Susi Wendhaningsih
Unknown Affiliation

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Teknik Demonstrasi Pada Anak Usia Dini di TK Aisyiyah III Bustanul Athfal Bandarlampung Nur Fadhilah; Susi Wendhaningsih; Eka Sofia Agustina
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.555 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was conducted to investigate the process and result of bedana dance by using demonstration technique at TK Aisyiyah III Bustanul Athfal Bandarlampung. This research use behaviorism theory and use qualitative descriptive method which describe dance learning process dan result. Data collecting technique use observation, interview, and documentation. Data analyze use reduction, representation, and drawing conclution. Learning process has done in three stages which are preparation, implementation, and evaluation. In the preparation and evaluation stages the result showed good criteria because there was warming up in preparation and 81% of presentage in evaluation stage. Meanwhile in the implementation, there were encrease and decrease based on  the difficulty of each dance movement.    Penelitian ini mengkaji tentang proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan teknik demonstrasi di TK Aisyiyah III Bustanul Athfal Bandarlampung. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik simpulan. Proses pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan penilaian. Tahap persiapan dan penilaian mendapatkan kriteria baik dengan adanya pemanasan pada persiapan dan presentasi 81% pada penilaian. Sedangkan pada tahap pelaksanaan mengalami peningkatan dan penurunan berdasarkan tingkat kesulitan ragam gerak masing-masing. Kata kunci: anak usia dini, pembelajaran tari bedana, teknik demonstrasi. 
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT Anarika Sasmita; Susi Wendhaningsih; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.754 KB)

Abstract

This research aimed to describe  sigeh penguten dance lessons by using cooperative models TGT and also to find out the outcomes of the students’ learning process in Sigeh Penguten dance at SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung. The research used qualitative description method. The sources of the data in this research were 9 students. The researcher used some techniques to collect the data. Those are the observation, video recording, field notes, test of dance, and interview. Research instruments are observation guide, documentation guide, field recording guide, observation sheets of practice tests and nontest. Considering the skill of dancing, the result of the learning in demonstrating Sigeh Penguten dance in SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung  is categorized as good, it was observed from the ability in dancing based on the order movement aspect, the accuracy of movement based on music and the harmony within groups, the mean of those aspects should be 74.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan model kooperatif tipe TGT dan hasil belajar siswi dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten di SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 9 siswi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni pengamatan, dokumentasi, wawancara, tes praktik, pengamatan aktivitas siswa dan pengamatan aktivitas guru. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi, panduan dokumentasi, panduan pencatatan lapangan, lembar pengamatan tes praktik dan nontes. Hasil belajar siswa dalam mendemonstrasikan tari Sigeh Penguten di SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung tergolong dalam kategori baik, hal ini ditinjau dari kemampuan menari siswa berdasarkan aspek hafalan urutan gerak, ketepatan gerak dengan musik dan kekompakan dalam kelompok dengan rata-rata nilai dari ketiga aspek tersebut yaitu 74.Kata kunci: pembelajaran, tari sigeh penguten, TGT
KEMAMPUAN SISWA MENARI BEDANA MELALUI METODE LATIHAN DI SMP NEGERI 2 SEPUTIH MATARAM Dian Yulianawati; Susi Wendhaningsih; Ni Nyoman Wetty
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.984 KB)

Abstract

The problem of this research was how is the students’ ability in dancing Bedanathrough classroom exercise at the grade of VIII A of SMP Negeri 2 SeputihMataram. Related to that problem, this research was aimed to describe thestudents’ ability in dancing Bedana through exercise method.The method of he research was field study and book. The approach of the researchwas descriptive qualitative. The sources of the data were the 36 students of gradeVIII A. the technique of the research was observation, interview, and test ofstudents’ ability. The observation that was done by the researcher was theobservation of students’ activity and students’ learning achievement. The researchinstrument that was used in scoring the students’ Bedana dance were wiragaindicator (technique and memorizing sub indicator), wirama indictor (tempoaccuracy and movement sequence sub indicator) and wirasa (face expression).The result of this research shows that the students’ ability in dancing Bedanathrough exercise method categorized as sufficient. It was concluded as sufficientsince there were 3-4 faults of wiraga, wirama, and wirasa aspects. The students’average score was 69. The average score of wiraga indicator was 72, while theaverage score of wirama indicator was 69 and the wirasa indicator average scorewas 63.Keywords: ability, education, exercise method, Bedana dance.
Penggunaan Media Audio Visual Dalam Kemampuan Siswa Menari Piring 12 di Ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kotaagung Risma Intan Kartika; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.87 KB)

