Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the determinants of Sharia Commercial Bank's Profitability for the Period of January 2015 December 2020 Putri, Nabila Rahmadani Kusuma; Gunanto, Edy Yusuf Agung
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v6i1.5085

Abstract

Sharia Commercial Banks not only function as intermediary institutions that collect and distribute public funds. Currently, Sharia Commercial Banks is one milestone used by the government in increasing the potential of the developing sharia economy in Indonesia. This thing, of course, will make Sharia Commercial Banks must develop their performance to be better. To monitor the performance, the profitability ratio that is impacted by various factors is used. This study is conducted to know the impact of capital adequacy, liquidity, credit risks, and operational efficiency on Sharia Commercial Banks profitability. liquidity and operational efficiency variables have a significant negative impact. Capital adequacy have a significant positive impact. Whereas NPF has an insignificant positive impact on Sharia Commercial Banks profitability. Bank Umum Syariah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Saat ini Bank Umum Syariah merupakan salah satu tonggak yang digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan potensi ekonomi syariah yang sedang berkembang di Indonesia. Tentunya, hal tersebut membuat Bank Umum Syariah harus meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik lagi. Sehingga untuk memantau kinerja tersebut, digunakan rasio profitabilitas yang dipengaruhi berbagai faktor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecukupan modal, likuiditas, risiko kredit dan efisiensi operasional terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah. Data yang digunakan adalah statistik bulanan Bank Umum Syariah periode Januari 2015 – Desember 2020 yang dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa liquiditas dan efisiensi operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah. Kecukupan modal berpengaruh positif signifikan. Sedangkan NPF berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah.
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL PEJAGAN -PEMALANG TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMIMASYARAKAT DI KABUPATEN BREBES Darwanto; Edy Yusuf Agung Gunanto; Budi Samadikun
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 alan tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari tol Trans Jawa. Jalan tol Pejagan-Pemalang telah diresmikan pada tahun 2016 untuk ruas tol Pejagan hingga Brebes Timur dengan panjang 20,2 km, dan pada tahun 2018 untuk ruas tol Brebes Timur hingga Pemalang dengan panjang 37,3 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Brebes. Variabel yang digunakan dalam penelitian antara lain: persepsi masyarakat terhadap pembangunan jalan tol, hubungan sosial, kesehatan, persepsi terhadap dunia pendidikan, pendapatan, mata pencaharian, dan aksesibilitas. Data yang digunakan adalah sampel 120 responden (40 pelaku usaha telur asin, 40 petani, dan 40 warga yang bertempat tinggal di sekitar bangunan fisik jalan tol). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, kemudian untuk variabel pendapatan dilakukan uji beda rata-rata Paired Sample t-Test menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat tidak setuju dengan pembangunan jalan tol. Dampak sosial yang ditimbulkan antara lain: 1) Hubungan sosial warga yang berada di sebelah selatan dan utara jalan tol rendah; 2) Tingkat kesehatan warga terganggu akibat timbulanya masalah berupa kebisingan, polusi udara, getaran, dan genangan air; 3) Peningkatan persepsi petani terhadap dunia pendidikan. Sedangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan adalah: 1) Penurunan tingkat pendapatan. Rata-rata pendapatan pelaku UMKM telur asin sebelum beroperasinya jalan tol adalah Rp 33.341.635,00- per bulan, sedangkan setelah beroperasinya jalan tol adalah Rp 13.261.725,00- per bulan; 2) 747 KK dari 19 desa telah mengalami perubahanmata pencaharian; 3) Waktu tempuh ke lokasi kerja menjadi relatif lebih lama, sedangkan waktu tempuh ke tempat kesehatan, pendidikan, pasar dan Balai Desa tidak mengalami perubahan. 
Analisis Efisiensi Faktor Produksi Usahatani Tembakau Rakyat (Studi Empiris : Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang) Widiyanto, Hendrik; Gunanto, Edy Yusuf Agung; SBM, Nugroho
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 1 (2018): Upaya Peningkatan Layanan Publik dalam Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat dan
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.139 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i1.618

