Dwi Basuki Wibowo
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KEKUATAN PAKU KELING PADA SUB- ASEMBLY KAMPAS REM BUS Ryan Patra Wirabuana; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.823 KB)

Abstract

Along with the increase of economic growth in Indonesia, the number of public transportation typed bus and freight truck also increased. The increase of buses and trucks creates problem namely increases the frequency of accidents every year. The accidents caused by brake failure that usually occurs as a result of brake oil is depleted. The quality of canvas that is not good or the release of brake lining from chassis brake (shoe brake) caused by rivets in order to fastening brake lining to the shoe brake is damaged / broken, but damaged rivets have never revealed. This happens because detail investigations about the caused of accidents rarely performed. To study the ability of rivet connection to sub-asembly of buses/ trucks brake in sustain the burden so rivet tensile test performed, brake lining sub-assembly compression test and validation of test results with FEM analysis. From the result of the test, the researcher got maximum shear of pressure of the rivet namely 4.891.753 kN, and the maximum pressure that received by each rivet on the loading conditions damaged the lining is 1,640 kN, 0.00003% of the maximum pressure of rivet. This result proves that the rivet have a greater shear strength than the brake.
PENGARUH VARIASI KONTUR SISIPAN DI MEDIAL ARCH TERHADAP PENGURANGAN DERAJAT FLAT FOOT Daniel Sijabat; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk beraktifitas adalah Telapak Kaki. Orang dengan telapak kaki yang sehat pastinya akan lebih seimbang untuk menopang beban tubuhnya. Ada beberapa tipe telapak kaki manusia yang dibagi menjadi tiga, diantaranya telapak kaki normal, telapak kaki high arch (pes cavus) dan flat foot (low arch atau pes planus). Telapak kaki dinyatakan high arch apabila AI ≤ 0.21, normal apabila 0.26 ≥ AI > 0.21 dan flat foot apabila AI > 0.26. Kondisi flat foot dapat membuat seseorang mudah lelah saat berjalan atau berlari, karena kemampuan penyerapan beban kejutnya menurun. Apabila kondisi tersebut diperparah oleh jaringan otot telapak kaki yang lemah, dampak lainnya membuat penderita akan mengalami nyeri pada tumit dan menimbulkan benjolan pada pangkal luar jempol kaki (bunion). Flat foot menjadi penelitian dalam tugas akhir ini dengan mengevaluasi dari hasil pemindaian 2D dan pemindaian 3D. Hasil pemindaian 2D menjadi acuan untuk proses perancangan sisipan di area medial arch dalam upaya mengurangi derajat flatfoot. Dalam proses perancangan nantinya akan menggunakan software Solidworks dan proses manufaktur dengan cara cetak 3D. Setelah hasil perancangan selesai, kemudian akan didistribusikan kepada dua subjek untuk mengevaluasi dampak dari sisipan. Berdasakan hasil evaluasi penggunaan sisipan, pemakaian sisipan terbukti efektif dalam mengurangi derajat flat foot.
PENGEMBANGAN PEMINDAI DOKUMEN MENJADI PEMINDAI TELAPAK KAKI UNTUK IDENTIFIKASI FLAT FOOT Dwi Basuki Wibowo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v14i3.1639

Abstract

Di banyak rumah sakit di dunia dalam mengidentifikasi telapak kaki rata (flat foot) masih menggunakan wet foot test. Metode ini tidak akurat karena disamping sulitnya mengetahui penderita benar-benar berdiri tegak saat mencetak telapak kakinya di kertas grafik serta kemungkinan tidak tercetaknya beberapa bagian telapak kaki karena pengecatan awal yang tidak merata. Hasil yang diharapkan diperoleh dari penelitian ini adalah rancang bangun alat pemindai telapak kaki (foot scanner) berbiaya murah menggunakan pemindai dokumen (document scanner) dan perangkat lunak untuk mendefinisikan dan mengkategorikan kaki rata (flat foot) menggunakan metode Cavanagh’s arch index (AI). Jejak telapak kaki (footprint) yang dihasilkan alat ini, yang berformat digital, memudahkan dalam mengolah gambar dan menghitung nilai AI-nya dengan perangkat lunak MATLAB.