Abstract

This research examined the process of students’ ability in piring 12 dance by using qualitative descriptive method in a way of describing the learning process of the dance in extracurricular at SMA N 2 Kotaagung. The data were collected by using observation, interview, documentation, observation sheets and practice tests. The result of this research showed that the learning process had hot administered optimally since one of the components of learning implementation that was learning planning was not committed structurally in accordance with the provisions or the standard of the implementation of the learning process. In order to find out now the students’ ability in learning the dance was, the teacher used observation sheets in every meeting and conducted practice tests every 3 meetings in which the aspects that were judged were wiraga, wirama, wirasa. According to the result that was conducted during 8 meetings using audio visual media, it can be said it was success since the students were be able to dance well Penelitian ini mengkaji tentang proses kemampuan anak dalam tari piring 12 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan proses pembelajaran tari di kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kotaagung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, lembar pengamatan dan tes pratik. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran belum berjalan maksimal, dikarenakan dalam komponen pelaksanaan pembelajaran tidak dilakukan perencanaan pembelajaran secara terstruktur sesuai dengan standar proses pelaksanaan pembelajaran. Untuk melihat bagaimana hasil dari kemampuan siswa belajar tari piring 12, guru menggunakan lembar pengamatan siswa di setiap pertemuan dan melakukan tes praktik di pertiga kali pertemuan dengan aspek yang dinilai wiraga, wirama, wirasa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama delapan kali pertemuan dengan menggunakan media audio visual dapat dikatakan berhasil, dikarenakan siswa dapat dikatakan mampu menari dengan baikKata Kunci: ekstrakurikuler, proses, tari piring 12
Pembelajaran Tari Melinting Mengggunakan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Di SMP Negeri 1 Trimurjo Resti Pamuji Ningsih; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.087 KB)

Abstract

The problem in this research is how the process and the result of learning melinting dance used cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo. This research aims to describe the process and the result of learning melinting dance using cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation, practice test, and non test. Based on data analysis techniques, the avarage value of learning process using cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo in the first to fifth meeting reached 87 is excellent category. The avarage value of the dance melinting learning in Junior High School 1 Trimurjo at the sixth until tenth meeting based on all aspects of wiraga, wirama, and wirasa reaching 82 is good category.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakan proses dan hasil pembelajaran tari melinting menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari melinting menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan non tes. Berdasarkan teknik analisis data, nilai rata-rata proses pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo pertemuan pertama sampai kelima mencapai 87 termasuk kategori baik sekali. Nilai rata-rata pembelajaran tari melinting di SMP Negeri 1 Trimurjo pertemuan keenam sampai kesepuluh berdasarkan semua aspek wiraga, wirama, dan wirasa mencapai 82 termasuk kategori baik.Kata kunci : Jigsaw, Pembelajaran, Tari Melinting
Pembelajaran Tari Bedayo Tulang Bawang menggunakan Model Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray di SMP Negeri 2 Menggala Junardi Junardi; Susi Wendhaningsih; Ricky Warman Putra
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.218 KB)

Abstract

This study discusses the implementation of the learning of Bedayo Tulang Bawang Dance using a cooperative model of TS-TS type. The use of the TS-TS cooperative model in SMP Negeri 2 Menggala was conducted to see the Bedayo Tulang Bawang Dance learning process and results by referring to the constructivist theory and using qualitative descriptive research. The data obtained is done by observation, interviews and documentation. The learning process using the TS-TS cooperative model is carried out by forming groups, distributing material in each group, students working together in groups, two group members visiting other groups to receive material, two people visiting back to the group and discussing the results findings with group members, then each group presents work results.Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan­­ pembelajaran Tari Bedayo Tulang Bawang menggunakan model kooperatif tipe TS-TS. Penggunaan model kooperatif tipe TS-TS di SMP Negeri 2 Menggala dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari Bedayo Tulang Bawang dengan mengacu pada teori konstrustivistik dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.  Data yang diperoleh dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe TS-TS dilaksanakan dengan melakukan kegiatan membentuk kelompok, membagikan materi pada setiap kelompok, siswa bekerja sama dalam kelompok, dua orang anggota kelompok bertamu ke kelompok lain untuk menerima materi, dua orang yang bertamu kembali ke kelompok dan membahas hasil temuan bersama anggota kelompok, kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja. Kata kunci: Model Kooperatif, TS-TS, Tari Bedayo.
Pembelajaran Seni Tari Menggunakan Pendekatan Saintifik Di Kelas X SMA YP Unila Bandar Lampung Adellia Fitriani; Susi Wendhaningsih; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.532 KB)