Abstract

AbstrakKabupaten Magelang  merupakan salah satu penghasil tembakau terbesar di Jawa Tengah, salah satu yang menghasilkan produksi ada di Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Tujuaan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi produksi tembakau di Desa Munggangsari. Data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari interview dengan kuesioner, data sekunder diperoleh dari buku dan literature dari berbagai sumber. Pengambilan sampel responden dalam penelitian ini adalah petani tembakau di Desa Munggangsari, Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi (software e-views 7) dan uji efisiensi (software DEAP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap produksi tembakau yaitu luas lahan, bibit, pupuk organik, fungisida. Sedangkan variabel tenaga kerja, pupuk SP36, dan pupuk ZA, tidak berpengaruh siginifikan terhadap produksi tembakau di desa Munggangsari. Nilai efisiensi teknis petani tembakau adalah 0.651 maka perlu dilakukan penambahan jumlah faktor produksi sehingga nilai efisiensi teknisnya 1.Kata Kunci : Efisiensi, Fungsi Produksi Cobb-Douglas, Tembakau, DEA. AbstractMagelang regency is one of the largest tobacco producers in Central Java, one of which produces production in Munggangsari Village, Kaliangkrik Subdistrict, Magelang Regency. The purpose of this study to determine what factors affect the production of tobacco in the village of Munggangsari. The data of this research are primary data and secondary data. Primary data were obtained from interviews with questionnaires, secondary data obtained from books and literature from various sources. Sampling of respondents in this study is tobacco farmers in Munggangsari Village, the method of analysis in this study is regression analysis (software e-views 7) and efficiency test (software DEAP). The results showed there are four variables that significantly affect tobacco production that is the area of land, seeds, organic fertilizer, and fungicide. While the variable labor, SP36 fertilizer, and ZA fertilizer, no significant effect on tobacco production in the village Munggangsari. The technical efficiency value of tobacco farmers is 0.651 it is necessary to add the number of factors of production so that the value of technical efficiency 1.Keywords: Efficiency, Cobb-Douglas Production Function, Tobacco, DEA.
Analysis of Participation and Willingness to Pay Community in Rural Infrastructure Development (Case Study in Pidodo Wetan Village, Kendal) Nainggolan, Shintia Prissillia; Gunanto, Edy Yusuf Agung; Woyanti, Nenik; Hayati, Banatul
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 34, No 1 (2019): The Importance of Personality and Strategy in Successful of Corporate Performan
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24856/mem.v34i1.827

Abstract

This study aims to analyze the level of participation and willingness to pay the community in rural infrastructure development. This study uses descriptive quantitative analysis in analyzing the participation rate and the Contingent Valuation Method in analyzing the willingness to pay the community. The Data used are primary and secondary data. Primary Data sourced from questionnaire result 92 respondents. Secondary Data is sourced from Pidodo Wetan Village Office. The results Showed that the level of community participation in the construction of infrastructure Pidodo Wetan village is in the high category. Form of participation is most Widely given the power and material / food. Furthermore, the average value of willingness to pay the community of Rp.10,500 with the total value of willingness to pay of Rp.13,728,000. Family income affects the value of the willingness to pay of the community, whereas gender, age, and education have no effect on the bid willingness to pay of the community.
Preferensi Konsumen Terhadap Transportasi Publik (Studi Kasus Bus Rapid Transit (BRT) Kota Semarang) Azali, Ichwinsyah; Gunanto, Edy Yusuf Agung; SBM, Nugroho
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 1 (2018): Upaya Peningkatan Layanan Publik dalam Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat dan
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.114 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i1.617

