Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kewaspadaan dan Adaptasi pada Anak Usia 8-10 Tahun terhadap Corona Virus pada Masa Pandemi Covid-19 di SDN Pepelegi 1 Sidoarjo Made Indra Ayu Astarini; Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5235

Abstract

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pepelegi 1, merupakan sekolah dasar yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Sekolah ini berencana untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Fasilitas untuk cuci tangan sudah tersedia berupa tempat cuci tangan, sabun, dan saluran air. Namun fasilitas berupa hand sanitizer belum tersedia di beberapa tempat yang mudah dijangkau oleh siswa. Berdasarkan keterangan dari bagian tata usaha SDN Pepelegi 1, siswa belum pernah mendapatkan edukasi tentang pencegahan COVID-19. Belum ada informasi tentang kepatuhan siswa dalam penggunaan masker, dan kepatuhan dalam cuci tangan sehingga perlu untuk dievaluasi tentang sikap siswa dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan anak dan adaptasi anak pada masa pandemi COVID-19. Metode yang diterapkan adalah berupa pendidikan kesehatan tentang penularan, pencegahan, dan vaksinasi COVID-19 bagi anak. Selain itu juga ada demonstrasi cara mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 Desember 2022, peserta adalah siswa kelas 2 dan 5 SDN Pepelegi 1 Sidoarjo, sebanyak 135 siswa sebagai peserta kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan peningkatan kewaspadaan dan adaptasi anak yang dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan. Pengetahuan anak dalam kategori baik sebanyak 92% setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan Pemberian Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan anak, kewaspadaan dan adaptasi anak pada masa COVID-19.   SDN Pepelegi 1 was an elementary school located in the Sidoarjo Regency. The school plans to conduct face-to-face learning on a limited basis. Facilities for hand washing were available in the form of hand washing facilities, soap, and water channels. However, facilities in the form of hand sanitisers were not yet available in several places that were easily accessible by students. Based on information from the administrative section of SDN Pepelegi 1, students had never received education about preventing COVID-19. There was no information about student compliance in the use of masks and compliance in hand washing, so it was necessary to evaluate students' attitudes toward implementing health protocols. This community service activity aimed to increase children's awareness and adaptation of children during the COVID-19 pandemic. The method applied was in health education about the transmission, prevention, and vaccination of COVID-19 for children. There was also a demonstration on how to wash hands. This activity was carried out on grade 2 and 5 students of SDN Pepelegi 1 Sidoarjo, with as many as 135 students as participants. The result of this activity was an increase in children's awareness and adaptation, which can be seen from the increase in knowledge. Knowledge of children in the good category is as much as 92% after health education. The evaluation results showed that health education could increase children's knowledge, awareness, and adaptation during the COVID-19 period.
Penyuluhan Kanker Payudara dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Melaui Media Audiovisual Di SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Linda Juwita; Ninda Ayu Prabasari P; Made Indra Ayu Astarini
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Mei 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i3.229

Abstract

Di masa saat ini masalah utama remaja terkait kesehatan payudara adalah kebiasaan remaja yang tidak pernah memperhatikan payudaranya sendiri Jumlah kematian akibat kanker payudara terjadi lebih tinggi pada negara berkembang dibandingkan negara maju. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kaner payudara dan SADARI. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara daring, dengan memberikan edukasi melalui  penyuluhan dengan media audiovisual kepada remaja putri SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo. Tingkat pengetahuan diukur dengan tes sebelum dan sesudah rangkaian seluruh kegiatan. Analisis hasil tes didapatkan hasil  terdapat peningkatan pengetahuan setelah edukasi penyuluhan dengan media audiovisual tentang kanker payudara dan   SADARI dibanding sebelumnya. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan tentang kanker payudara dan ketrampilan SADARI.
Pemberdayaan Kader melalui Edukasi dan Pelatihan Terapi Komplementer Bagi Lanjut usia dengan Artritis Gout Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita; Made Indra Ayu Astarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.313