Abstract

This study aims to descri learning dance art using a scientific approach in class X SMA YP Unila Bandar Lampung and aims to describe the learning process and results. The research method used is descriptive qualitative. The theory used is the theory of the scientific approach and evaluation of learning outcomes. Sources of data in this study were teachers and 32 students who attended learning in class X IPS 3. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The steps of the scientific approach are observing, asking, reasoning, processing, and communicating not at every meeting but only in the first three meetings. The results of learning dance art using a scientific approach are then measured using indicators of psychomotor ability tests with the results, on average students get a score of 70 and above with good criteria.Penelitian ini membahas pembelajaran seni tari menggunakan pendekatan saintifik di kelas X SMA YP Unila Bandar Lampung dan bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori mengenai pendekatan saintifik dan evaluasi hasil belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 32 siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas X IPS 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah pendekatan saintifik yakni mengamati, menanya, menalar, mengolah, dan mengkomunikasikan tidak dilaksanakan di setiap pertemuan melainkan hanya di tiga pertemuan awal. Hasil pembelajaran seni tari menggunakan pendekatan saintifik kemudian diukur dengan menggunakan indikator tes kemampuan psikomotor dengan hasilnya, rata-rata siswa mendapat nilai 70 ke atas dengan kriteria baik.Kata kunci: Kurikulum 2013, Pembelajaran Tari, Pendekatan Saintifik.
Pembelajaran Tari Bedana Kreasi Menggunakan Metode Demonstrasi di SMPN 28 Bandar Lampung Afila Leoni Yunanda; Susi Wendhaningsih; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.272 KB)

Abstract

This research examined about the learning process of Bedana Dance Creation using demonstration method in extracurricular activity at SMPN 28 Bandar Lampung. This research used behavioristic theory. This research was a qualitative descriptive research. The data were collected by using observation, interview, documentation, and practice test. The data were analyzed by reducting the data, representating the data, and drawing conclusion. The learning process was conducted in three stages: preparation, implementation stage, and final stage. At the preparation stage, the teacher formulated the learning goals, praying, and warming up. In the implementation stage, the teacher provided a variety of movements which were then followed by the students. In the final stage, the teacher evaluated the learning process by giving criticism and suggestions to the students. Penelitian ini mengkaji tentang proses pembelajaran Tari Bedana Kreasi dengan menggunakan metode demonstrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 28 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap persiapan guru merumuskan tujuan pembelajaran, berdoa dan melakukan pemanasan. Di tahap pelaksanaan guru memberikan ragam gerak yang kemudian diikuti oleh siswa. Dan pada tahap akhir guru mengevaluasi proses pembelajaran dengan memberikan kritik dan saran kepada siswa.  Kata Kunci: Metode demonstrasi, proses, tari bedana kreasi.
PEMBELAJARAN TARI MELINTING MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SMAN 10 BANDAR LAMPUNG Fatimah Azzahrah; Agung Kurniawan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.837 KB)

Abstract

This study aimed to describe the learning dance Melinting using demonstration method in the extracurricular activities dance at Senior High School 10 Bandar Lampung. This research used descriptive qualitative method. Sources of data in this study are 10 students were followed extracurricular dance activity. The use of demonstration method based on the four aspects: preparation, opening, processing and closing.The results showed that learning Melinting dance  average studensts  are able to demonstrate the Melinting dance  properly in accordance with  aspects of assessment practice test Wiraga, Wirasa and Wirama. The overall results on the third aspects are 4 score with 80% value, and it is in good criteria.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Melinting menggunakan metode demonstrasi pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran, teori ekstrakurikuler, teori seni budaya dan teori seni tari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari yang berjumlah 10 siswi. Penggunaan metode demonstrasi dinilai berdasarkan empat aspek yaitu persiapan, pembukaan, pelaksanaan dan mengakhiri. Hasil pembelajaran tari Melinting menunjukan bahwa rata rata siswi mampu memeragakan tari Melinting dengan baik berdasarkan penilaian tes praktik yaitu aspek Wiraga, Wirasa  dan Wirama yang diakumulasikan dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir. Hasil keseluruhan pada ketiga aspek tersebut adalah skor 4 dengan persentase nilai 80% termasuk dalam kriteria baik.Kata kunci: demonstrasi, pembelajaran, tari melinting
Pelatihan Tari Tupping di Sanggar Intan Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Luphita Tiontinov; Susi Wendhaningsih; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.216 KB)