Abstract

AbstrakKota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat kepadatan penduduk sebesar 4.269 jiwa/km2 pada tahun 2015. Dengan tingkat kepadatan yang cukup tinggi, mobilitas yang terjadi akan terus meningkat. Pemerintah mengatur kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009  pasal 158 ayat 1, pemerintah kota Semarang menyediakan kebutuhan angkutan massal di kawasan perkotaan berupa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen dari segi harga, kenyamanan, keandalan, aksesibilitas, dan keamanan terhadap kemungkinan pemilihan moda BRT dan moda transportasi Non-BRT. Penelitian ini menggunakan 100 responden dengan purposive sampling. Model Binary Logistic Regression digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pemilihan moda BRT dan Non-BRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan moda BRT dan Non-BRT di Kota Semarang didominasi oleh pengguna 82 responden untuk BRT dan 18 responden untuk Non-BRT. Pemilihan moda BRT dan Non-BRT dipengaruhi oleh harga, faktor kenyamanan, keandalan, aksesibilitas dan keamanan.Kata Kunci: Pemilihan Moda, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Binary Logistic Regression. AbstractSemarang as the capital city of Central Java Province has a population density of 4.269 per square kilometer in 2015. Due to high population density, communities’ mobility will also be increasing. Government arranged the policy related to traffic and public transportation in the Law Number 22 Year 2009 article 158 paragraph 1, the government of Semarang City has guaranteed the availability of road-based transportation in Urban Areas by providing public transportation namely Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. This research aims to analyze communities’ preference in terms of price, convenience, reliability, accessibility, and safety toward the possibility of BRT and Non BRT transportation modes selection. This research uses 100 respondents by Purposive Sampling. Binary Logistic Regression model is applied to determine the effect of independent variable towards dependent variable of BRT and Non BRT transportation modes selection. The result of this research indicated that BRT and Non BRT transportation modes selection in Semarang City are dominated by 82 respondents of BRT users and 18 respondents of Non BRT users. BRT and Non BRT transportation modes selection are affected by the factor of price, convenience, reliability, accessibility, and safety.Keywords: Modes selection, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Principal Component Analysis, Binary Logistic Regression.
MANFAAT PARIWISATA GOA KREO DAN WADUK JATIBARANG BAGI PEREKONOMIAN DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT (Studi Empiris : Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang) Untan, Debik; Gunanto, Edy Yusuf Agung; Hendarto, Mulyo; Darwanto, Darwanto
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 32, No 2 (2017): Peran Strategis SDM dalam Pencapaian Tujuan Organisasi
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.801 KB) | DOI: 10.24856/mem.v32i2.512

Abstract

ABSTRACT Tourism development Jatibarang reservoirs and Goa cave has changed the socio-economic conditions surrounding communities, people who formerly worked as farmers and farm workers are now turning the profession as a result of the development of the tourist sites, local communities lost land of their rice fields because of the construction of reservoirs Jatibarang, impact effect on employment and earned income communities. The purpose of this study was to analyze how the different levels of income received by the local community before and after the development of tourism objects Kreo cave and Jatibarang reserviors, what causes the difference in the level of income received by the community and the impact on the economy, and how the impact of developing a tourist location Kreo cave and the Jatibarang reservoir against non-economic conditions. This research method using a mix method by using descriptive qualitative and different test. The results of this study, namely, the income received by people around the tourist area of Goa and dams Jatibarang Kreo increase along with the expansion of the travel, increasing employment opportunity and  the economic value of land.  Beside that development of tour sites,  Jatibarang resevoir and Goa Kreo also affec tpt the social conditions, culture and environment conditions surrounding communities in non-economic aspect.  Keywords: Tourism Economics, Goa Kreo, Jatibarang Reservoir, Community-based Tourism. ABSTRAKSI Pengembangan pariwisata Waduk Jatibarang dan Goa Kreo telah mengubah kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar, masyarakat yang dahulu bekerja sebagai petani dan buruh tani kini beralih profesi sebagai dampak dari pengembangan lokasi wisata tersebut, masyarakat  sekitar kehilangan lahan persawahan mereka karena adanya pembangunan Waduk Jatibarang, Dampaknya berpengaruh terhadap pekerjaan dan pendapatan yang diterima masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa bagaimana tingkat perbedaan pendapatan yang diterima oleh masyarakat sekitar sebelum dan sesudah adanya pengembangan objek pariwisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang, apa yang menyebabkan perbedaan tingkat pendapatan yang diterima masyarakat dan dampaknya terhadap perekonomian, dan bagaimana dampak pengembagan lokasi wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang tersebut terhadap kondisi non-ekonomi. Metode penelitian ini mengunakan mix method dengan mengunakan diskriptif kualitatif dan uji beda. Hasil dari penelitian ini yaitu, pendapatan yang diterima oleh masyarakat sekitar kawasan wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang meningkat seiring dengan adanya pengembangan wisata, meningkatnya kesempatan kerja dan nilai ekonomis tanah. Sedangkan  pengembangan lokasi wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat, kondisi kebudayaan dan lingkungan masyarakat sekitar pada aspek non-ekonomi. Kata kunci : Ekonomi Pariwisata, Goa Kreo, Waduk Jatibarang, Pariwisata berbasis Masyarakat.