Abstract

Jumlah orang yang terkena arthritis gout semakin meningkat seiring bertambahnya usia dan hal ini sering dialami oleh lanjut usia. Arthritis Gout akut akan menjadi kronik, salah satu penyebab yaitu rendahnya pengetahuan. Kader sebagai pemberi informasi yang terdekat dengan lansia, mengungkapkan belum pernah dilakukan edukasi penatalaksanaan pengobatan dan pelatihan terapi komplementer untuk menurunkan kadar asam urat dan mengurangi rasa nyeri akibat asam urat. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan pembuatan terapi komplementer serta evaluasi kegiatan pelatihan. Metode kegiatan dilakukan 2 kali pertemuan melalui Google Meet dihadiri oleh 66 kader. Evaluasi hasil kuesioner pengetahuan terdapat peningkatan lebih dari 30% kategori baik dari hasil 48,48% (pretest) menjadi 86.36% (posttest), evaluasi kegiatan kader dalam melakukan redemontrasi pembuatan terapi komplementer didapatkan hasil sebanyak 100%. Pengetahuan dan pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kualitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada lansia.
Fungsi Kognitif dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Maria Manungkalit; Ni Putu Wulan Purnama Sari; Ninda Ayu Prabasari
Adi Husada Nursing Journal Vol 7 No 1 (2021): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v7i1.186

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia yang menjadi tua, banyak kemunduran yang akan dialaminya salah satu adalah fungsi kognitif. Fungsi kerja otak dalam proses mengingat atau mengembalikan memori atau daya ingat merupakan bagian dalam kerja fungsi kognitif. Apabila fungsi kerja tersebut tidak dapat berfungsi maksimal maka akan mempengaruhi aktivitas atau kegiatan sehari-hari yang akan berdampak pada kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lansia yang tinggal di salah satu panti werdha di Surabaya yang berjumlah 150 orang. Jumlah sampel yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini sebanyak 145 responden. Alat ukur yang digunakan pada variabel independen fungsi kognitif adalah kuesioner Mini Mental State Exam (MMSE) sedangkan variabel dependen kualitas hidup adalah Older People Quality of Life (OPQOL). Hasil didapat sebagian besar lansia memiliki fungsi kognitif normal dengan kualitas hidup mayoritas cukup. Dilakukan uji analisa menggunakan Spearman’s Rho (α<0,05) dan didapat hasil ada hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia dengan nilai p value 0.008. Proses menua mengalami penurunan atau kemunduran fungsi kognitif dan akan berdampak terhadap kualitas hidupnya. Kata kunci: Fungsi Kognitif, Kualitas Hidup, Lansia
PENERAPAN CARING OLEH PERAWAT KOMUNITAS DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS Ninda Ayu Prabasari; Made Indra Ayu Astarini
Adi Husada Nursing Journal Vol 5 No 2 (2019): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v5i2.145

Abstract

Caring merupakan esensi keperawatan yang ditujukan untuk perawatan pasien. Jumlah kunjungan pasien yang banyak dan durasi jam operasional puskesmas yang tidak sebanding dengan jumlah perawat yang bertugas, menyebabkan pemberian asuhan keperawatan komunitas kepada klien belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data dengan mengeksplorasi penerapan caring oleh perawat komunitas dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan penyakit kronis. Populasi penelitian ini adalah perawat yang bertugas di balai pengobatan puskesmas kenjeran dan puskesmas bulak banteng Surabaya sebanyak 7 partisipan yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan interview dianalisis menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian didapatkan 10 tema yaitu 1) Konsep caring 2) Konsep asuhan keperawatan 3) Konsep penyakit kronis 4) Lama bekerja 5) Perawatan caring yang dilakukan 6) Usaha untuk meningkatkan caring 7) Hambatan yang di alami 8) Respon saat mengalami hambatan 9) Upaya untuk mengatasi hambatan 10) Manfaat penerapan caring. Caring yang dilakukan oleh perawat komunitas lebih berfokus pada perilaku caring, dimensi caring belum dilakukan secara optimal. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama hendaknya dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan tetap mempertahankan prinsip caring serta kode etik keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan di dalam maupun di luar gedung. Kata kunci: caring, perawat, penyakit kronis
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI DENGAN TERAPI NON FARMAKOLOGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENJERAN Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita; Made Indra Ayu A; Steven Aldo Marcello
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.272 KB) | DOI: 10.47560/pengabmas.v2i1.277

