Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pirolisis Katalitik Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar Cair Menggunakan Zeolit Alam Fitriyanti, Reno; Fatimura, Muhrinsyah; Masriatini, Rully
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.791

Abstract

Minyak pelumas bekas merupakan limbah yang dihasilkan kendaraan bermotor yang jumlah buangannya sangat besar terutama dikota besar. Apabila terpapar akan membahayakan dan menyebabkan masalah dalam lingkungan.. Berbagai metode pengolahan minyak pelumas bekas seperti acid-clay, Distilasi Thin Film Evaporation–Hydrofinishing dan Pirolisi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui konversi minyak pelumas bekas menjadi minyak serta mengetahui karekteristik produk cair yang dihasilkan. Minyak pelumas dipanaskan melalui metode pirolisis hingga mencapai suhu 2500C dengan banyak umpan 125 ml dengan variasi ratio (w/w) antara umpan dan zeolit alam 1:0 , 1:0.25, 1:0,5, 1:0.75 yang berupa batuan kecil yang telah dihaluskan sebesar 40 mesh.. Sebelum digunakan. zeolit alam terlebih dahulu diaktivasi menggunakan NaOH 10%(w/w). Cairan minyak yang dihasilkan kemudian di analisa berupa Initial Boilling Point (IBP), densitas, viskositas, flash point dan four point, specific gravity. Hasil penelitian pirolisis minyak pelumas didapat produk cair sebanyak 43,7 ml,65 ml, 77 ml dan 108,3ml. Penggunaan ratio katalis 1:0.75 menghasilkan produk cair terbanyak yaitu sebesar 108,3 ml atau 87%. Dengan karakteristsik minyak yang didapat yaitu Initial Boilling Point 185oC, berat jenis 835 kg/m3, viskositas 02.58 mm2/s 30 C ; 02.58 mm2/s 40 C, flash point 550C dan pour point. < 0 oC specific gravity 0.835. Dapat disimpulkan Pirolisis minyak pelumas bekas dengan menggunakan katalis zeolit alam dapat menghasilkan minyak dengan karakteristik produk yang dihasilkan mendekati minyak solar.
Pengaruh Konsentrasi H2SO4 Dan Waktu Fermentasi Terhadap Proses Pembuatan Bioetanol Berbahan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Wulandari, Putri Andini; Fatimura, Muhrinsyah; Fitriyanti, Reno
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i2.75

Abstract

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes merupakan tumbuhan yang banyak mengandung selulosa yaitu 64,51%, pentosa 15,611 % dan 7,69 % lignin. Jumlah selulosa yang sangat tinggi ini memungkinkan eceng gondok dapat diolah menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat sebagai katalis dalam proses hidrolisis terhadap kadar glukosa yang dihasilkan dan lamanya fermentasi terhadap banyaknya jumlah bioetanol yang diperoleh dari eceng gondok sebagai bahan bakunya. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan beberapa tahapan meliputi preatreatment, delignifikasi, hidrolisis, fermentasi, destilasi, dan pengujian kadar bioetanol menggunakan alkoholmeter. Larutan NaOH 5% digunakan selama proses delignifikasi untuk menghilangkan lignin. Hasil dari proses delignifikasi akan dilakukan proses hidrolisis menggunakan larutan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 3 %, 5 %, 6 %, dan 7 %, sedangkan waktu fermentasi yang dilakukan selama 72 jam, 96 jam, dan 120 jam. Pada proses fermentasi, ragi yang digunakan adalah ragi tape (Saccharomyces cerevisiae). Berdasarkan hasil penelitian ini, pada proses hidolisis menggunakan asam sulfat konsentrasi 6 % diperoleh kadar glukosa tertinggi sebesar 17,17 %  dan kadar bioetanol tertinggi sebesar 10,096 % dengan waktu fermentasi selama 72 jam. 
Pembuatan yoghurt sederhana sebagai alternatif kewirausahaan bagi siswa SMK Kimia Yanitas Palembang Ully, Rully Masriatini; Muhammad Bakrie; Muhrinsyah Fatimura; Aan Sefentry; Reno Fitriyanti; Nurlela; Husnah; Agus Wahyudi
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i1.11651