Efektifitas Menaikkan Area Kontak Telapak Kaki Pada Pengurangan Tekanan Di Daerah Tumit Bagi Penderita Inferior Calcanea Spur Dwi Basuki Wibowo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v13i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh luas kontak sol sepatu untuk setiap penderita calcanea/heel spur yang beban terbesar di area tumitnya lebih kecil dari gaya tekan nyeri (GTN) minimum. Beban di area tumit diperoleh dari analisis Metode Elemen Hingga (MEH) dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran menggunakan sensor FSR 402 yang dipasang di medial heel (MH), lateral heel (LH) dan center of heel (CH). GTN diukur menggunakan Algometer FDIX 25 di sekitar tumbuhnya spur. Hasil penelitian pada 16 penderita (3 laki-laki dan 13 perempuan) menunjukkan beban terbesar di CH untuk semua prosentase luas area kontak sol sepatu 0% - 100% lebih kecil dari GTN minimum, tetapi beban di LH masih lebih besar dari GTN minimum pada prosentase luas area 0% - 50%. Solusinya dipilih prosentase luas kontak sol sepatu 50% untuk pasien perempuan dan 75% untuk pasien laki-laki. Beban di LH pada prosentase luas kontak 50% memang masih berpotensi menimbulkan nyeri tetapi tidak signifikan karena hanya berbeda 34% lebih tinggi dibandingkan dengan GTN minimum. Penentuan prosentase luas kontak sol sepatu yang lebih besar pada pasien laki-laki dikarenakan area kontak telapak kaki laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan.
RANCANG BANGUN SOL SEPATU ORTHOTIC UNTUK PENDERITA FLATFOOT Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani; Nofa Karsa Mustadzanah
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telapak kaki merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk beraktifitas. Dengan kondisi telapak kaki yang sehat, maka seseorang akan lebih seimbang ketika menopang beban tubuhnya.  Tipe telapak kaki manusia dibagi menjadi tiga, yaitu telapak kaki normal, telapak kaki high arch (pes cavus) dan flat foot (low arch atau pes planus). Dikategorikan high arch apabila AI ≤ 0.21, normal apabila 0.26 ≥ AI > 0.21 dan flat foot apabila AI > 0.26. Kondisi flat foot dapat membuat seseorang mudah lelah saat berjalan atau berlari, karena kemampuan penyerapan beban kejutnya menurun. Apabila kondisi tersebut diperparah oleh jaringan otot telapak kaki yang lemah, dampak lainnya membuat penderita akan mengalami nyeri pada tumit. Penelitian tugas akhir ini mengevaluasi flat foot hasil pemindaian 2D dan pemindaian 3D terhadap sudut belakang kaki serta pembuatan shoe insole. Proses perancangan menggunakan software Rhinoceros 7 dan proses manufaktur dengan cara cetak 3D. Hasil perancangan didistribusikan pada lima subjek untuk dilakukan evaluasi dampak penggunaan shoe insole yang terdapat sisipan. Berdasarkan hasil evaluasi shoe-insole, pemakaian shoe insole terbukti efektif dalam mengurangi derajat flat foot. Hal ini dibuktikan dengan subjek nomor 2 derajat flat foot kaki kirinya berkurang 4° dan derajat flat foot kaki kanan berkurang 1° begitupun pada subjek nomor 1 derajat flat foot-nya berkurang 3° untuk masing-masing kaki.