Abstract

Seiring bertambahnya usia pada lansia, dapat meningkatkan resiko seorang lansia mengalami permasalahan pada berbagai aspek diantaranya, fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada lansia. Peran kader lansia sangat penting dalam hal ini sebagai pemberi informasi penanganan hipertensi, namun di Puskesmas Kenjeran didapatkan bahwa kader lansia merasa kurang informasi mengenai penyakit hipertensi, kader posyandu lansia hanya memberikan informasi makanan sehat saja untuk menjaga lansia tetap sehat. Penyuluhan (edukasi) dan pelatihan mengenai terapi nonfarmakologi (senam hipertensi, diet DASH, dan terapi herbal) dapat menjadi media menyampaikan informasi kepada para kader. Penyuluhan dan pelatihan diberikan selama 1 kali pertemuan, semua kegiatan pelatihan dan penyuluhan mendapatkan respon yang baik dari para kader, sehingga proses kegiatan berjalan dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan di Puskesmas Kenjeran diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kinerja kader dalam perawatan lansia dengan hipertensi. Pelatihan dan pendampingan ini perlu selalu dilakukan secara berkala dan terjadwal dengan topik dan kegiatan yang berhubungan dengan tugas kader dalam membantu lansia hipertensi.
Kesadaran Caregiver tentang Resiko Jatuh pada Lansia (Caregiver Awareness about the Risk of Falling in the Elderly) Ninda Ayu Prabasari; Maria Manungkalit
JURNAL NERS LENTERA Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: In the aging process, the elderly experience loss of motor skills in movement. With this change, the ability of the elderly to react to falls has decreased resulted in the occurrence of falls experienced. Caregiver support in fall prevention is needed. The purpose of the literature review is to review the caregiver's awareness of the risk of falling in the elderly. Method: Issues, methodologies, similarities and differences in research are the basis for implementing a literature review. Of the 7 studies, there are five studies using quantitative and two studies using a qualitative approach. The population is all caregivers who care for the elderly and the sample used is some or all caregivers who play a role in elderly care. Result: Based on 7 studies, there were five studies that showed that caregivers had good awareness in preventing the risk of falling in the elderly and there were two studies that provided information that caregivers had less awareness in falling prevention in the elderly. Discussion: With the existence of health education, health promotion even with training provided to caregivers will be able to help caregivers in implementing fall prevention measures for the existing elderly. Key words: caregiver, elderly, fall
Pengaruh Pengetahuan Covid-19, Motivasi, dan Dukungan Sosialterhadap Komitmen Kader Lansia dalam Melaksanakan Tugas di Masa Pandemi Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i9.6986

Abstract

ABSTRACT Cadres are needed to help the elderly deal with health problems. Knowledge and motivation make cadres become active in carrying out their duties, social support received by cadres can provide reinforcement to the role of cadres in carrying out their duties and will create work stability. The purpose of the study was to analyze the effect of Covid-19 knowledge, motivation, and social support on the commitment of elderly cadres in service. This type of analytic observational research uses a cross-sectional design, the population is 80 respondents who are all cadres in the working area of the Kenjeran Public Health Center. The sample is 62 respondents, using purposive sampling. Collecting data using a valid and reliable questionnaire of knowledge, motivation, social support, and commitment. Data analysis used ordinal regression. The majority of respondents have sufficient knowledge 53%; moderate to high motivation @ 50%, high social support 65% and moderate commitment 56%. Motivation significantly affects cadre commitment (pseudo R2 0.455; p= 0.010). Knowledge and support do not affect cadre commitment (p >α). motivation affects cadre commitment, but knowledge and social support do not have a significant effect. Keywords: Knowledge of Covid 19, Motivation, Social Support, Commitment, Cadres  ABSTRAK Kader diperlukan membantu lanjut usia menghadapi masalah kesehatan. Pengetahuan dan motivasi membuat kader menjadi aktif dalam melaksanakan tugas, dukungan sosial yang diterima kader dapat memberikan penguatan terhadap peran kader dalam melaksanakan tugas akan mewujudkan kemantapan kerja. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh pengetahuan Covid-19, motivasi, dukungan sosial terhadap komitmen kader lansia dalam pelayanan. Jenis penelitian observasinal analitik menggunakan desain cross sectional, populasi berjumlah 80 responden yang merupakan seluruh kader di wilayah kerja puskesmas kenjeran. Sampel berjumlah 62 responden, dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, motivasi, dukungan sosial dan komitmen yang valid dan reliabel. Analisis data menggunakan regresi ordinal. Mayoritas responden memiliki Pengetahuan cukup 53%;  motivasi sedang hingga tinggi @ 50%, dukungan sosial tinggi 65% dan komitmen sedang 56%. Motivasi mempengaruhi komitmen kader secara signifikan (pseudo R2 0.455; p= 0.010). Pengetahuan dan dukungan tidak mempengaruhi terhadap komitmen kader (p >α). motivasi mempengaruhi komitmen kader, tetapi pengetahuan dan dukungan sosial tidak memiliki pengaruh signifikan. Kata Kunci: Pengetahuan Covid 19, Motivasi, Dukungan Sosial, Komitmen, Kader
Penatalaksanaan Dismenore Berdasarkan Karakteristik Dismenore Pada Remaja Putri Linda Juwita; Ninda Ayu Prabasari
Adi Husada Nursing Journal Vol 8 No 1 (2022): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v8i1.212