Abstract

The problem of this research was how the process of tupping dance training in Intan Art Studio Kuripan Village Penengahan District of South Lampung regency. This research was aimed to describe the process and the result of tupping dance training in Intan Art Studio. This research used a qualitative descriptive research. The data sources in this research were dance instructor, dance stylist, Indigenous White Blood Companion and 12 learners. The data were collected by using observation, interview, and documentation. The instrument of this research was practical test that included memorization of motion, memorization of composition, accuracy of accompaniment and wirasa. The result of tupping dance training using demonstration method gained good category because more than 75% learners can apprehend and apply the materials taught by the instructor.Rumusan masalah yaitu bagaimana proses pelatihan tari tupping di Sanggar Intan Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan tari tupping di Sanggar Intan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian meliputi pelatih tari, penata tari, penasihat Adat Keratuan Darah Putih dan 12 peserta didik. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian tes praktik meliputi hafalan gerak, hafalan komposisi, ketepatan iringan dan wirasa. Hasil pelatihan tari tupping dengan menggunakan metode demonstrasi mendapatkan kategori baik dikarenakan lebih dari 75% peserta didik dapat menangkap dan menerapkan materi yang diajarkan oleh pelatih.Kata kunci: pelatihan, Sanggar Intan, tari Tupping
Co-Authors Adellia Fitriani Afila Leoni Yunanda Agung Kurniawan Agung Kurniawan Ali Djamhuri Amelia Hani Saputri Amelia Hani Saputri, Amelia Hani Anarika Sasmita Anastasia Asih Kartikawaty Andini Kusuma Negara Ani Asmara Annisa Chairiyah Ardan Rahmat Senogala ARI SAPUTRA Arum Chandrawati Ashariii Ashariii atika nur tsabita Citra Aulia Sanjaya Dara Novita Saputri Devielia Vebriana Junete dewi rinjani Dian Yulianawati Dirga Harto Pratomo Dwi Desi Lutfiah Dwi Saktia Ningrum Dwi Tiya Juwita Dwiyana Habsary Eka Sofia Agustina Elisabeth Hesti Erfan Septian Fani Santi Aziza Fatimah Azzahrah Febrianto Wikan Jaya Ali Febrilyan Sakuntala Devi Fiqral Ifthahul Pahla Novriza Fitri Daryanti Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Ghaluh Tasya Mustika Gita Shervina Gracia Gesta Nawangsasi Gracia Gesti Nawangsasi Gustia ningsih, Lora hasyimkan hasyimkan Helda Siregar Hirna Soca Panggayuh I Wayan Mustika I Wayan Mustika Indika, Indika Inka Rizkiyani intan hikmah sari Ita Ani Rosita Junardi Junardi Kuat Slamet Widodo Ladri, Nasywa Dwi Lestari, Goesthy Ayu Mariana Devi Luphita Tiontinov Marlina Zulkarnain Maulida Sopia Mei Novita Sari merly violita Mindayu Nantashinta Mirnawati Dewi, Mirnawati MUHAMMAD FUAD Nadia Aprina Ngadimun Ngadimun Ni Nyoman Wetty Nike Sri Utami Novi Pasa Jelita Nur Fadhilah Nurcahya Surya Barunawati Nurul Oktavia Nurul Utami Putra, Ricky Warman Putri Stephanie Rahmawati pamungkas Rani Okta Safitri Rani Oktarina Rendri Feriana Lazorgi Resti Pamuji Ningsih Rido Amalgrah Rien Gusmi Marisa Rika Arif Septiana Risa Alufha Risma Intan Kartika Riyan Hidayatullah Riyan Hidyatullah Rosita Wati Sari, Eni Sevia Setiawan, Afrizal Yudha Thrresia Prima Yanti Tiya Juwita, Dwi Twin Destiana Sari Wayan Murnita Meilani Winda Prastika Ningrum Yuliana Yuliana Zakia Nurul Jannaty