Penggunaan metode Reliability-Centered Maintenance untuk menjaga keandalan material belt conveyor Djoeli Satrijo; Agus Suprihanto; Ojo Kurdi; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani; Khoiri Rozi; Muhammad Fakhri Aji Pratomo
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Material Teknologi Proses Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.054 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.66163

Abstract

Alat transportasi berperan penting dalam mengangkut material konsentrat untuk diolah dalam pabrik smelter secara kontinyu. Peralatan tersebut dijaga agar selalu beroperasi tanpa ada kerusakan. Kerusakan alat dapat mengakibatkan terhentinya proses produksi. Oleh karena itu manajemen peralatan pabrik sangat penting, dengan melakukan maintenance secara berkala untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Permasalahan yang sering terjadi pada salah satu alat yaitu belt conveyor adalah adanya tumpahan material ketika beroperasi. Penelitian ini menerapkan metode Reliability Centered Maintenance untuk mengetahui solusi yang tepat atas permasalahan sehingga material belt conveyor memiliki kehandalan yang tinggi dan umur pakainya meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa failure mode yang terjadi pada belt conveyor merupakan kategori C dan memiliki persentase terbesar sehingga dampak kerugian ekonominya relatif kecil. Namun tetap demikian kemungkinan terjadinya outage pada plant tetap harus diperhatikan.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR BODY MASS INDEX (BMI) PORTABEL BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Muhammad Ali Sholihun; Dwi Basuki Wibowo; Sumar Hadi Suryo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran BMI banyak digunakan sebagai acuan dalam menentukan postur tubuh kurus atau gemuk dan ideal atau tidak, asupan kalori dan gizi untuk program diet, kesehatan fisik, kriteria penerimaan prajurit, hingga distribusi tekanan pada telapak kaki. Alat ukur BMI biasanya digunakan untuk seleksi kesehatan yang mana sering dilakukan di tempat terbuka. maka untuk menindaklanjuti hal tersebut diperlukan sebuah inovasi pembuatan alat ukur Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) portable. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun alat ukur BMI (Body Mass Index) portabel yang memungkinkan alat ukur untuk mudah di bawa dan di pindahkan. Penelitian ini menggunakan sensor ultrasonic sebagai sensor pengukur tinggi badan, sensor loadcell sebagai sensor pengukur berat badan dan arduino mega 2560 sebagai kontroler. Pada penelitian digunakan batu timbang yang memiliki sertifikasi nasional tahun 2021 sebagai alat kalibrasi, juga menggunakan 10 subyek penelitian sebagai subyek pengukuran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa alat ukur BMI (Body Mass Indeks) portabel ini memiliki dimensi 32 cm x 34,5 cm x 203 cm dalam kondisi terpasang dan memiliki dimensi 52 cm x 42 cm x 7 cm dalam kondisi di kemas dengan massa alat sebesar 7 kg, sehingga alat pengujian ini dapat disebut sebagai alat portabel. Alat ukur BMI (Body Mass Indeks) portabel ini memiliki keunggulan disamping mudah dipindahkan juga memiliki keunggulan dalam penyimpanan data ukur yang disimpan dalam SD Card dengan kapasitas 2GB (GigaByte) dalam format dokumen .xls yang tersimpan dalam waktu sebenarnya (Realtime), juga berisi data diri, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan dan nilai BMI pengguna.