Abstract

Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan merubah tuntutan masyarakat terhadap produk pangan yaitu pangan yang menyehatkan. Pangan tanpa tambahan zat aditif seperti pengawet, pewarna buatan, perasa artificial dan lain-lain adalah keinginan masyarakat. Yoghurt adalah produk susu yang difermentasi dengan bantuan asam laktat (BAL). Bakteri yang terlibat dalam pembuatan yoghurt ini menggunakan kombinasi dua jenis starter bakteri yaituLactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophillus. Selain sebagai pangan sehat, Yogurt juga memiliki peluang untuk dijadikan salah satu wirausaha.  Usaha untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan peluang kewirausahaan dari yogurt salah satunya melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Yanitas Palembang dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Pangan (Pembuatan Yogurt) sebagai Usaha Pengenalan Kewirausahaan pada Sivitas Akademik   Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Yanitas Palembang”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, mengabdikan ilmu dan pengetahuan serta memberikantambahan pengetahuan dan wawasan mengenai Teknologi Pangan kepada masyarakat melalui penyuluhan bagaimana cara membuat yoghurt yang sehat, higienis tanpa pengawet dan tanpa penambahan zat aditif yang berbahaya untuk menjadi peluang berwirausaha bagi sivitas akademik di SMK Kimia Yanitas Palembang
Eco enzym bagi masyarakat dalam penanganan limbah organik rumah tangga Ully, Rully Masriatini; Ian Kurniawan; Muhammad Bakrie; Muhrinsyah FAtimura; Aan Sefentry; Fitriyanti, Reno; Nurlela; Husnah; Wahyudi, Agus; Rochyani, Neny; Fatmasari, Wida
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v2i1.15527

Abstract

Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat dua per tiga warga Sumsel atau sekitar 5 juta dari 8 juta warga Sumsel menghasilkan sampah setiap tahunnya. Saat ini dengan adanya pademi covid 19, memungkinkan warga untuk selalu dirumah, sehingga semua kegiatan terpusat di rumah, mulai dari kegiatan dan aktivitas, ini tidak terlepas dari pengunaan komsumsi masyarakat yang semakin tinggi di lihat makin banyaknya sampah rumah tangga semakin memenuhi tempat penampungan sampah,merupkan hasil dari sampah rumah tangga, hampir semua sampah yang di hasilkan adalah sampah organik, ini menjadi sia-sia, terbuang, hanya beberapa gelitir orang yang melakukan pengolahan seperti dengan pembuatan pupuk kompos, maka dari pemikiran tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ingin melakukan kegiatan merubah sampah organik yang selama ini banyak dibuang dan menjadi permasalahan yang besar terkhusus kepada pemerintah setempat, kita akan adakan edukasi dan melatih pengolahan sampah dengan metode yang gampang dan tidak memerlukan banyak biaya, serta ramah lingkungan, yaitu metode Eco Enzym. Eco enzym yang merupakan pengolahan sampah organik dengan cara simpel mudah dilakukan siapa saja dapat melakukanya, dan hasil dari eco enzym banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan manusia. Dengan diadakannya kegiatan ini kepada siswa, maka siswa dapat berbagi ke seluruh keluarga mereka, dan keluarga mereka dapat berbagi ketetangga meraka dan setrusnya, maka ini akan memebrikan dampak postip untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan pemerintah terkhusus untuk pengolahan limbah organik.
Evaluation of Electrocoagulation Process Efficiency in Laboratory Wastewater Treatment with Various Current Densities Fatimura, Muhrinsyah; Tuty Emilia Agustina; Ian Kurniawan; Rully Masriatini; Nurlela; Reno Fitriyanti
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v10i1.1533

Abstract

Laboratory wastewater contains harmful compounds such as COD, TSS, heavy metals, and toxic compounds that require treatment before being discharged into the environment. Laboratory wastewater contains various hazardous pollutants that can pollute the environment if not managed properly. This study aims to evaluate the efficiency of the electrocoagulation process in the treatment of laboratory wastewater of the Chemical Engineering Study Program of PGRI University Palembang with variations in current density and reaction time. The experimental method was used by designing an electrocoagulation reactor using aluminum electrodes. The independent variables tested include current density (76.92 A/m², 87.17 A/m², and 102.56 A/m²) and reaction time of 15, 30, 60 minutes. Parameters analyzed included COD, TSS, TDS, pH, electrode consumption, and energy consumption. The results showed that the electrocoagulation process effectively reduced pollutant parameters; at a current density of 102.56 A/m² for 60 minutes, COD decreased to 63.5 mg/L, TSS to 23.52 mg/L, pH increased to 8, and turbidity reduced to 20.48 NTU. The specific energy consumption reached 18.2 kWh/m³ with an operational cost of Rp27,300/m³. Based on the analysis, the optimal current density for laboratory wastewater treatment is 102.56 A/m² with a reaction time of 60 minutes. Electrocoagulation technology is recommended as an efficient, effective, and environmentally friendly treatment method for laboratory wastewater in higher education institutions.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY UNTUK MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR MENGGUNAKAN METODE FOTO-FENTON Rinilam, Arrum; Fatimura, Muhrinsyah; Masriatini, Rully; Fitriyanti, Reno
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31271

