Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Maskulinitas dan Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan Mental pada Laki-laki di Negara Berkembang : Literature Review: Masculinity and Male Mental Health Help Seeking Behavior in Developing Countries : Literature Review Hapsari, Janitra Hapsari; Karjoso, Tri Krianto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2848

Abstract

Latar belakang: Maskulinitas laki-laki ditemukan menjadi salah satu faktor yang membentuk stigma dalam perilaku mencari bantuan psikologis. Terdapat anggapan bahwa membuka diri atas distres emosional laki-laki dianggap lemah dan tidak maskulin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan evidence yang sudah tersedia terkait pengaruh maskulinitas terhadap perilaku mencari bantuan kesehatan mental pada laki-laki di negara berkembang. Metode: Literature Review ini menggunakan kerangka dari Arksey and O’Malley, yang terdiri dari mengidentifikasi pertanyaan review; mencari evidence yang relevan; menyeleksi studi yang relevan; memetakan data; dan mendiskusikan, menyimpulkan dan melaporkan hasil. PRISMA flowchart digunakan untuk menampilkan alur pencarian evidence. Hasil: Hasil penyaringan artikel menemukan lima artikel yang relevan dengan topik penelitian. Review ini menampilkan empat tema yaitu maskulinitas dan kesehatan mental, kerentanan pada laki-laki, faktor-faktor yang mempengaruhi maskulinitas laki-laki, dan perilaku mencari bantuan kesehatan mental pada laki-laki. Kesimpulan: Keyakinan individu dan fenomena yang terjadi di sekitar laki-laki mengenai kesehatan mental erat kaitannya dengan ideologi maskulinitas tradisional, stigma dan stereotip maskulinitas yang harus selalu tampak kuat dan tidak boleh menunjukkan kerentanan karena dianggap sebagai tanda kelemahan yang menjadi penghambat dan berdampak pada sikap negatif laki-laki dalam mencari bantuan kesehatan mental professional. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh negara berkembang di mana fasilitas kesehatan yang belum optimal atau belum merata menambah hambatan untuk tindakan ini.
Pengaruh Konsumsi Fast Food terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja : Literature Review: The Effect of Fast Food Consumption on Obesity Incidents in Adolescents : Literature Review Rahmalia, Vina; Karjoso, Tri Krianto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3665

Abstract

Latar belakang: Remaja usia 15-19 tahun banyak yang mengalami masalah gizi lebih yaitu obesitas. Masalah obesitas saat ini sudah menjadi masalah global bahkan World Health Organization (WHO) telah menyatakan obesitas sebagai epidemi global. Perilaku remaja yang gemar mengkonsumsi fast food dan kurangnya aktivitas fisik dapat menjadi faktor penyebab obesitas pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi fast food terhadap kejadian obesitas pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Literature Review terhadap artikel yang membahas mengenai pengaruh konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. Artikel diperoleh dari Google Scholar dengan kata kunci Fast Food, Makanan Cepat Saji, Obesitas, dan Remaja. Artikel yang digunakan adalah dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2019-2023). Hasil: Hasil penelusuran artikel didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dari artikel tersebut didapatkan 8 artikel menunjukkan bahwa terdapat hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja, dan 2 artikel menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. Kesimpulan: Konsumsi fast food dapat meningkatkan resiko obesitas pada remaja, hal ini terjadi karena adanya perkembangan teknologi dan perubahan budaya yang mengakibatkan perubahan pola makan.