PERENCANAAN AWAL SOFTWARE UNTUK MENGHASILKAN GRADASI WARNA: VALIDASI DENGAN SOFTWARE MEH STUDI KASUS PELAT DATAR TIPIS Simson Hasudungan Hutagalung; Dwi Basuki Wibowo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik gradasi warna adalah proses mengubah atau mengedit/atau menampilkan image (gambar atau citra foto atau video atau hasil simulasi/analisis kedalam bentuk warna-warna. Software MEH adalah salah satu software yang hasil simulasi/analisisnya ditampilkan dalaam bentuk gradasi warna. Warna merah menyatakan tegangan dan deformasi paling besar dan warna biru paling kecil sedangkan faktor keamanan adalah kebalikannya. Secara teori analisis pada tegangan terjadi di elemen, sedangkan analisis pada deformasi dan faktor keamanan terjadi di nodal. Perencanaan awal software untuk menghasilkan gradasi warna dengan validasi software MEH studi kasus pelat datar tipis bertujuan untuk menghasilkan gradasi warna pada hasil pengukuran menggunakan sejumlah sensor yang diharapkan dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada pelat datar tipis dengan variasi material dan pembebanan. Penelitian ini menggunakan hasil gradasi warna pada distribusi tegangan, deformasi ,dan faktor keamanan dari software MEH yaitu Ansys 2020 dan data hasilnya diekspor ke file excel. Selanjutnya, data tersebut digunakan dalam pengkodingan  pada software MATLAB R2020a. Pengkodingan yang dilakukan adalah cara untuk mengimpor data, membentuk geometri pelat datar tipis, pemberian warna, dan rentang nilai gradasi warna. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan gradasi warna dan rentang nilai yang sama berdasarkan data excel pada software MEH dan MATLAB R2020a. Hasil tersebut akan menjadi validasi gradasi warna pada pelat datar tipis disetiap variasi.
PERENCANAAN AWAL SOFTWARE UNTUK MENGHASILKAN GRADASI WARNA: VALIDASI DENGAN SOFTWARE MEH STUDI KASUS SILINDER TIPIS Nobeth Bastanta Ginting; Dwi Basuki Wibowo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik gradasi warna adalah proses mengubah atau mengedit/atau menampilkan image (gambar atau citra foto atau video atau hasil simulasi/analisis kedalam bentuk warna-warna. Software MEH adalah salah satu software yang hasil simulasi/analisisnya ditampilkan dalaam bentuk gradasi warna. Warna merah menyatakan tegangan dan deformasi paling besar dan warna biru paling kecil sedangkan faktor keamanan kebalikannya. Tegangan terjadi di elemen, sedangkan deformasi dan faktor keamanan terjadi di nodal. Perencanaan awal software untuk menghasilkan gradasi warna dengan validasi software MEH studi kasus silinder tipis bertujuan untuk menghasilkan gradasi warna pada hasil pengukuran menggunakan sejumlah sensor yang diharapkan dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada silinder tipis dengan variasi material dan variasi pembebanan. Penelitian ini menggunakan hasil gradasi warna pada distribusi tegangan, deformasi ,dan faktor keamanan dari software MEH Ansys 2022R1 dan diekspor menjadi data Excel. Selanjutnya data tersebut digunakan dalam pengkodingan  pada software Matlab R2018a. Pengkodingan yang dilakukan cara mengekspor data, membentuk silinder tipis , pengkodingan pemberian warna dan rentang nilai yang dapat dilihat pada colorbar. Hasil dari penelitian ini penggunaan pengkodingan pada Matlab R2018a dengan menggunakan data luaran Ansys 2022R1 menghasilkan gradasi warna dan rentang nilai yang sama pada colorbar. Hasil tersebut telah dihasilkan dengan mengunakan silinder tipis variasi material dan pembebanan.
RANCANG BANGUN MAINAN MEKANIKAL LUNCURAN KELERENG MENGGUNAKAN SISTEM PENGANGKAT TANGGA BERJALAN DAN KINCIR SILANG Andrean Rizky Agung Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan adalah salah satu sarana pembelajaran yang sangat efektif, salah satunya adalah mainan mekanikal yang memiliki nilai edukatif dan terdapat unsur science dan teknologi. Tujuan dari mainan mekanikal ini adalah untuk memperkenalkan fisika mekanika kepada masyarakat melalui media mainan. Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berbentuk kombinasi kincir dan tangga berjalan, dan (2) panel lintasan turun berupa down rail dan screw drop. Setiap komponen dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng bisa terus meluncur ke modul      berikutnya tanpa hambatan. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 25,33 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan screw drop, dengan kecepatan kelereng 0,526 m/s dengan waktu tempuh 1,77 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,088 y = 0,199 z = 0,238 pada saat kelereng bergerak menuruni panel screw drop.