Abstract

Dismenore merupakan masalah yang muncul pada remaja disetiap bulan saat menstruasi. Dismeonore adalah nyeri hebat yang dialami diawal atau saat menstruasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan penatalaksanaan dismenore seperti karakteristik dismenore. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik dismenore dengan penatalaksanaan dismenore pada remaja putri. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik, pendekatan menggunakan cross sectional. Populasi seluruh remaja putri yang mengalami dismenore di SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo. Teknik sampling adalah purposive sampling. Sampel adalah remaja putri yang telah memenuhi kriteria inklusi. Variabel independent dalam penelitian ini adalah karakteristik dismenore yang terdiri dari derajat nyeri, gejala penyerta, onset timbulnya dismenore, onset hilangnya dismenore, dan variabel dependen adalah penatalaksanaan dismenore. Jumlah responden adalah 46 orang. Analisa data yang digunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukan mayoritas responden berusia 15 tahun, usia menarch 12-13 tahun, siklus menstruasi rentang 21 sampai 35 hari, lama menstruasi rentang 3 sampai 7 hari, riwayat keluarga dismenore ibu, riwayat nyeri diluar menstruasi tidak ada, keteraturan siklus teratur. Hasil uji statistik menujukan tidak ada hubungan signifikan antara derajat nyeri, gejala penyerta, onset munculnya dismenore, onset hilangnya dismenore terhadap penatalaksanaan dismenore. Ada faktor lain menentukan penatalaksanaan dismenore remaja yaitu dismenore primer, jumlah gejala tambahan dismenore selain nyari, riwayat keluarga mengalami dismenore, dan pengetahuan responden. Keyword : Dysmenorrhea, characteristics of dysmenorrhea, management of dysmenorrhea, adolescents
Combination of Home Care Pharmacy Approach and Nurse’s Health Action Process Approach on Self Care Management and Self Efficacy in Elderly With Hypertension Linda Juwita; Ninda Ayu Prabasari; Restry Sinansari
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 4, No 2 (2019): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.35 KB) | DOI: 10.24990/injec.v4i2.247

Abstract

Introduction: There are still many hypertensive patients with uncontrolled hypertension and experiencing barriers to self-care. This study attempts to increase motivation and intention in self-care management and self-efficacy through the implementation combination of home pharmacy care approach and Health Action Process Approach (HAPA). This study aimed to know the combination of the Home Care Pharmacy Approach and Nurse's HAPA on self-care management and self-efficacy in the elderly with hypertension. Methods: It was a pre-experimental study that used one group pretest post-test design approach with the population, 60 people. Inclusion criteria were respondents with average blood pressure ≥140/90 mmHg for two measurements. The sampling used a purposive sampling technique. The independent variable was the HAPA and Home Care Pharmacy. The dependent variable is self-care management and self-efficacy. Study instruments are questionnaire self-efficacy, self-care management, standard operating procedures, and HAPA Home Care Pharmacy. Data were analyzed by using paired t-test and Wilcoxon Sign Rank Test with significance paired α ≤ 0.05. Results: Statistical paired t-test showed there was an increase in self-care management (p = 0.006). Statistical Wilcoxon Sign Rank Test showed there was no influence on the home pharmacy care approach and HAPA on self-efficacy (p=0.753). Conclusions: It could be concluded that the implementation of collaboration in-home pharmacy care approach and HAPA improves self-care management. However, these interventions do not affect increasing self-efficacy. The excellent collaboration between healthcare providers will help patients maintain good health during treatment.