullah Rosita Wati Sari, Eni Sevia Setiawan, Afrizal Yudha Thrresia Prima Yanti Tiya Juwita, Dwi Twin Destiana Sari Wayan Murnita Meilani Winda Prastika Ningrum Yuliana Yuliana Zakia Nurul Jannaty