Abstract

Air limbah laundry perlu ditangani secara serius karena mengandung senyawa organik kompleks seperti detergen dan pewarna yang sulit terurai secara alami dan berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu metode untuk mengolah limbah tersebut adalah foto-Fenton yang dipilih karena memiliki waktu reaksi yang singkat, menggunakan reagen yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan, serta prosesnya sederhana dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode foto-Fenton dalam menurunkan kandungan polutan pada air limbah laundry. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengujian terhadap beberapa parameter pencemar, yaitu TSS (total suspended solids), COD (chemical oxygen demand), BOD (biochemical oxygen demand), minyak dan lemak, serta surfaktan anionik. Hasil terbaik diperoleh pada rasio FeSO4:H2O2 1:20, dengan penurunan TSS sebesar 74,58%, COD sebesar 66,88%, BOD sebesar 72,41%, minyak dan lemak sebesar 93,64%, serta surfaktan anionik sebesar 76,69%. Air hasil pengolahan limbah laundry telah memenuhi baku mutu untuk TSS, COD, BOD, minyak dan lemak, serta surfaktan anionik sesuai Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 8 Tahun 2012.
PENGARUH WARNA DINDING ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA TERHADAP PENYIMPANAN PANAS PADA PENGERINGAN IKAN ASIN Wicakhyanto, Ary; Bakrie, Muhammad; Fitriyanti, Reno
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v3i2.4163

Abstract

Pembuatan ikan asin seringkali masih menggunakan cara lama yaitu penjemuran langsung di bawah sinar matahari yang memakan waktu sekitar 3 hari. iPengeringan idengan iteknik iini tentunya isangat itergantung idengan ikondisi icuaca isaat ipenjemuran. iSaat isuaca icerah penjemuran idapat iberlangsung idengan ibaik, itetapi isebaliknya isaat icuaca imendung iatauibahkan ihujan, ipenjemuran isama isekali itidak idapat idilakukan isehingga iikan imenjadi icepat ibusuk idan imenjadikan ipengurangan iini ikurang iefektif dan kurang higienis setelah nya karena di campur dengan debu dan kotoran. Pengeringan rumah kaca merupakan salah satu metode untuk menghadapi permasalahan yang sering di hadapi. Melalui penelitian ini di ketahui bahwa alat pengering rumah kaca dapat di gunakan untuk proses pengeringan ikan asin dengan penurunan kadar air hingga 28% pada pengeringan selama tujuh jam dan pengeringan dan terus berjalan meskipun kondisi cuaca tidak stabil.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Domestik Rumah Tangga Di SMK PGRITanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Solusi Inovatif Untuk LingkunganBerkelanjutan Nurlela; Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Husnah; Ian Kurniawan; Neny Rochyani; Muhammad Bakrie; Reno Fitriyanti; Aan Sefentry; Wida Fatmasari; Agus wahyudi
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/bqzwtj61

Abstract

 Limbah domestik rumah tangga merupakan salah satu sumber polusi yang signifikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Pemanfaatan limbah ini menjadi solusi yang tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bentuk produk yang berguna. Tulisan ini membahas berbagai jenis limbah rumah tangga, metode pengelolaan dan pemanfaatan, serta manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan limbah domestik secara efektif.. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang akan memberikan edukasi kepada siswa SMK PGRI Tanjung Raja di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Dengan diadakannya kegiatan ini, siswa diharapkan dapat berbagi pengetahuan kepada seluruh keluarga mereka, dan keluarga mereka dapat berbagi dengan tetangga mereka, dan seterusnya. Ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat dan pemerintah, terutama dalam pengelolaan limbah organik dan anorganik.